Sabtu, September 11, 2010

An Unbreakable Dream of Guntur


Nothing great was ever achieved without enthusiasm

(tak pernah ada suatu hal besar dicapai tanpa antusias yang tinggi)_Emerson

Keberhasilan seseorang tidak pernah datang secara kebetulan. Pepatah kuno Barat mengatakan di balik keberhasilan seorang pria pasti ada seorang pribadi dibalik layar yang setia mendukungnya, kalau bukan Ibunya, istrinya. Tapi beda dengan seorang Guntur, mengingat dia masih remaja yang masih sangat muda, baru berumur 12 tahun. Guntur bukan mendapat dukungan dari ibunya karena ibunya sudah meninggal tapi dari ayahnya yang bekerja sebagai pengumpul bulu unggas untuk dijual sebagai bahan membuat shuttlecock. Untunglah, Guntur memiliki dua orang sahabat Raden dan Michelle yang sangat mendukung dia untuk menjadi seorang pebulutangkis professional seperti idola ayahnya Liem Swi King.

Guntur meraih impiannya tidak dengan mudah. Kerapkali dia kecewa dan putus asa karena dia merasa tidak mendapat dukungan yang serius dari ayahnya. Beruntung Guntur mempunyai Raden yang sangat mendorong dia agar memiliki raket yang bagus dan berlatih dengan serius. Tapi Guntur kecewa karena Raden memiliki prinsip hidup purpose justifies the means alias menghalalkan segala cara. Tapi Guntur akhirnya berhasil meraih semua impiannya untuk menjadi pebulutangkis professional. Kenapa bisa? Mari kita telusuri elemen-elemen pendukung keberhasilannya.

1. Seorang Ayah yang Cinta Prestasi di Bidang Bulutangkis.

Keberhasilan seseorang tidak akan pernah tercapai dengan mudah jika tidak ada dukungan dari orang-orang yang dicintainya. Seperti halnya Guntur dalam film “King” yang mendapat pengaruh besar dari ayahnya. Walaupun sang ayah hanyalah seorang komentator pertandingan bulutangkis di desa. Namun karena kecintaannya terhadap bulutangkis, sang ayah pun berperan penuh untuk menggembleng Guntur agar seperti Liem Swie King yang sangat diidolakan nya. Ambisi sang ayah untuk menjadikan Guntur sebagai orang besar dalam dunia bulutangkis tidak sia-sia. Walaupun awalnya Guntur sangat membenci ayahnya karena obsesinya terhadap Liem Swie King yang seolah-olah Guntur dipaksa oleh ayahnya untuk sukses. Namun didikan yang tak pernah padam akhirnya membuat Guntur mengerti akan semangat ayahnya. Semangat Guntur menjadi tumbuh ketika dia mendengarkan kehebatan King dari ayahnya dan ia bertekad untuk menjadi juara sejati yang tadinya hanya diinginkan ayahnya dan sekarang telah menjadi miliknya juga. Semua keberhasilan Guntur tidak lain karena peran serta ayahnya yang kuat bagi dirinya.

2. Dukungan dua Orang Sahabat Setia

Dengan segala keterbatasan dan berbagai macam rintangan yang dihadapi Guntur, ia tetap bertekad untuk menggapai kesuksesan itu. Dibantu oleh sahabat setianya Raden, Guntur nampaknya tida pernah mundur. Walaupun kadang bantuan Raden sering menyusahkannya. Seperti halnya mencuri sesuatu yang bukan miliknya pun dilakukan untuk dapat membantu Guntur. Bantuan itu terasa nyata bagi Guntur ketika Michelle seorang yang kaya dan haus akan persahabatan pun hadir menjadi seorang sahabat bagi Guntur dan Raden. Walaupun sahabat barunya itu sering jahil namun karena kepolosan, kelucuan, dan kebaikan yang mereka miliki menjadikan Michelle betah berteman dengan mereka. Sampai-sampai Michelle rela menggantikan raket kayu yang jelek dan usang milik Guntur dengan raket mahalnya untuk dipakai Guntur dalam pertandingan bulutangkis melawan SD lain. Walaupun akhirnya tali senar raket Michelle yang menjadi korban demi berhasilnya Guntur menjadi pemenang dan mendapatkan piala dalam pertandingan bulutangkis antar sekolah. Akhirnya cita-cita yang di idam-idamkan menjadi seorang pemenang walaupun hanya pertandingan antar sekolah akhirnya menjadi kenyataan.

3. Dukungan Masyarakat Sekitar

Kehidupan Guntur yang dipenuhi dengan dunia bulutangkis menjadikan Guntur terkenal di masyarakatnya sebagai pemain bulutangkis cilik walaupun kemampuannya masih terbatas. Pengorbanan masyarakat sekitarnya sungguh sangat membantu Guntur menggapai kesuksesannya. Layaknya bantuan dari Sahabat Ayahnya yang rela memberikan raket miliknya saat pertandingan bulutangkis di desanya walaupun kemenangan tidak diperoleh Guntur. Demikian juga bantuan seorang supir yang rela mengantarkan dan mendampingi Guntur saat akan berjuang ke Kudus. Pengorbanan kecil seperti itupun sangat berarti bagi Guntur yang menjadikan Guntur lebih semangat lagi dalam meraih impiannya.

4. Motivasi diri sendiri

Selain untuk menjadi pemain bulutangkis professional, tujuan utama Guntur adalah mendapatkan uang agar bisa membeli raket baru untuknya. Seperti kata sahabatnya Raden, di dalam piala pertandingan bulutangkis antar sekolah itu terdapat uang. Semula Guntur tidak percaya namun karena dorongan dari Raden menjadikan Guntur lebih semangat untuk menjadi pemenang pertandingan bulutangkis antar sekolah dan tentunya mendapat piala yang berisi uang. Saat piala itu nyata ada di hadapannya, perasaan senang menghapiri hati Guntur dan Raden. Dengan segera mereka membuka piala itu dan ternyata piala itu kosong. Semua yang dikatakan Raden hanyalah omong kosong. Maka dengan rasa kecewa yang amat mendalam, Guntur membuang piala itu dan meninggalkan Raden. Kini persahabatan yang dulunya akrab akhirnya merenggang. Dan untuk beberapa saat mereka tidak saling berkomunikasi. Walaupun Raden merasa kecewa karena dimarahi sahabatnya Guntur, Raden tetap berjuang membantu Guntur agar bisa meningkatkan kemampuannya dalam bermain bulutangkis. Mimpi Guntur untuk menjadi pemain bulutangkis akan menjadi kenyataan. Hal itu berawal dari Raden yang menguntit ayah Guntur yang sedang mengantarkan bulu unggas ke pabrik pembuatan shuttlecock. Dan tanpa disangka, disamping pabrik itu ada sebuah klub tempat pelatihan para pemain bulutangkis. Dan dengan penasarannya Raden membaca sebuah mading yang berisi tentang penerimaan siswa baru untuk dilatih di klub itu. Namun sayangnya, tidak ada biaya untuk bisa mendaftar dan masuk ke klub itu. Raden tidak habis akal, Raden pun mengajak Michelle untuk mengumpulkan uang dengan ikut serta dalam hiburan desa seperti barongsai dan tarian. Saat biaya itu sudah terkumpul dengan segera Raden mendaftarkan dirinya sebagai Guntur ke klub itu dengan maksud saat mereka sudah berteman kembali maka akan lebih mudah menggantikan nama Raden menjadi Guntur. Latihan demi latihan dilakukan Raden di klub itu dan akhirnya Guntur mengetahui hal tersebut. Guntur pun mengerti saat dia sudah mendengar penjelasan dari Raden. Dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah dan pengorbanan yang berat harus dilakukan Guntur selama berlatih di klub itu. Namun di saat kesuksesan akan segera diterima Guntur, kekecewaan pun timbul antara Guntur dengan Raden dan Michelle. Raden dan Michelle merasa pengorbanan mereka selama ini terhadap Guntur sia-sia. Guntur akhirnya tersadar ketika dia mendapat surat untuk melanjutkan cita-citanya ke Kudus. Akhirnya keberhasilan itupun nyata. Mulai dari mendapatkan beasiswa bulutangkis kemudian dilanjutkan dengan kesempatan untuk meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan Indonesia dan kebanggan keluarga seperti Liem Swie King sang idola.

Nothing great was ever achieved without enthusiasm demikian kalimat terkenal dari seorang Emerson. Dalam hidup ini tidak ada hal besar bisa diraih tanpa ada impian besar dibaliknya. Kita harus memiliki semangat, antusiasyang tinggi ditambah dukungan dari keluarga, sahabat dan lingkungan niscaya kita akan meraih impian tersulit sekalipun. Ingat selalu impossible is nothing. Hal yang mustahil itu tidak ada jika upaya keras dibarengi dengan tekad, percaya dan mental baja.

Kita sebagai orang-orang percaya seharusnya lebih percaya diri karena kita memiliki Tuhan yang bisa diandalkan di masa tersukar sekalipun. Kita harus belajar keras, bekerja keras, senantiasa mengandalakan Tuhan, kita tidak boleh tergoda untuk mengandalakan kekuatan kita sendiri walau sehebat apapun otak dan keahlian kita, dengan pertolongan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi hasil yang akan kita capai akan jauh lebih baik. Kita harus senantiasa beriman karena memiliki masa depan yang penuh harapan itu adalah janji tuhan sendiri asal kita tetap berharap padaNya. Mari kita senantiasa ingat Firmannya seperti yang tertulis pada Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Teman-teman KSKers…. Selamat berjuang… we are here to support you all. To God be the glory.. Amen.

terinspirasi dari Film KING

by: KK Spirit (Wandi, Harley, Friska, Eunike, Sonia, Erni, Hai)