Rabu, November 24, 2010

Berdikari 35… I Miss U….

 B35 is an unforgettable home for me…

The very first time saya datang ke tempat ini adalah bulan September 1998. Waktu itu saya masih semester 1 kuliah jadi masih pendiam dan malu-malu gitu. Saya datang ke tempat ini karena  diajak senior mo PA… alias belajar Alkitab. Awalnya sih nolak tapi karena setiap ketemu di kampus si senior ngajak terus… Ya uda dech… kita hargai.. rencananya mo datang skali aja… eh malah jadi suka….

Friends…? You know… di tempat inilah saya semakin mengenal Kristus dan mengambil keputusan tuk trima Kristus sebagai Tuhan dan juruslamat pribadi saya. Bahkan di tempat inilah saya semakin dibina dalam hal karakter dan pengetahuan bahkan pengembangan diri…… secara waktu tamat SMA saya orangnya pendiam n suka minder gitu…. Tapi thanks God… melalui berbagai kebaktian, pelatihan, kebersamaan dan interaksi banyak orang di wadah ini saya smakin di tempa untuk self confident and menerima diri serta mau mengembangkan diri…. Because I am worthy in the eyes of God…..

One year later….
Saya pertama kali ketemu dengan seseorang yang sekarang telah menjadi istri saya… juga di tempat ini… but not really love at the first sight lah….. yah.. jadinya makin semangat ke B35… tapi jangan salah lo! It’s not the only reason and not the only purpose I went there….

Finally, in May 2001 I told her that I love her… and fortunately she accepted me as her special friends… makin smangat jadinya…
One month later….
Exactly on 16 July 2001 I got a job in Kisaran then I moved there… she didn’t agree but I insisted on going there… not long after… saya terima surat dari Mr. Postman. I was very very sad… she decided to break me up… putus dech……
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------a very long story to tell-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

7 years later. We got married. Are you curious how?  Next time I’ll let u know….

Teman2 yang masih sering ke B35 hingga saat ini….. apa kabar disana? Share with me please....




By: Wandi Tambunan

Minggu, November 21, 2010

Saya adalah Manager Arsenal…. Eh, Arksenal masksudnya… [Ark school kale bro..]

Saya adalah pecinta sepak bola Liga Inggris dan Liga Spanyol. Klub sepakbola yang paling saya kagumi adalah Arsenal dan Barcelona. Saya suka Arsenal karena Arsene Wenger, The Professor mengutamakan pembinaan bakat muda. Tidak seperti Manchester City dan Real Madrid yang suka belanja pemain bintang berkat kekayaan si pemilik klub. Dan Arsenal adalah salah satu klub sepakbola dengan kondisi financial paling sehat. Seandainya MC dan RM jadi juara itu sih wajar… dan biasa aja.. gak heran maksudnya… tapi kalo Arsenal jadi juara? Itu baru luar biasa. [he he he… ini hanya opini pribadi aja…. Jangan tersinggung coy!] sori banget deh buat para fans MC n RM. Just kidding bro….

Semalam Arsenal berada di urutan kedua Liga Inggris hanya terpaut 2 poin di bawah Chelsea klasemen sementara. Dengan semangat dan optimisme yang tinggi tadi sekitar jam 7.30 saya berangkat ke kota untuk nonton bareng Liga Inggris di Warung Naro Sidikalang.

Arsenal VS Totenham Hotspur. Babak pertama adalah milik Arsenal. Dengan permainan tiki taka ala Spanyol khas Arsenal, Arsenal sangat menguasai pertandingan dan unggul 2-0 lewat gol Samir Nasri dan Maroune Chamaks. Tapi di babak kedua petaka bagi Arsenal. Totenham Hotspur ber Bale k unggul menjadi 3-2. Dan akhirnya Derby London dimenangkan oleh Totenham Hotspur.

Saya sangat sedih melihat kekecewaan pelatih Arsenal Arksene Wenger , Eh.. Arsene Wenger maksud saya. 

Seharusnya saya adalah manager Arsenal khususnya di derby London ini. Para pemain Arsenal masih sangat muda. Mereka belum memiliki mental juara yang kuat. 

Mereka harus terus didorong, diingatkan agar tidak lengah, diinspirasi agar focus 100% selama 90 menit, digembleng agar kuat menghadapi masalah, ditantang agar rajin menguasai bola. 

Arkshavin, Eh Arshavin maksud saya, seharusnya mampu mencetak gol melihat beberapa peluang yang dia miliki. Tapi Apes bagi Arsenal.. banyak peluang gol yang disiasiakan oleh the young gunners… 

Fortunately, Chelsea si pemuncak klasemen sementara juga dikalahkan oleh Birmingham City (thanks BC) sehingga Arsenal tetap hanya tertinggal 2 poin oleh Chelsea. Keep going the young gooners…

Ei Temans…. Ini tulisan hanya sebatas mo curhat….. he he he… seriusamat.com

By: Wandi Tambunan

Kamis, November 18, 2010

Berbenah demi Kemajuan: more than words


Untuk meningkatkan sebuah usaha atau kinerja sebuah lembaga butuh lebih dari sebatas menampung ide atau kritikan tapi harus melaksanakannya dengan komitmen tinggi. Seperti mottonya Prudential yang kerap kali kita dengar dan lihat di layar televisi kita: Always listening always understanding…

Tadi pagi sekitar jam 10 pagi saya diundang BRI cabang Sidikalang pada acara gathering dengan beberapa nasabah BRI di Kabupaten Dairi. Walau sebenarnya saya belum termasuk nasabah tapi masih calon karena pengajuan saya masih dalam proses. Ada yang berasal dari Pak-Pak bharat, Parongil, Tigalingga, Sumbul dan Sidikalang. Acara ini diselenggarakan dalam bentuk Tanya jawab, menyampaikan unek-unek, serta masukan demi peningkatan kinerja BRI di Kabupaten Dairi.

Yang paling saya kagumi adalah pihak BRI tidak banyak membela diri malah mereka sangat mengharapkan banyak unek-unek atau kritikan disampaikan oleh para nasabah seperti belum adanya satpam di beberapa unit BRI, budaya antri yang belum berjalan dengan baik atau lamanya proses pengajuan pinjaman.

Seperti halnya BRI, DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) juga selalu menampung aspirasi rakyat, mengumpulkan sebanyak-banyaknya masukan dan kritikan dari rakyat kemudian membuangnya ke ‘tempat sampah’ tanpa melaksanakannya. Tapi salah sendiri juga.. DPR adalah pilihan rakyat toh?

Tapi saya yakin BRI beda. Mereka akan melaksanakan setiap masukan yang mereka dapatkan demi peningkatan kinerja mereka. Semoga!

Btw, BRI, thanks ya buat makan siangnya, serta souvenir payung dan muk cantik. He he he he…. Adaadaaja.com

By: Wandi Tambunan

Sabtu, November 13, 2010

Demi ULTAH pacar...

Ini Crita... non fiksi friends... tapi pelakunya TOP SECRET ya... 
crita ne.. about a man who really loves a woman.. ttg perjuangan nya tuk snangin pacarnya di hari ultahnya hari ini... 13 November 2010.
gini nih critanya...

Jauh-jauh waktu seorang pria sudah merencanakan untuk merayakan ulang tahun pacarnya. Memikirkan dengan serius kado yang akan diberikan kepada kekasih cintanya. Mengatur waktu sedemikian rupa agar bisa mengunjungi kekasih nun jauh di mato.
 
Unfortunately, kado yang sudah jauh-jauh di beli dipesan khusus dari Siantar eh spertinya gak cocok buat si dia. Finally, dia pun gak mau give up. Dibantu oleh sang kakak dia pun berupaya mencari toko yang masih buka.
Beli kado walau udah jelang larut malam, memberanikan diri mengetok pintu karena toko sudah keburu tutup, akhirnya si pemilik toko dengan murah hati membukakan pintu dan menawarkan dengan sabar beberapa paket baju yang cocok buat kado ultah sang kekasih pujaan hati
Thanks God! He finally did it. Dapat juga kado yang bagus dan cocok buat adinda di kota Kabanjahe.
 
Lantas gimana?
Besok paginya, awak belum lagi bangun, dia udah berangkat ke Kabanjahetuk merayakan ultah kekasih. Padahal tadi malam  pulang kerja aja udah lewat jam 12 midnight..
Remarkable!

Sidikalang _ Kabanjahe (skitar 2 jam kale ya… by Datra iya lah ya. Tapi kalo jalan kaki? 2 menit aja. Gak nyampe maksudnya)
 
Trus… rayain ultahnya di Kabanjahe?
Kagak man!
Mickey Holiday bro! Brastagi..
Hebat… 
Ternyata teman kita yang satu ini luar biasa romantis juga
udah gitununda jadwal badminton lagi.. Secara stiap sabtu pagi kita main badminton bareng di GOR Sidikalang. Gak bilang2 pula tuh! He he he…  ^peace^ just kidding bro!

Y ud dech! Mudah-mudahan aja pulang dari Kabanjahe dia bawa oleh-oleh buat kita. At least…Something to eat lah.

Dan mudah2an aja mereka langgeng2 aja… n suatu saat jadi nikahnya… Amin.

Happy birthday sister!


By: Wandi Tambunan 

Jumat, November 12, 2010

Obama bernostalgia Indonesia bersolek


So pasti kita sudah pernah dengar kalimat bijaksana: ‘Kebiasaan belum tentu baik tapi kebaikan harus dibiasakan’. Sangat benar makna petuah ini. Sering sekali kita berbuat baik karena ada maunya, karena ada moment khusus atau karena banyak orang yang melihat. Padahal karakter adalah tetap melakukan hal-hal yang baik sekalipun tidak ada yang melihatnya.

Tadi malam saya Chatting dengan seorang mantan siswa saya yang sekarang sudah kuliah di UI (Universitas Indonesia). Kami chatting perihal kedatangan Obama ke Indonesia.


Lisayana Sembiring told me:
o iya...
jadi kan,, pas yg tanggal 9 Nov itu...,
aquu ke UKI (Cawang, Jaktim),, bersih gtu jalanan Menejz...
kaget terheran-heran awak ngeliyat Jakarta tiba2 bersih..
hahahahaha
Wandi commented: Itulah namanya kebaikan karna momentum.. seharusnya hal baik itu jadi habit...

Negara kita ini memang sangat pandai bersolek. Najwa pernah membahas secara khusus tentang ‘solek politik’ di acara Mata Najwa. Para calon anggota DPR, para calon pemimpin politik yang bahkan menyewa jasa para pesolek politik seperti Lingkar Survei Indonesia. SBY misalnya berhasil mencuri simpatik sekitar 60% suara masyarakat Indonesia pada Pemilihan Presiden secara langsung pemilu yang lalu adalah berkat jasa LSI yang dipromotori oleh Denny JA.

So how?

Seperti pesan petuah tadi, marilah kita jadikan berbuat baik sebagai sebuah kebiasaan kita yang didorong oleh hati nurani bukan karena dilihat oleh orang lain, bukan karena ada maunya tapi biarlah itu menjadi karakter kita yang sebenarnya.

By: Wandi Tambunan

Kamis, November 11, 2010

So much to do so little done

SO MUCH TO DO SO LITTLE DONE
[banyak hal yang harus dikerjakan tapi hanya sedikit yang terlaksana] 



 ‘Perbedaan antara apa yang kita lakukan dan apa yang sebenarnya mampu kita lakukan akan sanggup untuk memecahkan sebagian besar masalah dunia ini’. 
                                                                                           Mahatma Gandhi



Barangkali hari ini kita sanggup melakukan 10 hal tapi karena suka menunda-nunda atau mungkin karena lagi dihinggapi penyakit malas kita pun hanya melakukan 5 atau 6 hal saja. Barangkali itu juga alasan Gandhi mengatakan kalimat diatas. Perbedaan antara 10 hal yang kita sanggup kerjakan dengan 5 hal saja yang akhirnya kita kerjakan ternyata mampu menyelesaikan sebagian besar masalah di dunia ini. Atau setidaknya masalah di dunia ini tidak bertambah seandainya kita benar-benar melaksanakan 10 hal tadi dengan sebaik-baiknya.

Waktu sering diartikan sebagai suatu kelangsungan dilaksanakannya berbagai hal dalam hidup. Dan perbedaan utama antara orang berhasil dengan orang yang gagal terletak pada bagaimana mereka menggunakan waktu luang mereka.


 Apa yang kita kerjakan di setiap waktu luang kita sangat berperan penting dalam menentukan hidup kita menjadi orang yang berarti atau menjadi orang yang biasa-biasa saja.


Saya pribadi tidak bisa mengubah jam kerja saya sesuka hati saya. Pekerjaan mengajar saya sudah terjadwal dengan baik dan saya harus mengikutinya.  Tetapi saya bebas untuk melakukan apa saja pada waktu luang saya. Tentunya saya ingin melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk visi hidup saya. Saya selalu berjuang untuk memiliki hidup yang digerakkan oleh tujuan yaitu visi hidup saya. A vision driven life.


Kembali pada harapan Mr. Gandhi tadi. Jika kita sanggup melakukan 10 hal hari ini maka laukanlah 10 hal!


Is that so bro?


By: Wandi Tambunan 

Rabu, November 10, 2010

Agar Target tercapai...


Tanggal 7 November 2010 yang lalu kami melakukan raker (rapat kerja) di pelayanan kami Perkantas Sidikalang. Kami mengevaluasi kemajuan yang sudah kami capai dalam pelayanan kami. Kami juga melihat masih banyak hal yang harus kami perbaiki. Dalam raker tersebut kami juga memaparkan program yang akan kami kerjakan selama 2011.

Tadi pagi saya baca sebuah majalah manajemen. Sebuah artikel yang ditulis oleh Herman Susanto. Beliau menyebutkan 3 hal yang harus kita miliki dalam mencapai sebuah target.

#1. Ownership.

Apapun bidang yang kita kerjakan kita harus memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap pekerjaan atau pelayanan yang kita jalankan. Kita harus selalu memikirkannya. Mencari ide terbaik yang bisa kita kerjakan untuk mengembangkannya. Dan tentunya ingat prinsip stop thinking start doing. Setelah kita pikirkan, renungkan kita harus segera merealisasikannya.

#2. Accountable.

Bertanggung jawab pada peran yang kita ambil. Hindari no action talk only. Tapi selalu bersikap talk less do more. Kita harus memiliki komitmen yang tinggi untuk melaksanakan setiap tugas-tugas kita. Jika semua program yang telah kita rencanakan dapat kita kerjakan dengan baik maka hasilnya juga akan luar biasa.

#3. Responsible.

Kita harus siap sedia melakukan corrective action atau activity action tatkala menemukan kesalahan atau kegagalan dalam melakukan sebuah program. Kita harus sigap menyiasati setiap kelemahan yang kita miliki. Tidak boleh mengkambinghitamkan kesalahan kita pada orang lain. Tapi berusaha  secepat mungkin melakukan tindakan perbaikan.

So hard?

Remember this!


By: Wandi Tambunan

Senin, November 08, 2010

'4 Wanita luar biasa dalam 4 generasi'


Keterangan Gambar dari yang paling kiri:

'4 Wanita luar biasa dalam 4 generasi'
1. Oppung (mamanya mertua saya)
2. Mertua (mamanya istri saya)
3. Istri (mamanya putri saya)
4. Valerina Lois (putri saya) 


Let me tell u about my mother in law...
  
She likes working…

Mertua saya pensiun sebagai seorang PNS guru SD bulan Februari 2009 yang lalu. Dan kegiatannya setelah pensiun hanya lah mengunjugi anak, menantu dan cucunya di Tanjung Pinang, di Sidikalang dan di Siantar.  

Saat ini dia tinggal sendirian di rumahnya di Helvetia Medan karena 3 dari 4 orang anaknya sudah menikah. 1 lagi belum, kita tunggu tahun tayangnya. He he he…. 

Sehari-hari dia rajin membersihkan rumahnya yang sebenarnya sudah bersih. Nyuci kain walau hanya 1 biji aja yang kotor itupun masih baru dipakainya.

Sudah lewat satu minggu ini mertua saya tinggal di rumah kami karena permintaan kami mengingat minggu lalu saya pergi study tour ke Tuk-tuk selama 2 hari.

Setiap harinya dia sudah bangun sebelum jam 6 pagi. Langsung nyuci kain, membantu memasak. Selesai sarapan dia menemani putri kami yang masih berumur 1 ½ tahun bermain dan belajar berbicara hingga sekitar jam 10 pagi putri kami tertidur lagi karena sudah capek bermain. Setelah putri kami tertidur dia terus sibuk mencari apa lagi yang bisa dikerjakannya. What a diligent woman! Awakpun jadi segan juga (he he he…) ketika menjemur kain, walau matahari bersinar terik, dia akan membolak-balik kain jemurannya sampai 10 X. dia sangat menikmati mengerjakannya. Ketika dia masih ada waktu luang, dia memasak masakan istemewa buat kami.. tau ga frens? masakannya super lezat. Karena dia memang pandai dan rajin memasak. 

Dan kebiasaan mertua saya ini sudah mulai menular pada istri saya. Thanks God. 

As a matter of fact, Walaupun sudah pensiun yang namanya pekerja keras akan tetap kerja keras. Yang namanya rajin akan tetap rajin. Yang namanya suka bersih akan tetap suka bersih. Yang namanya baik akan tetap baik. Bukan perkara uang tetapi perkara kenikmatan. Dia sangat menikmati melakukan semuanya itu… Luar biasa.

Kayaknya kita para kawula muda perlu belajar banyak hal dari dia... 

Thanks.. my mertua….

by: Wandi Tambunan 

Kamis, November 04, 2010

Inspirasi bagi pengajar (tidak harus guru)

Bulan September 2010 yang lalu saya terinspirasi oleh Eddy Murphy dalam filmnya Daddy Day Care. Di film tersebut Eddy Murphy berkata bahwa anak-anak tidak boleh diajari seperti mengajari orang dewasa. Anak-anak harus diperlakukan sebagai anak-anak. Dalam belajar, anak-anak harus diberikan kebebasan mengekspresikan diri mereka, mengeluarkan bakat mereka tentunya harus tetap dikontrol. Ketika anak-anak sudah mulai ke luar kendali maka jangan hukum mereka seperti menghukum orang dewasa. Tapi tariklah perhatian mereka (draw their attention) dengan sebuah kegiatan yang lebih menarik yang mereka sukai. Tentunya disini dituntut kreatifitas kita. Dan yang paling utama kita harus mengasihi mereka.

Bolehkah anak-anak main game? 
Misalnya PS, Point Blank, dll.

Saya sering menasihati siswa saya kan hal ini. Saya melihat hampir semua siswa saya suka main game. Saya hanya berkata: Main game itu bagus tapi ada batasannya. Main gamelah jika anda sudah capek belajar. Jadi main game itu adalah sebatas refreshing. Dan jangan sampai terjadi setelah capek main game baru belajar. This is a big mistake.
Sebenarnya nasihat ini juga berlaku buat orang dewasa. Jangan setelah capek main game baru kemudian kita melakukan hal penting dalam hidup kita. Kalau demikian caranya pasti fokus hidup kita tidak baik dan hasilnya pun pasti tidak maksimal. Mari kita jadikan main game sebatas refreshing setelah capek mengerjakan hal-hal terpenting dalam hidup kita agar fokus hidup kita pun tetap on the track.

Seems Impossible?

Saya yakin kita pasti bias asalkan ada komitmen dan pelaksanaan.

Wah… udah capek juga nih.. main game yuk..!

by: Wandi Tambunan

Rabu, Oktober 27, 2010

otak vs mata vs telinga: apakah masih senada alias teamwork?

Coba amati gambar disamping! Apakah posisi tangan saya senada dengan senyuman dan tatapan mata saya?

Menurut anda, sbenarnya otak saya menyuruh saya untuk tersenyum, atau membuat jari dan tangan sperti itu? atau malah menatap dengan cara yang demikian?

Atau mungkin saya  membuat jari dan tangan saya sperti itu karena sudah jadi kebiasaan stiap berfoto jari dan tangan saya langsung refleks sperti itu tanpa diperintah oleh otak?

Mari kita analisa lagi dari kasus ini...


Tadi ketika saya mau menghidupkan musik di computer saya, saya bukannya nge klik icon winamp di desktop komputer saya, eeehh…, saya malah nge klik icon Mozilla firefox.  Saya confused banget. Sbenarnya yg mrintah kita berbuat sesuatu otak apa kebiasaan. Jangan-jangan kebiasaan saya sudah menginvasi  otak saya. Sperti pesan bang napi, ‘ Waspadalah!’
Problem ini pun berlanjut ketika 10 menit kemudian saya mengajar di kelas. Setelah memberikan beberapa menit waktu untuk menjawab pertanyaan multiple choice, kami membahasnya bersama sama. Saya bertanya pada siswa: What is the answer? Salah satu siswa menjawab: (E). He has been working. Padahal mata saya tertuju pada kalimat di kertas: (E). He has been thinking. Tapi saya malah berkata: Yes. That’s right. The answer is (E). He has been working. Yang paling membuat saya bingung adalah: Sebenarnya mulut mengucapkan yang dilihat mata atau yang di dengar telinga atau yang diperintah otak?
What do you think friends? Saya berharap jawaban anda adalah perintah dari otak Anda…

by: Wandi Tambunan




Teladan Daniel


Tidak mudah menjalani hidup berintegritas.Hidup benar di tengah sekuleritas.Tapi bukan berarti mustahil. Daniel telah berhasil menjalani hidup berintegritas di tengah sekuleritas kerajaan Babel dengan Nebukadnezar sebagai seorang raja yang sangat kejam yang tidak segan-segan membunuh  orang yang menentang ketetapannya walau orang tersebut adalah pegawai kesayangannya seperti yang pernah dialami oleh Daniel dengan teman SMA nya [Sadrakh, Mesakh & Abednego).
Tapi bagaimana bisa? Dari pengamatan saya pribadi dari kitab Daniel berikut ini beberapa tipsnya:

1.       Daniel menjaga kekudusan hidupnya (Daniel 1:8)
‘Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya’

2.       Daniel bergantung kepada Allah (Daniel 2:16-18)
Ketika menghadapi tantangan bahwa semua orang-orang bijaksana akan dibunuh maka Daniel beserta teman SMA nyaberdoa bersama untuk memohon belas kasihan Allah.

3.       Daniel tidak memegahkan diri sendiri (Daniel 2:20 & 30)
20 ‘Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!

4.       Daniel setia bersekutu dengan Allah (Daniel 6:11)
Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia kerumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka kearah Yerusalem; tiga kali sehari  ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.


Jika kita setia menjaga kekudusan hidup kita, senantiasa bergantung kepada Allah, tidak memegahkandiri sendiri dan senantiasa setia bersekutu dengan Allah maka pertolongan dari Allah yang melampaui segala akal akan menyertai kita senantiasa seperti yang Daniel Alami. Amin.

Selasa, Oktober 19, 2010

Wanna be a Play Maker?

Seandainya saja anda adalah seorang Pemain Sepak bola peran apa yang paling ideal buat Anda? Mengapa?

Saya pribadi, ketika masih teenager, walau tidak hebat-hebat amat, idealnya saya sebagai play maker. Saya suka mengatur ritme permainan, memberi umpan, mengatur serangan dan mendorong para pemain agar bermain yang terbaik. Barangkali harus merangkap sebagai Cap.

That's why, saya suka bangat peran Fabregas di Arsenal.

What about you?   

Kamis, Oktober 14, 2010

'...a nobody becomes the voice of everybody...'

Saya baru selesai nonton film drama komedi 2008  ‘swing vote’ yang dibintangi oleh Kevin Costner, Paula Patton, Kelsey Grammer, Dennis Hopper, Nathan Lane, Stanley Tucci, George Lopez and Madeline Carroll.
Ei temans…  filmnya seru! Tentang pemilihan Presiden Amerika Serikat yang pada putaran pertama setiap calon mendapat perolehan suara yang sama. Tapi ada satu suara yang batal karena ketika sedang memilih tiba2 listrik padam. Sehingga pemenang akan ditentukan oleh satu suara tersebut 2 minggu kemudian.
Adalah Molly (Bud’s Daughter) yang berperan dibalik semua ini. Tanpa sepengetahuan ayahnya dia voted atas nama ayahnya tapi batal.
Tapi temans… Beruntung bangat punya putri seperti Molly. Cintanya yang sangat besar pada ayahnya membuat perubahan yang sangat besar. Sangat sangat besar.
Bud Johnson (Kevin Costner) adalah adalah seorang yang cuek, pemabuk, dan pecundang. Ia melewatkan hidupnya tanpa berbuat apa-apa. Untungnya Bud punya Molly (Madeline Carroll), putrinya yang baru berusia 12 tahun. Walaupun baru berusia 12 tahun, namun Molly sudah bisa dibilang dewasa. Ia yang selama ini mengurus segala keperluan keluarga. Cintanya pada ayahnya membuat Molly kecil tak pernah mengeluhkan semua tugas yang harus ia lakukan.
Molly terus berjuang mendukung ayahnya agar membuat keputusan yang tepat, karena siapaun yang dia pilih, dialah yang akan menjadi Presiden Amerika Serikat. Dan jika salah pilih, dia akan menanggung beban moral, tentang masa depan rakyat Amerika beberapa tahun ke depan. Bud telah menjadi seseorang yang menjadi suara setiap orang.



Melalui dukungan yang tak pernah putus asa dibantu oleh seorang reporter TV, akhirnya Molly mendukung ayahnya agar membuat debat calon presiden. Dan melalui debat inilah akhirnya Bud memutuskan siapa yang akan dia pilih.
Bud mampu menyampaikan presentasi debat nya dengan baik. Dalam debatnya Bud berkata:

Semoga Indonesia mendapatkan Pemimpin seperti harapan Bud diatas.. khususnya Dairi tercinta...




by Wandi Tambunan

Sidikalang - Medan VS Siantar - Medan

Tanggal 9 oktober 2010 yang lalu saya melakukan perjalanan dari Medan menuju Siantar. Berangkat pagi pulang malam dengan jalur yang sama. Via Tebing. Saya dan keluarga sangat menikmati perjalanan karena sangat jarang melewati jalan berlubang. Sehingga tidur di mobil pun nyenyak alias pulas. Padahal itu perjalanan PP pada hari yang sama. Belum lagi seharian capek marhobas karena saya adalah boru pada acara pesta pernikahan pariban kami pada hari itu juga.
 photo saya ambil dari mobil di jalan sekitar kota Tebing.
Hari sebelumnya kami berangkat dari Sidikalang menuju Medan menggunakan mobil yang sama. Tau ga bro? it was very tiring. Terlalu banyak masih jalan berlubang. Khususnya Kaban Jahe – Tiga Panah,  Lae Pondom – Sidikalang. Tidak jarang kita menemukan ‘kolam pancing’ di tengah jalan. Syukurlah  jalan sepanjang Lae Pondom sudah diperbaiki.
So guys? Gimana nih solusinya?

by: Wandi Tambunan

Rabu, Oktober 13, 2010

Nang Gumalunsang

Hidup tidak akan selalu berjalan mulus. banyak kerikil-kerikil yang harus dilalui, baik dalam lingkungan kerja, keluarga, masyarakat bahkan dalam pelayanan sekalipun.

Kita juga sering merasa tidak sanggup untuk melangkah lebih jauh lagi. atau barangkali pedal gas hidup kita tidak lagi bekerja, bak naik motor kita hanya bisa ngegigi satu karna terjalnya tanjakan hidup sehingga sangat lama rasanya tiba ditujuan. Barangkali penantian akan sesuatu yang terlalu lama dan tak kunjung berakhir.

Never give up! don't STOP trying!

Dulu saya sering mengalaminya. Tapi Thanks God. Lyrics lagu berikut ini sangat menguatkan saya.

I don't who wrote this song.. anyone knows?

Mari kita renungkan makna setiap kata dalam lagu ini....

nang gumalunsang akka laut
nang rope halisunsung i
lao manghalomhon solukki

molo Tuhan parhata saut
mandok hatana ikkon saut
sai saut doi

sai saut doi
sai saut do i

dang be mabiar au disi
mangalugahon solukki
ai Tuhanku donganhi
ai tung godang pe musuki
lao mangharomhon soluki
sai lao do i
sai lao do i
sian lambunghi


Reff:

hatop marlojong do solukku
tu raruan na so taraloau
naso adong be dapot hasusaan i
tudos tusi nang pardalananhi
lao mandapothon surgo
sipata naeng (sipata naeng),
lonong do au (lonong do au)
sohalugaan (sohalugaan)
galumbang i (galumbang i)
tudia ma (tudia nama )
haporusanhi (haporusanhi)
ikkon hutiop tontong Jesus hi
ditogu2 tanganki didalan na sai maol i
diparungkilon hasusaan
tung Jesus haporusanhi
nangpe di dalan lao tu surgo
diiring Jesus au disi

back to Reff
nangpe di dalan lao tu surgo
diiring Jesus au disi





Tetaplah menabur.... suatu saat nanti kita akan menuai...

Wandi Tambunan