Jumat, September 10, 2010

SISWA yang SUKSES



Mahatma Gandhi pernah berkata:

‘Perbedaan antara apa yang kita lakukan dan apa yang sebenarnya mampu kita lakukan akan sanggup untuk memecahkan sebagian besar masalah dunia ini’.

Tulisan ini terinspirasi dari hidup seorang Gandhi. Dia menekankan betapa kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu. Tapi harus bekerja dan melayani sesama.

Sebagai seorang guru saya pribadi selalu mengamati hidup siswa-siswa saya. Mengamati apa yang mereka kerjakan sepulang sekolah, setelah makan malam bahkan disetiap waktu luang mereka karena saya yakin perbedaan antara seorang siswa yang berprestasi dengan yang tidak berprestasi terletak pada apa yang mereka kerjakan di waktu luang mereka.

Berdasarkan pengamatan saya ada 4 type siswa dalam belajar. Yaitu:

Type I: ‘Siswa yang malas belajar dan jarang berdoa’

Apa jadinya seorang siswa jika malas belajar dan jarang berdoa. Ga mungkinkan jadi direktur? Apalagi jadi Inspektur. Barangkali bisanya jadi kondektur. Hindarilah type siswa seperti ini.

Type II: ’Siswa yang rajin belajar tapi jarang berdoa’

Tentu kita sering dengar pernyataan ‘IF YOU WORK, YOU WORK. IF YOU PRAY GOD WORKS’. Absolutely right. Sangat tepat makana pernyataan ini. Jika kita bekerja saja maka hanya kitalah yang berupaya mencapai cita-cita kita. Tapi jika kita berdoa juga maka Tuhan ikut bekerja menolong kita. Semakin banyak kita berdoa itu berarti semakin besar keterlibatan Tuhan dalam studi dan cita-cita kita.

Type III: ‘Siswa yang malas belajar tapi rajin berdoa’

Rajin berdoa tapi ga ada usaha itu namanya kita membohongi Tuhan dan diri sendiri. Kita ingin berhasil tapi tidak ada upaya. Kita ingin keberhasilan yang ‘empang’ alias enteng dan gampang. Susah tuh bro...

Type IV: ‘Siswa yang rajin belajar dan rajin berdoa’

Komplit dah.. Ini dia type yang bagus. Udah rajin belajar rajin pula berdoa. Kita kerjakan bagian kita dan Tuhan mengerjakan bagianNya. Itu namanya TEAMWORK. Milikilah type IV ini, maka Anda akan berhasil dalam studi dan cita-cita anda. GBU.

Oleh: Wandi Tambunan

Inspirasi dari Lapangan Sepak Bola


Saya sangat tertarik dengan dunia SEPAKBOLA. Arsenal adalah klub favorit saya. Cesc Fabregas Adalah pemain sepakbola yang sangat saya kagumi. Dalam dunia sepak bola semua pemain bekerja keras. Seandainya Lapangan Sepakbola adalah sebuah Negara, Saya akan segera pindah ke Negara Sepakbola. Betapa tidak? Di Negara Sepakbola semua penduduk bekerja keras, tidak ada yang tiduran apalagi bermalas-malasan. Semua harus taat aturan. Jika melanggar aturan, akan diganjar dengan kartu kuning bahkan kartu merah sehingga harus keluar dari Negara Sepakbola.

Saya sangat mencintai KERJA KERAS dan BELAJAR KERAS, karena olehnya saya yakin saya akan BERHASIL. Sejak siswa sampai kuliah bahkan setelah kerja, Saya menghadapi banyak tantangan. Satu-satunya alasan bagi saya dapat bertahan karena saya adalah seorang pejuang. Saya selalu bekerja keras. Itulah etos kerja saya. Itulah saya. Itulah DNA saya.

Hal yang sama dalam belajar Bahasa Inggris. Sehebat apapun Guru anda mengajar jika anda tidak belajar KERAS, anda tidak akan berhasil.

Selamat bergabung dengan the ark school! SERIUSlah! BEKERJA KERASlah, BELAJAR KERASLAH! Dan tetap BERDOA! Maka anda akan berhasil, You’ll Speak English well.

By_ Wandi Tambunan

B e l a j a r




1 hari tidak belajar,
itu kesalahan
2 hari tidak belajar,
itu kemunduran
3 hari tidak belajar,
itu awal kegagalan
4,5,6,7,8,9 hari tidak belajar,
itu pasti gagal
SELALU belajar,
itu pasti SUKSES


Seorang visioner adalah seorang yang mengatasi masalah sembari mengubah perilaku sesuai dengan perspektif masa depan. Senantiasa introspeksi diri kemudian mengedit, re-edit bahkan delete sikap atau kebiasaan yang salah. Dia senantiasa mengupgrade kualitas dirinya dengan membaca buku, majalah atau situs-situs yang berkualitas agar dia bisa lebih efektif dalam melayani baik di tempat kerja, Gereja atau Persekutuan.
Denni Boy Saragih pernah memaparkan tentang bagaimana kita menata bahkan meningkatkan kualitas diri kita. Beliau mengatakan bahwa kita harus senantiasa memliki kebiasaan untuk memiliki kebiasaan baru (a habit to always have a new habit). Tentunya kebiasaan yang membuat diri kita semakin berkualitas dan lebih efektif dalam mengerjakan pelayanan.
Saya pribadi setiap harinya membaca banyak situs yang bisa menstimulasi otak saya untuk berpikir, menganalisa bahkan membuat sebuah kesimpulan baru tentang sebuah problem atau topik pembelajaran. Hal itu sangat bermanfaat bagi saya sebagai seorang guru dalam mengajar, sebagai seorang PKK dalam memimpin KK, bahkan sebagai seorang pimpinan dalam mengembangkan usaha.
Rasul Paulus juga mengingatkan adik rohaninya Timotius agar senantiasa belajar. Dalam suratnya yang kedua kepada Timotius Paulus berkata: ‘Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2 Tim 3:16-17)
Dear friends… jangan pernah berhenti belajar! Mari kita asah gergaji agar pohon yang hendak kita tebang lebih cepat tumbangnya.

Wandi Tambunan