Jumat, September 02, 2011

Being Responsible

Suatu hari, salah satu siswa kami terpelesat di tangga. Gusinya berdarah, tapi tidak ada masalah dengan giginya. Kami langsung membawa dia ke RS. Dia dirawat sekitar 45 menit. Seusai dirawat, dia menangis. Kemudian saya berkata, “ Kata dokter kamu tidak apa-apa. Sebentar lagi kita akan pulang. Kamu akan segera sembuh”. Kemudian dia berhenti menangis. 

Saya minta resep ke dokter. Istri saya langsung membeli obat yang dibutuhkan. Kami membayar semua biaya perobatan dia. Hampir Rp. 200.000,-. Tidak masalah yang penting dia sembuh.

Atas perintah dokter, kami bawa dia pulang. Kami langsung antar dia ke rumahnya. Pihak keluarganya sempat kaget. Kami menjelaskan kronologis kejadiannya tanpa menyalahkan siapapun. It was just an accident.  
Akhirnya pihak keluarga mengerti. Mereka sangat berterima kasih karena kami langsung membawanya untuk dirawat di RS. Mereka memberikan uang sebagai ganti biaya perobatannya. Kami menolaknya atas alasan kami yang bertanggung jawab. Karena dia jatuh di tangga kursus kami. Setidaknya peristiwa itu menjadi ‘reminder’ bagi kami agar tetap mengontrol siswa dengan lebih disiplin.
Ada beberapa hal yang saya pelajari dari kejadian tersebut.

*      Not blaming. Tidak mencari-cari kesalahan siapapun ketika sebuah ‘accident’ terjadi.

*      Save the victim. Mengutamakan keselamatan korban. Tidak peduli biaya atau keletihan yang harus kita korbankan yang penting kita mendahulukan menyelamatkan si korban.

*      Encouraging the victim. Menguatkan si korban bahwa tidak ada masalah yang serius.

*      Being Responsible. Bertanggung jawab atas kesalahan kita sendiri. Melakukan tindakan konkrit ketika sebuah masalah terjadi. Menghindari menyalahkan siapapun.

*      Learn something. Melakukan tindakan preventif agar tidak terjadi lagi kejadian yang sama. 


-wanditambunan_

Tidak ada komentar: