Peluang yang sangat besar untuk mengakhiri paceklik gelar selama 5 tahun kandas sudah. Adalah bermingham yang ‘menculik’ gelar tersebut dari Arsenal. Dengan mengandalakan pertahanan yang kuat dan mengharapkan peluang dari bola mati dan bola panjang akhirnya Birmingham mampu mengandaskan peluang Arsenal untuk meraih trophy perdana musim ini.
Apes bagi Arsenal. Setiap peluang goal yang mereka miliki mampu dimatikan oleh tembok pertahanan Birmingham.
Sebuah kesalahan kecil yang fatal mengakibatkan kekalahan ini (Don’t know what to comment ‘bout this… I just felt bitterly disappointed)
Saya pribadi sebagai pendukung berat Arsenal sangat kecewa dengan hasil ini. Dengan sangat semangat menantikan parati final ini saya mengajak beberapa adik-adik untuk menemani saya menontonnya di rumah kami. Saya sangat yakin akan kemampuan Arsenal untuk mengalahkan Birmingham. Tapi bola itu bundar bung. Keunggulan diatas kertas tidak selalu jaminan untuk memenangkan sebuah pertandingan.
Sebagai seorang fan Arsenal saya berharap para the young gooners tetap stand up, memperbaiki mental dan berjuang memenangkan kompetisi tersisa musim ini. Berjuanglah memenangkan EPL, FA CUP & Champions League.
Viva Young Gooners. I believe you can win all!
by wandi tambunan
Senin, Februari 28, 2011
Penantian panjang the YOUNG GOONERS belum berakhir
Minggu, Februari 27, 2011
Luapan Kemarahan dan Kesedihan seorang Siswa
Pemimpin Istanaku…
Betapa rakusnya dirimu_Kau rampas hak guruku_Kau telantarkan masa depan kami_Demi dendam politikmu_Kau pijak-pijak harga diri guruku_Tunggu giliranmu dipijak oleh Yang Kuasa_Kecuali jika kau bertobat. _wandi tambunan
Written by wandi tambunan
Jumat, Februari 25, 2011
INSPIRASI dari LAPANGAN SEPAK BOLA
Oleh: Wandi Tambunan, A.Md.
Pimpinan THE ARK SCHOOL)
Saya sangat tertarik dengan SEPAKBOLA. Dari sepakbola saya belajar banyak hal. Mulai dari hal kerja sama dalam tim, membentuk tim yang solid, memupuk mental kerja keras dan pantang menyerah, kerendahan hati, membina bakat orang muda, mengelola keuangan bahkan kita bisa belajar tentang mengelola usaha dari sepak bola.
Seandainya lapangan sepakbola adalah sebuah negara, Saya akan segera pindah ke Negara Lapangan Sepakbola. Betapa tidak? Di Negara Lapangan Sepakbola semua ‘penduduk’ adalah teladan yang sangat bagus untuk menjadi seorang warga negara yang baik. Semua penduduk bekerja keras, tidak ada yang tiduran apalagi bermalas-malasan. Tidak ada ‘penduduk’ yang menyia-nyiakan waktu. Semua berpikir keras dan bekerja keras, mengeluarkan kemampuan terbaik demi tercapainya cita-cita yaitu mencetak goal (sasaran). Di Negara Lapangan Sepakbola hukum dilaksanakan dengan sangat adil. Semua ‘penduduk’ harus taat aturan. Jika melanggar aturan, akan diganjar dengan kartu kuning bahkan kartu merah sehingga harus keluar dari Negara Lapangan Sepakbola.
Arsenal adalah klub favorit saya. Cesc Fabregas Adalah pemain sepakbola yang sangat saya kagumi. Dari klub sepakbola Arsenal saya belajar banyak hal. Beberapa diantaranya:
• Leadership
Pelatih Arsenal FC adalah Arsene Wenger yang sering dijuluki the professor. Dia sangat sabar dalam membina para pemain muda. Misalnya Fabregas, Kapten Arsenal saat ini dia rekrut dari Barcelona pada saat dia masih berusia 16 tahun. Berkat racikan the professor dia telah menjelma menjadi pemain andalan Arsenal saat ini. Di usianya yang masih 23 tahun saat ini dia sangat berpotensi untuk menjadi legenda sepakbola seperti halnya Maradona, Pele, dll.
• Financial
Arsenal FC adalah salah satu klub sepakbola yang paling ‘sehat’ kondisi keuangannya. Arsene Wenger selalu berprinsip: Jikalau sebuah klub meraih tropi karena belanja pemain top dengan memboroskan banyak uang itu adalah hal yang biasa. Seperti yang dilakukan oleh Manchester City dan Real Madrid. Hampir setiap pemain top baru mereka beli. Tapi jika meraih tropi dengan membina para pemain muda itulah yang luar biasa. Dan itulah yang terus kami perjuangkan di Arsenal.
• Teamwork
Arsenal memiliki filosofi yang sangat kuat dalam sepakbola. Playing football is not a one man show. Sehebat apapun skill individu seorang striker (penyerang) tanpa disokong oleh playmaker (gelandang atau pengatur serangan) yang mumpuni maka dia akan jarang mendapatkan supply bola sehingga akan sulit mencetak goal. Semua pemain harus melaksanakan perannya masing-masing dengan sangat baik. Dengan demikian sebuah tim akan mampu memenangkan sebuah pertandingan.
• Vision
‘We have to see farther than our eyes can see. That’s a vision.’ (Kita harus dapat melihat lebih jauh dari yang mata kita dapat lihat. Itulah visi). Demikianlah visi permainan sepakbola agar berhasil mencapai tujuan (goal). Semua pemain memiliki tujuan yang sama yaitu mencetak goal sebanyak mungkin dan kebobolan sesedikit mungkin. Permainan tanpa visi akan mempengaruhi alur permainan sebuah tim. Seorang playmaker harus mampu membangun serangan dengan visi yang jelas. Membagi bola dengan kejelian yang sangat tinggi melihat posisi para pemain lainnya. Hingga akhirnya setiap serangan yang dibangun akan menghasilkan goal. Visi permainan inilah yang saya lihat selalu ditanamkan dalam benak setiap pemain Arsenal.
Empat hal ini adalah pelajaran penting yang saya dapatkan dari Arsenal. Dan saya yakin jika Arsenal bertahan dengan filosofi pentingnya maka segera mereka akan menghasilkan banyak tropi.
Walau tidak bisa dipungkiri bahwa klub terbaik saat ini adalah Barcelona namun Arsene Wenger memiliki keyakinan mampu melampaui kekuatan Barcelona saat ini. “Perbandingan yang menarik adalah rataan usia para pemain Barca saat ini adalah 27,4 tahun. Sedangkan usia rata-rata pemain kami 23,2 tahun,” urai Wenger sebagaimana dikutip Tribalfootball, Senin (21/2/2011). “Itu berarti, ada perbedaan empat tahun antara rataan usia kedua tim ini dalam hal kematangan. Dalam level ini, gap empat tahun merupakan jarak yang cukup lama. Kami berada dalam tahap pematangan dan kami berharap bisa memenangkan trofi di musim ini,” sambungnya seraya menegaskan bahwa dalam empat tahun ke depan, para pemain mudanya akan menjelma sebagai pemain yang hebat. (okezone.com 21 februari 2011)
Dalam membina para the young gunners (julukan untuk para pemain muda Arsenal) Arsene Wenger sebagai pelatih selalu berkata, “Mereka harus terus didorong, diingatkan agar tidak lengah, diinspirasi agar focus 100% selama 90 menit, digembleng agar kuat menghadapi masalah, ditantang agar rajin menguasai bola.”
Prinsip-prinsip tersebut sebenarnya bisa juga kita terapkan sebagai seorang siswa, guru, pegawai, pemimpin, pengusaha. Dengan melaksankan nilai-nilai tersebut kita akan dibentuk menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas dan niscaya kita akan mampu meraih setiap impian kita. Selamat menenun diri!
Kamis, Februari 24, 2011
5 ‘banyak’ yang harus kita lakukan agar menulis semakin mengalir
1. Banyak membaca
Dengan banyak membaca akan semakin banyak ‘bahan mentah’ yang kita bisa olah menjadi bahan tulisan. Kita bisa menciptakan pemikiran dan kesimpulan-kesimpulan baru berupa kritik, ide dan gagasan-gagasan baru. Kita bisa mendapatkan gagasan yang lebih segar dengan memperbaharui pemikiran lama dengan cara menghubungkannya dengan situasi yang lebih actual sehingga lebih mudah dicerna oleh orang-orang masa kini.
2. Banyak melakukan perjalanan.
Melakukan perjalanan akan me refresh pikiran kita. Dengan pikiran yang segar akan membuat kita lebih mengalir dalam membuat sebuah rangkaian cerita yang menarik. Merangkai setiap moment berharga yang telah kita lalui menjadi untain indah yang bisa memprovokasi orang lain untuk bangkit berdiri berbuat langkah konkrit untuk memperbaharui kehidupan.
3. Banyak ngobrol.
Chatting dengan orang lain mampu mengubah persepsi lama kita. Pemikiran orang lain sanggup memperkaya kasanah berpikir kita. Alur berpikir kita akan semakin dimatangkan dan dikuatkan oleh gagasan konstruktif orang lain. Bahkan kritikan orang lain sekalipun dapat menjadi kekuatan bagi pemikiran kita jika kita bereaksi dengan positif.
4. Banyak merenung
Merenungkan setiap perjalanan hidup akan memberikan nilai-nilai berharga dalam hidup. Kita akan banyak belajar mengevaluasi banyak hal yang telah kita jalani. Kita akan banyak mengoreksi banyak hal dari hal-hal yang telah kita jalani baik benar maupun salah.
5. Banyak mengobservasi
Kita harus jeli mengamati lingkungan hidup kita. Mengamati setiap interaksi dengan orang lain. Mengambil kesimpulan-kesimpulan baru, mendapatkan ide, kemudian menelurkannya menjadi kalimat yang akhirnya akan menetas menjadi sebuah tulisan berkualits yang bermanfaat bagi orang lain.
Selamat melakukan 5 ‘banyak’!
by wandi tambunan
Rabu, Februari 23, 2011
Mikroskop Kritik
Jika kita melihat saudara kita dengan mikroskop kritik maka kita akan berkata betapa jahatnya dia. Dan jika kita melihat sesama kita dengan kacamata kesombongan maka kita akan berkata betapa rendah dan hinanya sesama kita. Tapi jika kita memandang orang lain dengan kacamata kebenaran maka kita akan berkata betapa baiknya mereka.
Seringkali orang lain baik itu sahabat, kenalan, saudara bahkan orang yang belum kita kenal sekalipun sebenarnya tidak sejahat yang kita duga. Tidak sesombong yang kita perkirakan. Tidak sehina yang kita duga. Asalakan kita memandang mereka dengan kacamata yang benar maka mereka barangkali lebih baik dari kita.
Dengan memandang orang lain dengan cara pandang yang benar maka tidak akan terjadi pertikaian atau konflik. Mari kita mengasihi sesame dengan tulus. Mari menguatkan tali persaudaraan. Maka akan tercipta komunitas yang saling mendukung, menguatkan, menolong. Niscaya akan tercipta kehidupan yang lebih baik.
Selasa, Februari 22, 2011
Menulis adalah sebuah Panggilan
Menulis adalah sebuah Panggilan
Kita dipanggil untuk menuliskan cita-cita hidup kita. Membagikan setiap tantangan yang kita hadapi dalam mencapainya. Dengan menceritakan proses perjuangan kita untuk mencapai impian kita maka orang lain bisa belajar bagaimana kita mengatasi masalah, mencari solusi dan mengambil keputusan penting dalam hidup. Kita harapkan semua itu akan menjadi pelajaran berharga bagi orang lain.
Menulis bukan Pekerjaan Pikiran tapi Pekerjaan Tangan
Mari kita tulis setiap hal baik yang datang ke dalam pikiran kita. Hal-hal yang bisa menginspirasi orang lain. Hal-hal yang bisa menjadi berkat bagi orang lain. Mari menulis secepat kita berbicara. Kita harus berlatih bisa menuliskan setiap hal yang kita bicarakan dengan orang lain khususnya hal-hal baik dan penting yang bermanfaat bagi orang lain.
by wandi tambunan
Kita dipanggil untuk menuliskan cita-cita hidup kita. Membagikan setiap tantangan yang kita hadapi dalam mencapainya. Dengan menceritakan proses perjuangan kita untuk mencapai impian kita maka orang lain bisa belajar bagaimana kita mengatasi masalah, mencari solusi dan mengambil keputusan penting dalam hidup. Kita harapkan semua itu akan menjadi pelajaran berharga bagi orang lain.
Menulis bukan Pekerjaan Pikiran tapi Pekerjaan Tangan
Mari kita tulis setiap hal baik yang datang ke dalam pikiran kita. Hal-hal yang bisa menginspirasi orang lain. Hal-hal yang bisa menjadi berkat bagi orang lain. Mari menulis secepat kita berbicara. Kita harus berlatih bisa menuliskan setiap hal yang kita bicarakan dengan orang lain khususnya hal-hal baik dan penting yang bermanfaat bagi orang lain.
by wandi tambunan
Senin, Februari 21, 2011
Ramah itu sangat Bernilai
"...Karena saya berprinsip bahwa orang yang ramah harus dihargai dan pantas dibayar lebih..." _Wandi Tambunan
Sekitar pukul 11.30 malam minggu yang lalau saya tiba di bandara Polonia sepulang dari Jakarta. Di luar Bandara beberapa supir taxi sudah berebutan menanyakan para calon penumpang siapa yang membutuhkan pengangkutan.
Saya pribadi butuh diantar ke Helvetia.Tapi untuk memutuskan siapa yang akan mengantarkan saya, saya pilih berdasarkan wajah supir mana yang paling ramah bertanya. Akhirnya saya diantarkan ke Helvetia. Sepanjang jalan saya share dengan sang supir perihal perjuangan hidup sebuah keluarga membina keluarganya. Sebelumnya saya beritahu dia bahwa saya memilih dia karena dia bertanya dengan ramah dan sopan. Dia mematok harga Rp. 60.000,- tapi saya tidak menawar yang penting dia mengemudi dengan baik. Setelah saya memuji dia, dia pun sangat menikmati curhat dengan saya. Mengapa saya bersikap demikian? Karena saya berprinsip bahwa orang yang ramah harus dihargai danpantas dibayar lebih.
Saya pribadi ketika memilih rumah makan untuk makan saya sering memilih tidak hanya berdasarkan enaknya makanan yang disediakan tapi juga memilih berdasarkan keramahtamahan para pelayannya. Jika tidak ramah biasanya saya tidak suka makan di tempat tersebut.Termasuk ketika belanja baju di toko. Biasanya saya menghindari belanja di toko yang jika pelayannya tidak berkomunikasi dengan ramah atau tidak sabar dalam melayani para pelanggan.
by: wandi tambunan
Rabu, Februari 09, 2011
Give Up to Go Up _Berhenti melakukan hal yang kurang bermanfaat agar bisa berkembang
Give Up to Go UP
agar bisa Berkembang
Oleh: Wandi Tambunan, A.Md.
(Pimpinan THE ARK SCHOOL)
Minggu lalu... tumben saya buat status FB dalam bahasa Batak sebagai reaksi kejengkelan saya melihat banyak orang terlalu banyak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang kurang berfaedah.
"..Unang alani FB dohot PB, dohot hallet, dohot TV dohot sude akka naso marlapatan gabe lupa marsiajar, gabe lupa mangaloppa, gabe lupa martangiang, gabe lupa sude akka nadenggan, gabe lupa akka tanggung jawab. attar songon pesan ni bang napi: kejahatan terjadi bukan hanya karna ada niat tapi juga karna kelalaian eh.. kesempatan. maka: W A S P A D A L A H ! horas botari ma di hita saluhutna!...."
Demikian isi status FB saya. Ada 11 orang yang me-like. Beberapa orang langsung buat comments. Misalnya:
· Wkwkwkwkwkwkwkwk,, unang alani namangaloppa gabe lupa mar FB...,, alai akka na denggan i mmg unang dilupahon..., alani FB.. Cuma molo nga loja karejo denggan do ni buka FB on asa songon na lega otik,, hihihi,, Mat sore ma di menezj.
· Hahahah..Mantap, sir..Saya suka lah:))
· Ha.....ha..... Like this bang. Ter evaluasi diriku..... Lupa aku mangaloppa......
· Makasi atas nasehat nya mister wandi
· Bagus buangeet tuh,,,,,,,,,,,,,sampe nangis gua..
Tapi benner lo! Jangan sampai kita mengorbankan terlalu banyak waktu yang seharusnya untuk melakukan hal-hal yang sangat baik seperti: Belajar, mengerjakan PR, mengikuti les, membantu orangtua,dll. Agar semakin berhasil dalam pekerjaan dan studi dan berkembang dalam hidup sangat banyak yang harus kita korbankan seperti enaknya berlama-lama chatting di FB, main game Point blank, dll.
Salahkah FB dan PB? Tentu tidak, justru sangat bagus untuk bersosialisasi dan refreshing. Asal jangan yang terjadi adalah lelah ber FB dan PB baru kemudian belajar. Seharusnya lelah belajar kemudian ber FB itupun tidak usah terlalu lama.
Agar bisa mencapai prestasi dalam hidup sering sekali kita harus bisa mengorbankan banyak hal dalam hidup. Kita harus bisa tidur lebih telat agar bisa berbuat dan belajar lebih banyak. Kita harus bangun lebih awal agar bisa bekerja lebih banyak.
Senin, Februari 07, 2011
Melayani Keluarga
OUR PARENTS NEED OUR PRESENCE
MORE THAN OUR PRESENTS
Hari sabtu yang lalu, tepatnya 5 Februari 2011, istri saya mengajak saya jalan-jalan ke kampung orangtua saya. Kami berangkat sekitar jam 10 pagi naik motor tartig alias tarik tiga bersama putri kami yang masih berusia 1 tahun 8 bulan. Adik saya perempuan yang paling bungsu pun ikut. Dia juga mengendarai sepeda motor sendirian. Setibanya di kampung kami langsung membersihkan rumah, kemudian kami manggang daging yang kami bawa mentah dari Sidikalang. Sambil memasak kami juga cerita sambil bercanda. Kami sangat menikmati kebersamaan kami. Sebelum makan siang, mama kami mengajak kami pergi keladang mo ngambil pisang sekalian lihat durian dan hasil pertanian lainnya. Mamak kami sangat senang.
Kemudian kami balek ke rumah tuk makan siang. Kami sangat menikmati makan siang kami dengan menu soup, BPT dan Ayam panggang. Lezaaat! Selesai lunch saya duduk di teras rumah sambil tukar pikiran dengan bapak. Bapak sangat suka ngobrol dengan saya. Dia merasa ‘nyambung’ dan mendapat semangat dan motivasi dari saya. Sedangkan istri saya dan adek saya kerja dan cerita dengan mamak saya di ruang tengah.
Sekitar jam 3 sore, kami semua ngumpul di teras rumah sambil minum kopi dan makan snacks. Sambil ngobrol, tertawa kami cerita tentang kehidupan di kampung. Sekitar jam 5 sore kami pulang ke Sidikalang.
Selama di kampung, saya melihat ada keceriaan di wajah orangtua kami. Mereka sangat senang jika dikunjungi. Kami juga tidak mengeluarkan banyak biaya. Hanya menyediakan waktu 1 harian bersama mereka. Tapi itu sangat berharga bagi mereka.
So, temans… mari kita kunjungi orangtua kita, anggota keluarga kita, tebarkanlah kasih di tengah-tengah mereka. Itulah hadiah terindah buat mereka karena sebenarnya mereka lebih membutuhkan kehadiran kita (presence) dibandingkan dengan pemberian kita (presents).
by: wandi tambunan
Jumat, Februari 04, 2011
Mengubah Hidup melalui Pendidikan
Mengubah Hidup
melalui Pendidikan
Oleh: Wandi Tambunan, A.Md.
(Pimpinan THE ARK SCHOOL)
“Izinkanlah anak-anak SD di pelosok itu mencintai, meraih inspirasi, dan berbinar menyaksikan kehadiranmu. Dan yang terpenting, Anda sebagai anak terbaik telah ikut-sekecil apapun-mendorong kemajuan, mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah…”
_ Anies Baswedan
_ Anies Baswedan
Kalimat diatas adalah sepenggal pesan dari Anies Baswedan sebagai ucapan pemberangkatan terhadap 51 pengajar muda yang bergabung dalam GIM (Gerakan Indonesia Mengajar). Hanya 51 pengajar yang dipilih melalui seleksi ketat dari para pelamar sebanyak 1.382. Mereka akan dikirim ke berbagai daerah terpelosok di Indonesia. Daerah-daerah tempat mereka mengajar nantinya adalah daerah yang tidak ada aliran listrik, tidak ada sinyal, tidak ada fasilitas internet. Mereka diutus selama 1 tahun untuk mengajari anak-anak sekolah di pelosok di berbagai daerah terpencil di Indonesia. Semoga dengan kehadiran mereka anak-anak di pelosok terinspirasi untuk mengubah hidup mereka agar lebih baik. Sungguh sebuah misi yang luar biasa baik.
What about us? Bagaimana dengan kita?
Setiap guru yang baru lulus diterima sebagai CPNS so pasti akan berteriak girang dalam sukacita luar biasa. Begitulah yang saya amati beberapa tahun terakhir ini setiap ada penerimaan CPNS baru untuk guru. Tapi beberapa bulan kemudian mayoritas dari mereka akan mengeluh, sedih, kecewa dan seakan berat untuk melangkah jika ditempatkan sebagai guru di desa terpencil atau daerah pelosok yang jauh dari kota.
Sekitar 3 tahun yang lalu saya menerima piagam penghargaan dari Bupati Dairi atas jasa kursus yang saya kelola the ark school dalam mengembangkan pendidikan di Kabupaten Dairi. Saat itu saya ikut menyaksikan Bupati Dairi memberikan piagam penghargaan kepada banyak guru yang mengajar di beberapa daerah terpencil di kabupaten Dairi. Saat itu terlintas di pikiran saya, semoga tahun depan Bupati tidak hanya memberikan piagam penghargaan tapi juga bantuan konkrit lainnya seperti buku referensi belajar, komputer atau alat bantu mengajar lainnya khususnya bagi para teman-teman guru yang mengajar di daerah terpencil.
I Have a Dream
Saya memiliki impian agar semua guru semakin mencintai mengajar, semua siswa semakin menikmati belajar, memiliki karakter sehingga akan ‘lahir’ anak-anak yang cerdas yang mampu mengubah hidup semakin lebih baik khususnya siswa-siswa yang sekolah di pedesaan. Tapi hal itu tidak akan tercapai dengan mudah jika kesejahteraan guru tidak diperhatikan. Pemerintah khususnya Pemda sangat diharapkan memberi kontribusi konkrit mendukung para guru agar dapat mengajar dengan lebih baik. Misalnya dengan cara membuat pelatihan dan motivasi kepada guru-guru tentang tehnik mengajar yang baik, memberi bantuan buku referensi, fasilitas komputer, atau alat bantu mengajar lainnya.
Semoga seperti sepenggal pesan Anies Baswedan diatas bisa menggugah para guru agar mereka tetap semangat menginspirasi para siswa di pelosok untuk dapat mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah. Semoga!
Seorang guru yang mengajar tanpa membangkitkan semangat belajar murid-murid, sama seperti menempa besi dingin. _horace mann
note: tulisan ini adalah editan dari tulisan saya sebelumnya
Rabu, Februari 02, 2011
A friend in need is a friend indeed
Presiden Abraham Lincoln pernah berkata, “Jika Anda ingin memenangi seseorang agar bersedia membantu Anda, pertama-tama yakinkan dirinya bahwa Anda adalah sahabat yang tulus.”
Sahabat sejati adalah seseorang yang tetap sahabat, baik dalam suka maupun duka.
Ketika kuliah dulu, saya punya seorang teman yang sangat suka jika diajak menjenguk orang sakit atau melawat keluarga orang meninggal. Dia sangat merasakan kesedihan setiap orang yang sedang berduka. Hebatnya dia tidak terlalu antusias jika diajak ke pesta ulang tahun atau pesta sukacita lainnya. Bukan dia tidak suka tapi dia lebih mengutamakn mengunjungi orang yang berduka dibandingkan dengan orang yang bersukacita.
Marilah kita menjadi sahabat yang tulus bagi semua orang.. baik dalam suka maupun duka.
Do not protect yourself by a fence,
but by your friends. _Czech Proverb
by wandi tambunan
Langganan:
Postingan (Atom)





















