Jumat, September 09, 2011

Apakah Anda seorang yang rendah hati?

Apakah Anda seorang yang rendah hati?

Jika Anda menjawab Ya, berarti Anda sedang tidak rendah hati.  Ini adalah sebuah paradoks. Bagaimana bisa? Satu ciri utama dari sebuah kerendahan hati adalah memilikinya tanpa harus mengakui bahwa kita memilikinya. Betul bukan?

Pernah dengar pernyataan Martin Luther tentang kerendahan hati? Beliau pernah berkata, “God created the world out of nothing, and as long as we are nothing, He can make something out of us.”

Selama kita merasa bahwa kita adalah something maka Tuhan tidak akan bisa secara leluasa bekerja melalui kita. Tuhan yang adalah everything mampu mengubah yang nothing menjadi something useful for everyone. Tuhan ingin kita melihat diri kita sebagai pribadi yang siap Tuhan tempa.

Bukankah itu berarti minder?

Tentu tidak. Rendah hati (humble) tidak identik dengan minder. Seseorang akan menjadi minder jika dia terlarut dalam perasaan inferior. Merasa diri tidak berharga lantas selalu merasa diri tidak berguna. Itu baru salah. Jika seseorang selalu bersikap superior juga salah. Merasa diri sempurna sehingga mengabaikan keberadaan orang lain dalam hidupnya. Karakter ini bisa terjebak akan melupakan peran Tuhan dalam hidupnya. Inferior dan superior adalah dua karakter yang harus kita waspadai.

Jadi bagaimana seharusnya?

Humble bukan berarti inferior. Ketika kita rendah hati dengan mengakui bahwa kita adalah nothing. Sekaligus mengakui bahwa Tuhan adalah everything. Akibatnya kita akan confident (percaya diri) karena kita mengandalkan setiap tindakan kita pada pertolongan Tuhan yang adalah everything.

Selamat Humble!
Selamat Confident!

_wanditambunan_