Senin, Maret 07, 2011

Let’s Get Lost! (Nyasar Yuk!)


Tidak ada orang yang menghendaki tersesat di sebuah hutan tanpa mengetahui arah jalan sama sekali. Tidak memiliki kompas atau kebutuhan penting lainnya. Atau tersesat di sebuah kota besar sehingga tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh.
 
Tapi tidak demikian halnya dengan seorang yang memiliki jiwa petualangan yang tinggi. Seorang petualang sangat menyukai tantangan bahkan sangat menyukai berada dalam situasi kesasar atau tersesat sekalipun.

Minggu lalu saya menonton sebuah iklan yang sangat menarik perhatian sayadi teve channel NG Adventure. Di iklan tersebut ada 2 orang remaja, 1 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka menyetop sebuah taxi dan bertanya kepada si supir. ‘Do you speak English?’ si supir menjawab ‘No’. kemudian ditanya lagi ‘Do you speak Germany?’ mereka menanyakan hingga 6-7 bahasa tapi si supir tetap menjawab ‘No’. Tapi hebatnya mereka malah naik taxi tersebut. Ternyata mereka adalah petualang yang sedang mencari tantangan, yang sedang ingin kesasar, yang sedang ingin tersesat. Kesannya emank bodoh, tapi itulah petualang. Mereka selalu berkata: Let’s get lost! Alias Nyasar Yuk!. 

Bagi petualang getting lost adalah sebuah pengalaman baru. Sebuah tantangan, sebuah kenikmatan bahkan bagi mereka jika tidak kesasar bukanlah sebuah petualangan. Aneh bin ajaib.

So readers, Let’s get lost!
 by wandi tambunan

Minggu, Maret 06, 2011

Tuktuk d’tour with Wandi Tambunan, Elvin Boers, Wandy Simbolon, & Azis Darson Sinaga

On Nyepi’s day yesterday…







Saya bersama 3 orang teman yakni Elvin Boers, Wandy Simbolon & Azis Darson Sinaga pergi ke Tuktuk Siadong Pulau Samosir untuk melakukan survey tempat Retreak PAK Perkantas Sidikalang yang akan berlangsung 27-29 Agustus 2011 yang akan datang. We travelled by motorcycle. It was a survey but we called it an adventure.

Persinggahan pertama kami adalah Menara Pandang Tele. Di tempat ini kami melakukan banyak perbuatan Narsis a la anak muda zaman sekarang. Gak nyadar sudah tua tetap aja nge-narsis. Apa boleh buat era digital telat nongol. Tanpa disadari era digital telah membuat sangat banyak orang semakin kreatif ber-acting di depan kamera. Kemudian kami juga singgah di tempat dengan view yang cocok buat nge-narsis. 

Setibanya di Tuktuk kami segera menuntaskan misi utama kami yaitu survey tempat retreat. Setelah men-survey beberapa tempat penginapan seputar kenyamanan tempat penginapan, aula untuk kebaktian, tarif, fasilitas, dll, akhirnya kami memutuskan untuk booking Marroan inn. Mission Accomplished.

Dengan perut sudah mulai 'keroncongan', kami pergi lunch di rumah makan favorit kami setiap pergi ke Tuktuk Rumah Makan Islam Murni. Selesai lunch kami menyewa penginapan selama 2 jam untuk rebahan sebentar dan ganti pakaian untuk go swimming in lake Toba. Selesai renang kami packing kemudian melanjutkan perjalanan menuju Samuel Bakery salah satu toko roti paling lezat di Tuktuk. Unfortunately it was closed. Setibanya di Samuel Bakery, yaaaah malah hujan. Jadinya kumat dech penyakit buruk yang menyenangkan yang menurut diagnose sementara  oleh dokter spesialis digital nama penyakit ini adalah Narsisme. 
 
Setelah agak reda… kami melanjutkan perjalanan pulang ke Sidikalang via pangururan. Kami tiba di Sidikalang sekitar pukul 22.00 WIB. 

Thanks God everything ran well.

by wandi tambunan

Jumat, Maret 04, 2011

Dari Hobby menjadi Keahlian

Setiap orang pasti punya hobby. Saya pribadi memiliki banyak hobby. Bagaimana dengan anda? Berapa banyak hobby yang anda miliki. Jika kita telusuri dan pikirkan dengan sangat serius hobby bisa menjadi kekuatan kita yang sangat luar biasa faedahnya. Baik dari segi finansial maupun dari segi aktualisasi diri. Tapi kuncinya kita harus fokus pada kegemaran kita yang paling dominan. Kita harus pelajari diri kita dengan seksama untuk mengetahui urutan paling top dari beberapa kesukaan yang kita miliki. 

Setelah mengetahui hobby kita yang paling top kemudian kita harus menentukan sikap bahwa kita harus mengalokasikan waktu kita lebih banyak terhadap apa yang sangat kita gemari. Mengembangkan hobby tersebut menjadi keahlian. Semakin banyak waktu yang kita sediakan terhadap kegemaran tersebut maka semakin cepat kita memiliki keahlian dalam bidang hobby tersebut.

Misalnya saya memiliki hobby membaca, menulis, dan mengajar. Maka sebagian besar waktu saya harus saya alokasikan untuk membaca buku-buku berkualitas kemudian membuat kesimpulan-kesimpulan baru tentang hal-hal yang saya baca. Akhirnya saya akan menelurkan berbagai gagasan baru melalui tulisan dan pengajaran. Dengan menghabiskan sebanyak mungkin waktu untuk membaca dan menulis yang sebenarnya adalah hobby saya maka semakin cepat saya mahir dalam membaca dan menghasilkan karya tulisan yang bermutu dan bermanfaat bagi orang lain dan tentunya akan semakin mengasah kemampuan saya dalam mengajar.

Pada akhirnya saya akan menjadi seorang expert dalam bidang menulis dan mengajar yang semuanya saya awali dari hobby saya. Dan yang terutama saya akan segera memiliki karya yang luarbiasa baik dan sangat bermanfaat dalam hidup saya. Dan karya ini bisa memberikan kesejahteraan secara finansial bagi saya sekaligus memberi kepuasan karna saya telah berhasil mengaktualisasikan diri saya.

Selamat menelusuri hobby Anda.!





by wandi tambunan

Kamis, Maret 03, 2011

Water boom / Water park Dairi

Setiap orang butuh refreshing. Bekerja dan refreshing harus balance alias seimbang. Orang yang bekerja terus tanpa refreshing cenderung mudah marah, cepat tua dan berbagai efek negatif  lainnya. Orang yang pandai menata hidup pasti menyediakan waktu untuk refreshing. Dengan refreshing akan memberi kita kesegaran pikiran dan tubuh dengan stamina yang lebih kuat untuk melanjutkan rutinitas kerja. Bahkan Komputer sekalipun butuh refresh dengan menekan tombol F5.

Di Kabupaten Dairi tercinta ini ketika ada masa liburan mayoritas orang akan pergi ke TWI. Sebagian orang yang memiliki cukup uang akan pergi ke Medan atau daerah wisata lainnya seperti Tuktuk, Parapat atau barangkali Simalem Resort.


Walau sebatas park, saya yakin TWI juga bisa menghasilkan income buat Kabupaten Dairi. Pengunjung berasal tidak hanya dari Dairi tapi juga dari berbagai kota di Indonesia. But Unfortunately, daerah kunjungan wisata di Dairi masih sebatas TWI (Taman Wisata iman).


Water Boom di Dairi

Beberapa waktu yang lalu saya lewat naik motor dari Jln 46/Farmasi Sidikalang. Di pinggiran Jl. 46 tersebut saya melihat sebuah spanduk bertuliskan "Disini akan dibangun Water Boom'. Melihat spanduk tersebut saya teringat Water park Labersa Pekanbaru yang saya kunjungi bersama keluarga saya bulan januari yang lalu. Menurut hitungan sepintas saya waktu itu ketika waktu libur water park tersebut bisa menghasilkan income sampai 60 jutaan per hari.  Selain mempercepat pertumbuhan sebuah kota juga akan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat Dairi. Tapi semoga spanduk tersebut tidak sebatas rencana belaka.



Inspirasi bagi Orang Kaya

Saya sangat berharap bagi orang-orang kaya di Dairi agar menginvestasikan uangnya untuk membangun tempat hiburan yang edukatif di Dairi seperti Water Boom, Perpustakaan umum, dll. Semoga tulisan singkat ini mampu mendorong para investor untuk do something di Dairi. Semoga!



by wandi tambunan

Selasa, Maret 01, 2011

Membutuhkan MANCA (Taman Bacaan) di DAIRI

Mewakili teman-teman yang masih rajin baca buku-buku berkualitas saya ingin menyampaikan kerinduan yang sangat tinggi akan adanya perpustakaan dengan sejumlah buku berkualitas di Kabupaten Dairi.

Januari 2011 yang lalu saya dan istri saya berkunjung ke Perpustakaan Nasioanal Pekanbaru. Perpustakaannya sangat besar. Empat atau lima tingkat kalo saya tidak lupa. Soalnya saya hanya explore hingga ke Lantai 3 saja. Saya pribadi sangat jealous dengan keberadaan perpustakaan ini. Perpustakaan tersebut dilkengkapi dengan sangat banyak buku sehingga masih dikunjungi oleh banyak orang. Saat itu saya berhayal seandainya saja ada perpustakaan sebesar itu di Kabupaten Dairi.


 Perpustakaan di Kabupaten Dairi? 

Ada sih.. Manca (Taman Bacaan) namanya. Sekelilingnya penuh rumput lebat sehingga bangunannya tampaknya seperti rumah yang tidak berpenghuni selama 2-3 tahun.  Taman Bacaan ini tidak pernah lagi di kelola sehingga tidak bisa lagi dikunjungi. Apa kata dunia??


Saya pribadi tidak tahu apa sebab. Seandainya taman bacaan ini dikelola dengan baik pasti kenakalan remaja berkurang. Semoga Pemda Dairi bersedia mengelolanya kembali. Pemda bisa mewajibkan setiap keluarga menyumbangkan buku minimal 2 atau 3 buah. Menurut saya pribadi pengelolaan operasional taman bacaan ini tidak membutuhkan banyak biaya. Kita hanya butuh komitmen serius dari Pemda Dairi. Semoga!

Senin, Februari 28, 2011

Penantian panjang the YOUNG GOONERS belum berakhir

Peluang yang sangat besar untuk mengakhiri paceklik gelar selama 5 tahun kandas sudah. Adalah bermingham yang ‘menculik’ gelar tersebut dari Arsenal. Dengan mengandalakan pertahanan yang kuat dan mengharapkan peluang dari bola mati dan bola panjang akhirnya Birmingham mampu mengandaskan peluang Arsenal untuk meraih trophy perdana musim ini.

Apes bagi Arsenal. Setiap peluang goal yang mereka miliki mampu dimatikan oleh tembok pertahanan Birmingham.

Sebuah kesalahan kecil yang fatal mengakibatkan kekalahan ini (Don’t know what to comment ‘bout this… I just felt bitterly disappointed)

Saya pribadi sebagai pendukung berat Arsenal sangat kecewa dengan hasil ini. Dengan sangat semangat menantikan parati final ini saya mengajak beberapa adik-adik untuk menemani saya menontonnya di rumah kami. Saya sangat yakin akan kemampuan Arsenal untuk mengalahkan Birmingham. Tapi bola itu bundar bung. Keunggulan diatas kertas tidak selalu jaminan untuk memenangkan sebuah pertandingan.

Sebagai seorang fan Arsenal saya berharap para the young gooners tetap stand up, memperbaiki mental dan berjuang memenangkan kompetisi tersisa musim ini. Berjuanglah memenangkan EPL, FA CUP & Champions League. 
Viva Young Gooners. I believe you can win all!

by wandi tambunan

Minggu, Februari 27, 2011

Luapan Kemarahan dan Kesedihan seorang Siswa

Pemimpin Istanaku…
Betapa rakusnya dirimu_Kau rampas hak guruku_Kau telantarkan masa depan kami_Demi dendam politikmu_Kau pijak-pijak harga diri guruku_Tunggu giliranmu dipijak oleh Yang Kuasa_Kecuali jika kau bertobat.    _wandi tambunan
Semalam… seorang siswa menumpahkan kekecewaannya tentang kepemimpinan kepala sekolah mereka. Dia mendiskripsikan kepribadian kepala sekolahnya yang sangat tidak layak menjadi seorang kepala sekolah. Dalam hal berpakaian, berbicara, mengambil keputusan, bekerja. Si siswa ini berkomentar betapa tidak layaknya dia menjadi seorang kepala sekolah. Dia telah menyalah gunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi barangkali yang sifatnya politis demi dendam pribadi. Dia telah berusaha keras menyingkirkan orang-orang baik dari lingkungan dia. Kemudian mengumpulkan orang-orang yang sama kepentingan politiknya dengan dia. Sehingga terjadilah the wrong person at the wrong place at the wrong time. Guru yang baik dan semua siswa menjadi korban keserakahan mereka. Marah dan sedihnya hatiku mendengarkan penuturan si siswa ini.

Written by wandi tambunan

Jumat, Februari 25, 2011

INSPIRASI dari LAPANGAN SEPAK BOLA

                    Oleh: Wandi Tambunan, A.Md.
              Pimpinan THE ARK SCHOOL)


Saya sangat tertarik dengan SEPAKBOLA. Dari sepakbola saya belajar banyak hal. Mulai dari hal kerja sama dalam tim, membentuk tim yang solid, memupuk mental kerja keras dan pantang menyerah, kerendahan hati, membina bakat orang muda, mengelola keuangan bahkan kita bisa belajar tentang mengelola usaha dari sepak bola.

Seandainya lapangan sepakbola adalah sebuah negara, Saya akan segera pindah ke Negara Lapangan Sepakbola. Betapa tidak? Di Negara Lapangan Sepakbola semua ‘penduduk’ adalah teladan yang sangat bagus untuk menjadi seorang warga negara yang baik. Semua penduduk bekerja keras, tidak ada yang tiduran apalagi bermalas-malasan. Tidak ada ‘penduduk’ yang menyia-nyiakan waktu. Semua berpikir keras dan bekerja keras, mengeluarkan kemampuan terbaik demi tercapainya cita-cita yaitu mencetak goal (sasaran). Di Negara Lapangan Sepakbola hukum dilaksanakan dengan sangat adil. Semua ‘penduduk’ harus taat aturan. Jika melanggar aturan, akan diganjar dengan kartu kuning bahkan kartu merah sehingga harus keluar dari Negara Lapangan Sepakbola.

Arsenal adalah klub favorit saya. Cesc Fabregas Adalah pemain sepakbola yang sangat saya kagumi. Dari klub sepakbola Arsenal saya belajar banyak hal. Beberapa diantaranya:

• Leadership
Pelatih Arsenal FC adalah Arsene Wenger yang sering dijuluki the professor. Dia sangat sabar dalam membina para pemain muda. Misalnya Fabregas, Kapten Arsenal saat ini dia rekrut dari Barcelona pada saat dia masih berusia 16 tahun. Berkat racikan the professor dia telah menjelma menjadi pemain andalan Arsenal saat ini. Di usianya yang masih 23 tahun saat ini dia sangat berpotensi untuk menjadi legenda sepakbola seperti halnya Maradona, Pele, dll.

• Financial
Arsenal FC adalah salah satu klub sepakbola yang paling ‘sehat’ kondisi keuangannya. Arsene Wenger selalu berprinsip: Jikalau sebuah klub meraih tropi karena belanja pemain top dengan memboroskan banyak uang itu adalah hal yang biasa. Seperti yang dilakukan oleh Manchester City dan Real Madrid. Hampir setiap pemain top baru mereka beli. Tapi jika meraih tropi dengan membina para pemain muda itulah yang luar biasa. Dan itulah yang terus kami perjuangkan di Arsenal.

• Teamwork
Arsenal memiliki filosofi yang sangat kuat dalam sepakbola. Playing football is not a one man show. Sehebat apapun skill individu seorang striker (penyerang) tanpa disokong oleh playmaker (gelandang atau pengatur serangan) yang mumpuni maka dia akan jarang mendapatkan supply bola sehingga akan sulit mencetak goal. Semua pemain harus melaksanakan perannya masing-masing dengan sangat baik. Dengan demikian sebuah tim akan mampu memenangkan sebuah pertandingan.

• Vision
‘We have to see farther than our eyes can see. That’s a vision.’ (Kita harus dapat melihat lebih jauh dari yang mata kita dapat lihat. Itulah visi). Demikianlah visi permainan sepakbola agar berhasil mencapai tujuan (goal). Semua pemain memiliki tujuan yang sama yaitu mencetak goal sebanyak mungkin dan kebobolan sesedikit mungkin. Permainan tanpa visi akan mempengaruhi alur permainan sebuah tim. Seorang playmaker harus mampu membangun serangan dengan visi yang jelas. Membagi bola dengan kejelian yang sangat tinggi melihat posisi para pemain lainnya. Hingga akhirnya setiap serangan yang dibangun akan menghasilkan goal. Visi permainan inilah yang saya lihat selalu ditanamkan dalam benak setiap pemain Arsenal.

Empat hal ini adalah pelajaran penting yang saya dapatkan dari Arsenal. Dan saya yakin jika Arsenal bertahan dengan filosofi pentingnya maka segera mereka akan menghasilkan banyak tropi.

Walau tidak bisa dipungkiri bahwa klub terbaik saat ini adalah Barcelona namun Arsene Wenger memiliki keyakinan mampu melampaui kekuatan Barcelona saat ini. “Perbandingan yang menarik adalah rataan usia para pemain Barca saat ini adalah 27,4 tahun. Sedangkan usia rata-rata pemain kami 23,2 tahun,” urai Wenger sebagaimana dikutip Tribalfootball, Senin (21/2/2011). “Itu berarti, ada perbedaan empat tahun antara rataan usia kedua tim ini dalam hal kematangan. Dalam level ini, gap empat tahun merupakan jarak yang cukup lama. Kami berada dalam tahap pematangan dan kami berharap bisa memenangkan trofi di musim ini,” sambungnya seraya menegaskan bahwa dalam empat tahun ke depan, para pemain mudanya akan menjelma sebagai pemain yang hebat. (okezone.com 21 februari 2011)

Dalam membina para the young gunners (julukan untuk para pemain muda Arsenal) Arsene Wenger sebagai pelatih selalu berkata, “Mereka harus terus didorong, diingatkan agar tidak lengah, diinspirasi agar focus 100% selama 90 menit, digembleng agar kuat menghadapi masalah, ditantang agar rajin menguasai bola.”

Prinsip-prinsip tersebut sebenarnya bisa juga kita terapkan sebagai seorang siswa, guru, pegawai, pemimpin, pengusaha. Dengan melaksankan nilai-nilai tersebut kita akan dibentuk menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas dan niscaya kita akan mampu meraih setiap impian kita. Selamat menenun diri!

Kamis, Februari 24, 2011

5 ‘banyak’ yang harus kita lakukan agar menulis semakin mengalir



1.       Banyak membaca
Dengan banyak membaca akan semakin banyak ‘bahan mentah’ yang kita bisa olah menjadi bahan tulisan. Kita bisa menciptakan pemikiran dan kesimpulan-kesimpulan baru berupa kritik, ide dan gagasan-gagasan baru. Kita bisa mendapatkan gagasan yang lebih segar dengan memperbaharui pemikiran lama dengan cara menghubungkannya dengan situasi yang lebih actual sehingga lebih mudah dicerna oleh orang-orang masa kini.

2.       Banyak melakukan perjalanan.

Melakukan perjalanan akan me refresh pikiran kita. Dengan pikiran yang segar akan membuat kita lebih mengalir dalam membuat sebuah rangkaian cerita yang menarik. Merangkai setiap moment berharga yang telah kita lalui menjadi untain indah yang bisa memprovokasi orang lain untuk bangkit berdiri berbuat langkah konkrit untuk memperbaharui kehidupan.

3.       Banyak ngobrol.

Chatting dengan orang lain mampu mengubah persepsi lama kita. Pemikiran orang lain sanggup memperkaya kasanah berpikir kita. Alur berpikir kita akan semakin dimatangkan dan dikuatkan oleh gagasan konstruktif orang lain. Bahkan kritikan orang lain sekalipun dapat menjadi kekuatan bagi pemikiran kita jika kita bereaksi dengan positif.

4.       Banyak merenung
Merenungkan setiap perjalanan hidup akan memberikan nilai-nilai berharga dalam hidup. Kita akan banyak belajar mengevaluasi banyak hal yang telah kita jalani. Kita akan banyak mengoreksi banyak hal dari hal-hal yang telah kita jalani baik benar maupun salah.

5.       Banyak mengobservasi
Kita harus jeli mengamati lingkungan hidup kita. Mengamati setiap interaksi dengan orang lain. Mengambil kesimpulan-kesimpulan baru, mendapatkan ide, kemudian menelurkannya menjadi kalimat yang akhirnya akan menetas menjadi sebuah tulisan berkualits yang bermanfaat bagi orang lain.

Selamat melakukan 5 ‘banyak’!
by wandi tambunan

Rabu, Februari 23, 2011

Mikroskop Kritik



Jika kita melihat saudara kita dengan mikroskop kritik maka kita akan berkata betapa jahatnya dia. Dan jika kita melihat sesama kita dengan kacamata kesombongan maka kita akan berkata betapa rendah dan hinanya sesama kita. Tapi jika kita memandang orang lain dengan kacamata kebenaran maka kita akan berkata betapa baiknya mereka.
Seringkali orang lain baik itu sahabat, kenalan, saudara bahkan orang yang belum kita kenal sekalipun sebenarnya tidak sejahat yang kita duga. Tidak sesombong yang kita perkirakan. Tidak sehina yang kita duga. Asalakan kita memandang mereka dengan kacamata yang benar maka mereka barangkali lebih baik dari kita.
Dengan memandang orang lain dengan cara pandang yang benar maka tidak akan terjadi pertikaian atau konflik. Mari kita mengasihi sesame dengan tulus. Mari menguatkan tali persaudaraan. Maka akan tercipta komunitas yang saling mendukung, menguatkan, menolong. Niscaya akan tercipta kehidupan yang lebih baik.
by wandi tambunan

Selasa, Februari 22, 2011

Menulis adalah sebuah Panggilan

Menulis adalah sebuah Panggilan

Kita dipanggil untuk menuliskan cita-cita hidup kita. Membagikan setiap tantangan yang kita hadapi dalam mencapainya. Dengan menceritakan proses perjuangan kita untuk mencapai impian kita maka orang lain bisa belajar bagaimana kita mengatasi masalah, mencari solusi dan mengambil keputusan penting dalam hidup. Kita harapkan semua itu akan menjadi pelajaran berharga bagi orang lain.

Menulis bukan Pekerjaan Pikiran tapi Pekerjaan Tangan

Mari kita tulis setiap hal baik yang datang ke dalam pikiran kita. Hal-hal yang bisa menginspirasi orang lain. Hal-hal yang bisa menjadi berkat bagi orang lain. Mari menulis secepat kita berbicara. Kita harus berlatih bisa menuliskan setiap hal yang kita bicarakan dengan orang lain khususnya hal-hal baik dan penting yang bermanfaat bagi orang lain.


by wandi tambunan


Senin, Februari 21, 2011

Ramah itu sangat Bernilai

"...Karena saya berprinsip bahwa orang yang ramah harus dihargai dan pantas dibayar lebih..." _Wandi Tambunan
 
Sekitar pukul 11.30 malam minggu yang lalau saya tiba di bandara Polonia sepulang dari Jakarta. Di  luar Bandara beberapa supir taxi sudah berebutan menanyakan para calon penumpang siapa yang membutuhkan pengangkutan.
Saya pribadi butuh diantar ke Helvetia.Tapi untuk memutuskan siapa yang akan mengantarkan saya,  saya pilih berdasarkan wajah supir mana yang paling ramah bertanya. Akhirnya saya diantarkan ke Helvetia. Sepanjang jalan saya share dengan sang supir perihal perjuangan hidup sebuah keluarga membina keluarganya. Sebelumnya saya beritahu dia bahwa saya memilih dia karena dia bertanya dengan ramah dan sopan. Dia mematok harga Rp. 60.000,- tapi saya tidak menawar yang penting dia mengemudi dengan baik. Setelah saya memuji dia, dia pun sangat menikmati curhat dengan saya. Mengapa saya bersikap demikian? Karena saya berprinsip bahwa orang yang ramah harus dihargai danpantas dibayar lebih.
Saya pribadi ketika memilih rumah makan untuk makan saya sering memilih tidak hanya berdasarkan enaknya makanan yang disediakan tapi juga memilih berdasarkan keramahtamahan para pelayannya. Jika tidak ramah biasanya saya tidak suka makan di tempat tersebut.Termasuk ketika belanja baju di toko. Biasanya saya menghindari belanja di toko yang jika pelayannya tidak berkomunikasi dengan ramah atau tidak sabar dalam melayani para pelanggan.

by: wandi tambunan

Rabu, Februari 09, 2011

Give Up to Go Up _Berhenti melakukan hal yang kurang bermanfaat agar bisa berkembang


Give Up to Go UP
Berhenti Melakukan hal yang kurang Bermanfaat 
agar bisa Berkembang

Oleh: Wandi Tambunan, A.Md.
                        (Pimpinan THE ARK SCHOOL)


Minggu lalu... tumben saya buat status FB dalam bahasa Batak sebagai reaksi kejengkelan saya melihat banyak orang terlalu banyak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang kurang berfaedah.
"..Unang alani FB dohot PB, dohot hallet, dohot TV dohot sude akka naso marlapatan gabe lupa marsiajar, gabe lupa mangaloppa, gabe lupa martangiang, gabe lupa sude akka nadenggan, gabe lupa akka tanggung jawab. attar songon pesan ni bang napi: kejahatan terjadi bukan hanya karna ada niat tapi juga karna kelalaian eh.. kesempatan. maka: W A S P A D A L A H ! horas botari ma di hita saluhutna!...."
Demikian isi status FB saya. Ada 11 orang yang me-like. Beberapa orang langsung buat comments. Misalnya:
·         Wkwkwkwkwkwkwkwk,, unang alani namangaloppa gabe lupa mar FB...,, alai akka na denggan i mmg unang dilupahon..., alani FB.. Cuma molo nga loja karejo denggan do ni buka FB on asa songon na lega otik,,  hihihi,, Mat sore ma di menezj.
·         Hahahah..Mantap, sir..Saya suka lah:))
·         Ha.....ha..... Like this bang. Ter evaluasi diriku..... Lupa aku mangaloppa......
·         Makasi atas nasehat nya mister wandi
·         Bagus buangeet tuh,,,,,,,,,,,,,sampe nangis gua..

Tapi benner lo! Jangan sampai kita mengorbankan terlalu banyak waktu yang seharusnya untuk melakukan hal-hal yang sangat baik seperti: Belajar, mengerjakan PR, mengikuti les, membantu orangtua,dll. Agar semakin berhasil dalam pekerjaan dan studi dan berkembang dalam hidup sangat banyak yang harus kita korbankan seperti enaknya berlama-lama chatting di FB, main game Point blank, dll.
Salahkah FB dan PB? Tentu tidak, justru sangat bagus untuk bersosialisasi dan refreshing. Asal jangan yang terjadi adalah lelah ber FB dan PB baru kemudian belajar. Seharusnya lelah belajar kemudian ber FB itupun tidak usah terlalu lama. 

Agar bisa mencapai prestasi dalam hidup sering sekali kita harus bisa mengorbankan banyak hal dalam hidup. Kita harus bisa tidur lebih telat agar bisa berbuat dan belajar lebih banyak. Kita harus bangun lebih awal agar bisa bekerja lebih banyak.



Kita harus mengurangi jam istrahat kita agar bisa memiliki waktu terluang untuk membaca buku yang berkualitas. Kita harus mengurangi jam tidur siang kita agar memiliki cukup waktu mengunjungi orang lain. Kita harus kurangi bermain game OL agar kita memiliki cukup waktu untuk menanam bunga di pekarangan rumah kita. Kita harus kurangi bergosip agar memiliki cukup waktu untuk memuji orang lain. Kita harus mengurangi anggaran belanja kita agar bisa memberi lebih banyak bagi orang lain. Dengan lebih banyak berkorban kita akan menerima lebih banyak dalam hidup kita. Diatas segalanya kurangilah waktu untuk kesenangan diri sendiri agar kita memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan diri dan berdoa.  Selamat melatih diri!