Selasa, Maret 15, 2011

Teenagers' HABITS in spending spare time

Apa yang anak remaja paling suka lakukan di waktu luang mereka? Saking sukanya bahkan mereka sering melakukannya walau banyak kesibukan? 


Rani Banjarnahor Agustina Facebook an atau game online mungking bang!
Wandi Tambunan That's right.. Any others?
Wandi Tambunan ngemil sambil sms-an kali ya....
Endank Mahulae brvoto sir, Ng'edit2 gt, Ckckck Tp aku ngga ya sir
Wandi Tambunan Emank kamu gak remaja? he he he.... just kidding..
Endank Mahulae remaja kristen yg baik sir. . heheh
Hevfy Bintang Nonton atau telponan ma yg terkasih sir...
Ricardo Sinaga ky'a fb-an dr hp z.Update stts cmnt2nan
Agustina Lumbantoruan smsan sir

Ternyata:

  1. Remaja sangat suka FB_an ketika gak ada kegiatan atau ketika suntuk.
  2. Remaja sangat sering SMS-an. Apalagi mengingat murahnya sms-an saat ini. Remaja yang punya pacar rentan menghabiskan sangat banyak waktu untuk sms_an.
  3. Remaja juga sangat suka ngemil. Barangkali sms_an sambil ngemil. Atau FB_an sambil ngemil. Atau Ngemil sambil sms-an. Tapi gak mungkin main PB sambil ngemil. Ntah lah!
  4. Foto_an a la narsis. Tidak heran era digital telah membuat para remaja semakin mahir ber-acting ria di depan kamera. Bahkan oppung saya yang sudah berusia hampir 90 tahun sudah tahu bergaya di depan kamera. Putri saya yang masih berusia hampir 2 tahun saja setiap saya pegang kamera langsung berkata, “pa, foto… foto” 
  5. Edit foto. Jangankan remaja saya pribadi sering sekali menghabiskan waktu laung untuk edit foto. Asyik sih…! 
  6. Telpon_an. Tidak hanya nelpon pacar, nelpon teman-teman aja sering sekali menghabiskan sangat banyak waktu. Kalau udah ngobrol, sering sekali sampai lupa waktu… 
  7. Nonton. Nonton itu baik jika kita selektif dalam memilih acara yang inspirational, atau nambah pengetahuan. Tapi sering sekali remaja sukanya nonton sinetron, info selebritis.



Remaja paling suka melakukan sesuatu yang menarik perhatian mereka, menghabiskan sangat banyak waktu untuk sesuatu yang mereka sukai. Tidak peduli sibuk atau tidak, sering sekali remaja melupakan prioritas demi hobby.

Tapi yang saya amati penyakit ini telah menjangkiti manusia di semua tingkatan umur. Baik anak-anak, remaja, orangtua bahkan oppung-oppung sekalipun.

  • Tidak ada yang salah dengan menonton TV. Yang salah adalah kelamaan nonton TV, menonton acara yang tidak berkualitas.
  • Tidak ada yang salah dengan main game on_line. Yang salah adalah kelamaan main game, menggunakan uang sekolah untuk main game.
  • Tidak ada yang salah dengan sms_an. Yang salah adalah ber sms ria tanpa ada topik utama yang bermanfaat.
  • Tidak ada yang salah dengan telpon_an. Yang salah adalah lupa tugas karena kelamaan telpon_an padahal sebenarnya tak penting-2 amat yang dibicarakan.

So, Dear teenagers… 

Semua hal diatas penting untuk dilakukan asalkan kita tetap bisa menuntaskan prioritas kita terlebih dahulu seperti: Belajar, mengerjakan PR, pekerjaan di rumah dan hal penting lainnya.

by wandi tambunan


Senin, Maret 14, 2011

Cat VS Dog

Pengen bangat yah… bisa belajar Filsafat… sebaiknya sih ada mentornya… t'rus lengkap perpustakaannya… ada komunitasnya… sehingga kita bisa saling berdiskusi dan akhirnya bisa membuat pemikiran-pemikiran mendalam yang baru… Atau teman-teman… ada usulkah?
 
Barusan saja saya penasaran sebenarnya yang lebih penakut siapa? Kucing pada anjing atau anjing pada kucing? Dari pada capek penasaran sendiri, saya tanya aja teman-teman FACEBOOKERS… finally… terjadilah percakapan berikut:




Siapa lebih takut? Kucing pada anjing? atau anjing pada kucing?
Top of Form
Simson Pardosi kalo di rumah ku kucing sama anjing, berdamai bang....!!! karna pemiliknya cinta damai.....!!! hehehehhe
Wandi Tambunan Ha ha ha.... Mantaf tuh bro.... So, kalo kucing sama anjing suka b'rantam dalam satu rumah itu brarti pemiliknya,,,? What do you think bro...?
Wandi Tambunan atau pemikiran lain.... kalo anak-anak suka brantam... itu brarti mereka meng_copy paste dari ortu mereka... he h he...
kalo kucing s'ma anjing berantm, emang biasa lah bang...!! heheheh... namanya juga binatang... kwakakkka...

kalo anak2 suka berantam d rumah, karna ortunya membiarkan anak2 itu berantam, atau juga terlatih dari orangtuanya yang gemar berantam.... kan ada pepatah "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, kalau pun jauh berarti ada pihak ketiga yang ambil alih" hehehhe
Wandi Tambunan Brarti kucing nya Anda luar biasa donk... karna cinta damai.... atau mereka pernah ikut skolah minggu ya...
Simson Pardosi kwakakka.. ga bang, tapi karna yang punya mantan guru sekolah minggu...!!! jadi mereka pernah dengar lagu s,minggu "anak monyet di atas pohon, anak cacing di dalam tanah, anak burung di dalam sangkar, anak Tuhan hey di dalam gereja".... kucing meong2, kambing mbek2... kodok teot tet bum.... !!! kwakkaka..... jadi rindu sama anak2.... hohoohohoho
Wandi Tambunan Bagus bangat tuh bro... sbaiknya ada MORAL LESSON buat binatang ya... atau moral lesson buat orang2 yang suka bertingkah binatang... he hehe....
Simson Pardosi lbh tepatny keg gt bang, anjing z bs dlatih mjd lbh baek n setia ama tuan ny, knp manusia lupa sm Tuhanny, y kan bang.. :)

Therefore, apa nih kesimpulannya?
Menurut analisa sementara setelah dibantu oleh teman kita Simson Pardosi, kodratnya kucing sama anjing ya memang suka brantam.. namanya juga binatang. Tapi banyak juga kucing dan anjing menjalin persahabatan yang sangat erat, saling berbagi, sering bersama-sama, dll. 

Nah… Filsafat kan sering sekali pertanyaan dijawab dengan pertanyaan, so nanya lagi nih? Apa saja penyebab yang membuat kucing dan anjing bisa akrab?

Pemikiran lain, kalo kucing dan anjing saja bisa bergaul akrab kenapa manusia sebagai mahluk sosial kok malah suka brantam ya?
Jangan-jangan binatang bisa berkarakter seperti manusia dan begitu sebalikya..
Menurut anda gimana?

Yah… kok malah banyak bertanya….

Tapi kalau kita kembali ke pertanyaan awal? lebih takut siapa? itu sih tergantung situasinya?
Kalo kucing lagi bareng orangtuanya biasanya sih lebih pemberani dan sebaliknya. Ukuran badan juga berpengaruh, t'rus kondisi perut. Biasanya yang lapar lebih buas dan garang. Termasuk juga adat dan istiadat di daerah tersebut. he he he...
Bottom of Form

by: wandi tambunan

Pray_Plan_Prepare_Pray

Yet I am poor and needy; come quickly to me, O God. You are my help and my deliverer. O Lord, do not delay. _Psalm 70:5

In any trouble we face, we do not need to worry for we have a great Helper in heaven. We can share any burden we have with Him. He is waiting for us. 

Anyhow, we’ve got to be still in His presence, listen to the words He says. Do whatever He wants us to do. If we keep praying God will never delay to help us.
Amen.
 by wandi tambunan

Jumat, Maret 11, 2011

“Senangnya jadi saya”, she said.

Kutipan diatas baru saja saya baca di sebuah buku berjudul KERJA DI RUMAH EMANG ‘NAPA? Karyanya Anang Y.B. Si pengucap kalimat yakni Novi Trihastuti merasa sangat bahagia karena memiliki banyak sekali supportive friends dalam hidupnya. 

Pernah gak ya kita mengatakan kalimat seperti itu? Atau kita malah berkata, “Senangnya jadi dia”. Kalau Novi Trihastuti berkata demikian karena mensyukuri telah memiliki banyak sahabat yang sangat mendukung dia, bagaimana dengan kita? Apa hal-hal yang patut kita syukuri dari diri kita sehingga kita juga diingatkan untuk berkata “Senangnya jadi saya”. 

Kita sepantasnya mensyukuri memiliki keluarga, sahabat, pekerjaan, usia yang bertambah, bahkan hal-hal yang sering kita lupa untuk syukuri seperti hidup kita, kesehatan dan pemeliharaan Tuhan setiap harinya dalam hidup kita.

Mari syukuri hidup dengan berkata: “Senangnya jadi saya”.



by wandi tambunan

Mangaliati...

Let’s Get Lost!
(Nyasar Yuk!)
                                                   Oleh: Wandi Tambunan, A.Md.
        (Pimpinan THE ARK SCHOOL)
                                    


Tidak ada orang yang menghendaki tersesat di sebuah hutan tanpa mengetahui arah jalan sama sekali. Tidak memiliki kompas atau kebutuhan penting lainnya. Atau tersesat di sebuah kota besar sehingga tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh.

Tapi tidak demikian halnya dengan seorang yang memiliki jiwa petualangan yang tinggi. Seorang petualang sangat menyukai tantangan bahkan sangat menyukai berada dalam situasi kesasar atau tersesat sekalipun. Ketika seorang petualang tersesat di sebuah hutan, dia tidak menganggapnya sebagai masalah. Dia tidak berkata, “Wah! Saya kesasar di hutan luas dan seram. Gawat nih! Gimana pulangnya ini?”. Malah dia akan berkata, “Wah! Indah sekali hutan ini.. saya ingin menjelajahinya.. betapa hijaunya pepohonan ini… Like this!”


Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah iklan yang sangat menarik perhatian saya di televisi channel National Geographic Adventure. Di iklan tersebut ada 2 orang remaja; 1 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka menyetop sebuah taxi dan bertanya kepada si supir. ‘Do you speak English?’ si supir menjawab ‘No’. Kemudian ditanya lagi ‘Do you speak Germany?’ mereka menanyakan hingga 6-7 bahasa tapi si supir tetap menjawab ‘No’. Tapi hebatnya mereka malah naik taxi tersebut. Ternyata mereka adalah petualang yang sedang mencari tantangan, yang sedang ingin kesasar, yang sedang ingin tersesat. Kesannya emank bodoh, tapi itulah petualang. Mereka selalu berkata: Let’s get lost! Alias Nyasar Yuk!. 

Bagi petualang getting lost adalah sebuah pengalaman baru. Sebuah tantangan, sebuah kenikmatan bahkan bagi mereka jika tidak kesasar bukanlah sebuah petualangan. Aneh bin ajaib.

How about us?

Barangkali sebagian dari kita juga seperti kedua orang remaja di iklan tersebut. Menyukai tantangan dan menikmati hal-hal baru. Tapi juga tidak sedikit orang  yang sangat beci berada dalam posisi kesasar atau mengetahui diri telah menempuh rute yang salah.

Bulan Februari 2011 yang lalu saya pergi ke Jakarta sendirian untuk mengikuti sebuah workshop yang diselenggarakan di Hotel Ciputra Grogol. Saya menginap di Cawang UKI. Ketika saya sedang berada di Grogol seorang saudara mengajak saya ketemuan di Metropolitan Mall di Bekasi. Saya pribadi belum pernah ke Bekasi tapi saya pengen sekali bertemu dengan teman saya ini karena bagi saya dia adalah seorang abang yang telah banyak menginspirasi hidup saya.  Waktu itu teman tersebut memberitahu saya jenis transportasi yang bisa saya naiki dari Grogol menuju Bekasi. Karena saya banyak barang bawaan saya memutuskan untuk mengantarnya dulu ke Cawang UKI tempat saya menginap. Kemudian saya pergi lagi ke Grogol naik busway dengan lama tempuh sekitar 45 menit. Setibanya di Grogol saya langsung beritahu teman tersebut bahwa saya baru saja dari Cawang mengantarkan barang bawaan saya. Teman saya kaget, “Lo! Lu ngapain lagi balek ke Grogol? Dari Cawang ke Bekasi kan tinggal 30 menit?” Saya gugup dan malu menjawab dia. Saya hanya berkata. Ya ampun! Saya taunya angkutan ke Bekasi kan hanya dari Grogol”. “Yahh! Lu sih gak nanya” demikian dia berkomentar. Tapi sebenarnya saya beruntung pergi lagi ke Grogol. Karena perjalanan jadi lebih jauh dan jadi lebih banyak tau tentunya. He he he….

So readers, Let’s get lost!



Senin, Maret 07, 2011

Let’s Get Lost! (Nyasar Yuk!)


Tidak ada orang yang menghendaki tersesat di sebuah hutan tanpa mengetahui arah jalan sama sekali. Tidak memiliki kompas atau kebutuhan penting lainnya. Atau tersesat di sebuah kota besar sehingga tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh.
 
Tapi tidak demikian halnya dengan seorang yang memiliki jiwa petualangan yang tinggi. Seorang petualang sangat menyukai tantangan bahkan sangat menyukai berada dalam situasi kesasar atau tersesat sekalipun.

Minggu lalu saya menonton sebuah iklan yang sangat menarik perhatian sayadi teve channel NG Adventure. Di iklan tersebut ada 2 orang remaja, 1 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka menyetop sebuah taxi dan bertanya kepada si supir. ‘Do you speak English?’ si supir menjawab ‘No’. kemudian ditanya lagi ‘Do you speak Germany?’ mereka menanyakan hingga 6-7 bahasa tapi si supir tetap menjawab ‘No’. Tapi hebatnya mereka malah naik taxi tersebut. Ternyata mereka adalah petualang yang sedang mencari tantangan, yang sedang ingin kesasar, yang sedang ingin tersesat. Kesannya emank bodoh, tapi itulah petualang. Mereka selalu berkata: Let’s get lost! Alias Nyasar Yuk!. 

Bagi petualang getting lost adalah sebuah pengalaman baru. Sebuah tantangan, sebuah kenikmatan bahkan bagi mereka jika tidak kesasar bukanlah sebuah petualangan. Aneh bin ajaib.

So readers, Let’s get lost!
 by wandi tambunan

Minggu, Maret 06, 2011

Tuktuk d’tour with Wandi Tambunan, Elvin Boers, Wandy Simbolon, & Azis Darson Sinaga

On Nyepi’s day yesterday…







Saya bersama 3 orang teman yakni Elvin Boers, Wandy Simbolon & Azis Darson Sinaga pergi ke Tuktuk Siadong Pulau Samosir untuk melakukan survey tempat Retreak PAK Perkantas Sidikalang yang akan berlangsung 27-29 Agustus 2011 yang akan datang. We travelled by motorcycle. It was a survey but we called it an adventure.

Persinggahan pertama kami adalah Menara Pandang Tele. Di tempat ini kami melakukan banyak perbuatan Narsis a la anak muda zaman sekarang. Gak nyadar sudah tua tetap aja nge-narsis. Apa boleh buat era digital telat nongol. Tanpa disadari era digital telah membuat sangat banyak orang semakin kreatif ber-acting di depan kamera. Kemudian kami juga singgah di tempat dengan view yang cocok buat nge-narsis. 

Setibanya di Tuktuk kami segera menuntaskan misi utama kami yaitu survey tempat retreat. Setelah men-survey beberapa tempat penginapan seputar kenyamanan tempat penginapan, aula untuk kebaktian, tarif, fasilitas, dll, akhirnya kami memutuskan untuk booking Marroan inn. Mission Accomplished.

Dengan perut sudah mulai 'keroncongan', kami pergi lunch di rumah makan favorit kami setiap pergi ke Tuktuk Rumah Makan Islam Murni. Selesai lunch kami menyewa penginapan selama 2 jam untuk rebahan sebentar dan ganti pakaian untuk go swimming in lake Toba. Selesai renang kami packing kemudian melanjutkan perjalanan menuju Samuel Bakery salah satu toko roti paling lezat di Tuktuk. Unfortunately it was closed. Setibanya di Samuel Bakery, yaaaah malah hujan. Jadinya kumat dech penyakit buruk yang menyenangkan yang menurut diagnose sementara  oleh dokter spesialis digital nama penyakit ini adalah Narsisme. 
 
Setelah agak reda… kami melanjutkan perjalanan pulang ke Sidikalang via pangururan. Kami tiba di Sidikalang sekitar pukul 22.00 WIB. 

Thanks God everything ran well.

by wandi tambunan

Jumat, Maret 04, 2011

Dari Hobby menjadi Keahlian

Setiap orang pasti punya hobby. Saya pribadi memiliki banyak hobby. Bagaimana dengan anda? Berapa banyak hobby yang anda miliki. Jika kita telusuri dan pikirkan dengan sangat serius hobby bisa menjadi kekuatan kita yang sangat luar biasa faedahnya. Baik dari segi finansial maupun dari segi aktualisasi diri. Tapi kuncinya kita harus fokus pada kegemaran kita yang paling dominan. Kita harus pelajari diri kita dengan seksama untuk mengetahui urutan paling top dari beberapa kesukaan yang kita miliki. 

Setelah mengetahui hobby kita yang paling top kemudian kita harus menentukan sikap bahwa kita harus mengalokasikan waktu kita lebih banyak terhadap apa yang sangat kita gemari. Mengembangkan hobby tersebut menjadi keahlian. Semakin banyak waktu yang kita sediakan terhadap kegemaran tersebut maka semakin cepat kita memiliki keahlian dalam bidang hobby tersebut.

Misalnya saya memiliki hobby membaca, menulis, dan mengajar. Maka sebagian besar waktu saya harus saya alokasikan untuk membaca buku-buku berkualitas kemudian membuat kesimpulan-kesimpulan baru tentang hal-hal yang saya baca. Akhirnya saya akan menelurkan berbagai gagasan baru melalui tulisan dan pengajaran. Dengan menghabiskan sebanyak mungkin waktu untuk membaca dan menulis yang sebenarnya adalah hobby saya maka semakin cepat saya mahir dalam membaca dan menghasilkan karya tulisan yang bermutu dan bermanfaat bagi orang lain dan tentunya akan semakin mengasah kemampuan saya dalam mengajar.

Pada akhirnya saya akan menjadi seorang expert dalam bidang menulis dan mengajar yang semuanya saya awali dari hobby saya. Dan yang terutama saya akan segera memiliki karya yang luarbiasa baik dan sangat bermanfaat dalam hidup saya. Dan karya ini bisa memberikan kesejahteraan secara finansial bagi saya sekaligus memberi kepuasan karna saya telah berhasil mengaktualisasikan diri saya.

Selamat menelusuri hobby Anda.!





by wandi tambunan

Kamis, Maret 03, 2011

Water boom / Water park Dairi

Setiap orang butuh refreshing. Bekerja dan refreshing harus balance alias seimbang. Orang yang bekerja terus tanpa refreshing cenderung mudah marah, cepat tua dan berbagai efek negatif  lainnya. Orang yang pandai menata hidup pasti menyediakan waktu untuk refreshing. Dengan refreshing akan memberi kita kesegaran pikiran dan tubuh dengan stamina yang lebih kuat untuk melanjutkan rutinitas kerja. Bahkan Komputer sekalipun butuh refresh dengan menekan tombol F5.

Di Kabupaten Dairi tercinta ini ketika ada masa liburan mayoritas orang akan pergi ke TWI. Sebagian orang yang memiliki cukup uang akan pergi ke Medan atau daerah wisata lainnya seperti Tuktuk, Parapat atau barangkali Simalem Resort.


Walau sebatas park, saya yakin TWI juga bisa menghasilkan income buat Kabupaten Dairi. Pengunjung berasal tidak hanya dari Dairi tapi juga dari berbagai kota di Indonesia. But Unfortunately, daerah kunjungan wisata di Dairi masih sebatas TWI (Taman Wisata iman).


Water Boom di Dairi

Beberapa waktu yang lalu saya lewat naik motor dari Jln 46/Farmasi Sidikalang. Di pinggiran Jl. 46 tersebut saya melihat sebuah spanduk bertuliskan "Disini akan dibangun Water Boom'. Melihat spanduk tersebut saya teringat Water park Labersa Pekanbaru yang saya kunjungi bersama keluarga saya bulan januari yang lalu. Menurut hitungan sepintas saya waktu itu ketika waktu libur water park tersebut bisa menghasilkan income sampai 60 jutaan per hari.  Selain mempercepat pertumbuhan sebuah kota juga akan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat Dairi. Tapi semoga spanduk tersebut tidak sebatas rencana belaka.



Inspirasi bagi Orang Kaya

Saya sangat berharap bagi orang-orang kaya di Dairi agar menginvestasikan uangnya untuk membangun tempat hiburan yang edukatif di Dairi seperti Water Boom, Perpustakaan umum, dll. Semoga tulisan singkat ini mampu mendorong para investor untuk do something di Dairi. Semoga!



by wandi tambunan