“Bimbingan dimana yah..bingung.. ya udah dech.. ngikut teman-teman aja..” _ngikut karena bingung.
“Bisa gak yah saya kuliah.. saya kuatir orangtua saya tidak cukup uang..” _kuatir karena dana.
“Passing gradenya tinggi bangat.. gimana caranya mau lulus..” _ragu dengan kemampuan.
“Aku cocoknya ngambil jurusan apa ya… Tehnik, kedokteran, pertanian.. bingunggg….” _Bingung bakat.
“Ortu bilang ngambil A aku bilang B aja.. ortu bilang di Medan aja.. aku pengennya di Jawa..” _susah ngambil keputusan.
Barangkali demikian seabrek pertanyaan dalam benak siswa-siswa kelas XII saat ini. Tapi apapun ceritanya harus tetap melangkah.
15 januari 2011 yang lalu saya diberi kesempatan membawakan renungan di acara Pentas Seni SMA N 2 Sidikalang dalam rangka perpisahan dengan siswa kelas XII.
Saya memulai renungan dengan membaca bersama-sama Firman Tuhan yang tertulis di Kitab Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada_Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Jika ketika dalam menghadapi tantangan hidup kita masih ingat Tuhan, berarti masih ada harapan. Ketika dalam menapaki masa depan kita masih ingat Tuhan berarti masih ada harapan. Ketika dalam setiap kebingungan kita akan masa depan kita masih berserah kepada Tuhan, berarti masih ada harapan. Ketika dalam memilih jurusan, universitas, tempat bimbingan kita masih bergantung kepada Allah berarti masih ada harapan.
Firman Tuhan yang tertulis di Yeremia 17:7 sangat menguatkan hal ini.
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” Setiap orang yang mengandalkan Tuhan akhirnya akan berbahagia karena itu adalah janji Tuhan yang menciptakan alam semesta yang berotoritas atas segala hal dalam hidup.
Mari kita andalkan kekuatan Tuhan dalam segala hal. Ketika belajar mintalah pertolongan dari Tuhan. Sebuah kata bijak selalu terngiang dalam pikiran saya tatkala sedang berjuang dalam mencapai cita-cita. IF YOU WORK, YOU WORK but IF YOU PRAY, GOD WORKS. Jika kita belajar dan terus belajar tanpa meminta bimbingan Tuhan sesungguhnya kita hanya mengandalkan kekuatan kita. Hasilnya pun tentunya adalah hasil dari kekuatan kita sendiri. Tapi jika belajar kita terus mengandalkan Tuhan, maka hasilnya pun akan luar biasa.
Rahasia cerdas Daniel
Daniel 1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.
Daniel dan teman SMA nya (Sadrakh, Mesak dan Abednego) sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi.
Seseorang harus memiliki tingkat IQ 125 agar layak atau sanggup mengikuti studi hingga ke jenjang S2 dan S3. Tentunya seorang dikatakan berilmu di istana Babel pastilah memiliki tingkat IQ sedikitnya 125.
Berarti bisa dikatakan Daniel dan teman SMA nya memiliki tingkat IQ hingga 1250. Seandainya ada mereka bisa kuliah hingga ke jenjang S10 (professor nya professor).
Yang menjadi pertanyaan penting adalah bagaimana mereka mendapatkan kecerdasan itu?
Daniel 1:8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
Mengapa dikatakan bahwa dengan memakan santapan raja maka dia akan najis? Sebab setiap makanan raja pasti sudah dipersembahkan kepada dewa-dewi.
Bagaimana Daniel menghadapi tantangan dalam hidupnya?
Para pejabat tinggi dan wakil raja di istana Babel sangat cemburu melihat kasih sayang dan kepercayaan yang diberikan raja kepada Daniel. Mereka berusaha mencari kesalahan Daniel namun mereka tidak mendapatinya. Kemudian mereka mengajukan kepada raja bahwa setiap orang di istana tersebut harus sujud menyembah raja dan tidak boleh menyembah yang lain kecuali raja. Mereka bermaksud dengan demikian mereka bisa mendakwa Daniel karena selalu setia menyembah Allah.
Dalam menghadapi masalah sebesar itu Daniel tetap setia kepada Allah.
Daniel 6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia kerumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Seorang Daniel tiga kali sehari berlutut berdoa memuji Tuhan. Demikianlah Daniel menghadapi masalah dalam hidupnya. “…seperti yang biasa dilakukannya..” menunjukkan kebiasaan seorang Daniel. Daniel berdoa tiga kali sehari bukan hanya ketika menghadapi tantangan tapi setiap harinya.
Bagaimana dengan kita?
Ketika memilih jurusan, tempat bimbingan, universitas, kecukupan dana dan berbagai masalah apapun, marilah kita tetap setia berserah kepada Tuhan seperti yang Daniel lakukan. Niscaya, Tuhan akan memberika yang terbaik buat kita.
Selamat berjuang! Belajarlah yang serius! Andalkan Tuhan! Kamu pasti bisa lulus PTN…
_wanditambunan_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar