On Nyepi’s day yesterday…

Saya bersama 3 orang teman yakni Elvin Boers, Wandy Simbolon & Azis Darson Sinaga pergi ke Tuktuk Siadong Pulau Samosir untuk melakukan
survey tempat Retreak PAK Perkantas Sidikalang yang akan berlangsung 27-29 Agustus 2011 yang akan datang.
We travelled by motorcycle. It was a survey but we called it an adventure.
Persinggahan pertama kami adalah Menara Pandang Tele. Di tempat ini kami melakukan banyak perbuatan Narsis a la anak muda zaman sekarang. Gak nyadar sudah tua tetap aja nge-narsis. Apa boleh buat era digital telat nongol. Tanpa disadari era digital telah membuat sangat banyak orang semakin kreatif ber-acting di depan kamera. Kemudian kami juga singgah di tempat dengan view yang cocok buat nge-narsis.
Setibanya di Tuktuk kami segera menuntaskan misi utama kami yaitu survey tempat retreat. Setelah men-survey beberapa tempat penginapan seputar kenyamanan tempat penginapan, aula untuk kebaktian, tarif, fasilitas, dll, akhirnya kami memutuskan untuk booking Marroan inn. Mission Accomplished.

Dengan perut sudah mulai 'keroncongan', kami pergi
lunch di rumah makan favorit kami setiap pergi ke Tuktuk Rumah Makan Islam Murni. Selesai
lunch kami menyewa penginapan selama 2 jam untuk rebahan sebentar dan ganti pakaian untuk
go swimming in lake Toba. Selesai renang kami
packing kemudian melanjutkan perjalanan menuju Samuel Bakery salah satu toko roti paling lezat di Tuktuk.
Unfortunately it was closed. Setibanya di Samuel Bakery, yaaaah malah hujan. Jadinya kumat dech penyakit buruk yang menyenangkan yang menurut
diagnose sementara oleh dokter spesialis digital nama penyakit ini adalah
Narsisme. Setelah agak reda… kami melanjutkan perjalanan pulang ke Sidikalang via pangururan. Kami tiba di Sidikalang sekitar pukul 22.00 WIB.
Thanks God everything ran well.
by wandi tambunan