Jumat, Februari 04, 2011

Mengubah Hidup melalui Pendidikan


Mengubah Hidup
melalui Pendidikan

Oleh: Wandi Tambunan, A.Md.
                        (Pimpinan THE ARK SCHOOL)
 
“Izinkanlah anak-anak SD di pelosok itu mencintai, meraih inspirasi, dan berbinar menyaksikan kehadiranmu. Dan yang terpenting, Anda sebagai anak terbaik telah ikut-sekecil apapun-mendorong kemajuan, mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah…”
_ Anies Baswedan

Kalimat diatas adalah sepenggal pesan dari Anies Baswedan sebagai ucapan pemberangkatan terhadap 51 pengajar muda yang bergabung dalam GIM (Gerakan Indonesia Mengajar). Hanya 51 pengajar yang dipilih melalui seleksi ketat dari para pelamar sebanyak  1.382. Mereka akan dikirim ke berbagai daerah terpelosok di Indonesia. Daerah-daerah tempat mereka mengajar nantinya adalah daerah yang tidak ada aliran listrik, tidak ada sinyal, tidak ada fasilitas internet. Mereka diutus selama 1 tahun untuk mengajari anak-anak sekolah di pelosok di berbagai daerah terpencil di Indonesia. Semoga dengan kehadiran mereka anak-anak di pelosok terinspirasi untuk mengubah hidup mereka agar lebih baik. Sungguh sebuah misi yang luar biasa baik.

What about us? Bagaimana dengan kita?

Setiap guru yang baru lulus diterima sebagai CPNS so pasti akan berteriak girang dalam sukacita luar biasa. Begitulah yang saya amati beberapa tahun terakhir ini setiap ada penerimaan CPNS baru untuk guru. Tapi beberapa bulan kemudian mayoritas dari mereka akan mengeluh, sedih, kecewa dan seakan berat untuk melangkah jika ditempatkan sebagai guru di desa terpencil atau daerah pelosok yang jauh dari kota.

Sekitar 3 tahun yang lalu saya menerima piagam penghargaan dari Bupati Dairi atas jasa kursus yang saya kelola the ark school dalam mengembangkan pendidikan di Kabupaten Dairi. Saat itu saya ikut menyaksikan Bupati Dairi memberikan piagam penghargaan kepada banyak guru yang mengajar di beberapa daerah terpencil di kabupaten Dairi. Saat itu terlintas di pikiran saya, semoga tahun depan Bupati tidak hanya memberikan piagam penghargaan tapi juga bantuan konkrit lainnya seperti buku referensi belajar, komputer atau alat bantu mengajar lainnya khususnya bagi para teman-teman guru yang mengajar di daerah terpencil.

I Have a Dream

Saya memiliki impian agar semua guru semakin mencintai mengajar, semua siswa semakin menikmati belajar, memiliki karakter sehingga akan ‘lahir’ anak-anak yang cerdas yang mampu mengubah hidup semakin lebih baik khususnya siswa-siswa yang sekolah di pedesaan. Tapi hal itu tidak akan tercapai dengan mudah jika kesejahteraan guru tidak diperhatikan. Pemerintah khususnya Pemda sangat diharapkan memberi kontribusi konkrit mendukung para guru agar dapat mengajar dengan lebih baik. Misalnya dengan cara membuat pelatihan dan motivasi kepada guru-guru tentang tehnik mengajar yang baik, memberi bantuan buku referensi, fasilitas komputer, atau alat bantu mengajar lainnya.

Semoga seperti sepenggal pesan Anies Baswedan diatas bisa menggugah para guru agar mereka tetap semangat menginspirasi para siswa di pelosok untuk dapat mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah. Semoga!
Seorang guru yang mengajar tanpa membangkitkan semangat belajar murid-murid, sama seperti menempa besi dingin.   _horace mann






note: tulisan ini adalah editan dari tulisan saya sebelumnya

Rabu, Februari 02, 2011

A friend in need is a friend indeed




Presiden Abraham Lincoln pernah berkata, “Jika Anda ingin memenangi seseorang agar bersedia membantu Anda, pertama-tama yakinkan dirinya bahwa Anda adalah sahabat yang tulus.”

Sahabat sejati adalah seseorang yang tetap sahabat, baik dalam suka maupun duka. 

Ketika kuliah dulu, saya punya seorang teman yang sangat suka jika diajak menjenguk orang sakit atau melawat keluarga orang meninggal. Dia sangat merasakan kesedihan setiap orang yang sedang berduka. Hebatnya dia tidak terlalu antusias jika diajak ke pesta ulang tahun atau pesta sukacita lainnya. Bukan dia tidak suka tapi dia lebih mengutamakn mengunjungi orang yang berduka dibandingkan dengan orang yang bersukacita. 

Marilah kita menjadi sahabat yang tulus bagi semua orang.. baik dalam suka maupun duka.


Do not protect yourself by a fence,
but by your friends. _Czech Proverb

by wandi tambunan

Selasa, Februari 01, 2011

A++ for Others…

Mengutamakan orang lain secara A Plus Plus

Untuk berhasil dalam pergaulan khususnya bekerja dalam tim kita harus fokuskan perhatian kita pada orang lain dan bukan pada diri sendiri.

William King pernah berkata, ‘Orang yang bergosip adalah orang yang berbicara pada Anda tentang orang lain. Orang yang menjemukan adalah oang  yang berbicara pada Anda mengenai dirinya sendiri. Dan seorang pembicara cemerlang  adalah orang berbicara pada Anda tentang diri Anda.’




Dengan berbicara pada orang lain tentang diri mereka kita sedang memberikan penghargaan dan perhatian tertinggi pada orang lain. Mereka akan menikmati berbicara dengan kita. Mereka aka selalu ingin bersama kita. Mereka akan merindukan dan menginginkan kita bersama mereka. Dengan cara demikian akan lebih mudah bagi kita menyampaikan pemikiran kita pada orang lain.

Above all… treat others 
the way you treat yourself!


by wandi tambunan

Minggu, Januari 30, 2011

Great TEACHERS inspire!

“Izinkanlah anak-anak SD di pelosok itu mencintai, meraih inspirasi, dan berbinar menyaksikan kehadiranmu. Dan yang terpenting, Anda sebagai anak terbaik telah ikut-sekecil apapun-mendorong kemajuan, mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah…”
_ Anies Baswedan

Pesan tersebut disampaikan oleh Anies Baswedan melalui e-mail sebagai ucapan pemberangkatan terhadap 51 pengajar muda yang bergabung dalam GIM (Gerakan Indonesia Mengajar). Hanya 51 pengajar yang dipilih melalui seleksi ketat dari para pelamar sebanyak  1.382. Mereka akan dikirim ke berbagai daerah terpelosok di Indonesia. Daerah-daerah tempat mereka mengajar nantinya adalah daerah yang tidak ada aliran listrik, tidak ada sinyal, tidak ada fasilitas internet.

What about us? Bagaimana dengan kita?

Setiap guru yang baru lulus diterima sebagai CPNS so pasti akan berteriak girang dalam sukacita luar biasa. Begitulah yang saya amati beberapa tahun terakhir ini setiap ada penerimaan CPNS baru untuk guru. Tapi beberapa bulan kemudian mayoritas dari mereka akan mengeluh, sedih, kecewa dan seakan berat untuk melangkah jika ditempatkan sebagai guru di desa terpencil atau daerah pelosok yang jauh dari kota.

Semoga inspirasi yang disampaikan oleh Anies Baswedan di harian Kompas 30 Januari 2011 ini bisa menggugah para guru agar mereka tetap semangat menginspirasi para siswa di pelosok untuk dapat mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah. Semoga!

Seorang guru yang mengajar tanpa membangkitkan semangat belajar murid-murid, sama seperti menempa besi dingin. 
_horace mann
by wandi tambunan

Together... We achieve more



Saya termasuk orang yang memiliki banyak ide, banyak sekali energy dan visi yang kuat. Tapi semakin hari visi saya semakin berkembang melampaui diri saya. Sehingga saya tidak akan pernah bisa meraih visi saya sendirian. Saya membutuhkan orang-orang di sekeliling saya untuk membuat setiap kerinduan saya menjadi kenyataan.

Tidak peduli sehebat  apa saya, seberapa besar energy saya, atau sebanyak apa ide saya, Saya harus menunjukkan kalau saya sangat membutuhkan orang lain untuk menjadi team dengan saya dalam merealisasikan setiap target saya. 

Presiden Woodrow Wilson berkata, ‘Kita tidak boleh menggunakan akal sehat yang kita miliki saja, tetapi semua akal yang dapat kita pinjam’. Mengapa hanya akal? Daftarkan juga tangan dan hati mereka! 

Presiden Lyndon Johnson sungguh benar ketika berkata, ‘Tidak ada masalah yang tidak dapat kita selesaikan bersama, dan sangat sedikit yang dapat kita selesaikan sendiri’.


Appreaciat everyone in your team 
then they’ll become a great team!

Sabtu, Januari 29, 2011

The best motivation: Motivasi yang Paling Utama

Sedih sekali melihat orang-orang yang tidak lagi memiliki motivasi dalam hidupnya. Orang yang tidak memiliki semangat atau motivasi cenderung akan kalah dalam menghadapi tantangan hidup. Karena dengan memiliki motivasi dan semangat yang tinggi akan memampukan kita menghadapi tantangan besar sekalipun.

Bulan desember 2010 yang lalu kami kehilangan seorang uncle dari tengah keluarga kami padahal dia baru berusia 66 tahun. Sejak Agustus 2010 yang lalu dia sudah mulai sakit-sakitan tapi dia tidak mau berobat ke rumah sakit. Dia bersikeras untuk menjalani kesehariannya tanpa berobat. Setiap diajak berobat dia selalu berkomentar bahwa dia baik-baik saja padahal dia sudah mulai mengurus, lemas dan sering tidak selera makan. 

Akhirnya bulan November yang lalu dia dibawa ke RS karena desakan keluarga. Seminggu dirawat di RS di Sidikalang tidak ada perkembangan sehingga keluarga memutuskan untuk membawanya ke RS di Medan. Seminggu dirawat disalah satu RS di Medan, kondisinya semakin parah. Kemudian keluarga memutuskan membawanya ke RS yang lebih baik di Medan. Selama dirawat di RS dia tidak suka dirawat. Dia sering berusaha untuk melepaskan infus dari tangannya. Dia juga tidak mau makan. Malah dia selalu berkata jikalau lebih baik dia dibawa saja pulang ke rumah ke kampung. Karena dia terus ngotot dan marah untuk dibawa pulang ke kampung para keluargapun mencoba diskusi dengan pihak RS. Pihak RS pun berkata kalu penyakitnya sudah sangat parah dan tidak tertolong lagi. Akhirnya diapun dibawa pulang ke kampung. Hanya 2 malam di kampung dia passed away (meninggal) akhir bulan desember 2010 yang lalu. 

Padahal oppung saya juga dirawat di RS sejak bulan Desember 2010 yang lalu. Oppung saya sudah berusia hampir 90 tahun. Bedanya oppung saya memiliki semangat yang tinggi untuk sembuh. Suatu hari ketika masih sedang dirawat, adik saya duduk dekat ke oppung saya. Adik saya mengajak oppung ini cerita-cerita seputar kesehatan oppung ini. Adik saya bertanya pada oppung: ‘Oppung… masih pengennya oppung hidup lebih lama?’ Adik saya kaget mendengar jawaban oppung: ‘Ya iyalah. Harus sembuhnya aku. Belum mau aku mati. Aku masih ingin bersama-sama dengan kalian semua.’ Walau belum sembuh total hingga hari ini oppung masih dirawat di rumah.

Itulah pentingnya memiliki motivasi dan semangat yang tinggi dalam hidup. Dengan semangat dan motivasi akan memampukan kita untuk bertahan menghadapi kesulitan hidup bahkan penyakit sekalipun.

Tadi seorang sahabat, his name is Thurneysen mengirimkan sebuah SMS motivasi ke saya. Isinya begini:
Untuk mendapatkan satu ons emas, anda harus memindahkan berton-ton tanah. Demikian juga untuk memperoleh satu hal yang berharga, terkadang perlu menghadapi begitu banyak tantangan. 

So? Milikilah semangat dan motivasi yang tinggi. Olehnya kita akan kuat dan semakin dewasa dalam hidup..

by wandi tambunan