Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, Februari 24, 2011

5 ‘banyak’ yang harus kita lakukan agar menulis semakin mengalir



1.       Banyak membaca
Dengan banyak membaca akan semakin banyak ‘bahan mentah’ yang kita bisa olah menjadi bahan tulisan. Kita bisa menciptakan pemikiran dan kesimpulan-kesimpulan baru berupa kritik, ide dan gagasan-gagasan baru. Kita bisa mendapatkan gagasan yang lebih segar dengan memperbaharui pemikiran lama dengan cara menghubungkannya dengan situasi yang lebih actual sehingga lebih mudah dicerna oleh orang-orang masa kini.

2.       Banyak melakukan perjalanan.

Melakukan perjalanan akan me refresh pikiran kita. Dengan pikiran yang segar akan membuat kita lebih mengalir dalam membuat sebuah rangkaian cerita yang menarik. Merangkai setiap moment berharga yang telah kita lalui menjadi untain indah yang bisa memprovokasi orang lain untuk bangkit berdiri berbuat langkah konkrit untuk memperbaharui kehidupan.

3.       Banyak ngobrol.

Chatting dengan orang lain mampu mengubah persepsi lama kita. Pemikiran orang lain sanggup memperkaya kasanah berpikir kita. Alur berpikir kita akan semakin dimatangkan dan dikuatkan oleh gagasan konstruktif orang lain. Bahkan kritikan orang lain sekalipun dapat menjadi kekuatan bagi pemikiran kita jika kita bereaksi dengan positif.

4.       Banyak merenung
Merenungkan setiap perjalanan hidup akan memberikan nilai-nilai berharga dalam hidup. Kita akan banyak belajar mengevaluasi banyak hal yang telah kita jalani. Kita akan banyak mengoreksi banyak hal dari hal-hal yang telah kita jalani baik benar maupun salah.

5.       Banyak mengobservasi
Kita harus jeli mengamati lingkungan hidup kita. Mengamati setiap interaksi dengan orang lain. Mengambil kesimpulan-kesimpulan baru, mendapatkan ide, kemudian menelurkannya menjadi kalimat yang akhirnya akan menetas menjadi sebuah tulisan berkualits yang bermanfaat bagi orang lain.

Selamat melakukan 5 ‘banyak’!
by wandi tambunan

Selasa, Februari 22, 2011

Menulis adalah sebuah Panggilan

Menulis adalah sebuah Panggilan

Kita dipanggil untuk menuliskan cita-cita hidup kita. Membagikan setiap tantangan yang kita hadapi dalam mencapainya. Dengan menceritakan proses perjuangan kita untuk mencapai impian kita maka orang lain bisa belajar bagaimana kita mengatasi masalah, mencari solusi dan mengambil keputusan penting dalam hidup. Kita harapkan semua itu akan menjadi pelajaran berharga bagi orang lain.

Menulis bukan Pekerjaan Pikiran tapi Pekerjaan Tangan

Mari kita tulis setiap hal baik yang datang ke dalam pikiran kita. Hal-hal yang bisa menginspirasi orang lain. Hal-hal yang bisa menjadi berkat bagi orang lain. Mari menulis secepat kita berbicara. Kita harus berlatih bisa menuliskan setiap hal yang kita bicarakan dengan orang lain khususnya hal-hal baik dan penting yang bermanfaat bagi orang lain.


by wandi tambunan


Sabtu, Januari 08, 2011

Menghidupi Menulis, Menulis Hidup, Hidup dari menulis

Tidak semua orang suka menulis. Kita butuh lebih dari sekedar hobby agar rajin menulis. Kita butuh visi, motivasi yang kuat dan tentunya ketekunan dan kemampuan menghadapi tantangan (Adversity Quotient).

Menghidupi Menulis

Jika kita memiliki tujuan dan motivasi yang jelas dalam menulis maka kita akan berusaha hingga ke batas kemampuan kita (Push yourself to the limit). Kita harus betul-betul menghidupinya, menikmatinya, melebur kedalamnya hingga ketika kita bangun pagi yang terlintas ke pikiran kita adalah menulis sesuatu untuk kita sharingkan pada orang lain. Kita harus senantiasa ingat bahwa pemikiran kita bisa mempengaruhi semua orang menembus batas waktu dan tempat.

Menulis Hidup

Hidup terlalu singkat untuk tidak dibagikan pada orang lain. Kita bisa membagikan setiap berkat yang kita peroleh dari setiap detik hidup yang telah kita jalani baik itu kebahagian, penderitaan, tantangan, apa saja yang bisa memberi dampak baik pada orang lain. Kita bisa membagikan ide dan pemikiran kita, aspirasi kita, harapan dan kerinduan kita.

Ide dan kreatifitas dalam pikiran harus dituangkan dalam bentuk karya. Dan hanya orang yang berkarya yang mampu mengubah dunia. _by Wandi Tambunan (calon bupati dairi) ha ha ha ha... kepedean.co.id.

Hidup dari Menulis

Banyak orang yang memutuskan untuk full time jadi penulis. Seluruh waktunya dia dedikasikan untuk belajar kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan sehingga dia betul-betul bernafkah dari menulis, hidup dari menulis. Ada juga yang hanya sebatas hobby. Sebagian orang menulis sebagai part timer tapi tetap sanggup menghasilkan karya luar biasa seperti Andrea Hirata dan Rhenald Kasali. Saya pribadi belum hidup dari menulis tapi saya sudah mulai menulis hidup dan semakin hari sudah menghidupi menulis akar kelak bisa hidup dari menulis walau bukan itu target utamanya. Karena saya punya visi dalam menulis yakni channel of blessing bagi semua pembaca.

Finally, mari kita menghidupi menulis, menulis hidup agar kelak kita bisa hidup dari menulis sesuai visi dan target kita masing-masing.

Mulailah dari hal-hal yang kecil. Kita pasti bisa. Selamat Menulis.

by: wandi tambunan