
itu kesalahan
2 hari tidak belajar,
2 hari tidak belajar,
itu kemunduran
3 hari tidak belajar,
3 hari tidak belajar,
itu awal kegagalan
4,5,6,7,8,9 hari tidak belajar,
4,5,6,7,8,9 hari tidak belajar,
itu pasti gagal
SELALU belajar,
SELALU belajar,
itu pasti SUKSES
Seorang visioner adalah seorang yang mengatasi masalah sembari mengubah perilaku sesuai dengan perspektif masa depan. Senantiasa introspeksi diri kemudian mengedit, re-edit bahkan delete sikap atau kebiasaan yang salah. Dia senantiasa mengupgrade kualitas dirinya dengan membaca buku, majalah atau situs-situs yang berkualitas agar dia bisa lebih efektif dalam melayani baik di tempat kerja, Gereja atau Persekutuan.
Denni Boy Saragih pernah memaparkan tentang bagaimana kita menata bahkan meningkatkan kualitas diri kita. Beliau mengatakan bahwa kita harus senantiasa memliki kebiasaan untuk memiliki kebiasaan baru (a habit to always have a new habit). Tentunya kebiasaan yang membuat diri kita semakin berkualitas dan lebih efektif dalam mengerjakan pelayanan.
Saya pribadi setiap harinya membaca banyak situs yang bisa menstimulasi otak saya untuk berpikir, menganalisa bahkan membuat sebuah kesimpulan baru tentang sebuah problem atau topik pembelajaran. Hal itu sangat bermanfaat bagi saya sebagai seorang guru dalam mengajar, sebagai seorang PKK dalam memimpin KK, bahkan sebagai seorang pimpinan dalam mengembangkan usaha.
Rasul Paulus juga mengingatkan adik rohaninya Timotius agar senantiasa belajar. Dalam suratnya yang kedua kepada Timotius Paulus berkata: ‘Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2 Tim 3:16-17)
Dear friends… jangan pernah berhenti belajar! Mari kita asah gergaji agar pohon yang hendak kita tebang lebih cepat tumbangnya.
Wandi Tambunan
Seorang visioner adalah seorang yang mengatasi masalah sembari mengubah perilaku sesuai dengan perspektif masa depan. Senantiasa introspeksi diri kemudian mengedit, re-edit bahkan delete sikap atau kebiasaan yang salah. Dia senantiasa mengupgrade kualitas dirinya dengan membaca buku, majalah atau situs-situs yang berkualitas agar dia bisa lebih efektif dalam melayani baik di tempat kerja, Gereja atau Persekutuan.
Denni Boy Saragih pernah memaparkan tentang bagaimana kita menata bahkan meningkatkan kualitas diri kita. Beliau mengatakan bahwa kita harus senantiasa memliki kebiasaan untuk memiliki kebiasaan baru (a habit to always have a new habit). Tentunya kebiasaan yang membuat diri kita semakin berkualitas dan lebih efektif dalam mengerjakan pelayanan.
Saya pribadi setiap harinya membaca banyak situs yang bisa menstimulasi otak saya untuk berpikir, menganalisa bahkan membuat sebuah kesimpulan baru tentang sebuah problem atau topik pembelajaran. Hal itu sangat bermanfaat bagi saya sebagai seorang guru dalam mengajar, sebagai seorang PKK dalam memimpin KK, bahkan sebagai seorang pimpinan dalam mengembangkan usaha.
Rasul Paulus juga mengingatkan adik rohaninya Timotius agar senantiasa belajar. Dalam suratnya yang kedua kepada Timotius Paulus berkata: ‘Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2 Tim 3:16-17)
Dear friends… jangan pernah berhenti belajar! Mari kita asah gergaji agar pohon yang hendak kita tebang lebih cepat tumbangnya.
Wandi Tambunan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar