Rabu, Oktober 27, 2010

Teladan Daniel


Tidak mudah menjalani hidup berintegritas.Hidup benar di tengah sekuleritas.Tapi bukan berarti mustahil. Daniel telah berhasil menjalani hidup berintegritas di tengah sekuleritas kerajaan Babel dengan Nebukadnezar sebagai seorang raja yang sangat kejam yang tidak segan-segan membunuh  orang yang menentang ketetapannya walau orang tersebut adalah pegawai kesayangannya seperti yang pernah dialami oleh Daniel dengan teman SMA nya [Sadrakh, Mesakh & Abednego).
Tapi bagaimana bisa? Dari pengamatan saya pribadi dari kitab Daniel berikut ini beberapa tipsnya:

1.       Daniel menjaga kekudusan hidupnya (Daniel 1:8)
‘Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya’

2.       Daniel bergantung kepada Allah (Daniel 2:16-18)
Ketika menghadapi tantangan bahwa semua orang-orang bijaksana akan dibunuh maka Daniel beserta teman SMA nyaberdoa bersama untuk memohon belas kasihan Allah.

3.       Daniel tidak memegahkan diri sendiri (Daniel 2:20 & 30)
20 ‘Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!

4.       Daniel setia bersekutu dengan Allah (Daniel 6:11)
Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia kerumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka kearah Yerusalem; tiga kali sehari  ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.


Jika kita setia menjaga kekudusan hidup kita, senantiasa bergantung kepada Allah, tidak memegahkandiri sendiri dan senantiasa setia bersekutu dengan Allah maka pertolongan dari Allah yang melampaui segala akal akan menyertai kita senantiasa seperti yang Daniel Alami. Amin.

Tidak ada komentar: