Senin, Februari 07, 2011

Melayani Keluarga

OUR PARENTS NEED OUR PRESENCE 
MORE THAN OUR PRESENTS


Hari sabtu yang lalu, tepatnya 5 Februari 2011, istri saya mengajak saya jalan-jalan ke kampung orangtua saya. Kami berangkat sekitar jam 10 pagi naik motor tartig alias tarik tiga bersama putri kami yang masih berusia 1 tahun 8 bulan. Adik saya perempuan yang paling bungsu pun ikut. Dia juga mengendarai sepeda motor sendirian. Setibanya di kampung kami langsung membersihkan rumah, kemudian kami  manggang daging yang kami bawa mentah dari Sidikalang. Sambil memasak kami juga cerita sambil bercanda. Kami sangat menikmati kebersamaan kami. Sebelum makan siang, mama kami mengajak kami pergi keladang mo ngambil pisang sekalian lihat durian dan hasil pertanian lainnya. Mamak kami sangat senang.

Kemudian kami balek ke rumah tuk makan siang. Kami sangat menikmati makan siang kami dengan menu soup, BPT dan Ayam panggang. Lezaaat! Selesai lunch saya duduk di teras rumah sambil tukar pikiran dengan bapak. Bapak sangat suka ngobrol dengan saya. Dia merasa ‘nyambung’ dan mendapat semangat dan motivasi dari saya. Sedangkan istri saya dan adek saya kerja dan cerita dengan mamak saya di ruang tengah.

Sekitar jam 3 sore, kami semua ngumpul di teras rumah sambil minum kopi dan makan snacks. Sambil ngobrol, tertawa kami cerita tentang kehidupan di kampung. Sekitar jam 5 sore kami pulang ke Sidikalang.
Selama di kampung, saya melihat ada keceriaan di wajah orangtua kami. Mereka sangat senang jika dikunjungi. Kami juga tidak mengeluarkan banyak biaya. Hanya menyediakan waktu 1 harian bersama mereka. Tapi itu sangat berharga bagi mereka.


So, temans… mari kita kunjungi orangtua kita, anggota keluarga kita, tebarkanlah kasih di tengah-tengah mereka. Itulah hadiah terindah buat mereka karena sebenarnya mereka lebih membutuhkan kehadiran kita (presence) dibandingkan dengan pemberian kita (presents).

 by: wandi tambunan

Jumat, Februari 04, 2011

Mengubah Hidup melalui Pendidikan


Mengubah Hidup
melalui Pendidikan

Oleh: Wandi Tambunan, A.Md.
                        (Pimpinan THE ARK SCHOOL)
 
“Izinkanlah anak-anak SD di pelosok itu mencintai, meraih inspirasi, dan berbinar menyaksikan kehadiranmu. Dan yang terpenting, Anda sebagai anak terbaik telah ikut-sekecil apapun-mendorong kemajuan, mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah…”
_ Anies Baswedan

Kalimat diatas adalah sepenggal pesan dari Anies Baswedan sebagai ucapan pemberangkatan terhadap 51 pengajar muda yang bergabung dalam GIM (Gerakan Indonesia Mengajar). Hanya 51 pengajar yang dipilih melalui seleksi ketat dari para pelamar sebanyak  1.382. Mereka akan dikirim ke berbagai daerah terpelosok di Indonesia. Daerah-daerah tempat mereka mengajar nantinya adalah daerah yang tidak ada aliran listrik, tidak ada sinyal, tidak ada fasilitas internet. Mereka diutus selama 1 tahun untuk mengajari anak-anak sekolah di pelosok di berbagai daerah terpencil di Indonesia. Semoga dengan kehadiran mereka anak-anak di pelosok terinspirasi untuk mengubah hidup mereka agar lebih baik. Sungguh sebuah misi yang luar biasa baik.

What about us? Bagaimana dengan kita?

Setiap guru yang baru lulus diterima sebagai CPNS so pasti akan berteriak girang dalam sukacita luar biasa. Begitulah yang saya amati beberapa tahun terakhir ini setiap ada penerimaan CPNS baru untuk guru. Tapi beberapa bulan kemudian mayoritas dari mereka akan mengeluh, sedih, kecewa dan seakan berat untuk melangkah jika ditempatkan sebagai guru di desa terpencil atau daerah pelosok yang jauh dari kota.

Sekitar 3 tahun yang lalu saya menerima piagam penghargaan dari Bupati Dairi atas jasa kursus yang saya kelola the ark school dalam mengembangkan pendidikan di Kabupaten Dairi. Saat itu saya ikut menyaksikan Bupati Dairi memberikan piagam penghargaan kepada banyak guru yang mengajar di beberapa daerah terpencil di kabupaten Dairi. Saat itu terlintas di pikiran saya, semoga tahun depan Bupati tidak hanya memberikan piagam penghargaan tapi juga bantuan konkrit lainnya seperti buku referensi belajar, komputer atau alat bantu mengajar lainnya khususnya bagi para teman-teman guru yang mengajar di daerah terpencil.

I Have a Dream

Saya memiliki impian agar semua guru semakin mencintai mengajar, semua siswa semakin menikmati belajar, memiliki karakter sehingga akan ‘lahir’ anak-anak yang cerdas yang mampu mengubah hidup semakin lebih baik khususnya siswa-siswa yang sekolah di pedesaan. Tapi hal itu tidak akan tercapai dengan mudah jika kesejahteraan guru tidak diperhatikan. Pemerintah khususnya Pemda sangat diharapkan memberi kontribusi konkrit mendukung para guru agar dapat mengajar dengan lebih baik. Misalnya dengan cara membuat pelatihan dan motivasi kepada guru-guru tentang tehnik mengajar yang baik, memberi bantuan buku referensi, fasilitas komputer, atau alat bantu mengajar lainnya.

Semoga seperti sepenggal pesan Anies Baswedan diatas bisa menggugah para guru agar mereka tetap semangat menginspirasi para siswa di pelosok untuk dapat mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah. Semoga!
Seorang guru yang mengajar tanpa membangkitkan semangat belajar murid-murid, sama seperti menempa besi dingin.   _horace mann






note: tulisan ini adalah editan dari tulisan saya sebelumnya

Rabu, Februari 02, 2011

A friend in need is a friend indeed




Presiden Abraham Lincoln pernah berkata, “Jika Anda ingin memenangi seseorang agar bersedia membantu Anda, pertama-tama yakinkan dirinya bahwa Anda adalah sahabat yang tulus.”

Sahabat sejati adalah seseorang yang tetap sahabat, baik dalam suka maupun duka. 

Ketika kuliah dulu, saya punya seorang teman yang sangat suka jika diajak menjenguk orang sakit atau melawat keluarga orang meninggal. Dia sangat merasakan kesedihan setiap orang yang sedang berduka. Hebatnya dia tidak terlalu antusias jika diajak ke pesta ulang tahun atau pesta sukacita lainnya. Bukan dia tidak suka tapi dia lebih mengutamakn mengunjungi orang yang berduka dibandingkan dengan orang yang bersukacita. 

Marilah kita menjadi sahabat yang tulus bagi semua orang.. baik dalam suka maupun duka.


Do not protect yourself by a fence,
but by your friends. _Czech Proverb

by wandi tambunan

Selasa, Februari 01, 2011

A++ for Others…

Mengutamakan orang lain secara A Plus Plus

Untuk berhasil dalam pergaulan khususnya bekerja dalam tim kita harus fokuskan perhatian kita pada orang lain dan bukan pada diri sendiri.

William King pernah berkata, ‘Orang yang bergosip adalah orang yang berbicara pada Anda tentang orang lain. Orang yang menjemukan adalah oang  yang berbicara pada Anda mengenai dirinya sendiri. Dan seorang pembicara cemerlang  adalah orang berbicara pada Anda tentang diri Anda.’




Dengan berbicara pada orang lain tentang diri mereka kita sedang memberikan penghargaan dan perhatian tertinggi pada orang lain. Mereka akan menikmati berbicara dengan kita. Mereka aka selalu ingin bersama kita. Mereka akan merindukan dan menginginkan kita bersama mereka. Dengan cara demikian akan lebih mudah bagi kita menyampaikan pemikiran kita pada orang lain.

Above all… treat others 
the way you treat yourself!


by wandi tambunan

Minggu, Januari 30, 2011

Great TEACHERS inspire!

“Izinkanlah anak-anak SD di pelosok itu mencintai, meraih inspirasi, dan berbinar menyaksikan kehadiranmu. Dan yang terpenting, Anda sebagai anak terbaik telah ikut-sekecil apapun-mendorong kemajuan, mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah…”
_ Anies Baswedan

Pesan tersebut disampaikan oleh Anies Baswedan melalui e-mail sebagai ucapan pemberangkatan terhadap 51 pengajar muda yang bergabung dalam GIM (Gerakan Indonesia Mengajar). Hanya 51 pengajar yang dipilih melalui seleksi ketat dari para pelamar sebanyak  1.382. Mereka akan dikirim ke berbagai daerah terpelosok di Indonesia. Daerah-daerah tempat mereka mengajar nantinya adalah daerah yang tidak ada aliran listrik, tidak ada sinyal, tidak ada fasilitas internet.

What about us? Bagaimana dengan kita?

Setiap guru yang baru lulus diterima sebagai CPNS so pasti akan berteriak girang dalam sukacita luar biasa. Begitulah yang saya amati beberapa tahun terakhir ini setiap ada penerimaan CPNS baru untuk guru. Tapi beberapa bulan kemudian mayoritas dari mereka akan mengeluh, sedih, kecewa dan seakan berat untuk melangkah jika ditempatkan sebagai guru di desa terpencil atau daerah pelosok yang jauh dari kota.

Semoga inspirasi yang disampaikan oleh Anies Baswedan di harian Kompas 30 Januari 2011 ini bisa menggugah para guru agar mereka tetap semangat menginspirasi para siswa di pelosok untuk dapat mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah. Semoga!

Seorang guru yang mengajar tanpa membangkitkan semangat belajar murid-murid, sama seperti menempa besi dingin. 
_horace mann
by wandi tambunan

Together... We achieve more



Saya termasuk orang yang memiliki banyak ide, banyak sekali energy dan visi yang kuat. Tapi semakin hari visi saya semakin berkembang melampaui diri saya. Sehingga saya tidak akan pernah bisa meraih visi saya sendirian. Saya membutuhkan orang-orang di sekeliling saya untuk membuat setiap kerinduan saya menjadi kenyataan.

Tidak peduli sehebat  apa saya, seberapa besar energy saya, atau sebanyak apa ide saya, Saya harus menunjukkan kalau saya sangat membutuhkan orang lain untuk menjadi team dengan saya dalam merealisasikan setiap target saya. 

Presiden Woodrow Wilson berkata, ‘Kita tidak boleh menggunakan akal sehat yang kita miliki saja, tetapi semua akal yang dapat kita pinjam’. Mengapa hanya akal? Daftarkan juga tangan dan hati mereka! 

Presiden Lyndon Johnson sungguh benar ketika berkata, ‘Tidak ada masalah yang tidak dapat kita selesaikan bersama, dan sangat sedikit yang dapat kita selesaikan sendiri’.


Appreaciat everyone in your team 
then they’ll become a great team!