Kamis, November 04, 2010

Inspirasi bagi pengajar (tidak harus guru)

Bulan September 2010 yang lalu saya terinspirasi oleh Eddy Murphy dalam filmnya Daddy Day Care. Di film tersebut Eddy Murphy berkata bahwa anak-anak tidak boleh diajari seperti mengajari orang dewasa. Anak-anak harus diperlakukan sebagai anak-anak. Dalam belajar, anak-anak harus diberikan kebebasan mengekspresikan diri mereka, mengeluarkan bakat mereka tentunya harus tetap dikontrol. Ketika anak-anak sudah mulai ke luar kendali maka jangan hukum mereka seperti menghukum orang dewasa. Tapi tariklah perhatian mereka (draw their attention) dengan sebuah kegiatan yang lebih menarik yang mereka sukai. Tentunya disini dituntut kreatifitas kita. Dan yang paling utama kita harus mengasihi mereka.

Bolehkah anak-anak main game? 
Misalnya PS, Point Blank, dll.

Saya sering menasihati siswa saya kan hal ini. Saya melihat hampir semua siswa saya suka main game. Saya hanya berkata: Main game itu bagus tapi ada batasannya. Main gamelah jika anda sudah capek belajar. Jadi main game itu adalah sebatas refreshing. Dan jangan sampai terjadi setelah capek main game baru belajar. This is a big mistake.
Sebenarnya nasihat ini juga berlaku buat orang dewasa. Jangan setelah capek main game baru kemudian kita melakukan hal penting dalam hidup kita. Kalau demikian caranya pasti fokus hidup kita tidak baik dan hasilnya pun pasti tidak maksimal. Mari kita jadikan main game sebatas refreshing setelah capek mengerjakan hal-hal terpenting dalam hidup kita agar fokus hidup kita pun tetap on the track.

Seems Impossible?

Saya yakin kita pasti bias asalkan ada komitmen dan pelaksanaan.

Wah… udah capek juga nih.. main game yuk..!

by: Wandi Tambunan

2 komentar:

Elvin Boers mengatakan...

big match aja kt bang...
biar makin cuapekkkk
huehehe..

wandi tambunan mengatakan...

big match udah makin langka blakangan ni bro....
kayaknya ketua PBSI musti diganti tuh!