Kamis, Maret 31, 2011

Telling bad news

Semua orang pasti suka menyampaikan berita baik, kabar gembira atau kejutan sukacita. Bahkan betapa bahagianya orang-orang yang mendengarkan atau mendapat kabar baik. Misalnya: kabar tentang kelulusan test PTN, mendapat pekerjaan baru, kabar diterima menjadi seorang pacar dan berita sukacita lainnya.

Tentunya tidak ada orang yang berharap atau menginginkan berita buruk alias bad news. Berita buruk bisa membuat seseorang kecewa, sedih, putus asa, marah bahkan benci pada diri sendiri, orang lain dan bahkan kecewa kepada Tuhan.
Saya pribadi, jagankan mendapat berita buruk menyampaikan berita buruk sekalipun saya tidak suka. Dan bahkan mendengar berita buruk aja dari orang lain tentang orang lain bisa membuat saya berkabung, sedih.

Terlarut dalam kekecewaan, kemarahan, kesedihan, keputusasaan tidak akan pernah mengatasi masalah. Malah berpotensi mengacaukan suasana, memperkeruh masalah, menimbulkan masalah baru. 

Ketika mendapat berita buruk sebaiknya kita berserah kepada Tuhan yang Kuasa sambil memikirkan penyelesaian jika masalahnya masih dalam kendali kita. Tapi jika di luar kendali kita sebaiknya kita menyerahkannya pada caranya Tuhan. Karena bagi Tuhan selalu ada pelangi sehabis hujan.

Saat kita harus menyampaikan sebuah berita buruk pada orang lain sebaiknya kita mendoakan orang yang kepadanya kita akan menyampaikan berita tersebut agar dia mendapat kekuatan dan hikmat dalam menghadapi apapun yang terjadi.

Pukul 20.00 tadi malam saya sedang mengajar di kelas bahasa Inggris. Topik kami adalah menyampaikan berita buruk dalam bahasa Inggris. Saya berkata kepada siswa saya, “ it’s hard to tell a bad news”. Sangat susah menyampaikan sebuah berita buruk. Jika kita harus menyampaikan kepada seseorang bahwa salah satu dari keluarganya meninggal, itu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Ketika saya menjelaskan demikian tiba-tiba HP saya berdering. Bapak saya menelepon saya. Bapak saya menyuruh saya untuk menyampaikan kepada salah satu pekerja bangunan kami bahwa ayah nya meninggal. Saya kaget dan bingung bagaimana saya harus menyampaikannya. Setelah dia tau, saya hanya bisa berkata, sabar ya, tetap kuat. Sambil saya berdoa dalam hati. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi penghiburan. Amin.

Tulisan ini terinspirasi oleh kejadian tersebut.

_wanditambunan_

Tidak ada komentar: