Senin, November 08, 2010

'4 Wanita luar biasa dalam 4 generasi'


Keterangan Gambar dari yang paling kiri:

'4 Wanita luar biasa dalam 4 generasi'
1. Oppung (mamanya mertua saya)
2. Mertua (mamanya istri saya)
3. Istri (mamanya putri saya)
4. Valerina Lois (putri saya) 


Let me tell u about my mother in law...
  
She likes working…

Mertua saya pensiun sebagai seorang PNS guru SD bulan Februari 2009 yang lalu. Dan kegiatannya setelah pensiun hanya lah mengunjugi anak, menantu dan cucunya di Tanjung Pinang, di Sidikalang dan di Siantar.  

Saat ini dia tinggal sendirian di rumahnya di Helvetia Medan karena 3 dari 4 orang anaknya sudah menikah. 1 lagi belum, kita tunggu tahun tayangnya. He he he…. 

Sehari-hari dia rajin membersihkan rumahnya yang sebenarnya sudah bersih. Nyuci kain walau hanya 1 biji aja yang kotor itupun masih baru dipakainya.

Sudah lewat satu minggu ini mertua saya tinggal di rumah kami karena permintaan kami mengingat minggu lalu saya pergi study tour ke Tuk-tuk selama 2 hari.

Setiap harinya dia sudah bangun sebelum jam 6 pagi. Langsung nyuci kain, membantu memasak. Selesai sarapan dia menemani putri kami yang masih berumur 1 ½ tahun bermain dan belajar berbicara hingga sekitar jam 10 pagi putri kami tertidur lagi karena sudah capek bermain. Setelah putri kami tertidur dia terus sibuk mencari apa lagi yang bisa dikerjakannya. What a diligent woman! Awakpun jadi segan juga (he he he…) ketika menjemur kain, walau matahari bersinar terik, dia akan membolak-balik kain jemurannya sampai 10 X. dia sangat menikmati mengerjakannya. Ketika dia masih ada waktu luang, dia memasak masakan istemewa buat kami.. tau ga frens? masakannya super lezat. Karena dia memang pandai dan rajin memasak. 

Dan kebiasaan mertua saya ini sudah mulai menular pada istri saya. Thanks God. 

As a matter of fact, Walaupun sudah pensiun yang namanya pekerja keras akan tetap kerja keras. Yang namanya rajin akan tetap rajin. Yang namanya suka bersih akan tetap suka bersih. Yang namanya baik akan tetap baik. Bukan perkara uang tetapi perkara kenikmatan. Dia sangat menikmati melakukan semuanya itu… Luar biasa.

Kayaknya kita para kawula muda perlu belajar banyak hal dari dia... 

Thanks.. my mertua….

by: Wandi Tambunan 

Kamis, November 04, 2010

Inspirasi bagi pengajar (tidak harus guru)

Bulan September 2010 yang lalu saya terinspirasi oleh Eddy Murphy dalam filmnya Daddy Day Care. Di film tersebut Eddy Murphy berkata bahwa anak-anak tidak boleh diajari seperti mengajari orang dewasa. Anak-anak harus diperlakukan sebagai anak-anak. Dalam belajar, anak-anak harus diberikan kebebasan mengekspresikan diri mereka, mengeluarkan bakat mereka tentunya harus tetap dikontrol. Ketika anak-anak sudah mulai ke luar kendali maka jangan hukum mereka seperti menghukum orang dewasa. Tapi tariklah perhatian mereka (draw their attention) dengan sebuah kegiatan yang lebih menarik yang mereka sukai. Tentunya disini dituntut kreatifitas kita. Dan yang paling utama kita harus mengasihi mereka.

Bolehkah anak-anak main game? 
Misalnya PS, Point Blank, dll.

Saya sering menasihati siswa saya kan hal ini. Saya melihat hampir semua siswa saya suka main game. Saya hanya berkata: Main game itu bagus tapi ada batasannya. Main gamelah jika anda sudah capek belajar. Jadi main game itu adalah sebatas refreshing. Dan jangan sampai terjadi setelah capek main game baru belajar. This is a big mistake.
Sebenarnya nasihat ini juga berlaku buat orang dewasa. Jangan setelah capek main game baru kemudian kita melakukan hal penting dalam hidup kita. Kalau demikian caranya pasti fokus hidup kita tidak baik dan hasilnya pun pasti tidak maksimal. Mari kita jadikan main game sebatas refreshing setelah capek mengerjakan hal-hal terpenting dalam hidup kita agar fokus hidup kita pun tetap on the track.

Seems Impossible?

Saya yakin kita pasti bias asalkan ada komitmen dan pelaksanaan.

Wah… udah capek juga nih.. main game yuk..!

by: Wandi Tambunan

Rabu, Oktober 27, 2010

otak vs mata vs telinga: apakah masih senada alias teamwork?

Coba amati gambar disamping! Apakah posisi tangan saya senada dengan senyuman dan tatapan mata saya?

Menurut anda, sbenarnya otak saya menyuruh saya untuk tersenyum, atau membuat jari dan tangan sperti itu? atau malah menatap dengan cara yang demikian?

Atau mungkin saya  membuat jari dan tangan saya sperti itu karena sudah jadi kebiasaan stiap berfoto jari dan tangan saya langsung refleks sperti itu tanpa diperintah oleh otak?

Mari kita analisa lagi dari kasus ini...


Tadi ketika saya mau menghidupkan musik di computer saya, saya bukannya nge klik icon winamp di desktop komputer saya, eeehh…, saya malah nge klik icon Mozilla firefox.  Saya confused banget. Sbenarnya yg mrintah kita berbuat sesuatu otak apa kebiasaan. Jangan-jangan kebiasaan saya sudah menginvasi  otak saya. Sperti pesan bang napi, ‘ Waspadalah!’
Problem ini pun berlanjut ketika 10 menit kemudian saya mengajar di kelas. Setelah memberikan beberapa menit waktu untuk menjawab pertanyaan multiple choice, kami membahasnya bersama sama. Saya bertanya pada siswa: What is the answer? Salah satu siswa menjawab: (E). He has been working. Padahal mata saya tertuju pada kalimat di kertas: (E). He has been thinking. Tapi saya malah berkata: Yes. That’s right. The answer is (E). He has been working. Yang paling membuat saya bingung adalah: Sebenarnya mulut mengucapkan yang dilihat mata atau yang di dengar telinga atau yang diperintah otak?
What do you think friends? Saya berharap jawaban anda adalah perintah dari otak Anda…

by: Wandi Tambunan




Teladan Daniel


Tidak mudah menjalani hidup berintegritas.Hidup benar di tengah sekuleritas.Tapi bukan berarti mustahil. Daniel telah berhasil menjalani hidup berintegritas di tengah sekuleritas kerajaan Babel dengan Nebukadnezar sebagai seorang raja yang sangat kejam yang tidak segan-segan membunuh  orang yang menentang ketetapannya walau orang tersebut adalah pegawai kesayangannya seperti yang pernah dialami oleh Daniel dengan teman SMA nya [Sadrakh, Mesakh & Abednego).
Tapi bagaimana bisa? Dari pengamatan saya pribadi dari kitab Daniel berikut ini beberapa tipsnya:

1.       Daniel menjaga kekudusan hidupnya (Daniel 1:8)
‘Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya’

2.       Daniel bergantung kepada Allah (Daniel 2:16-18)
Ketika menghadapi tantangan bahwa semua orang-orang bijaksana akan dibunuh maka Daniel beserta teman SMA nyaberdoa bersama untuk memohon belas kasihan Allah.

3.       Daniel tidak memegahkan diri sendiri (Daniel 2:20 & 30)
20 ‘Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!

4.       Daniel setia bersekutu dengan Allah (Daniel 6:11)
Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia kerumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka kearah Yerusalem; tiga kali sehari  ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.


Jika kita setia menjaga kekudusan hidup kita, senantiasa bergantung kepada Allah, tidak memegahkandiri sendiri dan senantiasa setia bersekutu dengan Allah maka pertolongan dari Allah yang melampaui segala akal akan menyertai kita senantiasa seperti yang Daniel Alami. Amin.

Selasa, Oktober 19, 2010

Wanna be a Play Maker?

Seandainya saja anda adalah seorang Pemain Sepak bola peran apa yang paling ideal buat Anda? Mengapa?

Saya pribadi, ketika masih teenager, walau tidak hebat-hebat amat, idealnya saya sebagai play maker. Saya suka mengatur ritme permainan, memberi umpan, mengatur serangan dan mendorong para pemain agar bermain yang terbaik. Barangkali harus merangkap sebagai Cap.

That's why, saya suka bangat peran Fabregas di Arsenal.

What about you?   

Kamis, Oktober 14, 2010

'...a nobody becomes the voice of everybody...'

Saya baru selesai nonton film drama komedi 2008  ‘swing vote’ yang dibintangi oleh Kevin Costner, Paula Patton, Kelsey Grammer, Dennis Hopper, Nathan Lane, Stanley Tucci, George Lopez and Madeline Carroll.
Ei temans…  filmnya seru! Tentang pemilihan Presiden Amerika Serikat yang pada putaran pertama setiap calon mendapat perolehan suara yang sama. Tapi ada satu suara yang batal karena ketika sedang memilih tiba2 listrik padam. Sehingga pemenang akan ditentukan oleh satu suara tersebut 2 minggu kemudian.
Adalah Molly (Bud’s Daughter) yang berperan dibalik semua ini. Tanpa sepengetahuan ayahnya dia voted atas nama ayahnya tapi batal.
Tapi temans… Beruntung bangat punya putri seperti Molly. Cintanya yang sangat besar pada ayahnya membuat perubahan yang sangat besar. Sangat sangat besar.
Bud Johnson (Kevin Costner) adalah adalah seorang yang cuek, pemabuk, dan pecundang. Ia melewatkan hidupnya tanpa berbuat apa-apa. Untungnya Bud punya Molly (Madeline Carroll), putrinya yang baru berusia 12 tahun. Walaupun baru berusia 12 tahun, namun Molly sudah bisa dibilang dewasa. Ia yang selama ini mengurus segala keperluan keluarga. Cintanya pada ayahnya membuat Molly kecil tak pernah mengeluhkan semua tugas yang harus ia lakukan.
Molly terus berjuang mendukung ayahnya agar membuat keputusan yang tepat, karena siapaun yang dia pilih, dialah yang akan menjadi Presiden Amerika Serikat. Dan jika salah pilih, dia akan menanggung beban moral, tentang masa depan rakyat Amerika beberapa tahun ke depan. Bud telah menjadi seseorang yang menjadi suara setiap orang.



Melalui dukungan yang tak pernah putus asa dibantu oleh seorang reporter TV, akhirnya Molly mendukung ayahnya agar membuat debat calon presiden. Dan melalui debat inilah akhirnya Bud memutuskan siapa yang akan dia pilih.
Bud mampu menyampaikan presentasi debat nya dengan baik. Dalam debatnya Bud berkata:

Semoga Indonesia mendapatkan Pemimpin seperti harapan Bud diatas.. khususnya Dairi tercinta...




by Wandi Tambunan

Sidikalang - Medan VS Siantar - Medan

Tanggal 9 oktober 2010 yang lalu saya melakukan perjalanan dari Medan menuju Siantar. Berangkat pagi pulang malam dengan jalur yang sama. Via Tebing. Saya dan keluarga sangat menikmati perjalanan karena sangat jarang melewati jalan berlubang. Sehingga tidur di mobil pun nyenyak alias pulas. Padahal itu perjalanan PP pada hari yang sama. Belum lagi seharian capek marhobas karena saya adalah boru pada acara pesta pernikahan pariban kami pada hari itu juga.
 photo saya ambil dari mobil di jalan sekitar kota Tebing.
Hari sebelumnya kami berangkat dari Sidikalang menuju Medan menggunakan mobil yang sama. Tau ga bro? it was very tiring. Terlalu banyak masih jalan berlubang. Khususnya Kaban Jahe – Tiga Panah,  Lae Pondom – Sidikalang. Tidak jarang kita menemukan ‘kolam pancing’ di tengah jalan. Syukurlah  jalan sepanjang Lae Pondom sudah diperbaiki.
So guys? Gimana nih solusinya?

by: Wandi Tambunan

Rabu, Oktober 13, 2010

Nang Gumalunsang

Hidup tidak akan selalu berjalan mulus. banyak kerikil-kerikil yang harus dilalui, baik dalam lingkungan kerja, keluarga, masyarakat bahkan dalam pelayanan sekalipun.

Kita juga sering merasa tidak sanggup untuk melangkah lebih jauh lagi. atau barangkali pedal gas hidup kita tidak lagi bekerja, bak naik motor kita hanya bisa ngegigi satu karna terjalnya tanjakan hidup sehingga sangat lama rasanya tiba ditujuan. Barangkali penantian akan sesuatu yang terlalu lama dan tak kunjung berakhir.

Never give up! don't STOP trying!

Dulu saya sering mengalaminya. Tapi Thanks God. Lyrics lagu berikut ini sangat menguatkan saya.

I don't who wrote this song.. anyone knows?

Mari kita renungkan makna setiap kata dalam lagu ini....

nang gumalunsang akka laut
nang rope halisunsung i
lao manghalomhon solukki

molo Tuhan parhata saut
mandok hatana ikkon saut
sai saut doi

sai saut doi
sai saut do i

dang be mabiar au disi
mangalugahon solukki
ai Tuhanku donganhi
ai tung godang pe musuki
lao mangharomhon soluki
sai lao do i
sai lao do i
sian lambunghi


Reff:

hatop marlojong do solukku
tu raruan na so taraloau
naso adong be dapot hasusaan i
tudos tusi nang pardalananhi
lao mandapothon surgo
sipata naeng (sipata naeng),
lonong do au (lonong do au)
sohalugaan (sohalugaan)
galumbang i (galumbang i)
tudia ma (tudia nama )
haporusanhi (haporusanhi)
ikkon hutiop tontong Jesus hi
ditogu2 tanganki didalan na sai maol i
diparungkilon hasusaan
tung Jesus haporusanhi
nangpe di dalan lao tu surgo
diiring Jesus au disi

back to Reff
nangpe di dalan lao tu surgo
diiring Jesus au disi





Tetaplah menabur.... suatu saat nanti kita akan menuai...

Wandi Tambunan




Kamis, September 30, 2010

ayat-ayat kursi


Kebetulan rumah mertua saya dekat dengan sebuah masjid di Helvetia Medan. Suatu hari jumat, setelah turun dari mobil sambil mengangkat koper saya jalan agak pelan sambil nguping kotbah sholat jum’at. 

Kagum juga dengan pak haji yang pandai menarik perhatian para peserta sholat jum'at.

Saya sempat mendengar pak haji berkata:

salut buat pak haji.....

wkwkwkwkk. ada-ada aja...

by: wandi tambunan

Rabu, September 29, 2010

Pejuang Kanker : Alvita Dewi Siswoyo



Saya pernah membaca di sebuah majalah kesehatan tentang survei kesembuhan pasien di mayoritas rumah sakit di Amerika Serikat. 
Dalam survei tesebut disimpulkan bahwa 80% dari pasien yang sembuh tersebut adalah orang yang memiliki tekad dan motivasi yang tinggi untuk sembuh. Sehebat apapun obat atau perawatan yang dilakukan jika si pasien tidak memiliki mental yang kuat untuk sembuh maka akan susah sembuh. Dan sama halnya dengan separah apapun penyakitnya jika si pasien memiliki tekad, keinginan yang kuat untuk sembuh maka kemungkinan besar dia akan sembuh.


Sekitar 2 bulan yang lalu saya menonton Andy Noya mewawancarai Alvita di acara kick Andy. Saya sangat kagum dengan karakter Vita yang mampu bangkit dari 2X mengalami penyakit kanker. Dan justru karena penyakit tersebut dia sangat berambisi menjadi seorang dokter seperti ayahnya. Sejak kecil dia sudah mengalami cacat yaitu hanya memiliki satu mata. 

Pada saat dia masih berusia 16 tahun petaka datang menimpa dia. Vita dinyatakan menderita kanker jaringan tulang lunak atau yang sering disebut ewing sarcoma stadium 3. Jenis kanker ini cukup langka dan biasa menimpa anak usia 10-20 tahun. Vita mengalami penyakit kanker dua kali. Kanker pertama adalah misteri, kanker kedua merupakan malapetaka, “tutur dokter berusia 26 tahun  itu. 

Tapi itu tidak mematahkan semangatnya untuk sembuh. Dan akhirnya dia sembuh dan menjadi seorang dokter dari fakultas kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta (2008). Dan saat ini dia diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran untuk spesialisasi kedokteran nuklir. 



Ketika diwawancarai oleh Andi Noya di acara Kick Andi, Vita berkata dengan penuh semangat,”Saya tidak mau disebut sebagai korban kanker, saya adalah pejuang kanker”. Sangat betul, hingga sekarang dokter yang sangat ramah ini sering kali menjadi motivator bagi orang-orang yang menderita kanker. 

Resources:

o   Acara Kick Andy 
o   Kompas, 29 September 2010
o   Majalah kesehatan




By: Wandi Tambunan

Selasa, September 28, 2010

Patience is Genius

                                                                                  
                                                                                                     Sabar 
      itu 
               Jenius

Setelah menjalani bahtera rumah tangga selama lebih dari 2 tahun akhirnya saya menyimpulkan ternyata membentuk sebuah rumah tangga yang harmonis, menjadi pasangan panutan, memiliki hubungan komunikasi suami istri yang kokoh, keluarga yang mengandalkan Tuhan ternyata tidak mudah tapi juga bukan berarti mustahil.

Hal yang sangat penting kita miliki adalah kesabaran. Kesabaran menerima perbedaan karakter, kesabaran ketika dengan tidak sengaja dia menyakiti hati kita, kesabaran untuk merawat dia ketika dia sakit, kesabaran meyakinkan dia ketika dia ragu akan masa depan rumah tangga kita, kesabaran meyakinkan  pasangan kita agar sabar ketika kita tidak memiliki uang, kesabaran menguatkan pasangan kita agar tetap tekun berdoa tatkala banyak tantangan yang harus dihadapi. Yang terutama kita harus sabar menenun rumah tangga kita hingga menjadi rumah tangga yang sabar dalam segala hal yang akhirnya akan menginspirasi orang lain agar juga sabar memahami pasangannya.

Dan tetap ingat! 
Sabar itu Jenius. 
Jika anda telah sabar 
pada pasangan Anda 
berarti Anda seorang JENIUS.

by.. Wandi Tambunan


Hidup Harus Berkarya


Tepatnya September 2009 yang lalu, saya mengikuti sebuah retreat yang diselenggarakan PAK (Persekutuan Alumni Kristen) Perkantas Sidikalang. Saya sangat menikmati retreat tersebut. Pengisian, Kebersamaan, Lingkungan, maupun suasana desa Tuk-tuk yang masih sangat alami.
Tapi satu hal yang paling menggugah dan menginspirasi saya higga saat ini adalah satu pesan penting yang Tiopan Manihuruk sampaikan pada semua alumni. Yakni:

"...Dunia ini semakin 
parah dan rusak 
bukan karena orang jahat 
semakin jahat
Tapi karena 
anak-anak Tuhan 
tidak Berkarya 
dalam hidupnya..."

Kalimat ini sangat kuat menggugah saya. Setiap hari sejak hari itu saya terus bertanya pada diri sendiri, apa karya saya dalam hidup ini, apa yang sudah saya perbuat bagi Negara ini? Apa yang sudah saya berikan pada lingkungan hidup saya? Barangkali saya telah hidup terlalu egois yang hanya memikirkan masa depan sendiri, yang hanya memikirkan segelintir orang saja yang selalu saya sebut my family.

Ternyata, It’s not enough! Saya harus berkarya dalam hidup ini.
It’s not enough!!!! Jika saya hanya memikirkan kehidupan segelintir orang saja. Dengan kata lain, saya harus berkarya dalam hidup saya.

Sejak hari itu, saya terus mengevaluasi hidup saya. Saya selalu introspeksi diri tentang hal apa yang harus saya edit lagi dalam hidup saya.

Akhirnya saya tiba pada sebuah kesimpulan bahwa saya harus memperbaiki beberapa hal dalam hidup saya. Saya harus serius pada beberapa hal terpenting dalam hidup saya. Saya kembali mengevaluasi bagaimana saya mengisi waktu saya, dampak karakter dan setiap tindakan saya dan yang terakhir mempertajam visi hidup saya.

1.       Mengisi 
    Waktu
Saya selalu mengisi waktu saya untuk belajar, melatih keahlian baru, membaca buku rohani dan berdoa.

2.      Dampak Karakter 
dan Tindakan
Setiap hari saya terus introspeksi karakter dan setiap tindakan saya. Saya berjuang untuk tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

3.       Mempertajam 
Visi
Hal yang paling utama yang terus saya lakukan adalah bertanya pada Allah apa yang Dia ingin saya lakukan dalam hidup saya yang menjadi berkat bagi orang lain dan terutama menyenangkan hati Allah. Mempertajam visi yang akan menggerakkan saya dalam hidup ini. Menggerakkan setiap hal yang akan saya lakukan.

Saya yakin dengan mengerjakan dengan sangat serius ketiga hal tersebut maka hidup saya akan menghasilkan sebuah karya yang akan menggarami, menunda pembusukan dunia ini dan menjadi sebuah lilin dikegelapan yang memberikan terang bagi umat manusia.

Dear Lord… 
do help me. 
Amen.


“Vision without action 

is a dream.

 Action without vision 

is simply passing the time. 

Action with Vision 

is making a positive difference.”_Joel Barker





by: Wandi Tambunan

Kamis, September 23, 2010

2 most encouraging girls in my life

Thank you for loving me.. 


Thank you for loving me
For being my eyes when I couldn't see for
Parting my lips when I couldn't breathe
Thank you for loving me
Thank you for loving me

I never knew I had a dream
Until that dream was you
When I look into your eyes
The sky's a different blue

You pick me up when I fall down
You ring the bell before they count me out
If I was drowning you would part the sea
And risk your own life to rescue me, yeah

When I couldn't fly
Oh, you gave me wings
You parted my lips when I couldn't breathe
Thank you for loving me

_bonjovi_




Rabu, September 22, 2010

arkerZ at the ark school


Push yourself to the limit



that is what learning is. You suddenly understand something you’ve understood all your life, but in a new way _Doris Lessing


We have to walk an extra mile. Jika kita ingin berhasil dalam belajar, kita harus ‘walk an extra mile’. Jika orang lain belajar 2 jam dalam 1 hari, berarti kita harus belajar 3 jam dalam 1 hari. Jika orang lain baca 1 buku berarti kita harus baca 2 buku. Jika orang lain tidur jam 10 malam, kita harus tidur jam 11 malam. Jika orang lain bangun jam 6 pagi brarti kita harus bangun jam 5 pagi. Dengan kata lain kita harus berbuat jauh lebih baik dari yang orang lain perbuat alias walk an extra mile.




Cole Wagner from USA with students at the ark school Sidikalang.




by_wandi tambunan



Selasa, September 21, 2010

Tips menyiram bunga a la oppung. Wwkwkwkwwkwk!


Oppung ni si Ingot sangat rajin menyiram bunga. Dia tidak pernah lupa menyiram bunga 2X sehari. Unfortunately! Suatu hari Oppung ni si Ingot sakit keras sehingga dia tidak bisa menyiram bunga. Walau sakit keras dia tetap ingat akan bunganya sehingga dia menyuruh si Ingot menyiram bunganya.
Oppung : Ingooot…! Naro jo tuson…..! [come here]
Ingot  : Apala aha oppung? Adong tonam? [what’s up? Any message?]
Oppung : Siram jo bunga i. [Would you like to water the flower!]
Ingot  : Ai udan do oppung. [But it’s raining grandpa]
Oppung : Marpayung ho! [Use the umbrella !]
Ingot  : 
(sabbil marpikkir) ba…. Naung jonok do haroa….. 
[thinking….. Oppung is gonna die] ro do udan alai disuru iba maniram bunga…. It’s raining cats and dogs but Oppung asks me to water the flowers……..

Wkwkwkwkwkwk. Ada-ada aja…..

by_wandi tambunan

Minggu, September 19, 2010

Mengandalkan Tuhan

Adakalanya kita merasa lemah dalam mengerjakan pelayanan. Melihat banyak hal yang harus dikerjakan tapi tidak semua komponen sungguh-sungguh mengerjakannya membuat iman kita mulai ragu dalam mengerjakan pelayanan. Tapi kita harus terus berusaha belajar mempercayai Allah yang mencukupkan kita. Kita harus yakin, Ia tidak begitu saja memakai kita tanpa menyiapkan , menyertai dan memperlengkapi kita.

Seperti yang Calvin pernah katakan bahwa cara kita memandang Allah akan sangat mempengaruhi cara kita memandang diri kita. Bahwa kita harus hati-hati ketika kita mulai berfokus pada kelemahan diri, ketidak sanggupan mengerjakan pelayanan yang sulit itu bisa menjadi salah satu cermin bahwa kita tidak menyadari penyertaan dan pemeliharaan Tuhan atas pelayanan kita.

IF YOU WORK, YOU WORK
IF YOU PRAY, GOD WORKS

Mari terus kita ingat makna kalimat ini. Jika kita terus asyik bekerja tapi lupa berdoa, maka kita akan mengalami keletihan karena kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Tapi mari kita terus mengandalkan Tuhan dalam setiap hal yang kita kerjakan, maka Tuhan sendiri yang akan tetap campur tangan dalam setiap pelayanan kita.

Salam Kasih

Wandi Tambunan

Sabtu, September 18, 2010

arsenal, arsene wenger, arshavin, arkschool

Add caption
Let me tell you someone I really idolize. You will never regret knowing him. Many people admire him not because he is handsome, not because he is rich. But now let me tell you how he inspires my life. He is a coach of football; he is good at managing team. He always inspires footballers. He graduated from university, master degree in Economics. He decided to be a coach of Arsenal Football Club in England. Before playing football, he usually encourages his team to work hard and to have a good team work. He reminds his team not to give up, even in hard times. He always says that to be the best, we must do the best. His name is Arsene Wenger. 

by_Wandi Tambunan