Coba amati gambar disamping! Apakah posisi tangan saya senada dengan senyuman dan tatapan mata saya?
Menurut anda, sbenarnya otak saya menyuruh saya untuk tersenyum, atau membuat jari dan tangan sperti itu? atau malah menatap dengan cara yang demikian?
Atau mungkin saya membuat jari dan tangan saya sperti itu karena sudah jadi kebiasaan stiap berfoto jari dan tangan saya langsung refleks sperti itu tanpa diperintah oleh otak?
Mari kita analisa lagi dari kasus ini...
Tadi ketika saya mau menghidupkan musik di computer saya, saya bukannya nge klik icon winamp di desktop komputer saya, eeehh…, saya malah nge klik icon Mozilla firefox. Saya confused banget. Sbenarnya yg mrintah kita berbuat sesuatu otak apa kebiasaan. Jangan-jangan kebiasaan saya sudah menginvasi otak saya. Sperti pesan bang napi, ‘ Waspadalah!’
Problem ini pun berlanjut ketika 10 menit kemudian saya mengajar di kelas. Setelah memberikan beberapa menit waktu untuk menjawab pertanyaan multiple choice, kami membahasnya bersama sama. Saya bertanya pada siswa: What is the answer? Salah satu siswa menjawab: (E). He has been working. Padahal mata saya tertuju pada kalimat di kertas: (E). He has been thinking. Tapi saya malah berkata: Yes. That’s right. The answer is (E). He has been working. Yang paling membuat saya bingung adalah: Sebenarnya mulut mengucapkan yang dilihat mata atau yang di dengar telinga atau yang diperintah otak?
What do you think friends? Saya berharap jawaban anda adalah perintah dari otak Anda…
by: Wandi Tambunan
13 komentar:
Test doang...
bisa gk buat koment tanpa masuk acount...
eh...trnya bisa....
tapi ini perintah dari otak kok...he he
thanks ya..
otak kiri apa otak kanan?
bro.... sebenarnya kendali penuh dari apa yg kita dengar, kecap, rasa dsb itu semua dari perintah otak..
sebenarnya itu hanya kehilangan konsentrasi.... biasanya terjadi karena disaat yg sama kita mikir hal yg lain... jadi otak bingung harus kasih perintah utk jalanin yg mana duluan.....
Albert Einstein dulu juga sering ngalamin gitu... dengar kabar dia nyetrumin dirinya ke listrik (listrik tegangan rendah) untuk memulihkannya..... hihihihihih
wah! bettul jg tuh bro! gawat juga tuh. slain nyetrumin diri, ada ga metode lain tuk ngatasinya ya?
btw, Anda siapakah? jd pnasaran nih.. mantaf jg komentar Anda...
Sr.
Menurut saya itu adalah sebuah perintah dari otak karena segala apapun yang kita lakukan itu yang kita inginkan itu berasal dari otak..... ^_^
Dari murid The Ark School:
Name: Evan Sinurat
Grade: VIII
Otak manusia memang LUAR BIASA!!!
Tidak konsentrasi, sudah pasti bikin perintah otak salah di eksekusi, makanya ketika otak bilang hidupkan music di PC pakai winamp, malah yg dieksekusi mozila firefox, dan contoh lain.
Tp aku balik tanya nih bang, tidak selalu salah eksekusi kan...seperti pengalaman ku. Otak bilang, ya udah tonjok aja tuh kepalanya, tp hati nurani melawan otak, dan bilang ga usah.
Jadinya Otak vs hati nurani, hati nurani jg diperintah otak atau tidak?
"Perintah otak, perintah Hati Nurani"
@ElvinDB: bettul tuh bro!
tapi menurut analisa saya:
Otak sering bertindak sebagai Hakim sedangkan hati nurani sebagai Penasihat. Sehingga ketika otak berkata: Saya memang orang yang paling baik dan paling ganteng. Maka hati nurani langsung responds: Ow.. kayaknya nggak lah. masih banyak yang paling baik dan paling ganteng.
therefore.. jagalah hati jangan kau nodai...
@Evan: Nah itu dia van. seharusnya sperti itu. baca komentar @ElvinDB.
Aku setuju bgt analisanya bang.
Otak sbg Hakim, tak selalu bertindak benar.
Hati nurani sbg Penasehat jg tak luput dr nasehat yg salah.
therefore...Jaga otak jaga hati.
Krn bs jd Otak dan Hati Nurani bersekongkol utk menipu kt, lalu kt bertindak jahat. Hihihi...
persekongkolan itu terjadi kalau "Akal Budi" sbg Quality Control tak berfungsi dgn benar.
makin pnjang yahhh...;)
Aku setuju bgt analisanya bang.
Otak sbg Hakim, tak selalu bertindak benar.
Hati nurani sbg Penasehat jg tak luput dr nasehat yg salah.
therefore...Jaga otak jaga hati.
Krn bs jd Otak dan Hati Nurani bersekongkol utk menipu kt, lalu kt bertindak jahat. Hihihi...
persekongkolan itu terjadi kalau "Akal Budi" sbg Quality Control tak berfungsi dgn benar.
makin pnjang yahhh...;)
wah! adalagi akal budi sbg quality control ya...
sy tertarik dgn "kita berbuat jahat karna otak dan hati sekongkol tuk nipu kita dan akal budi tak berfungsi dgn baik.
Nah! Bgaimana dengan binatang yang baik? padahal dia tidak mempunyai akalbudi...
sisi jahat dan sisi baik manusia di kontrol oleh "Akal Budi", jd bisa dibilang Akal Budi sbg Penjaga Hati.
Binatang yg baik bkn karna akal budinya, krn jelas bhw binatang tdk punya akal budi.Namun begitu Binatang tetap bisa "Dididik" utk melakukan hal-hal baik.
itulah keistimewaan manusia dgn Otak, Hati Nurani, dan Akal Budi berkuasa atas binatang-binatang.
boa paddok ni abang??hehehe...
bettul bettul bettul.
end of conversation bout this tpic.
Let's comment about other topic...
he he he...
Posting Komentar