Kamis, Oktober 14, 2010

'...a nobody becomes the voice of everybody...'

Saya baru selesai nonton film drama komedi 2008  ‘swing vote’ yang dibintangi oleh Kevin Costner, Paula Patton, Kelsey Grammer, Dennis Hopper, Nathan Lane, Stanley Tucci, George Lopez and Madeline Carroll.
Ei temans…  filmnya seru! Tentang pemilihan Presiden Amerika Serikat yang pada putaran pertama setiap calon mendapat perolehan suara yang sama. Tapi ada satu suara yang batal karena ketika sedang memilih tiba2 listrik padam. Sehingga pemenang akan ditentukan oleh satu suara tersebut 2 minggu kemudian.
Adalah Molly (Bud’s Daughter) yang berperan dibalik semua ini. Tanpa sepengetahuan ayahnya dia voted atas nama ayahnya tapi batal.
Tapi temans… Beruntung bangat punya putri seperti Molly. Cintanya yang sangat besar pada ayahnya membuat perubahan yang sangat besar. Sangat sangat besar.
Bud Johnson (Kevin Costner) adalah adalah seorang yang cuek, pemabuk, dan pecundang. Ia melewatkan hidupnya tanpa berbuat apa-apa. Untungnya Bud punya Molly (Madeline Carroll), putrinya yang baru berusia 12 tahun. Walaupun baru berusia 12 tahun, namun Molly sudah bisa dibilang dewasa. Ia yang selama ini mengurus segala keperluan keluarga. Cintanya pada ayahnya membuat Molly kecil tak pernah mengeluhkan semua tugas yang harus ia lakukan.
Molly terus berjuang mendukung ayahnya agar membuat keputusan yang tepat, karena siapaun yang dia pilih, dialah yang akan menjadi Presiden Amerika Serikat. Dan jika salah pilih, dia akan menanggung beban moral, tentang masa depan rakyat Amerika beberapa tahun ke depan. Bud telah menjadi seseorang yang menjadi suara setiap orang.



Melalui dukungan yang tak pernah putus asa dibantu oleh seorang reporter TV, akhirnya Molly mendukung ayahnya agar membuat debat calon presiden. Dan melalui debat inilah akhirnya Bud memutuskan siapa yang akan dia pilih.
Bud mampu menyampaikan presentasi debat nya dengan baik. Dalam debatnya Bud berkata:

Semoga Indonesia mendapatkan Pemimpin seperti harapan Bud diatas.. khususnya Dairi tercinta...




by Wandi Tambunan

Sidikalang - Medan VS Siantar - Medan

Tanggal 9 oktober 2010 yang lalu saya melakukan perjalanan dari Medan menuju Siantar. Berangkat pagi pulang malam dengan jalur yang sama. Via Tebing. Saya dan keluarga sangat menikmati perjalanan karena sangat jarang melewati jalan berlubang. Sehingga tidur di mobil pun nyenyak alias pulas. Padahal itu perjalanan PP pada hari yang sama. Belum lagi seharian capek marhobas karena saya adalah boru pada acara pesta pernikahan pariban kami pada hari itu juga.
 photo saya ambil dari mobil di jalan sekitar kota Tebing.
Hari sebelumnya kami berangkat dari Sidikalang menuju Medan menggunakan mobil yang sama. Tau ga bro? it was very tiring. Terlalu banyak masih jalan berlubang. Khususnya Kaban Jahe – Tiga Panah,  Lae Pondom – Sidikalang. Tidak jarang kita menemukan ‘kolam pancing’ di tengah jalan. Syukurlah  jalan sepanjang Lae Pondom sudah diperbaiki.
So guys? Gimana nih solusinya?

by: Wandi Tambunan