Jika kita melihat saudara kita dengan mikroskop kritik maka kita akan berkata betapa jahatnya dia. Dan jika kita melihat sesama kita dengan kacamata kesombongan maka kita akan berkata betapa rendah dan hinanya sesama kita. Tapi jika kita memandang orang lain dengan kacamata kebenaran maka kita akan berkata betapa baiknya mereka.
Seringkali orang lain baik itu sahabat, kenalan, saudara bahkan orang yang belum kita kenal sekalipun sebenarnya tidak sejahat yang kita duga. Tidak sesombong yang kita perkirakan. Tidak sehina yang kita duga. Asalakan kita memandang mereka dengan kacamata yang benar maka mereka barangkali lebih baik dari kita.
Dengan memandang orang lain dengan cara pandang yang benar maka tidak akan terjadi pertikaian atau konflik. Mari kita mengasihi sesame dengan tulus. Mari menguatkan tali persaudaraan. Maka akan tercipta komunitas yang saling mendukung, menguatkan, menolong. Niscaya akan tercipta kehidupan yang lebih baik.
Kita dipanggil untuk menuliskan cita-cita hidup kita. Membagikan setiap tantangan yang kita hadapi dalam mencapainya. Dengan menceritakan proses perjuangan kita untuk mencapai impian kita maka orang lain bisa belajar bagaimana kita mengatasi masalah, mencari solusi dan mengambil keputusan penting dalam hidup. Kita harapkan semua itu akan menjadi pelajaran berharga bagi orang lain.
Menulis bukan Pekerjaan Pikiran tapi Pekerjaan Tangan
Mari kita tulis setiap hal baik yang datang ke dalam pikiran kita. Hal-hal yang bisa menginspirasi orang lain. Hal-hal yang bisa menjadi berkat bagi orang lain. Mari menulis secepat kita berbicara. Kita harus berlatih bisa menuliskan setiap hal yang kita bicarakan dengan orang lain khususnya hal-hal baik dan penting yang bermanfaat bagi orang lain.
"...Karena saya berprinsip bahwa orang yang ramah harus dihargai dan pantas dibayar lebih..." _Wandi Tambunan
Sekitar pukul 11.30 malam minggu yang lalau saya tiba di bandara Polonia sepulang dari Jakarta. Di luar Bandara beberapa supir taxi sudah berebutan menanyakan para calon penumpang siapa yang membutuhkan pengangkutan.
Saya pribadi butuh diantar ke Helvetia.Tapi untuk memutuskan siapa yang akan mengantarkan saya, saya pilih berdasarkan wajah supir mana yang paling ramah bertanya. Akhirnya saya diantarkan ke Helvetia. Sepanjang jalan saya share dengan sang supir perihal perjuangan hidup sebuah keluarga membina keluarganya. Sebelumnya saya beritahu dia bahwa saya memilih dia karena dia bertanya dengan ramah dan sopan. Dia mematok harga Rp. 60.000,- tapi saya tidak menawar yang penting dia mengemudi dengan baik. Setelah saya memuji dia, dia pun sangat menikmati curhat dengan saya. Mengapa saya bersikap demikian? Karena saya berprinsip bahwa orang yang ramah harus dihargai danpantas dibayar lebih.
Saya pribadi ketika memilih rumah makan untuk makan saya sering memilih tidak hanya berdasarkan enaknya makanan yang disediakan tapi juga memilih berdasarkan keramahtamahan para pelayannya. Jika tidak ramah biasanya saya tidak suka makan di tempat tersebut.Termasuk ketika belanja baju di toko. Biasanya saya menghindari belanja di toko yang jika pelayannya tidak berkomunikasi dengan ramah atau tidak sabar dalam melayani para pelanggan.
Minggu lalu... tumben saya buat status FB dalam bahasa Batak sebagai reaksi kejengkelan saya melihat banyak orang terlalu banyak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang kurang berfaedah.
"..Unang alani FB dohot PB, dohot hallet, dohot TV dohot sude akka naso marlapatan gabe lupa marsiajar, gabe lupa mangaloppa, gabe lupa martangiang, gabe lupa sude akka nadenggan, gabe lupa akka tanggung jawab. attar songon pesan ni bang napi: kejahatan terjadi bukan hanya karna ada niat tapi juga karna kelalaian eh.. kesempatan. maka: W A S P A D A L A H ! horas botari ma di hita saluhutna!...."
Demikian isi status FB saya. Ada 11 orang yang me-like. Beberapa orang langsung buat comments. Misalnya:
·Wkwkwkwkwkwkwkwk,, unang alani namangaloppa gabe lupa mar FB...,, alai akka na denggan i mmg unang dilupahon..., alani FB.. Cuma molo nga loja karejo denggan do ni buka FB on asa songon na lega otik,, hihihi,, Mat sore ma di menezj.
·Hahahah..Mantap, sir..Saya suka lah:))
·Ha.....ha..... Like this bang. Ter evaluasi diriku..... Lupa aku mangaloppa......
Tapi benner lo! Jangan sampai kita mengorbankan terlalu banyak waktu yang seharusnya untuk melakukan hal-hal yang sangat baik seperti: Belajar, mengerjakan PR, mengikuti les, membantu orangtua,dll. Agar semakin berhasil dalam pekerjaan dan studi dan berkembang dalam hidup sangat banyak yang harus kita korbankan seperti enaknya berlama-lama chatting di FB, main game Point blank, dll.
Salahkah FB dan PB? Tentu tidak, justru sangat bagus untuk bersosialisasi dan refreshing. Asal jangan yang terjadi adalah lelah ber FB dan PB baru kemudian belajar. Seharusnya lelah belajar kemudian ber FB itupun tidak usah terlalu lama.
Agar bisa mencapai prestasi dalam hidup sering sekali kita harus bisa mengorbankan banyak hal dalam hidup. Kita harus bisa tidur lebih telat agar bisa berbuat dan belajar lebih banyak. Kita harus bangun lebih awal agar bisa bekerja lebih banyak.
Kita harus mengurangi jam istrahat kita agar bisa memiliki waktu terluang untuk membaca buku yang berkualitas. Kita harus mengurangi jam tidur siang kita agar memiliki cukup waktu mengunjungi orang lain. Kita harus kurangi bermain game OL agar kita memiliki cukup waktu untuk menanam bunga di pekarangan rumah kita. Kita harus kurangi bergosip agar memiliki cukup waktu untuk memuji orang lain. Kita harus mengurangi anggaran belanja kita agar bisa memberi lebih banyak bagi orang lain. Dengan lebih banyak berkorban kita akan menerima lebih banyak dalam hidup kita. Diatas segalanya kurangilah waktu untuk kesenangan diri sendiri agar kita memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan diri dan berdoa. Selamat melatih diri!
Hari sabtu yang lalu, tepatnya 5 Februari 2011, istri saya mengajak saya jalan-jalan ke kampung orangtua saya. Kami berangkat sekitar jam 10 pagi naik motor tartig alias tarik tiga bersama putri kami yang masih berusia 1 tahun 8 bulan. Adik saya perempuan yang paling bungsu pun ikut. Dia juga mengendarai sepeda motor sendirian. Setibanya di kampung kami langsung membersihkan rumah, kemudian kami manggang daging yang kami bawa mentah dari Sidikalang. Sambil memasak kami juga cerita sambil bercanda. Kami sangat menikmati kebersamaan kami. Sebelum makan siang, mama kami mengajak kami pergi keladang mo ngambil pisang sekalian lihat durian dan hasil pertanian lainnya. Mamak kami sangat senang.
Kemudian kami balek ke rumah tuk makan siang. Kami sangat menikmati makan siang kami dengan menu soup, BPT dan Ayam panggang. Lezaaat! Selesai lunch saya duduk di teras rumah sambil tukar pikiran dengan bapak. Bapak sangat suka ngobrol dengan saya. Dia merasa ‘nyambung’ dan mendapat semangat dan motivasi dari saya. Sedangkan istri saya dan adek saya kerja dan cerita dengan mamak saya di ruang tengah.
Sekitar jam 3 sore, kami semua ngumpul di teras rumah sambil minum kopi dan makan snacks. Sambil ngobrol, tertawa kami cerita tentang kehidupan di kampung. Sekitar jam 5 sore kami pulang ke Sidikalang.
Selama di kampung, saya melihat ada keceriaan di wajah orangtua kami. Mereka sangat senang jika dikunjungi. Kami juga tidak mengeluarkan banyak biaya. Hanya menyediakan waktu 1 harian bersama mereka. Tapi itu sangat berharga bagi mereka.
So, temans… mari kita kunjungi orangtua kita, anggota keluarga kita, tebarkanlah kasih di tengah-tengah mereka. Itulah hadiah terindah buat mereka karena sebenarnya mereka lebih membutuhkan kehadiran kita (presence) dibandingkan dengan pemberian kita (presents).
“Izinkanlah anak-anak SD di pelosok itu mencintai, meraih inspirasi, dan berbinar menyaksikan kehadiranmu. Dan yang terpenting, Anda sebagai anak terbaik telah ikut-sekecil apapun-mendorong kemajuan, mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah…”
_ Anies Baswedan
Kalimat diatas adalah sepenggal pesan dari Anies Baswedan sebagai ucapan pemberangkatan terhadap 51 pengajar muda yang bergabung dalam GIM (Gerakan Indonesia Mengajar). Hanya 51 pengajar yang dipilih melalui seleksi ketat dari para pelamar sebanyak 1.382. Mereka akan dikirim ke berbagai daerah terpelosok di Indonesia. Daerah-daerah tempat mereka mengajar nantinya adalah daerah yang tidak ada aliran listrik, tidak ada sinyal, tidak ada fasilitas internet. Mereka diutus selama 1 tahun untuk mengajari anak-anak sekolah di pelosok di berbagai daerah terpencil di Indonesia. Semoga dengan kehadiran mereka anak-anak di pelosok terinspirasi untuk mengubah hidup mereka agar lebih baik. Sungguh sebuah misi yang luar biasa baik.
What about us? Bagaimana dengan kita?
Setiap guru yang baru lulus diterima sebagai CPNS so pasti akan berteriak girang dalam sukacita luar biasa. Begitulah yang saya amati beberapa tahun terakhir ini setiap ada penerimaan CPNS baru untuk guru. Tapi beberapa bulan kemudian mayoritas dari mereka akan mengeluh, sedih, kecewa dan seakan berat untuk melangkah jika ditempatkan sebagai guru di desa terpencil atau daerah pelosok yang jauh dari kota.
Sekitar 3 tahun yang lalu saya menerima piagam penghargaan dari Bupati Dairi atas jasa kursus yang saya kelola the ark school dalam mengembangkan pendidikan di Kabupaten Dairi. Saat itu saya ikut menyaksikan Bupati Dairi memberikan piagam penghargaan kepada banyak guru yang mengajar di beberapa daerah terpencil di kabupaten Dairi. Saat itu terlintas di pikiran saya, semoga tahun depan Bupati tidak hanya memberikan piagam penghargaan tapi juga bantuan konkrit lainnya seperti buku referensi belajar, komputer atau alat bantu mengajar lainnya khususnya bagi para teman-teman guru yang mengajar di daerah terpencil.
I Have a Dream
Saya memiliki impian agar semua guru semakin mencintai mengajar, semua siswa semakin menikmati belajar, memiliki karakter sehingga akan ‘lahir’ anak-anak yang cerdas yang mampu mengubah hidup semakin lebih baik khususnya siswa-siswa yang sekolah di pedesaan. Tapi hal itu tidak akan tercapai dengan mudah jika kesejahteraan guru tidak diperhatikan. Pemerintah khususnya Pemda sangat diharapkan memberi kontribusi konkrit mendukung para guru agar dapat mengajar dengan lebih baik. Misalnya dengan cara membuat pelatihan dan motivasi kepada guru-guru tentang tehnik mengajar yang baik, memberi bantuan buku referensi, fasilitas komputer, atau alat bantu mengajar lainnya.
Semoga seperti sepenggal pesan Anies Baswedan diatas bisa menggugah para guru agar mereka tetap semangat menginspirasi para siswa di pelosok untuk dapat mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah. Semoga!
Seorang guru yang mengajar tanpa membangkitkan semangat belajar murid-murid, sama seperti menempa besi dingin. _horace mann
note: tulisan ini adalah editan dari tulisan saya sebelumnya
Presiden Abraham Lincoln pernah berkata, “Jika Anda ingin memenangi seseorang agar bersedia membantu Anda, pertama-tama yakinkan dirinya bahwa Anda adalah sahabat yang tulus.”
Sahabat sejati adalah seseorang yang tetap sahabat, baik dalam suka maupun duka.
Ketika kuliah dulu, saya punya seorang teman yang sangat suka jika diajak menjenguk orang sakit atau melawat keluarga orang meninggal. Dia sangat merasakan kesedihan setiap orang yang sedang berduka. Hebatnya dia tidak terlalu antusias jika diajak ke pesta ulang tahun atau pesta sukacita lainnya. Bukan dia tidak suka tapi dia lebih mengutamakn mengunjungi orang yang berduka dibandingkan dengan orang yang bersukacita.
Marilah kita menjadi sahabat yang tulus bagi semua orang.. baik dalam suka maupun duka.
Untuk berhasil dalam pergaulan khususnya bekerja dalam tim kita harus fokuskan perhatian kita pada orang lain dan bukan pada diri sendiri.
William King pernah berkata, ‘Orang yang bergosip adalah orang yang berbicara pada Anda tentang orang lain. Orang yang menjemukan adalah oangyang berbicara pada Anda mengenai dirinya sendiri. Dan seorang pembicara cemerlang adalah orang berbicara pada Anda tentang diri Anda.’
Dengan berbicara pada orang lain tentang diri mereka kita sedang memberikan penghargaan dan perhatian tertinggi pada orang lain. Mereka akan menikmati berbicara dengan kita. Mereka aka selalu ingin bersama kita. Mereka akan merindukan dan menginginkan kita bersama mereka. Dengan cara demikian akan lebih mudah bagi kita menyampaikan pemikiran kita pada orang lain.