Selasa, April 26, 2011

Teach the right P E R S O N ! or Teach the P E R S O N right !

Kompas, Senin, 25 April 2011 di kolom sisipan hal. 26 topik edukasi membahas tentang keberhasilan Roesmiati Soepandji dalam mendidik anak. Saya pribadi sangat salut dengan kedisiplinan dan kesungguhan mereka dalam mendidik anak sehingga semua anak mereka berhasil dan berkarakter. Bahkan beliau dilukiskan seperti pada ungkapan dalam sebuah buku yang tidak dituliskan siapa penulisnya. “When you educate one man, you educate one person, but when you educate one woman, you educate one generation. Ketika anda mendidik satu pria (di Kompas diterjemahkan sebagai satu orang), anda mendidik satu orang, tetapi ketika anda mendidik satu perempuan, anda mendidik satu generasi. 

Bukan karena saya seorang pria, tapi kesannya kalimat ini agak berlebihan. Tapi barangkali kalimat ini digunakan untuk menggambarkan seorang Roesmiati Soepandji karena barangkali dialah yang lebih dominan dalam membinan anak-naknya dibandingkan dengan peran dari suaminya.  Itu sih sah-sah saja.

Karena masih penasaran saya check langsung di google untuk mengetahui contextual meaning dari kaliamt diatas.

Berikut ini beberapa kalimat sebagai perbandingan:

Best Answer - Chosen by Asker

I wonder what else we could do to this quote:

"Copulate with a man, and you copulate with one person
copulate with a woman, and you copulate a whole nation?"

"Nag a man, and you nag one person
Nag a woman, and you nag a whole nation?"

"Cook for a man, and you cook for one person
cook for a woman, and you cook for a whole nation?"

"Excrete a man, and you excrete one person
Excrete a woman, and you excrete a whole nation?"

"Arm a man, and you arm one person
arm a woman, and you arm a whole nation?"

Setelah saya check lagi ternyata maksudnya adalah:

This is the name of a Unesco workshop in Africa. It refers to AIDS. In communities where female subjugation is combined with men's ignorance. The idea is to educate women about condoms. Men in these countries still believe in barbaric practices such as the idea that having sex with a female virgin will cure them of AIDS and the 'hyena' principle, which involves the 'breaking in' of women for sex, often involving many men having sex with a young girl. Men also visit prostitutes and then pass on the disease to their wives and children. Educating women about condoms will save them from AIDS and save them from giving birth to children with AIDS, hence the idea that it is their education of the disease that will save their communities. 

Berarti: 
Mendidik perempuan tentang kondom dalam konteks pengertian kalimat diatas adalah akan menyelamatkan manusia satu generasi karena jika wanita menggunakan kondom berarti dia akan menyelamatkan dia dari AIDS dan kemungkinan melahirkan anak dengan AIDS.

It was said by Mr. Gandhi. But that was in a time and place where women weren't given equal opportunities at education.

The idea is that the women was the sole carer for the kid, and hence the kids learned a lot more from her than they did from their father. Not exactly true in every situation in the West these days.

Beberapa orang berkomentar menyatakan bahwa kalimat tadi dikatakan oleh Mahatma Gandhi ketika pria dan wanita tidak diberikan kesempatan yang sama dalam pendidikan. Barangkali seperti halnya yang terjadi di Indonesia pada masanya R.A. Kartini.  

Sebagai kesimpulan kita bisa bandingkan dengan komentar berikut ini:

If you educate someone who actually uses the knowledge, 
then you will educate many people.

Maybe that is more accurate...

Tapi, tetap berdasarkan contextual meaning nya juga toh! He he he

_wanditambunan_

Tidak ada komentar: