Rabu, Desember 22, 2010

Kontrol Pikiran: Kunci Kesehatan

Tadi malam saya sangat kaget ketika ditelpon bapak saya dari kampung. Dia britau saya kalau oppung kami sedang sakit keras. Saya pun bingung mau berbuat apa karena saya hanya punya motor sehingga tidak bisa menjemputnya untuk dibawa ke rumah sakit. Saya Tanya mama saya jikalau oppung perlu dibawa ke RS apa tidak. Mama saya berkata,’Harus dibawa ke RS’. Saya telpon adik saya agar mengusahakan mobil. Thanks God, mobil Gereja mereka bisa dipinjam. Kami pun berangkat ke kampung menjemputnya tuk membawanya ke RS. Satu malam ini kami gak bisa tidur karna harus megangin tangan oppung yang sangat gelisah dan lasak sambil berusaha melepaskan selang oksigen dan infus.

Herannya, sekitar jam 10 tadi pagi sewaktu jam kunjung dokter kami menceritakan awal dan penyebab oppung ini sakit. Oppung ini sakit karena 1 hari sebelumnya dia kehilangan uang 450.000,- yang dia kumpulkan beberapa minggu dari berjualan kerupuk di rumahnya di kampung. Uangnya dicuri seorang bocah kelas 3 SD dan membelanjakannya untuk jajanan dan beli mercon untuk bermain bersama teman-temannya. Oppung sudah terlanjur sakit ketika sebagian uang itu berhasil dikembalikan. Ibu dokter tadi pagi pun menyuruh tulang kami, anak oppung ini agar berusaha berbicara ke oppung sambil memberitahu dia kalau uangnya sudah kembali dan memberikan uang itu pada oppung.

Oppung langsung duduk dan menghitung uang tersebut. Kok bisa ya. Yang tadinya dia gak sadar, gelisah dan lasak setelah uangnya ditunjukkan dia langsung tersadar dan sempat-sempatnya menghitung uangnya. Wajar toh! Dia sangat bersusah payah ngumpulin uang sebanyak itu.

Tapi sebenarnya penyebab utama yang membuat dia sakit adalah kontrol pikirannya. Karena sekitar 3 bulan yang lalu juga dia butuh uang untuk belanja kiosknya dan biaya perobatan dia sekitar 1 jutaan. Karena saya tahu dia benar2 membutuhkannya saya pun dengan 2 orang adik saya langsung patungan untuk memberikan dia uang 1 juta. Seandainya kemarin dia gak terlalu memikirkan kehilangan uangnya saya yakin dia gak bakalan opname di RS. Selain karena memang dia sangat jarang berobat ke RS biasanya hanya ke Bindes aja udah sembuh.

Jadi mari kita control pikiran kita. Biar gak gampang sakit. Bukankah hati yang gembira adalah obat? 
That’s right brother…

Tidak ada komentar: