Dunia saat ini seperti sudah tak terbatas alias borderless. Tanpa sekat, tanpa batas, tanpa terkecuali. Dunia maya telah menjadi ‘mak comblang’ terbaik ‘tuk mengetahui tentang seseorang, menyampaikan pesan kepada seseorang secepat kilat. Jejaring sosial telah menjadi fasilitator terlengkap untuk menggambarkan jati diri kita. Mulai dari yang bukan rahasia hingga ke yang sangat rahasia sekalipun. Bahwa kita bisa mendapatkan informasi tentang seseorang dengan sangat mudah dan instant.
Satu pertanyaan penting yang kita masing-masing harus jawab adalah apakah semua kemudahan itu membuat kita berkomunikasi lebih baik, lebih sopan santun, beretika atau malah lebih tak bermoral, atau barangkali tidak peduli lagi pada komunikasi positif?
Gambar diatas diambil bulan Februari 2011 yang lalu di lokasi Menara Pandang Tele. Saya yakin tulisan itu dibuat oleh pengelola Menara Pandang oleh sebab banyaknya pengunjung yang kurang mempedulikan sopan santun atau tata krama dalam berkomunikasi khususnya di lokasi wisata tersebut.
Saya juga sering kecewa dengan banyaknya anak remaja saat ini yang sembarangan dalam meng-comment status FB seseorang. Terlalu sering menggunakan bahasa yang negatif, mengabaikan sopan santun akhirnya suatu saat tanpa disadari bisa menjadi sebuah budaya yang merusak perilaku masyarakat.
Etika sopan santun tetap harus di jaga!!!
Apalagi di Dunia Pendidikan yang seharusnya lebih berpendidikan. Kita harus tetap sopan kepada orangtua, guru, senior, junior, adik-adik di lingkungan manapun.
Apalagi di Dunia Pendidikan yang seharusnya lebih berpendidikan. Kita harus tetap sopan kepada orangtua, guru, senior, junior, adik-adik di lingkungan manapun.
Dear friends..
Marilah berkomunikasi dan bersikap dengan sopan santun!
_wanditambunan_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar