Kerap kali kita menyalahkan orang lain atas kesalahan kita sendiri. Kita mengkritik orang lain pada saat kita melakukan kesalahan. Siapapun tidak suka ‘diserang’. Sehingga sering sekali mengkritik orang lain menjadi senjata yang ampuh untuk menutupi kesalahan sendiri.
Di sebuah rumah tangga juga sering kali terjadi konflik dan percekcokan karna suami atau istri suka mengkritik. Seharusnya suami atau istri belajar keras bagaimana cara memuji pasangannya.
Pemeran antagonist dalam ‘sandiwara’ hidup ini kerapkali diperankan oleh pria. Pria memiliki ego yang lebih tinggi dibandingkan wanita. Seharusnya pria menyadari peran protagonist yang dimainkan oleh wanita dalam hidupnya.
Sewaktu pemerintahan Presiden Ronald Reagan, para pemimpin tujuh Negara industri dunia mengadakan pertemuan di Gedung Putih untuk membicarakan soal kebijakan ekonomi. Dalam pertemuan tersebut Perdana Menteri Kanada Pierre Trudeau selalu mengecam dengan pedas Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, dengan mengatakan bahwa kebijakan yang diambil oleh Thatcher adalah sebuah kekeliruan besar dan tentunya tidak akan dapat dijalankan. Thatcher berdiri dihadapannya dengan kepala tegak, mendengarkan dengan cermat semua yang dikatakan sampai selesai. Kemudian ia pergi.
Reagan menghampirinya dan berkata, “Maggie, seharusnya ia tidak berkata seperti itu. Ia keliru, sama sekali keliru. Mengapa Anda biarkan?”
Thatcher memandang Reagan dan menjawab, “Seorang perempuan harus tau saat seorang pria bertingkah kekanak-kanakan.”
Kisah ini menunjukkan bahwa betapa seringkali para pria malah mengkritik ketika melakukan sebuah kesalahan. Hal ini mengindikasikan sifat kekanak-kanakan dari seorang pria.
Tidakkah seharusnya kita malu jika para wanita yang bersikap lebih dewasa dari kita? Bukankah sering kali para wanita harus letih lelah berupaya untuk memahami para pria? Setidaknya itu yang saya amati. He he he …
Therefore, Let’s become a mature adult, not a childish adult.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar