Kedua kosa kata ini sangat sering saya dan teman-teman ucapkan ketika kami masih anak-anak. Saat itu kami hidup dalam suasana perkampungan yang masih sangat akrab dengan permainan-permainan tradisional seperti: margala, martakal, markaceccen, marjabu-jabu dan permainan tradisional lainnya. Dan satu hal yang paling menyenangkan adalah kita tidak membutuhkan uang dalam melakukan semua permainan ini.
Te’ree sebenarnya berasal dari kata bahasa Inggris try yang artinya mencoba. Setiap hari minggu kami sering pergi ke sungai yang cukup dalam dan aliran air yang relatif kencang. Kami sering pergi bersama-sama sekitar 10-15 anak-anak. Hanya sedikit dari kami yang bisa berenang. Saya termasuk yang belum bisa berenang. Pernah saya coba, saya nyaris tenggelam.. dan setelah beberapa bulan, banyak dari kami yang akhirnya mahir berenang. Setiap anak-anak yang sudah bisa selalu menyemangati anak-anak yang lain dengan berkata: te’ree… te’ree…. Pasti boi…. (coba aja… coba aja… pasti bisa…). Dan setiap anak-anak yang rajin te’ree… akhirnya memang bisa… saya pribadi selalu takut te’ree… dan akibatnya… saya tak kunjung bisa…
Kerap kali memang kita tidak bisa melakukan sesuatu karena tidak rajin mencoba. Dan kita langsung berhenti mencoba tatkala menghadapi tantangan. Bukankah untuk mengasah sebuah keahlian kita harus rajin berlatih?
Setiap sepulang sekolah saya dan teman-teman biasanya menghabiskan waktu dengan bekerja di ladang. Kecuali hari sabtu dan minggu kami bebas menetukan kegiatan kami. Kebetulan tetangga saya punya sepeda. Dia sangat mahir menaiki sepeda. Dia sering mempertontonkan skill nya dalam mengendarai sepeda.
Kemudian saya memohon agar dia mengajari saya. Dia bersedia. Dia hanya memberika satu filosofi sederhana. “Agar kamu bisa mengendarai sepeda, kuncinya hanya satu. Kamu harus gohek terus”, demikian dia berkomentar agak filosofis. Kemudian saya komentar balik… “Tapi kan harus seimbang… kalau tidak kan jatuh?” .. “Nah… justru keseimbangan terjadi kalau kamu gohek terus”.. demikian dia membimbing saya… . Kemudian saya te’ree.. saya gohek terus…. Ternyata tidak jatuh… tapi saya nabrak pagar karena keasyikan gohek… demikian seterusnya saya te’ree hingga akhirnya bisa.
Ternyata gohek (mengayuh) berasal dari kata Go Ahead… yang maksudnya… Ambil langkah inisiatif…. Bertindak duluan… maju kedepan….
Te’ree dan Gohek…. Dua kata yang harus selalu kita aplikasikan agar bisa maju dan berhasil dalam kehidupan….
_wanditambunan_