
OppZ! Tulisan ini bukan tentang film Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh Julia Roberts yang akan beredar September 2010 ini. Juga bukan tentang buku larisnya Elizabeth Gilbert terbitan 2006. Tapi tentang sebuah kebiasaan yang terjadi di rumah saya. Sebuah kebersamaan yang telah terjadi sejak tahun 2005 yang lalu di the ark home.
Saat ini saya mempunyai anak kost siswa sebanyak 7 orang plus 4 karyawan plus saya, my wife and my daughter. Terdiri dari 8 laki-laki dan 6 perempuan. Total kami tinggal serumah 14 orang. Bisa membentuk tim ke11an.
Setiap malam kami ada kebiasaan yang sangat kami nikmati yakni Pray, Eat and Laugh [Berdoa, Makan dan Tertawa) kami makan sekitar pukul 19.00 setiap malamnya. Dimulai dengan doa yang dipimpin secara bergiliran. Kemudian menikmati makan bersama. Setiap makan bersama, makan malam kami selalu diselingi dengan canda tawa yang selalu membuat kami tertawa terbahak-bahak, terkekeh-kekeh yang sering membuat ‘sakit perut’ saking lucunya. Kadang, sekitar pukul 21.00 malam, jika kami lapar kami membeli martabak Bangka. Kami memakannya bersama-sama yang juga disertai tawa wkwkwkwkwk a la opera van java. Satu lagi yang paling kami selalu tunggu-tunggu adalah jika ada yang ulang tahun diantara kami. Kami pasti makan bersama. Kadang makann miesoup, bakso atau mie ayam. Dan pasti diselingi humor yang membuat suasana jadi meriah.
Tapi satu syarat yang harus ditaati: Tidak boleh tersinggung!
Ternyata makan malam bersama disertai dengan canda tawa bisa membuat suasana akrab bak Extravaganza nya Trans TV.
Dijamin SERU!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar