Saya betul-betul speechless menyaksikan pertandingan sepak bola Arsenal VS Newcastle 5 Februari 2011 yang lalu. Betapa tidak?
Arsenal yang sudah unggul 4-0 di babak pertama harus ‘menderita’ pengalaman pahit karena Newcastle mampu menyamakan ‘kedudukan’ menjadi 4-4 hingga akhir pertandingan. Poin penuh hilang didapatkan Arsenal yang tengah berjuang mengejar MU saat itu.
Bagaimana hal itu terjadi?
Performa gemilang di paruh pertama berubah suram akibat perilaku tidak sportif Abou Diaby kepada dua pemain tuan rumah yang berujung kartu merah pada menit ke-50. Insiden bermula dari pelanggaran yang dilakukan Diaby kepada Joey Barton. Diaby kemudian memegang leher bagian belakang Barton dan mendorongnya sampai jatuh. Kevin Nolan kemudian menghampiri mereka dan berusaha melerai, tetapi didorong oleh Diaby.
Diaby telah dikendalikan oleh emosinya sehingga tidak bisa lagi bersikap tenang dalam mengatasi permasalahan sepele.
Wasit Philip Dowd yang berada tak jauh dari titik konflik langsung mengacungkan kartu merah kepada Diaby. Itu menjadi momen kebangkitan Newcastle. Mereka mulai berani menekan dan berhasil memaksa Arsenal bertahan. Dengan hanya bermain 10 orang dan dengan mood yang down Arsenal kehilangan keperkasaannya.
Unggul 4-0 di paruh pertama pertandingan menjadi sia-sia hanya gara-gara tidak bisa mengendalikan emosi adalah satu hal yang sangat disayangkan.
Therefore…..
Jika kita tidak ingin kebahagian kita hilang maka marilah kita mengendalikan emosi kita…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar