Selasa, Januari 11, 2011

Manager VS Leader

Setiap orang adalah seorang pemimpin. Tidak harus bupati, camat, kapolres, kepala sekolah atau sederet jabatan pimpinan lainnya. Setidaknya setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri yang perlu dikelola, direncanakan, dikerjakan, dievaluasi, dan dikembangkan agar menjadi dapat mencapai target setidaknya dapat menjadi pribadi yang efektif dan berguna bagi orang lain.
 
The question is are you a manager or a leader?

Hingga hari ini saya dan istri saya  masih menjadi ‘duet maut’ dalam menjalankan usaha pekerjaan kami yaitu mengelola kursus bahasa Inggris dan Matematika di sebuah kota kecil Sidikalang di Sumatera bagian Utara. Siswa yang kami sedang didik sekitar 600 lebih siswa (data December 2010). Staff pengajar yang bekerja bersama kami ada 12 guru. Istri saya berperan sebagai the principal merangkap cleaning service dan saya sebagai the director merangkap satpam.
Saya dan istri saya sangat menikmati setiap hal yang kami kerjakan yang berhubungan dengan the ark school lembaga yang kami kelola bersama-sama sejak kami menikah Juni 2008 yang lalu. Sebagai catatan saya sendiri sudah memulai usaha ini sejak Januari 2004. 

Satu hal yang sangat menarik perhatian saya hingga saat ini adalah peran berbeda yang saya dan istri jalankan dalam pekerjaan kami sehari-hari. Saya mengamati istri saya adalah seorang manager yang baik. Dia mampu mengontrol dan memastikan semua hal dikerjakan dengan baik. Pembuatan materi belajar setiap hari dalam bentuk handouts yang akan diajarkan oleh staff pengajar, memastikan kehadiran guru termasuk mengatasi jika ada guru yang berhalangan, membuat soal ujian, memeriksa hasil ujian siswa, membuat rekapitulasi nilai, mengelola administrasi, bahkan dia juga terlibat dalam kebersihan kursus, belum lagi mengelola 11 anak kost yang tinggal bersama kami dan seabrek tugas-tugas lainnya. Dia benar-benar mampu mengerjakan multitasking yang membutuhkan keahlian pemikiran tingkat tinggi (high order thinking skills).

Saya pribadi lebih berperan sebagai leader. Semester lalu kami membuat program belajar bersama dengan guru untuk upgrade kemampuan guru dalam mengajar. Dalam hal ini saya lah yang sangat berperan. Saya bertindak sebagai trainer dan motivator terhadap guru-guru. Saya banyak menginspirasi staff kami agar mengajar dengan sangat baik. Saya selalu berkata kepada semua staff pengajar kami: Mengajarlah dengan sangat baik seolah-olah itu adalah hari terakhir anda bisa mengajar.  Jangan pernah mengeluh ketika anda mengajari siswa dengan kemampuan agak lemah. Ingat selalu filosofi mengajarnya Yohannes Surya. Beliau berkata: Tidak ada siswa yang bodoh. Yang ada adalah siswa yang belum belajar dari guru yang baik.
Di waktu luang kami, saya dan istri sering sharing tentang pekerjaan kami. Dalam perbinjangan kami istri saya selalu menekankan agar segala hal berjalan dengan baik (do things right). Sedangkan saya selalu menekankan kami harus melakukan hal yang tepat. Menggunakan metode belajar yang tepat. Membuat rencana yang benar, mengerjakan langkah-langkah yang digerakkan oleh tujuan hidup kami (do the right things). Maka dalam membuat perencanaan sayalah yang banyak berperan. Tapi dalam melaksanakannya istri sayalah yang paling banyak berperan. She is a great doer but I am a great thinker.

Tapi tanpa membenarkan diri, saya harus belajar pada istri saya agar saya juga bisa menjadi a great doer. Dan istri saya juga harus belajar agar bisa menjadi a great thinker. Pantesan inang bao saya bilang kami adalah ‘duet maut’ dalam pekerjaan kami.

But, above all…. Semuanya itu bisa kami kerjakan dengan baik karena kami mengandalkan Tuhan dalam menjalaninya. Seperti yang tertulis di Yeremia 17:7 ‘Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada TUHAN!’

So, are you a leader or a manager?

Dari cerita diatas kita dapat simpulkan bahwa a manager does things right.A leader does the right things.  Lantas, bagusan yang mana? Keduanya bagus tapi akan jauh lebih bagus jika kita memiliki keduanya. Yuk! Kita belajar sama-sama… 

by: wandi tambunan

Minggu, Januari 09, 2011

Breaking the Routine_Perjalanan tidak selalu mahal

Ketika menjalani rutinitas kerja kerapkali kita jenuh dan butuh sedikit refreshing. Atau barangkali ketika bekerja ide kita sudah mentok sehingga kita perlu breaking the routine.

Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Tidak perlu menyusun travelling plan yang rumit dan sarat dengan pengeluaran dan persiapan ini itu.

Hanya butuh uang  Rp. 4.500,- (empat ribu lima ratus rupiah) untuk beli bensin motor. (tentunya kalo kita punya motor).


Saya bersama 3 orang teman baru aja 'memecahkan' kejenuhan rutinitas dengan pergi jalan-jalan sore ke puncak Sidiangkat. Karena cuaca masih agak mendung dan gerimis kami take a rest sejenak di sebuah pondok istirahat 'Nantampukmas' di Puncak Sidiangkat. Kalau punya dana cukup kita bisa minum berbagai jenis minuman seperti kopi, susu, cappucino, dll atau makan spagetinya orang Batak 'Mie Gomak', dll. 

Kemudian selesai narsisan dan alay-an, kami lanjutkan perjalanan lewat Sidiangkat-Karing, kemudian singgah di Parhonasan Karing. Kami pulang lewat Huta Gambir, Jalan Batu Kapur - Sidikalang Kota trus Back Home dech. Hanya butuh waktu sekitar 3 jam.  

Manfaat yang kita peroleh: 

Pikiran segar (refreshing mind), menikmati alam (enjoying the nature), makan makanan sederhana (eating traditional food), mengamati kehidupan di desa (observing life in the village) and many other things.

So, guys... perjalanan tidak selalu mahal. Breaking the routine hanya butuh kreatifitas menciptakan perjalan yang murah. 

And remeber!
Bekerja memang harus serius dan bertanggung jawab tapi kita juga manusia yang butuh 'ganti oli' ketika letih dan penat agar mesin tubuh kita bekerja dengan baik. Wanna try? Go ahead! or any ideas about breaking the routine? share with us!

by: Wandi Tambunan

Sabtu, Januari 08, 2011

Menghidupi Menulis, Menulis Hidup, Hidup dari menulis

Tidak semua orang suka menulis. Kita butuh lebih dari sekedar hobby agar rajin menulis. Kita butuh visi, motivasi yang kuat dan tentunya ketekunan dan kemampuan menghadapi tantangan (Adversity Quotient).

Menghidupi Menulis

Jika kita memiliki tujuan dan motivasi yang jelas dalam menulis maka kita akan berusaha hingga ke batas kemampuan kita (Push yourself to the limit). Kita harus betul-betul menghidupinya, menikmatinya, melebur kedalamnya hingga ketika kita bangun pagi yang terlintas ke pikiran kita adalah menulis sesuatu untuk kita sharingkan pada orang lain. Kita harus senantiasa ingat bahwa pemikiran kita bisa mempengaruhi semua orang menembus batas waktu dan tempat.

Menulis Hidup

Hidup terlalu singkat untuk tidak dibagikan pada orang lain. Kita bisa membagikan setiap berkat yang kita peroleh dari setiap detik hidup yang telah kita jalani baik itu kebahagian, penderitaan, tantangan, apa saja yang bisa memberi dampak baik pada orang lain. Kita bisa membagikan ide dan pemikiran kita, aspirasi kita, harapan dan kerinduan kita.

Ide dan kreatifitas dalam pikiran harus dituangkan dalam bentuk karya. Dan hanya orang yang berkarya yang mampu mengubah dunia. _by Wandi Tambunan (calon bupati dairi) ha ha ha ha... kepedean.co.id.

Hidup dari Menulis

Banyak orang yang memutuskan untuk full time jadi penulis. Seluruh waktunya dia dedikasikan untuk belajar kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan sehingga dia betul-betul bernafkah dari menulis, hidup dari menulis. Ada juga yang hanya sebatas hobby. Sebagian orang menulis sebagai part timer tapi tetap sanggup menghasilkan karya luar biasa seperti Andrea Hirata dan Rhenald Kasali. Saya pribadi belum hidup dari menulis tapi saya sudah mulai menulis hidup dan semakin hari sudah menghidupi menulis akar kelak bisa hidup dari menulis walau bukan itu target utamanya. Karena saya punya visi dalam menulis yakni channel of blessing bagi semua pembaca.

Finally, mari kita menghidupi menulis, menulis hidup agar kelak kita bisa hidup dari menulis sesuai visi dan target kita masing-masing.

Mulailah dari hal-hal yang kecil. Kita pasti bisa. Selamat Menulis.

by: wandi tambunan

Kamis, Desember 30, 2010

Catatan jelang tahun baru 2011: Hope, Faith, Belief


Hari ini saya, bersama istri dan putri kami Valerina Lois masih di Medan di Rumah Oppung nya Lois di Helvetia. Mertua saya dan Istri lagi go shopping. Lois dan tulangnya lagi rebahan di rumah. Saya sempatin nge-posting blog saya tuk sekedar sharing dengan teman semua. Jam 16.30 nanti kami fly ke Pekanbaru ke rumah tulangnya Lois tuk kunjungan sekaligus tahun baruan disana.
Apa kabar di akhir tahun ini teman-teman semua? Hopefully, everything runs well ya… Miss u all guys..!
Akhir tahun gini kebanyakan kita biasanya sudah mulai menyusun rencana yang akan kita kerjakan tahun depan, membuat target, menetapkan resolusi yang akan kita kerjakan semisal:
·         Kenaikan pangkat/jabatan
·         Dapat ranking di sekolah
·         Memperbaiki IP
·         Dapat kerja
·         Nuntasin kuliah
·         Ketemu jodoh
·         Menikah
·         Diet
·         Baca buku setiap hari
·         Menulis buku
·         Belajar Coreldraw
·         Membuat Blog
·         Laptop baru
·         HP baru
·         Mobil baru
·         Asal jangan pacar baru kalo masih ada yang lama (he hehe)
·         Dan segudang impian lainnya.
Tapi temans! Intinya kita harus komitmen. Jangan hebat buat rencana tapi lemah dalam pelaksanaan. Dan seperti kata De masiv’ Jangan Menyerah! Tatkala tidak mencapai target, ketika menghadapi banyak tantangan. Berjuang terus dan tetap percaya, berharap dan beriman sembari berusaha dengan sungguh dalam mencapai setiap cita-cita agar ‘dreams come true’ . Percaya, berharap dan beriman serta berusaha dengan sungguh2 adalah kunci sukses resolusi kita. Seperti pesan SMS yang saya dapat tadi malam dari seorang adik, mantan siswa saya, Lisayana Sembiring:
 Gini nih pesan SMSnya:
3 NICE stories:
1.       Suatu kali, semua penduduk desa berdoa memohon hujan.. saat semua orang berkumpul untuk berdoa, hanya satu anak laki-laki yang membawa payung. “Inilah IMAN!”
2.       Teladan dari seorang bayi berusia 1 tahun.. ketika kita melemparkannya ke udara, dia tertawa karena dia tahu kita akan menangkapnya.. “Inilah KEPERCAYAAN!”
3.       Setiap malam kita tidur, walaupun tidak yakin bahwa kita masih hidup esok hari, tapi kita masih memiliki rencana untuk besok..”Inilah HARAPAN”
Mat jelang tahun baru! Mari kita isi hari-hari kita dengan hal-hal yang menguatkan orang lain…
C U.. 

by: Wandi Tambunan

Selasa, Desember 28, 2010

Edit Photo online_www.photofunia.com

Sekedar ngisi liburan. ngedit photo on line sebuah alternative menarik. Sangat banyak situs yang menawarkan jasa gratis. Nih contohnya @ www.photofunia.com










Nah.. salurkan bakat loe! isi liburan dengan hal-hal yang bermanfaat dan menginspirasi orang lain. selamat mencoba. next time.. kita akan belajar menggunakan application yang lain baik yang online maupun yang offline. Thanks, see ya..

by: wandi tambunan 

Sabtu, Desember 25, 2010

Ukir cerita dari sisi lain dunia


Ukir cerita dari sisi lain dunia

Setiap orang tentu ingin lembaran hidupnya berisi kisah dan pengalaman yang penuh arti. Demikian pula dengan Anda, yang tentu ingin halam-halaman tersebut bervariasi dan penuh warna. Seperti halnya membaca kisah novel, kisah yang dinamis sudah barang tentu akan lebih menarik untuk diikuti.
_Kompas 1 Desember 2010




Melihat kembali masa lalu sebagai refleksi untuk memperbaiki tindakan masa kini demi masa depan yang lebih baik. Heal the Past, Live the Present, Dream the Future.




Saling mengasihi menapaki jalan berliku kehidupan. Menikmati proses pendewasaan karakter hari demi hari. Saling menopang dalam kelemahan. Merajut masa depan yang penuh harapan.



Besi menajamkan besi. Manusia menajamkan sesamanya. Sahabat selalu menaruh kasih setiap saat. Saling mendukung dalam menenun hidup. Menolong dalam kesulitan. Saling mendoakan menjalani tantangan hidup.

Together... We can...

by: wandi tambunan



Persiapan membuat resolusi 2011


 4 Juni 2010 yang lalu saya terima sebuah SMS ‘cantik’ yang sampai hari ini saya belum tahu siapa pengirimnya. Tapi sebelum kita menetapkan resolusi 2011 kita, barangkali pesan petuah ini sangat layak untuk diingat biar tidak menyesal atau biar tidak salah membuat resolusi. 

Begi nih pesannya:

Ada 5 Penyesalan yang sering terjadi dalam hidup manusia:

1.       Salah memasak nasi jadi bubur, MENYESAL SEHARIAN.
2.       Salah gunting rambut, MENYESAL SEBULAN.
3.       Salah mengerjakan soal ujian, MENYESAL SETAHUN.
4.       Salah memilih pasangan hidup, MENYESAL SEUMUR HIDUP.
5.       Salah pilih Juru Selamat, MENYESAL SELAMA-LAMANYA.

Therefore, karena penyesalan selalu datang terlambat (kecuali kita bisa bilang sama penyesalan, “ On time dooonk!”) mari kita mengambil keputusan yang tepat dalam hidup kita biar gak nyessel kemudian.
 
Selamat membuat resolusi 2011.!


by: Wandi Tambunan

Jumat, Desember 24, 2010

Just for Laugh

Bapak saya punya kebiasaan suka cerita lelucon. Ada yang fakta, semi fakta bahkan yang 100% ngarang alias bo’ong-bo’ongan yang penting pendengar terkekeh-kekeh sampe pegang perut.

Semalam, kami, include ke dua ortu saya berada di RSU Sidikalang tuk jenguk oppung yang lagi sakit. (kacian oppung udah 3 malam opname).

Bapak yang punya kebiasaan minum tuak pada malam hari sudah mulai gelisah karena di RS gak ada yang jualan tuak (secara…). Tapi dia gak habis akal. Dia pergi sendirian ke panglong ehh..lapo tuak terdekat. Setelah beberapa waktu saya telpon bapak agar balek ke RS. Dia pun segera tiba di RS dengan naek becak. Setibanya di RS, dia cerita:

Bapak:            Saya nyaris malu. Tapi untunglah saya orangnya pinter (ngerasa.com).

Saya:               Emank napa?

Bapak:            Tadi saya minum tuak di lapo. Ketika udah mo pulang saya nanya belanjaan saya brapaan. Si pemilik lapo bilang 8.000. sewaktu saya merogoh kantong saya rupanya uang saya ketinggalan.

Saya:               Lantas gimana?

Bapak:            Saya bilang ama si pemilik lapo. “Sinilah dulu baleknya 2.000 lagi. Nanti saya kasih 10.000. uang saya ketinggalan.

Saya dan keluarga yang lain:           Hah ha haha . he he he. Wkwkwkwkwkk. (betapa tidak? Dibayar aja belon kok udah minta baleknya. Mau pula tuh!)

Saya:               Trus.. ongkos becaknya gimana?

Bapak:            Saya langsung stopped becak. Tapi sebelum naek becak saya Tanya ongkosnya berapaan. Si tukang becak jawab “Biasanya 5.000”.

Saya:               Lantas?

Bapak:            Setibanya di RS, dengan penuh percaya diri dengan suara agak tegas berwibawa saya bilang ama si tukang becak “tadi kamu bilang ongkos biasanya 5.000. sekarang saya kasih yang luar biasa karna saya biasa di luar. Saya kasih yang 2.000 tadi. Tanpa ada percakapan lanjut, saya langsung pergi meninggalkan dia.

Saya dan keluarga yang lain:           Hah ha haha . he he he. Wkwkwkwkwkk.




Temans, cerita ne bener tapi saya gak yakin apa yang bapak saya ceritakan sepenuhnya fakta. Mungkin semi fakta atau malah 100% ngarang alias bo’ong-bo’ongan yang penting kami terkekeh-kekeh sampe pegang perut.  And remember! Adegan ini jangan ditiru! he he he...


Just for laugh.
Adaadaaja.com

By: Wandi Tambunan

Kamis, Desember 23, 2010

Sweet Child O'Mine












She's got a smile that it seems to me
Reminds me of childhood memories
Where everything was as fresh as 
the bright blue sky

Now and then when I see her face
She takes me away to that special place
And if I stare too long, 
I'd probably break down and cry

Whoa, oh, oh, sweet child o' mine
Whoa, oh, oh, oh, sweet love of mine

She's got eyes of the bluest skies
As if they thought of rain
I'd hate to look into those eyes 
and see an ounce of pain

Her hair reminds me of 
a warm, safe place
Where as a child I'd hide
And pray for the thunder and the rain 
to quietly pass me by

lyrics by Guns n' roses
Photo edited by Wandi Tambunan (sweet daddy of hers)