Tidak semua orang suka menulis. Kita butuh lebih dari sekedar hobby agar rajin menulis. Kita butuh visi, motivasi yang kuat dan tentunya ketekunan dan kemampuan menghadapi tantangan (Adversity Quotient).
Menghidupi Menulis
Jika kita memiliki tujuan dan motivasi yang jelas dalam menulis maka kita akan berusaha hingga ke batas kemampuan kita (Push yourself to the limit). Kita harus betul-betul menghidupinya, menikmatinya, melebur kedalamnya hingga ketika kita bangun pagi yang terlintas ke pikiran kita adalah menulis sesuatu untuk kita sharingkan pada orang lain. Kita harus senantiasa ingat bahwa pemikiran kita bisa mempengaruhi semua orang menembus batas waktu dan tempat.
Menulis Hidup
Hidup terlalu singkat untuk tidak dibagikan pada orang lain. Kita bisa membagikan setiap berkat yang kita peroleh dari setiap detik hidup yang telah kita jalani baik itu kebahagian, penderitaan, tantangan, apa saja yang bisa memberi dampak baik pada orang lain. Kita bisa membagikan ide dan pemikiran kita, aspirasi kita, harapan dan kerinduan kita.
Ide dan kreatifitas dalam pikiran harus dituangkan dalam bentuk karya. Dan hanya orang yang berkarya yang mampu mengubah dunia. _by Wandi Tambunan (calon bupati dairi) ha ha ha ha... kepedean.co.id.
Hidup dari Menulis
Banyak orang yang memutuskan untuk full time jadi penulis. Seluruh waktunya dia dedikasikan untuk belajar kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan sehingga dia betul-betul bernafkah dari menulis, hidup dari menulis. Ada juga yang hanya sebatas hobby. Sebagian orang menulis sebagai part timer tapi tetap sanggup menghasilkan karya luar biasa seperti Andrea Hirata dan Rhenald Kasali. Saya pribadi belum hidup dari menulis tapi saya sudah mulai menulis hidup dan semakin hari sudah menghidupi menulis akar kelak bisa hidup dari menulis walau bukan itu target utamanya. Karena saya punya visi dalam menulis yakni channel of blessing bagi semua pembaca.
Finally, mari kita menghidupi menulis, menulis hidup agar kelak kita bisa hidup dari menulis sesuai visi dan target kita masing-masing.
Mulailah dari hal-hal yang kecil. Kita pasti bisa. Selamat Menulis.
by: wandi tambunan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar