So pasti kita sudah pernah dengar kalimat bijaksana: ‘Kebiasaan belum tentu baik tapi kebaikan harus dibiasakan’. Sangat benar makna petuah ini. Sering sekali kita berbuat baik karena ada maunya, karena ada moment khusus atau karena banyak orang yang melihat. Padahal karakter adalah tetap melakukan hal-hal yang baik sekalipun tidak ada yang melihatnya.
Tadi malam saya Chatting dengan seorang mantan siswa saya yang sekarang sudah kuliah di UI (Universitas Indonesia). Kami chatting perihal kedatangan Obama ke Indonesia.
Lisayana Sembiring told me:
o iya...
jadi kan,, pas yg tanggal 9 Nov itu...,
aquu ke UKI (Cawang, Jaktim),, bersih gtu jalanan Menejz...
kaget terheran-heran awak ngeliyat Jakarta tiba2 bersih..
hahahahaha
Wandi commented: Itulah namanya kebaikan karna momentum.. seharusnya hal baik itu jadi habit...
Negara kita ini memang sangat pandai bersolek. Najwa pernah membahas secara khusus tentang ‘solek politik’ di acara Mata Najwa. Para calon anggota DPR, para calon pemimpin politik yang bahkan menyewa jasa para pesolek politik seperti Lingkar Survei Indonesia. SBY misalnya berhasil mencuri simpatik sekitar 60% suara masyarakat Indonesia pada Pemilihan Presiden secara langsung pemilu yang lalu adalah berkat jasa LSI yang dipromotori oleh Denny JA.
So how?
Seperti pesan petuah tadi, marilah kita jadikan berbuat baik sebagai sebuah kebiasaan kita yang didorong oleh hati nurani bukan karena dilihat oleh orang lain, bukan karena ada maunya tapi biarlah itu menjadi karakter kita yang sebenarnya.
By: Wandi Tambunan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar