Tampilkan postingan dengan label Meningkatkan Kualitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meningkatkan Kualitas. Tampilkan semua postingan

Kamis, September 01, 2011

Be a Mature Adult not a Childish Adult


Kerap kali kita menyalahkan orang lain atas kesalahan kita sendiri. Kita mengkritik orang lain pada saat kita melakukan kesalahan. Siapapun tidak suka ‘diserang’. Sehingga sering sekali mengkritik orang lain menjadi senjata yang ampuh untuk menutupi kesalahan sendiri.

Di sebuah rumah tangga juga sering kali terjadi konflik dan percekcokan karna suami atau istri suka mengkritik. Seharusnya suami atau istri belajar keras bagaimana cara memuji pasangannya.

Pemeran antagonist dalam ‘sandiwara’ hidup ini kerapkali diperankan oleh pria. Pria memiliki ego yang lebih tinggi dibandingkan wanita. Seharusnya pria menyadari peran protagonist yang dimainkan oleh wanita dalam hidupnya.

Sewaktu pemerintahan Presiden Ronald Reagan, para pemimpin tujuh Negara industri dunia mengadakan pertemuan di Gedung Putih untuk membicarakan soal kebijakan ekonomi. Dalam pertemuan tersebut Perdana Menteri Kanada Pierre Trudeau selalu mengecam dengan pedas Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, dengan mengatakan bahwa kebijakan yang diambil oleh Thatcher adalah sebuah kekeliruan besar dan tentunya tidak akan dapat dijalankan. Thatcher berdiri dihadapannya dengan kepala tegak, mendengarkan dengan cermat semua yang dikatakan sampai selesai. Kemudian ia pergi.

Reagan menghampirinya dan berkata, “Maggie, seharusnya ia tidak berkata seperti itu. Ia keliru, sama sekali keliru. Mengapa Anda biarkan?”
Thatcher memandang Reagan dan menjawab, “Seorang perempuan harus tau saat seorang pria bertingkah kekanak-kanakan.”

Kisah ini menunjukkan bahwa betapa seringkali para pria malah mengkritik ketika melakukan sebuah kesalahan. Hal ini mengindikasikan sifat kekanak-kanakan dari seorang pria.

Tidakkah seharusnya kita malu jika para wanita yang bersikap lebih dewasa dari kita? Bukankah sering kali para wanita harus letih lelah berupaya untuk memahami para pria? Setidaknya itu yang saya amati. He he he …

Therefore, Let’s become a mature adult, not a childish adult.

_wanditambunan_

Bersiaplah Maju sebagai P E M I M P I N

Bangunlah sesuai talentamu dan bersiaplah maju sebagai pemimpin. Tak peduli berapa jauh jalan salah yang telah kita jalani, putar arah sekarang juga dan perbaiki segala langkah salah.

Tingkatkan kualitas dirimu. Asahlah talentamu. Bangunkanlah raksasa dalam dirimu. Bangunlah dan bermimpilah. Sekaranglah saatnya kamu harus bersiap dan maju sebagai pemimpin. Kamu harus menjadi pembaharu. Menjadi agent of change. Menjadi transformer. 

Usahakanlah kesejahteraan kota dimana kamu tinggal. Berbuatlah. Jangan lengah. Lihat sekelilingmu. Sangat banyak yang membutuhkanmu. Jangan tega membiarkan mereka menderita. Sayangilah mereka. Sampaikan kabar baik. Bantulah hidup mereka. Perlengkapilah dirimu menjadi pengaruh luar biasa bagi kehidupan. Bawalah berita kekekalan itu bagi semua orang.

_wanditambunan_

Selasa, Mei 10, 2011

Melangkah dalam KETIDAKPASTIAN

Beberapa bulan sebelum tamat kuliah tahun 2001 yang lalu saya sudah bertekad akan pergi ke Jawa setamat kuliah. Saya sudah berencana untuk mencari pekerjaan di Jawa sekaligus menabung dana untuk kuliah lagi di Jawa.

Tapi apa yang terjadi kemudian? Dua minggu sebelum saya diwisuda bulan juli 2001, saya mendapat tawaran pekerjaan di Kisaran dengan gaji relatif ‘menggoda’. Mengingat saat itu adik saya sedang mengikuti bimbingan untuk test PTN maka saya memutuskan untuk berangkat ke Kisaran seminggu sebelum saya wisuda. Dan akhirnya saya bekerja di Kisaran selama 2 tahun terhitung sejak Juli 2001-Juli 2003.

Selama bekerja di Kisaran saya sering bergumul akan mimpi saya untuk bisa kuliah lagi di Jawa. Tetapi mengingat saya harus membiayai kuliah adik saya sehingga saya harus bertahan agar tetap bekerja di Kisaran.

Menabur dalam ‘moment ketidakpastian’

Walau setiap harinya selama di Kisaran hati saya masih tergoda untuk meninggalkan kota Kisaran, saya tetap belajar setiap harinya. Saya melahap banyak buku-buku bahasa Inggris tentang metode pengajaran, tata bahasa dan pembuatan materi belajar yang menarik. Saya juga banyak melahap buku-buku tentang kepemimpinan.

Setelah 2 tahun di Kisaran, abang saya mengajak saya untuk membantu dia cara membuka kursus bahasa Inggris di Sidikalang. Akhirnya dengan modal seadanya saya membuka kursus bahasa Inggris the ark school sejak Januari 2004. Tahun demi tahun, walau perlahan, kursus the ark school ini mengalami perkembangan.

Unfortunately, abang saya tidak serius membekali dirinya dalam hal cara mengelola dan mengembangkan usaha. Justru saya yang sangat banyak belajar dengan membaca banyak buku tentang pengembangan usaha. Saya juga rajin mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pengajaran dan pengelolaan usaha.
31 Desember 2006, tepatnya malam tahun baru, saya berdoa sendirian di rumah the ark school. Saat itu saya memohon petunjuk Tuhan akan rencana masa lalu saya untuk pergi ke Jawa. Saat itu saya menyapaikan rencana saya kepada Tuhan bahwa saya akan berangkat ke Jawa bulan Juli 2007. Saya menetapkan waktu selama satu semester untuk mengujinya. Saya sudah share ke kedua adik saya kalau saya ada rencana pergi ke Jawa. Saya berpesan ke mereka agar tetap melanjutkan mengelola the ark school.

Setelah satu semester berlalu, Tuhan tetap meyakinkan saya untuk tetap tinggal di Sidikalang. Kemudian saya berdoa kembali, “Tuhan, jika Engkau menghendaki aku tetap tinggal di Sidikalang, berkatilah the ark school ini, dan berikanlah petunjukMu agar saya menemukan teman hidup yang sepadan dengan saya dan agar saya bisa segera menikah”, demikian doa saya saat itu.

'pasca wedding' Helvetia Medan
Akhirnya, Juni 2008, saya menikah dengan mantan pacar saya ketika kami masih kuliah. Sebelum kami memutuskan menikah, saat itu pacar saya yang sekarang sudah menjadi istri saya  bertanya,”Setelah menikah kita tinggal di mana?” “Di Sidikalang lah”, jawab saya singkat. “Lho, jangan gitu donk, saya lahir dan bertumbuh di Medan. Saya belum pernah tinggal di luar kota Medan.. jadi kita harus tinggal di Medan donk…” demikian istri saya berargument. “T’rus… pesta pernikahan kita dimana?” dia bertanya lagi. “Di kampung orang tua saya lah. Biasanya pesta kan di rumah pihak laki-laki”, ucap saya menyatakan keinginan saya. “Ahh, gak mau. Pokoknya pesta harus di Medan”, dia ngotot dengan keinginannya. Akhirnya, kami buat pilihan. Jika pesta pernikahan di Medan, maka setelah pesta tinggal nya di Sidikalang. Dan sebaliknya.  Saya lebih memilih untuk tinggal di Sidikalang. Dan istri saya lebih memilih pesta pernikahan di Medan. Benang merahnya dapat. Pesta pernikahan di Medan dan kemudian kami tinggal di Sidikalang. Demikian proses ceritanya maka akhirnya hingga sekarang kami tinggal di Sidikalang.
I and my daughter Valerina Lois



Bill Purvis, gembala jemaat senior sebuah gereja besar di Columbus, Georgia berkata, “Jika Anda mengerjakan apa yang dapat Anda kerjakan, dengan apa yang Anda miliki, di mana pun Anda berada, Tuhan tidak akan meninggalkan Anda di mana pun Anda berada, dan Dia akan menambahkan apa yang Anda miliki.”

Therefore, walau sedang berada dalam ketidakpastian… marilah kita tetap melangkah, menabur, hingga suatu hari kelak kita akan menuai setiap hal yang pernah kita tabur.

_wanditambunan_

Jumat, Maret 04, 2011

Dari Hobby menjadi Keahlian

Setiap orang pasti punya hobby. Saya pribadi memiliki banyak hobby. Bagaimana dengan anda? Berapa banyak hobby yang anda miliki. Jika kita telusuri dan pikirkan dengan sangat serius hobby bisa menjadi kekuatan kita yang sangat luar biasa faedahnya. Baik dari segi finansial maupun dari segi aktualisasi diri. Tapi kuncinya kita harus fokus pada kegemaran kita yang paling dominan. Kita harus pelajari diri kita dengan seksama untuk mengetahui urutan paling top dari beberapa kesukaan yang kita miliki. 

Setelah mengetahui hobby kita yang paling top kemudian kita harus menentukan sikap bahwa kita harus mengalokasikan waktu kita lebih banyak terhadap apa yang sangat kita gemari. Mengembangkan hobby tersebut menjadi keahlian. Semakin banyak waktu yang kita sediakan terhadap kegemaran tersebut maka semakin cepat kita memiliki keahlian dalam bidang hobby tersebut.

Misalnya saya memiliki hobby membaca, menulis, dan mengajar. Maka sebagian besar waktu saya harus saya alokasikan untuk membaca buku-buku berkualitas kemudian membuat kesimpulan-kesimpulan baru tentang hal-hal yang saya baca. Akhirnya saya akan menelurkan berbagai gagasan baru melalui tulisan dan pengajaran. Dengan menghabiskan sebanyak mungkin waktu untuk membaca dan menulis yang sebenarnya adalah hobby saya maka semakin cepat saya mahir dalam membaca dan menghasilkan karya tulisan yang bermutu dan bermanfaat bagi orang lain dan tentunya akan semakin mengasah kemampuan saya dalam mengajar.

Pada akhirnya saya akan menjadi seorang expert dalam bidang menulis dan mengajar yang semuanya saya awali dari hobby saya. Dan yang terutama saya akan segera memiliki karya yang luarbiasa baik dan sangat bermanfaat dalam hidup saya. Dan karya ini bisa memberikan kesejahteraan secara finansial bagi saya sekaligus memberi kepuasan karna saya telah berhasil mengaktualisasikan diri saya.

Selamat menelusuri hobby Anda.!





by wandi tambunan

Selasa, Desember 28, 2010

Edit Photo online_www.photofunia.com

Sekedar ngisi liburan. ngedit photo on line sebuah alternative menarik. Sangat banyak situs yang menawarkan jasa gratis. Nih contohnya @ www.photofunia.com










Nah.. salurkan bakat loe! isi liburan dengan hal-hal yang bermanfaat dan menginspirasi orang lain. selamat mencoba. next time.. kita akan belajar menggunakan application yang lain baik yang online maupun yang offline. Thanks, see ya..

by: wandi tambunan 

Kamis, November 18, 2010

Berbenah demi Kemajuan: more than words


Untuk meningkatkan sebuah usaha atau kinerja sebuah lembaga butuh lebih dari sebatas menampung ide atau kritikan tapi harus melaksanakannya dengan komitmen tinggi. Seperti mottonya Prudential yang kerap kali kita dengar dan lihat di layar televisi kita: Always listening always understanding…

Tadi pagi sekitar jam 10 pagi saya diundang BRI cabang Sidikalang pada acara gathering dengan beberapa nasabah BRI di Kabupaten Dairi. Walau sebenarnya saya belum termasuk nasabah tapi masih calon karena pengajuan saya masih dalam proses. Ada yang berasal dari Pak-Pak bharat, Parongil, Tigalingga, Sumbul dan Sidikalang. Acara ini diselenggarakan dalam bentuk Tanya jawab, menyampaikan unek-unek, serta masukan demi peningkatan kinerja BRI di Kabupaten Dairi.

Yang paling saya kagumi adalah pihak BRI tidak banyak membela diri malah mereka sangat mengharapkan banyak unek-unek atau kritikan disampaikan oleh para nasabah seperti belum adanya satpam di beberapa unit BRI, budaya antri yang belum berjalan dengan baik atau lamanya proses pengajuan pinjaman.

Seperti halnya BRI, DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) juga selalu menampung aspirasi rakyat, mengumpulkan sebanyak-banyaknya masukan dan kritikan dari rakyat kemudian membuangnya ke ‘tempat sampah’ tanpa melaksanakannya. Tapi salah sendiri juga.. DPR adalah pilihan rakyat toh?

Tapi saya yakin BRI beda. Mereka akan melaksanakan setiap masukan yang mereka dapatkan demi peningkatan kinerja mereka. Semoga!

Btw, BRI, thanks ya buat makan siangnya, serta souvenir payung dan muk cantik. He he he he…. Adaadaaja.com

By: Wandi Tambunan