Jumat, September 02, 2011

Kebenaran yang Mengubahkan

Ketika masih remaja saya termasuk orang yang minder dan pemalu. Bagaimana tidak?

Pertama, Saya berasal dari keluarga ekonomi lemah. Lantas saya hanya bisa berpakaian seadanya saja dan tidak memiliki cukup uang jajan untuk mentraktir orang lain. Kedua, saya bukan tipe orang yang pandai bicara sehingga saya jarang tampil di depan publik. Ketiga, saya tidak memiliki cukup waktu luang untuk berinteraksi dengan orang lain sehingga saya tidak memiliki banyak sahabat.
Lantas bagaimana perubahan itu terjadi?

Saya serius mempelajari kebenaran yang benar. Saya mulai rajin membaca kitab suci. Merenungkannya. Berdoa. Dan melakukannya dalam hidup saya. Perlahan tapi pasti, saya sangat menikmati perubahan dalam diri saya.
Ketika menghadapi banyak rintangan hidup, baik masalah uang, maupun masalah keluarga saya selalu ingat pesan Rasul Paulus: Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Filipi 4:13.

Saya selalu ingat bahwa saya sangat berharga di mata Allah. Kebenaran itu begitu kuat bekerja di dalam diri saya. Saya tidak lagi minder. Saya sudah mulai percaya diri.

Seiring waktu, saya terus meningkatkan kualitas diri saya. Melalui membaca, berinteraksi dengan orang-orang pintar, menulis, berpikir, bertukar pikiran dan selalu merenungkan kebenaran itu sendiri.
Maka sangat tepatlah apa yang Paul Hidayat pernah bilang, “Bila Anda mempelajari kebenaran, tetapi tidak mengalami perubahan hidup, maka hanya ada dua kemungkinan. Pertama, Anda tidak sungguh-sungguh belajar. Kedua, yang Anda pelajari bukan kebenaran.”

Pelajarilah kebenaran yang benar. Kebenaran yang mengubahkan. Dan pelajarilah dengan sungguh-sungguh. Maka hidup kita pasti diubahkan hari demi hari menuju kesempurnaanNya.

-wanditambunan_

Tidak ada komentar: