Minggu, April 10, 2011

Jangan Menyerah Guru HONOR..!

Saya sangat sedih, marah, kecewa ketika mengetahui bahwa sangat banyak guru honor SD di Dairi yang sejak 1 januari 2011 belum pernah memperoleh gaji 1 rupiah pun.

Saya ingin menangis, bangkit berdiri dan berbuat sesuatu untuk mengatasi hal ini. Tapi saya belum bisa. Tapi setiap saya mengingat ‘penyiksaan’ ini, hati saya mendidih marah dan segera ingin bisa berbuat sesuatu membantu sahabat-sahabat ku ini.

Hati para guru honor ini semakin menangis ketika para guru PNS ‘pamer’ gaji yang baru saja mereka terima setiap awal bulannya. “Wuihh!... baru gajian nih… makan dimana yuk….” Barangkali demikian kalimat yang mereka ucapkan tuk sekedar pamer.

“Bu… kapan kami gajian?” dengan suara perlahan seraya memohon belaskasihan demikian mereka terus bertanya setiap awal bulan. “Yah… kita tunggulah… ntah kapan…. Belum cair dana BOS”, itulah sepenggal jawaban pimpinan sekolah. Hati siapa takkan pilu mengalami hal demikian.

Sekilas INFO : Guru honor akan gajian bulan Juni

Wah… gawat. Bayar cicilan sepeda motor tidak cukup lagi. Biaya makan bulanan gimana lagi? Kebutuhan sehari-hari mau dibayar pakai apa? (menangis lagi….)

Menghitung gaji…. Menghitung hari….

Gaji saya sebulan sebagai guru honorer hanya Rp. 250.000,- (tidak salah ketik… memang hanya Rp. 250.000/bulan) itupun tidak dibayar setiap awal bulannya… tahun ini saja belum ada gajian sama sekali. Padahal mengajar siswa SD itu sangat lelah sekali. Kapan ya… kami gajian? Saya akan terus menghitung hari, demikian isi hati seorang guru honorer.

“…Saya memang hanya tamat SMA. Makanya saat ini saya juga mengikuti kuliah di Universitas terbuka. Semoga kelak saya bisa menjadi seorang sarjana. Sambil berharap suatu saat saya juga bisa menjadi seorang guru PNS yang mendapat gaji setiap awal bulannya…” Barangkali itulah impian yang sudah terpatri di hati guru honorer ini yang membuat dia mampu bertahan, bersabar menghadapi segala tantangan yang mereka sedang alami.

Sahabat-sahabat ku guru honorer… saya sangat mendukungmu.. jangan pernah menyerah! Jerih payahmu tidak akan pernah sia-sia. Tetaplah berjuang! Mengabdilah dengan tulus. Tuhan ikut sedih melihatmu mengalami semuanya itu. Jika engkau bertahan dengan tetap bersyukur dan berdoa.. maka Tuhan yang maha pemurah akan membukakan jalan berkat buatmu. Amin

Dari:
Sahabat guru honorer
_wanditambunan_

1 komentar:

Elvin Boers mengatakan...

Turut prihatin buat para guru Honorer.

wah..wah... ceritanya miris banget ya bang. Jangan2 di sekolah malah guru honorer yang bersusahpayah mengajar tiap hari, tidak terlambat dan pulang tepat waktu. tapi toh juga belum digaji..

Saya lihat, itu hanya bukti kecil bahwa sebenarnya TERLALU BANYAK manusia yg semakin TIDAK MANUSIAWI, tidak lagi prihatin dan bersimpati. hati nuraninya mati.

kemana kepala sekolah sebagai "bos" yg bisa membuat kebijakan?

kemana dinas pendidikan membiarkan ini terjadi?

kemana PEMERINTAH dan para Pembesar negri yang terhormat ini?

Saran kepada guru honorer, mencerdaskan bangsa tak melulu hanya menjadi guru honorer. lebih baik berwirausaha aja.
"Siapa yg tidak bekerja, tidak boleh makan; tp siapa yg bekerja tp tidak digaji, bgmn mau makan?"

Mari kita ber-wirausaha!