Bersediakah Saudara menjadi Pendoa Syafaat?
Saya masih ingat Agustus 2007 yang lalu Saya mengikuti KNPS (Konsultasi Nasional Pelayanan Siswa) di Sukabumi. Saya sangat menikmati acara KNPS selama 4 hari di Sukabumi. Sangat banyak berkat rohani yang saya dapatkan. Saya mendapat banyak teman baru. Tapi berkat yang paling saya nikmati dan tidak terlupakan adalah berkat rohani tentang menjadi seorang pendoa syafaat. Saya disadarkan dan diingatkan tentang posisi dan peran seorang pendoa syafaat. Pendoa syafaat adalah orang yang berdiri diantara Tuhan dan obyek yang harus menerima murka dan Keadilan Allah. Dalam doanya ia berkata, ‘Tuhan, Engkau memang sepenuhnya berhak menghajar bangsa ini. Engkau harus melakukan itu karena keadilalanMu. Tetapi, aku berdiri di antara Engkau dan bangsa ini; dan Tuhan, dengan segenap rasa hormat aku memberanikan diri untuk berkata bahwa jika Engkau menghajar mereka berarti Engkau harus menghajarku terlebih dahulu.’ Begitulah kedudukan seorang pendoa syafaat. Kata-kata tersebut diatas sangat membekas dan tidak pernah saya lupakan. Setiap saya mau mendoakan orangtua dan seluruh keluarga saya, saya selalu memposisikan diri saya sebagai seorang pendoa syafaat.
Memang jauh lebih mudah mendoakan kebutuhan pribadi kita, kita akan lebih lancar berkata-kata dalam doa tatkala yang kita doakan adalah kebutuhan pribadi kita. Beda halnya jika kita mendoakan kebutuhan atau masalah yang menyangkut orang lain. Tapi mari kita belajar menjadi seorang pendoa syafaat bagi orang lain.
Mari kita menghalangi Tuhan memurkai dunia ini. Dia akan membatalkan murkaNya jika kita berdiri diantara Tuhan dengan dunia yang akan Dia murkai ini.
Wandi Tambunan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar