Jumat, Maret 11, 2011

“Senangnya jadi saya”, she said.

Kutipan diatas baru saja saya baca di sebuah buku berjudul KERJA DI RUMAH EMANG ‘NAPA? Karyanya Anang Y.B. Si pengucap kalimat yakni Novi Trihastuti merasa sangat bahagia karena memiliki banyak sekali supportive friends dalam hidupnya. 

Pernah gak ya kita mengatakan kalimat seperti itu? Atau kita malah berkata, “Senangnya jadi dia”. Kalau Novi Trihastuti berkata demikian karena mensyukuri telah memiliki banyak sahabat yang sangat mendukung dia, bagaimana dengan kita? Apa hal-hal yang patut kita syukuri dari diri kita sehingga kita juga diingatkan untuk berkata “Senangnya jadi saya”. 

Kita sepantasnya mensyukuri memiliki keluarga, sahabat, pekerjaan, usia yang bertambah, bahkan hal-hal yang sering kita lupa untuk syukuri seperti hidup kita, kesehatan dan pemeliharaan Tuhan setiap harinya dalam hidup kita.

Mari syukuri hidup dengan berkata: “Senangnya jadi saya”.



by wandi tambunan

Mangaliati...

Let’s Get Lost!
(Nyasar Yuk!)
                                                   Oleh: Wandi Tambunan, A.Md.
        (Pimpinan THE ARK SCHOOL)
                                    


Tidak ada orang yang menghendaki tersesat di sebuah hutan tanpa mengetahui arah jalan sama sekali. Tidak memiliki kompas atau kebutuhan penting lainnya. Atau tersesat di sebuah kota besar sehingga tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh.

Tapi tidak demikian halnya dengan seorang yang memiliki jiwa petualangan yang tinggi. Seorang petualang sangat menyukai tantangan bahkan sangat menyukai berada dalam situasi kesasar atau tersesat sekalipun. Ketika seorang petualang tersesat di sebuah hutan, dia tidak menganggapnya sebagai masalah. Dia tidak berkata, “Wah! Saya kesasar di hutan luas dan seram. Gawat nih! Gimana pulangnya ini?”. Malah dia akan berkata, “Wah! Indah sekali hutan ini.. saya ingin menjelajahinya.. betapa hijaunya pepohonan ini… Like this!”


Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah iklan yang sangat menarik perhatian saya di televisi channel National Geographic Adventure. Di iklan tersebut ada 2 orang remaja; 1 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka menyetop sebuah taxi dan bertanya kepada si supir. ‘Do you speak English?’ si supir menjawab ‘No’. Kemudian ditanya lagi ‘Do you speak Germany?’ mereka menanyakan hingga 6-7 bahasa tapi si supir tetap menjawab ‘No’. Tapi hebatnya mereka malah naik taxi tersebut. Ternyata mereka adalah petualang yang sedang mencari tantangan, yang sedang ingin kesasar, yang sedang ingin tersesat. Kesannya emank bodoh, tapi itulah petualang. Mereka selalu berkata: Let’s get lost! Alias Nyasar Yuk!. 

Bagi petualang getting lost adalah sebuah pengalaman baru. Sebuah tantangan, sebuah kenikmatan bahkan bagi mereka jika tidak kesasar bukanlah sebuah petualangan. Aneh bin ajaib.

How about us?

Barangkali sebagian dari kita juga seperti kedua orang remaja di iklan tersebut. Menyukai tantangan dan menikmati hal-hal baru. Tapi juga tidak sedikit orang  yang sangat beci berada dalam posisi kesasar atau mengetahui diri telah menempuh rute yang salah.

Bulan Februari 2011 yang lalu saya pergi ke Jakarta sendirian untuk mengikuti sebuah workshop yang diselenggarakan di Hotel Ciputra Grogol. Saya menginap di Cawang UKI. Ketika saya sedang berada di Grogol seorang saudara mengajak saya ketemuan di Metropolitan Mall di Bekasi. Saya pribadi belum pernah ke Bekasi tapi saya pengen sekali bertemu dengan teman saya ini karena bagi saya dia adalah seorang abang yang telah banyak menginspirasi hidup saya.  Waktu itu teman tersebut memberitahu saya jenis transportasi yang bisa saya naiki dari Grogol menuju Bekasi. Karena saya banyak barang bawaan saya memutuskan untuk mengantarnya dulu ke Cawang UKI tempat saya menginap. Kemudian saya pergi lagi ke Grogol naik busway dengan lama tempuh sekitar 45 menit. Setibanya di Grogol saya langsung beritahu teman tersebut bahwa saya baru saja dari Cawang mengantarkan barang bawaan saya. Teman saya kaget, “Lo! Lu ngapain lagi balek ke Grogol? Dari Cawang ke Bekasi kan tinggal 30 menit?” Saya gugup dan malu menjawab dia. Saya hanya berkata. Ya ampun! Saya taunya angkutan ke Bekasi kan hanya dari Grogol”. “Yahh! Lu sih gak nanya” demikian dia berkomentar. Tapi sebenarnya saya beruntung pergi lagi ke Grogol. Karena perjalanan jadi lebih jauh dan jadi lebih banyak tau tentunya. He he he….

So readers, Let’s get lost!