Jumat, Desember 03, 2010

Wariskanlah Karakter


Setiap saya pura-pura menangis maka putri saya yang baru berusia 18 bulan akan datang memeluk dan mencium saya berulang kali hingga saya berhenti menangis. I like it. Saya sangat merasakan kasih sayangnya. Dia selalu melakukannya karena kami mengajari demikian.

Tadi pagi adik saya datang ke rumah kami dan bermain dengan putri saya Lois. Pengen pamer.. saya pun pura-pura menangis sambil berharap putri saya akan memeluk dan mencium saya. Tapi sebelum Lois mendekat ke saya, adik saya pura-pura memukul saya ketika saya pura-pura menangis. Lois pun segera mendekat dan ikutan memukul saya. Begitu cepatnya seorang anak-anak yang masih berusia 1 ½ tahun meniru apa yang orang dewasa lakukan. 

Di rumah kami ada beberapa orang dewasa tinggal bersama kami dan kami sering memanggil nama mereka. Mulai dari Azis…, Lilis, Agus, dst… dengan cepat.. Lois juga akan meniru apa yang kami ucapkan. Maka tidak heran banyak anak-anak yang suka cakap kotor, suka brantam. Itu semua adalah warisan dari para orang dewasa, orang tua khususnya.

Jadi temans, don’t forget! Kids do and say what adults do and say. STOP mewariskan hal-hal yang jahat kepada anak-anak. 

By: wandi tambunan