Kamis, November 18, 2010
Berbenah demi Kemajuan: more than words
Untuk meningkatkan sebuah usaha atau kinerja sebuah lembaga butuh lebih dari sebatas menampung ide atau kritikan tapi harus melaksanakannya dengan komitmen tinggi. Seperti mottonya Prudential yang kerap kali kita dengar dan lihat di layar televisi kita: Always listening always understanding…
Tadi pagi sekitar jam 10 pagi saya diundang BRI cabang Sidikalang pada acara gathering dengan beberapa nasabah BRI di Kabupaten Dairi. Walau sebenarnya saya belum termasuk nasabah tapi masih calon karena pengajuan saya masih dalam proses. Ada yang berasal dari Pak-Pak bharat, Parongil, Tigalingga, Sumbul dan Sidikalang. Acara ini diselenggarakan dalam bentuk Tanya jawab, menyampaikan unek-unek, serta masukan demi peningkatan kinerja BRI di Kabupaten Dairi.
Yang paling saya kagumi adalah pihak BRI tidak banyak membela diri malah mereka sangat mengharapkan banyak unek-unek atau kritikan disampaikan oleh para nasabah seperti belum adanya satpam di beberapa unit BRI, budaya antri yang belum berjalan dengan baik atau lamanya proses pengajuan pinjaman.
Seperti halnya BRI, DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) juga selalu menampung aspirasi rakyat, mengumpulkan sebanyak-banyaknya masukan dan kritikan dari rakyat kemudian membuangnya ke ‘tempat sampah’ tanpa melaksanakannya. Tapi salah sendiri juga.. DPR adalah pilihan rakyat toh?
Tapi saya yakin BRI beda. Mereka akan melaksanakan setiap masukan yang mereka dapatkan demi peningkatan kinerja mereka. Semoga!
Btw, BRI, thanks ya buat makan siangnya, serta souvenir payung dan muk cantik. He he he he…. Adaadaaja.com
By: Wandi Tambunan
Sabtu, November 13, 2010
Demi ULTAH pacar...
Ini Crita... non fiksi friends... tapi pelakunya TOP SECRET ya...
crita ne.. about a man who really loves a woman.. ttg perjuangan nya tuk snangin pacarnya di hari ultahnya hari ini... 13 November 2010.
gini nih critanya...Jauh-jauh waktu seorang pria sudah merencanakan untuk merayakan ulang tahun pacarnya. Memikirkan dengan serius kado yang akan diberikan kepada kekasih cintanya. Mengatur waktu sedemikian rupa agar bisa mengunjungi kekasih nun jauh di mato.
Unfortunately, kado yang sudah jauh-jauh di beli dipesan khusus dari Siantar eh spertinya gak cocok buat si dia. Finally, dia pun gak mau give up. Dibantu oleh sang kakak dia pun berupaya mencari toko yang masih buka.
Beli kado walau udah jelang larut malam, memberanikan diri mengetok pintu karena toko sudah keburu tutup, akhirnya si pemilik toko dengan murah hati membukakan pintu dan menawarkan dengan sabar beberapa paket baju yang cocok buat kado ultah sang kekasih pujaan hati.
Beli kado walau udah jelang larut malam, memberanikan diri mengetok pintu karena toko sudah keburu tutup, akhirnya si pemilik toko dengan murah hati membukakan pintu dan menawarkan dengan sabar beberapa paket baju yang cocok buat kado ultah sang kekasih pujaan hati.
Thanks God! He finally did it. Dapat juga kado yang bagus dan cocok buat adinda di kota Kabanjahe.
Lantas gimana?
Besok paginya, awak belum lagi bangun, dia udah berangkat ke Kabanjahe ‘tuk merayakan ultah kekasih. Padahal tadi malam pulang kerja aja udah lewat jam 12 midnight..
Remarkable!
Sidikalang _ Kabanjahe (skitar 2 jam kale ya… by Datra iya lah ya. Tapi kalo jalan kaki? 2 menit aja. Gak nyampe maksudnya)
Besok paginya, awak belum lagi bangun, dia udah berangkat ke Kabanjahe ‘tuk merayakan ultah kekasih. Padahal tadi malam pulang kerja aja udah lewat jam 12 midnight..
Remarkable!
Sidikalang _ Kabanjahe (skitar 2 jam kale ya… by Datra iya lah ya. Tapi kalo jalan kaki? 2 menit aja. Gak nyampe maksudnya)
Trus… rayain ultahnya di Kabanjahe?
Kagak man!
Mickey Holiday bro! Brastagi..
Hebat…
Kagak man!
Mickey Holiday bro! Brastagi..
Hebat…
Ternyata teman kita yang satu ini luar biasa romantis juga…
udah gitu… nunda jadwal badminton lagi.. Secara stiap sabtu pagi kita main badminton bareng di GOR Sidikalang. Gak bilang2 pula tuh! He he he… ^peace^ just kidding bro!
udah gitu… nunda jadwal badminton lagi.. Secara stiap sabtu pagi kita main badminton bareng di GOR Sidikalang. Gak bilang2 pula tuh! He he he… ^peace^ just kidding bro!
Dan mudah2an aja mereka langgeng2 aja… n suatu saat jadi nikahnya… Amin.
Happy birthday sister!
Jumat, November 12, 2010
Obama bernostalgia Indonesia bersolek
So pasti kita sudah pernah dengar kalimat bijaksana: ‘Kebiasaan belum tentu baik tapi kebaikan harus dibiasakan’. Sangat benar makna petuah ini. Sering sekali kita berbuat baik karena ada maunya, karena ada moment khusus atau karena banyak orang yang melihat. Padahal karakter adalah tetap melakukan hal-hal yang baik sekalipun tidak ada yang melihatnya.
Tadi malam saya Chatting dengan seorang mantan siswa saya yang sekarang sudah kuliah di UI (Universitas Indonesia). Kami chatting perihal kedatangan Obama ke Indonesia.
Lisayana Sembiring told me:
o iya...
jadi kan,, pas yg tanggal 9 Nov itu...,
aquu ke UKI (Cawang, Jaktim),, bersih gtu jalanan Menejz...
kaget terheran-heran awak ngeliyat Jakarta tiba2 bersih..
hahahahaha
Wandi commented: Itulah namanya kebaikan karna momentum.. seharusnya hal baik itu jadi habit...
Negara kita ini memang sangat pandai bersolek. Najwa pernah membahas secara khusus tentang ‘solek politik’ di acara Mata Najwa. Para calon anggota DPR, para calon pemimpin politik yang bahkan menyewa jasa para pesolek politik seperti Lingkar Survei Indonesia. SBY misalnya berhasil mencuri simpatik sekitar 60% suara masyarakat Indonesia pada Pemilihan Presiden secara langsung pemilu yang lalu adalah berkat jasa LSI yang dipromotori oleh Denny JA.
So how?
Seperti pesan petuah tadi, marilah kita jadikan berbuat baik sebagai sebuah kebiasaan kita yang didorong oleh hati nurani bukan karena dilihat oleh orang lain, bukan karena ada maunya tapi biarlah itu menjadi karakter kita yang sebenarnya.
By: Wandi Tambunan
Kamis, November 11, 2010
So much to do so little done
SO MUCH TO DO SO LITTLE DONE
[banyak hal yang harus dikerjakan tapi hanya sedikit yang terlaksana]
‘Perbedaan antara apa yang kita lakukan dan apa yang sebenarnya mampu kita lakukan akan sanggup untuk memecahkan sebagian besar masalah dunia ini’.
Mahatma Gandhi
Barangkali hari ini kita sanggup melakukan 10 hal tapi karena suka menunda-nunda atau mungkin karena lagi dihinggapi penyakit malas kita pun hanya melakukan 5 atau 6 hal saja. Barangkali itu juga alasan Gandhi mengatakan kalimat diatas. Perbedaan antara 10 hal yang kita sanggup kerjakan dengan 5 hal saja yang akhirnya kita kerjakan ternyata mampu menyelesaikan sebagian besar masalah di dunia ini. Atau setidaknya masalah di dunia ini tidak bertambah seandainya kita benar-benar melaksanakan 10 hal tadi dengan sebaik-baiknya.
Waktu sering diartikan sebagai suatu kelangsungan dilaksanakannya berbagai hal dalam hidup. Dan perbedaan utama antara orang berhasil dengan orang yang gagal terletak pada bagaimana mereka menggunakan waktu luang mereka.
Apa yang kita kerjakan di setiap waktu luang kita sangat berperan penting dalam menentukan hidup kita menjadi orang yang berarti atau menjadi orang yang biasa-biasa saja.
Saya pribadi tidak bisa mengubah jam kerja saya sesuka hati saya. Pekerjaan mengajar saya sudah terjadwal dengan baik dan saya harus mengikutinya. Tetapi saya bebas untuk melakukan apa saja pada waktu luang saya. Tentunya saya ingin melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk visi hidup saya. Saya selalu berjuang untuk memiliki hidup yang digerakkan oleh tujuan yaitu visi hidup saya. A vision driven life.
Kembali pada harapan Mr. Gandhi tadi. Jika kita sanggup melakukan 10 hal hari ini maka laukanlah 10 hal!
Is that so bro?
By: Wandi Tambunan
Rabu, November 10, 2010
Agar Target tercapai...
Tanggal 7 November 2010 yang lalu kami melakukan raker (rapat kerja) di pelayanan kami Perkantas Sidikalang. Kami mengevaluasi kemajuan yang sudah kami capai dalam pelayanan kami. Kami juga melihat masih banyak hal yang harus kami perbaiki. Dalam raker tersebut kami juga memaparkan program yang akan kami kerjakan selama 2011.
Tadi pagi saya baca sebuah majalah manajemen. Sebuah artikel yang ditulis oleh Herman Susanto. Beliau menyebutkan 3 hal yang harus kita miliki dalam mencapai sebuah target.
#1. Ownership.
Apapun bidang yang kita kerjakan kita harus memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap pekerjaan atau pelayanan yang kita jalankan. Kita harus selalu memikirkannya. Mencari ide terbaik yang bisa kita kerjakan untuk mengembangkannya. Dan tentunya ingat prinsip stop thinking start doing. Setelah kita pikirkan, renungkan kita harus segera merealisasikannya.
#2. Accountable.
Bertanggung jawab pada peran yang kita ambil. Hindari no action talk only. Tapi selalu bersikap talk less do more. Kita harus memiliki komitmen yang tinggi untuk melaksanakan setiap tugas-tugas kita. Jika semua program yang telah kita rencanakan dapat kita kerjakan dengan baik maka hasilnya juga akan luar biasa.
#3. Responsible.
Kita harus siap sedia melakukan corrective action atau activity action tatkala menemukan kesalahan atau kegagalan dalam melakukan sebuah program. Kita harus sigap menyiasati setiap kelemahan yang kita miliki. Tidak boleh mengkambinghitamkan kesalahan kita pada orang lain. Tapi berusaha secepat mungkin melakukan tindakan perbaikan.
So hard?
Remember this!
By: Wandi Tambunan
Senin, November 08, 2010
'4 Wanita luar biasa dalam 4 generasi'
Keterangan Gambar dari yang paling kiri:
'4 Wanita luar biasa dalam 4 generasi'
1. Oppung (mamanya mertua saya)
2. Mertua (mamanya istri saya)
3. Istri (mamanya putri saya)
4. Valerina Lois (putri saya)
Let me tell u about my mother in law...
She likes working…
Mertua saya pensiun sebagai seorang PNS guru SD bulan Februari 2009 yang lalu. Dan kegiatannya setelah pensiun hanya lah mengunjugi anak, menantu dan cucunya di Tanjung Pinang, di Sidikalang dan di Siantar.
Saat ini dia tinggal sendirian di rumahnya di Helvetia Medan karena 3 dari 4 orang anaknya sudah menikah. 1 lagi belum, kita tunggu tahun tayangnya. He he he….
Sehari-hari dia rajin membersihkan rumahnya yang sebenarnya sudah bersih. Nyuci kain walau hanya 1 biji aja yang kotor itupun masih baru dipakainya.
Sudah lewat satu minggu ini mertua saya tinggal di rumah kami karena permintaan kami mengingat minggu lalu saya pergi study tour ke Tuk-tuk selama 2 hari.
Setiap harinya dia sudah bangun sebelum jam 6 pagi. Langsung nyuci kain, membantu memasak. Selesai sarapan dia menemani putri kami yang masih berumur 1 ½ tahun bermain dan belajar berbicara hingga sekitar jam 10 pagi putri kami tertidur lagi karena sudah capek bermain. Setelah putri kami tertidur dia terus sibuk mencari apa lagi yang bisa dikerjakannya. What a diligent woman! Awakpun jadi segan juga (he he he…) ketika menjemur kain, walau matahari bersinar terik, dia akan membolak-balik kain jemurannya sampai 10 X. dia sangat menikmati mengerjakannya. Ketika dia masih ada waktu luang, dia memasak masakan istemewa buat kami.. tau ga frens? masakannya super lezat. Karena dia memang pandai dan rajin memasak.
Dan kebiasaan mertua saya ini sudah mulai menular pada istri saya. Thanks God.
As a matter of fact, Walaupun sudah pensiun yang namanya pekerja keras akan tetap kerja keras. Yang namanya rajin akan tetap rajin. Yang namanya suka bersih akan tetap suka bersih. Yang namanya baik akan tetap baik. Bukan perkara uang tetapi perkara kenikmatan. Dia sangat menikmati melakukan semuanya itu… Luar biasa.
Kayaknya kita para kawula muda perlu belajar banyak hal dari dia...
Thanks.. my mertua….
by: Wandi Tambunan
by: Wandi Tambunan
Kamis, November 04, 2010
Inspirasi bagi pengajar (tidak harus guru)
Bulan September 2010 yang lalu saya terinspirasi oleh Eddy Murphy dalam filmnya Daddy Day Care. Di film tersebut Eddy Murphy berkata bahwa anak-anak tidak boleh diajari seperti mengajari orang dewasa. Anak-anak harus diperlakukan sebagai anak-anak. Dalam belajar, anak-anak harus diberikan kebebasan mengekspresikan diri mereka, mengeluarkan bakat mereka tentunya harus tetap dikontrol. Ketika anak-anak sudah mulai ke luar kendali maka jangan hukum mereka seperti menghukum orang dewasa. Tapi tariklah perhatian mereka (draw their attention) dengan sebuah kegiatan yang lebih menarik yang mereka sukai. Tentunya disini dituntut kreatifitas kita. Dan yang paling utama kita harus mengasihi mereka.
Bolehkah anak-anak main game?
Misalnya PS, Point Blank, dll.
Saya sering menasihati siswa saya kan hal ini. Saya melihat hampir semua siswa saya suka main game. Saya hanya berkata: Main game itu bagus tapi ada batasannya. Main gamelah jika anda sudah capek belajar. Jadi main game itu adalah sebatas refreshing. Dan jangan sampai terjadi setelah capek main game baru belajar. This is a big mistake.
Sebenarnya nasihat ini juga berlaku buat orang dewasa. Jangan setelah capek main game baru kemudian kita melakukan hal penting dalam hidup kita. Kalau demikian caranya pasti fokus hidup kita tidak baik dan hasilnya pun pasti tidak maksimal. Mari kita jadikan main game sebatas refreshing setelah capek mengerjakan hal-hal terpenting dalam hidup kita agar fokus hidup kita pun tetap on the track.
Seems Impossible?
Saya yakin kita pasti bias asalkan ada komitmen dan pelaksanaan.
Wah… udah capek juga nih.. main game yuk..!
by: Wandi Tambunan
Rabu, Oktober 27, 2010
otak vs mata vs telinga: apakah masih senada alias teamwork?
Coba amati gambar disamping! Apakah posisi tangan saya senada dengan senyuman dan tatapan mata saya?
Menurut anda, sbenarnya otak saya menyuruh saya untuk tersenyum, atau membuat jari dan tangan sperti itu? atau malah menatap dengan cara yang demikian?
Atau mungkin saya membuat jari dan tangan saya sperti itu karena sudah jadi kebiasaan stiap berfoto jari dan tangan saya langsung refleks sperti itu tanpa diperintah oleh otak?
Mari kita analisa lagi dari kasus ini...
Tadi ketika saya mau menghidupkan musik di computer saya, saya bukannya nge klik icon winamp di desktop komputer saya, eeehh…, saya malah nge klik icon Mozilla firefox. Saya confused banget. Sbenarnya yg mrintah kita berbuat sesuatu otak apa kebiasaan. Jangan-jangan kebiasaan saya sudah menginvasi otak saya. Sperti pesan bang napi, ‘ Waspadalah!’
Problem ini pun berlanjut ketika 10 menit kemudian saya mengajar di kelas. Setelah memberikan beberapa menit waktu untuk menjawab pertanyaan multiple choice, kami membahasnya bersama sama. Saya bertanya pada siswa: What is the answer? Salah satu siswa menjawab: (E). He has been working. Padahal mata saya tertuju pada kalimat di kertas: (E). He has been thinking. Tapi saya malah berkata: Yes. That’s right. The answer is (E). He has been working. Yang paling membuat saya bingung adalah: Sebenarnya mulut mengucapkan yang dilihat mata atau yang di dengar telinga atau yang diperintah otak?
What do you think friends? Saya berharap jawaban anda adalah perintah dari otak Anda…
by: Wandi Tambunan
Teladan Daniel
Tidak mudah menjalani hidup berintegritas.Hidup benar di tengah sekuleritas.Tapi bukan berarti mustahil. Daniel telah berhasil menjalani hidup berintegritas di tengah sekuleritas kerajaan Babel dengan Nebukadnezar sebagai seorang raja yang sangat kejam yang tidak segan-segan membunuh orang yang menentang ketetapannya walau orang tersebut adalah pegawai kesayangannya seperti yang pernah dialami oleh Daniel dengan teman SMA nya [Sadrakh, Mesakh & Abednego).
Tapi bagaimana bisa? Dari pengamatan saya pribadi dari kitab Daniel berikut ini beberapa tipsnya:
1. Daniel menjaga kekudusan hidupnya (Daniel 1:8)
‘Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya’
2. Daniel bergantung kepada Allah (Daniel 2:16-18)
Ketika menghadapi tantangan bahwa semua orang-orang bijaksana akan dibunuh maka Daniel beserta teman SMA nyaberdoa bersama untuk memohon belas kasihan Allah.
3. Daniel tidak memegahkan diri sendiri (Daniel 2:20 & 30)
20 ‘Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!
4. Daniel setia bersekutu dengan Allah (Daniel 6:11)
Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia kerumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka kearah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Selasa, Oktober 19, 2010
Wanna be a Play Maker?
Seandainya saja anda adalah seorang Pemain Sepak bola peran apa yang paling ideal buat Anda? Mengapa?
Saya pribadi, ketika masih teenager, walau tidak hebat-hebat amat, idealnya saya sebagai play maker. Saya suka mengatur ritme permainan, memberi umpan, mengatur serangan dan mendorong para pemain agar bermain yang terbaik. Barangkali harus merangkap sebagai Cap.
That's why, saya suka bangat peran Fabregas di Arsenal.
What about you?
Kamis, Oktober 14, 2010
'...a nobody becomes the voice of everybody...'
Saya baru selesai nonton film drama komedi 2008 ‘swing vote’ yang dibintangi oleh Kevin Costner, Paula Patton, Kelsey Grammer, Dennis Hopper, Nathan Lane, Stanley Tucci, George Lopez and Madeline Carroll.
Ei temans… filmnya seru! Tentang pemilihan Presiden Amerika Serikat yang pada putaran pertama setiap calon mendapat perolehan suara yang sama. Tapi ada satu suara yang batal karena ketika sedang memilih tiba2 listrik padam. Sehingga pemenang akan ditentukan oleh satu suara tersebut 2 minggu kemudian.
Adalah Molly (Bud’s Daughter) yang berperan dibalik semua ini. Tanpa sepengetahuan ayahnya dia voted atas nama ayahnya tapi batal.
Tapi temans… Beruntung bangat punya putri seperti Molly. Cintanya yang sangat besar pada ayahnya membuat perubahan yang sangat besar. Sangat sangat besar.
Bud Johnson (Kevin Costner) adalah adalah seorang yang cuek, pemabuk, dan pecundang. Ia melewatkan hidupnya tanpa berbuat apa-apa. Untungnya Bud punya Molly (Madeline Carroll), putrinya yang baru berusia 12 tahun. Walaupun baru berusia 12 tahun, namun Molly sudah bisa dibilang dewasa. Ia yang selama ini mengurus segala keperluan keluarga. Cintanya pada ayahnya membuat Molly kecil tak pernah mengeluhkan semua tugas yang harus ia lakukan.
Molly terus berjuang mendukung ayahnya agar membuat keputusan yang tepat, karena siapaun yang dia pilih, dialah yang akan menjadi Presiden Amerika Serikat. Dan jika salah pilih, dia akan menanggung beban moral, tentang masa depan rakyat Amerika beberapa tahun ke depan. Bud telah menjadi seseorang yang menjadi suara setiap orang.
Melalui dukungan yang tak pernah putus asa dibantu oleh seorang reporter TV, akhirnya Molly mendukung ayahnya agar membuat debat calon presiden. Dan melalui debat inilah akhirnya Bud memutuskan siapa yang akan dia pilih.
Bud mampu menyampaikan presentasi debat nya dengan baik. Dalam debatnya Bud berkata:
Semoga Indonesia mendapatkan Pemimpin seperti harapan Bud diatas.. khususnya Dairi tercinta...
by Wandi Tambunan
Sidikalang - Medan VS Siantar - Medan
Tanggal 9 oktober 2010 yang lalu saya melakukan perjalanan dari Medan menuju Siantar. Berangkat pagi pulang malam dengan jalur yang sama. Via Tebing. Saya dan keluarga sangat menikmati perjalanan karena sangat jarang melewati jalan berlubang. Sehingga tidur di mobil pun nyenyak alias pulas. Padahal itu perjalanan PP pada hari yang sama. Belum lagi seharian capek marhobas karena saya adalah boru pada acara pesta pernikahan pariban kami pada hari itu juga.
photo saya ambil dari mobil di jalan sekitar kota Tebing.
Hari sebelumnya kami berangkat dari Sidikalang menuju Medan menggunakan mobil yang sama. Tau ga bro? it was very tiring. Terlalu banyak masih jalan berlubang. Khususnya Kaban Jahe – Tiga Panah, Lae Pondom – Sidikalang. Tidak jarang kita menemukan ‘kolam pancing’ di tengah jalan. Syukurlah jalan sepanjang Lae Pondom sudah diperbaiki.
So guys? Gimana nih solusinya?
by: Wandi Tambunan
Rabu, Oktober 13, 2010
Nang Gumalunsang
Hidup tidak akan selalu berjalan mulus. banyak kerikil-kerikil yang harus dilalui, baik dalam lingkungan kerja, keluarga, masyarakat bahkan dalam pelayanan sekalipun.
Kita juga sering merasa tidak sanggup untuk melangkah lebih jauh lagi. atau barangkali pedal gas hidup kita tidak lagi bekerja, bak naik motor kita hanya bisa ngegigi satu karna terjalnya tanjakan hidup sehingga sangat lama rasanya tiba ditujuan. Barangkali penantian akan sesuatu yang terlalu lama dan tak kunjung berakhir.
Never give up! don't STOP trying!
Dulu saya sering mengalaminya. Tapi Thanks God. Lyrics lagu berikut ini sangat menguatkan saya.
I don't who wrote this song.. anyone knows?
Mari kita renungkan makna setiap kata dalam lagu ini....
nang gumalunsang akka laut
nang rope halisunsung i
lao manghalomhon solukki
nang rope halisunsung i
lao manghalomhon solukki
molo Tuhan parhata saut
mandok hatana ikkon saut
sai saut doi
mandok hatana ikkon saut
sai saut doi
sai saut doi
sai saut do i
sai saut do i
dang be mabiar au disi
mangalugahon solukki
ai Tuhanku donganhi
ai tung godang pe musuki
lao mangharomhon soluki
sai lao do i sai lao do i
sian lambunghi
mangalugahon solukki
ai Tuhanku donganhi
ai tung godang pe musuki
lao mangharomhon soluki
sai lao do i sai lao do i
sian lambunghi
Reff:
hatop marlojong do solukku
tu raruan na so taraloau
naso adong be dapot hasusaan i
tudos tusi nang pardalananhi
lao mandapothon surgo
sipata naeng (sipata naeng),
lonong do au (lonong do au)
sohalugaan (sohalugaan)
sohalugaan (sohalugaan)
galumbang i (galumbang i)
tudia ma (tudia nama )
tudia ma (tudia nama )
haporusanhi (haporusanhi)
ikkon hutiop tontong Jesus hi
ikkon hutiop tontong Jesus hi
ditogu2 tanganki didalan na sai maol i
diparungkilon hasusaan
tung Jesus haporusanhi
nangpe di dalan lao tu surgo
diiring Jesus au disi
diparungkilon hasusaan
tung Jesus haporusanhi
nangpe di dalan lao tu surgo
diiring Jesus au disi
back to Reff
nangpe di dalan lao tu surgo
diiring Jesus au disi
diiring Jesus au disi
Tetaplah menabur.... suatu saat nanti kita akan menuai...
Wandi Tambunan
Kamis, September 30, 2010
ayat-ayat kursi
Kebetulan rumah mertua saya dekat dengan sebuah masjid di Helvetia Medan. Suatu hari jumat, setelah turun dari mobil sambil mengangkat koper saya jalan agak pelan sambil nguping kotbah sholat jum’at.
Kagum juga dengan pak haji yang pandai menarik perhatian para peserta sholat jum'at.
Saya sempat mendengar pak haji berkata:
salut buat pak haji.....
wkwkwkwkk. ada-ada aja...
by: wandi tambunan
Rabu, September 29, 2010
Pejuang Kanker : Alvita Dewi Siswoyo

Saya pernah membaca di sebuah majalah kesehatan tentang survei kesembuhan pasien di mayoritas rumah sakit di Amerika Serikat.
Dalam survei tesebut disimpulkan bahwa 80% dari pasien yang sembuh tersebut adalah orang yang memiliki tekad dan motivasi yang tinggi untuk sembuh. Sehebat apapun obat atau perawatan yang dilakukan jika si pasien tidak memiliki mental yang kuat untuk sembuh maka akan susah sembuh. Dan sama halnya dengan separah apapun penyakitnya jika si pasien memiliki tekad, keinginan yang kuat untuk sembuh maka kemungkinan besar dia akan sembuh.
Sekitar 2 bulan yang lalu saya menonton Andy Noya mewawancarai Alvita di acara kick Andy. Saya sangat kagum dengan karakter Vita yang mampu bangkit dari 2X mengalami penyakit kanker. Dan justru karena penyakit tersebut dia sangat berambisi menjadi seorang dokter seperti ayahnya. Sejak kecil dia sudah mengalami cacat yaitu hanya memiliki satu mata.
Pada saat dia masih berusia 16 tahun petaka datang menimpa dia. Vita dinyatakan menderita kanker jaringan tulang lunak atau yang sering disebut ewing sarcoma stadium 3. Jenis kanker ini cukup langka dan biasa menimpa anak usia 10-20 tahun. Vita mengalami penyakit kanker dua kali. Kanker pertama adalah misteri, kanker kedua merupakan malapetaka, “tutur dokter berusia 26 tahun itu.
Tapi itu tidak mematahkan semangatnya untuk sembuh. Dan akhirnya dia sembuh dan menjadi seorang dokter dari fakultas kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta (2008). Dan saat ini dia diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran untuk spesialisasi kedokteran nuklir.
Ketika diwawancarai oleh Andi Noya di acara Kick Andi, Vita berkata dengan penuh semangat,”Saya tidak mau disebut sebagai korban kanker, saya adalah pejuang kanker”. Sangat betul, hingga sekarang dokter yang sangat ramah ini sering kali menjadi motivator bagi orang-orang yang menderita kanker.
Resources:
o Acara Kick Andy
o Kompas, 29 September 2010
o Majalah kesehatan
By: Wandi Tambunan
Selasa, September 28, 2010
Patience is Genius
Sabar
itu
Jenius
Setelah menjalani bahtera rumah tangga selama lebih dari 2 tahun akhirnya saya menyimpulkan ternyata membentuk sebuah rumah tangga yang harmonis, menjadi pasangan panutan, memiliki hubungan komunikasi suami istri yang kokoh, keluarga yang mengandalkan Tuhan ternyata tidak mudah tapi juga bukan berarti mustahil.
Hal yang sangat penting kita miliki adalah kesabaran. Kesabaran menerima perbedaan karakter, kesabaran ketika dengan tidak sengaja dia menyakiti hati kita, kesabaran untuk merawat dia ketika dia sakit, kesabaran meyakinkan dia ketika dia ragu akan masa depan rumah tangga kita, kesabaran meyakinkan pasangan kita agar sabar ketika kita tidak memiliki uang, kesabaran menguatkan pasangan kita agar tetap tekun berdoa tatkala banyak tantangan yang harus dihadapi. Yang terutama kita harus sabar menenun rumah tangga kita hingga menjadi rumah tangga yang sabar dalam segala hal yang akhirnya akan menginspirasi orang lain agar juga sabar memahami pasangannya.
Dan tetap ingat!
Sabar itu Jenius.
Jika anda telah sabar
pada pasangan Anda
berarti Anda seorang JENIUS.
by.. Wandi Tambunan
Langganan:
Postingan (Atom)















