Visi adalah amarah yang meledak karena ketidaksetujuan kita terhadap fakta masa kini sehingga amarah tersebut memaksa kita untuk bertindak tegas didorong oleh keinginan yang kuat agar fakta masa kini tersebut tidak akan terjadi lagi dimasa yang akan datang. Demikian kesimpulan saya tentang arti visi setelah membaca beberapa pengertian tentang visi.
Di kabupaten Dairi kota tempat saya tinggal banyak sekali hal-hal yang bisa membuat kita marah. Mutasi guru yang ‘gila-gilaan’. Kepala sekolah tiba-tiba dimutasi menjadi guru biasa di desa terpencil dengan alasan mutasi yang tidak jelas. Kepala sekolah SMK N di Sidikalang tiba-tiba dimutasi menjadi kepala sekolah SMP N di desa. Guru biasa di daerah tiba-tiba diangkat menjadi kepala sekolah di kota tanpa kriteria yang tepat. Pengembangan kota yang stagnan. Birokrasi yang rumit. Gila, bukan?
Hati siapa takkan marah melihat situasi ini? Mari kita uji hati kita. Jika kita tidak marah berarti kita tidak memiliki visi terhadap Dairi tercinta ini. Barangkali kita harus belajar untuk marah melihat semua fakta ini.
Lantas apa tindakan kita?
I have a dream
Jalan Sidikalang – Medan akan diperbaiki tuntas sehingga jarak tempuh Sidikalang – Medan paling lama 3 jam seperti halnya ketika saya masih kuliah tahun 90an yl. Sekolah-sekolah Plus yang mengutamakan kualitas guru dan siswa dengan biaya relative murah akan berkembang di Sidikalang. Penataan kota seperti jalan dan bangunan yang rapi dan bersih. Pembangunan pusat hiburan yang edukatif. Birokrasi yang mudah. Mutasi atau penempatan guru berdasarkan the right person at the right place at the right time. Peningkatan perkapita daerah. Membuka lowongan kerja baru. Memberantas kenakalan remaja. Mengembangkan daerah-daerah terpencil. Sehingga suatu saat kabupaten Dairi akan menjadi kota teladan. Tempat yang nyaman untuk dihuni. Kota yang menghasilkan siswa-siswa yang cerdas, berprestasi serta berkarakter dan takut akan Tuhan.
Mari kita perjuangkan visi ini bersama-sama!
by wandi tambunan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar