Betapa rakusnya dirimu_Kau rampas hak guruku_Kau telantarkan masa depan kami_Demi dendam politikmu_Kau pijak-pijak harga diri guruku_Tunggu giliranmu dipijak oleh Yang Kuasa_Kecuali jika kau bertobat. _wandi tambunan
Semalam… seorang siswa menumpahkan kekecewaannya tentang kepemimpinan kepala sekolah mereka. Dia mendiskripsikan kepribadian kepala sekolahnya yang sangat tidak layak menjadi seorang kepala sekolah. Dalam hal berpakaian, berbicara, mengambil keputusan, bekerja. Si siswa ini berkomentar betapa tidak layaknya dia menjadi seorang kepala sekolah. Dia telah menyalah gunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi barangkali yang sifatnya politis demi dendam pribadi. Dia telah berusaha keras menyingkirkan orang-orang baik dari lingkungan dia. Kemudian mengumpulkan orang-orang yang sama kepentingan politiknya dengan dia. Sehingga terjadilah the wrong person at the wrong place at the wrong time. Guru yang baik dan semua siswa menjadi korban keserakahan mereka. Marah dan sedihnya hatiku mendengarkan penuturan si siswa ini.