Kamis, September 23, 2010

2 most encouraging girls in my life

Thank you for loving me.. 


Thank you for loving me
For being my eyes when I couldn't see for
Parting my lips when I couldn't breathe
Thank you for loving me
Thank you for loving me

I never knew I had a dream
Until that dream was you
When I look into your eyes
The sky's a different blue

You pick me up when I fall down
You ring the bell before they count me out
If I was drowning you would part the sea
And risk your own life to rescue me, yeah

When I couldn't fly
Oh, you gave me wings
You parted my lips when I couldn't breathe
Thank you for loving me

_bonjovi_




Rabu, September 22, 2010

arkerZ at the ark school


Push yourself to the limit



that is what learning is. You suddenly understand something you’ve understood all your life, but in a new way _Doris Lessing


We have to walk an extra mile. Jika kita ingin berhasil dalam belajar, kita harus ‘walk an extra mile’. Jika orang lain belajar 2 jam dalam 1 hari, berarti kita harus belajar 3 jam dalam 1 hari. Jika orang lain baca 1 buku berarti kita harus baca 2 buku. Jika orang lain tidur jam 10 malam, kita harus tidur jam 11 malam. Jika orang lain bangun jam 6 pagi brarti kita harus bangun jam 5 pagi. Dengan kata lain kita harus berbuat jauh lebih baik dari yang orang lain perbuat alias walk an extra mile.




Cole Wagner from USA with students at the ark school Sidikalang.




by_wandi tambunan



Selasa, September 21, 2010

Tips menyiram bunga a la oppung. Wwkwkwkwwkwk!


Oppung ni si Ingot sangat rajin menyiram bunga. Dia tidak pernah lupa menyiram bunga 2X sehari. Unfortunately! Suatu hari Oppung ni si Ingot sakit keras sehingga dia tidak bisa menyiram bunga. Walau sakit keras dia tetap ingat akan bunganya sehingga dia menyuruh si Ingot menyiram bunganya.
Oppung : Ingooot…! Naro jo tuson…..! [come here]
Ingot  : Apala aha oppung? Adong tonam? [what’s up? Any message?]
Oppung : Siram jo bunga i. [Would you like to water the flower!]
Ingot  : Ai udan do oppung. [But it’s raining grandpa]
Oppung : Marpayung ho! [Use the umbrella !]
Ingot  : 
(sabbil marpikkir) ba…. Naung jonok do haroa….. 
[thinking….. Oppung is gonna die] ro do udan alai disuru iba maniram bunga…. It’s raining cats and dogs but Oppung asks me to water the flowers……..

Wkwkwkwkwkwk. Ada-ada aja…..

by_wandi tambunan

Minggu, September 19, 2010

Mengandalkan Tuhan

Adakalanya kita merasa lemah dalam mengerjakan pelayanan. Melihat banyak hal yang harus dikerjakan tapi tidak semua komponen sungguh-sungguh mengerjakannya membuat iman kita mulai ragu dalam mengerjakan pelayanan. Tapi kita harus terus berusaha belajar mempercayai Allah yang mencukupkan kita. Kita harus yakin, Ia tidak begitu saja memakai kita tanpa menyiapkan , menyertai dan memperlengkapi kita.

Seperti yang Calvin pernah katakan bahwa cara kita memandang Allah akan sangat mempengaruhi cara kita memandang diri kita. Bahwa kita harus hati-hati ketika kita mulai berfokus pada kelemahan diri, ketidak sanggupan mengerjakan pelayanan yang sulit itu bisa menjadi salah satu cermin bahwa kita tidak menyadari penyertaan dan pemeliharaan Tuhan atas pelayanan kita.

IF YOU WORK, YOU WORK
IF YOU PRAY, GOD WORKS

Mari terus kita ingat makna kalimat ini. Jika kita terus asyik bekerja tapi lupa berdoa, maka kita akan mengalami keletihan karena kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Tapi mari kita terus mengandalkan Tuhan dalam setiap hal yang kita kerjakan, maka Tuhan sendiri yang akan tetap campur tangan dalam setiap pelayanan kita.

Salam Kasih

Wandi Tambunan

Sabtu, September 18, 2010

arsenal, arsene wenger, arshavin, arkschool

Add caption
Let me tell you someone I really idolize. You will never regret knowing him. Many people admire him not because he is handsome, not because he is rich. But now let me tell you how he inspires my life. He is a coach of football; he is good at managing team. He always inspires footballers. He graduated from university, master degree in Economics. He decided to be a coach of Arsenal Football Club in England. Before playing football, he usually encourages his team to work hard and to have a good team work. He reminds his team not to give up, even in hard times. He always says that to be the best, we must do the best. His name is Arsene Wenger. 

by_Wandi Tambunan

Kamis, September 16, 2010

the son not like father



ROAD TO PERDITION
Sudah pernah nonton film ini? Jika belum sebaiknya nonton. Selain karena filmnya bagus kebetulan Tom Hanks adalah salah satu actor favorit saya. Saya suka hampir setiap film yang dia bintangi, seperti: Sleepless in Seatle, Terminal, Da Vinci Code, dll.
Film ini berkisah tentang dua ayah: Michael Sullivan (Hanks), seorang pembunuh bayaran bagi mafia Irlandia di era Krisis Chicago dan Mr John Rooney (Newman), bos Sullivan dan orang yang mengangkat dia sebagai anak. Dua anak laki-laki: Michael Sullivan, Jr (Hoechlin) dan Connor Rooney (Craig), masing-masing putus asa untuk memenangkan bantuan ayahnya. Kecemburuan dan persaingan menempatkan mereka semua di jalur tabrakan, akhirnya membawa Sullivan bekerja ke dalam kehidupan pribadi dan menyebabkan kematian dari istri tercinta (Leigh) dan putra bungsunya, Peter (Aiken). Sekarang Michael Sullivan dan anak yang masih hidup ditetapkan dalam suatu perjalanan oleh tragedi dan dipicu oleh balas dendam. Selanjutnya tonton sendiri aja ya temans…..!

Tidak semua ayah menginginkan anaknya mengikuti gaya hidupnya. Tidak semua ayah berharap anaknya akan mengikuti jejaknya. Seperti halnya Michael Sullivan (Hanks) Sullivan mengingatkan anaknya agar tidak mengikuti jalan kehidupannya yang menurut dia adalah sebuah road to perdition (jalan menuju kehancuran).
Sullivan sepertinya menganut faham “DON’T DO WHAT I DO BUT DO WHAT I SAY”. Menurut saya ini adalah a big mistake. Bukankah action speaks louder than words? Tindakan kita yang orang lain lihat akan jauh berpengaruh dibandingkan kata-kata yang kita ucapkan. Jika kita melarang seorang anak sekolah merokok tapi kita sendiri merokok, mungkinkah mereka mendengarkannya? I don’t think so.

Rabu, September 15, 2010

1 X 7 beda dengan 7 X 1


Dalam Ilmu Matematika 1 X 7 sama hasilnya dengan 7 X 1 yaitu tetap 7. Tapi tidak dalam hal metode belajar. Belajar 1 jam tiap hari selama 7 hari akan memberikan hasil yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan hasil belajar selama 7 jam tapi hanya 1 hari.

Semakin banyak porsi waktu yang kita gunakan dalam belajar dan kita melakukannya setiap hari akan jauh lebih baik.

Marilah kita terus meng-upgrade diri dengan belajar. Jangan lekas puas dengan spesifikasi yang kita miliki. Jangan betah hanya sebagai Pentium 2. Upgrade terus setiap hari. ke Pentium 3, kemudian ke Pentium 4, dual Core, Core 2 duo, dst. Tingkatkan Hard disk otak kita, RAM pikiran kita. Tetap Refresh ketika kita letih. dan jangan terlalu sering men-shut down diri. Segeralah restart.

by_ Wandi Tambunan


Selasa, September 14, 2010

Menenun hidup agar lebih B E R A R T I


Kalau hidup hanya sebatas punya pekerjaan, punya duit, berkeluarga, punya anak itu belum lengkap kalau kita hanya hidup untuk diri sendiri. Kita harus menenun hidup agar lebih berarti buat orang lain. Apa yang harus kita lakukan agar hidup kita semakin diperlengkapi, semakin ditenun lebih indah. John Mason pernah berkata:

Don’t live within your means

Talk with people smarter than you,

Ask questions of those more successful than you,

Listen to those more spiritual than you,

Lend a hand to those less fortunate than you…

Don’t stay where you are.

Know your limits, then ignore them.

Mari kita berbicara dengan orang-orang yang lebih cerdas dari kita, bertanya pada orang-orang yang lebih berhasil dari kita, mendengarkan orang-orang yang lebih rohani dari kita, menolong orang-orang yang kurang beruntung, jangan tinggal menetap dimana kita berada tapi kita harus mengetahui batas kemampuan kita kemudian mengabaikannya Karena kita mampu berbuat jauh lebih bagus.

Seorang guru yang terus menenun dirinya hingga betul-betul terlatih akan dapat mengajar murid-muridnya dengan cara yang lebih professional. Apapun bidang yang kita jalani mari kita terus menenun diri kita agar lebih bermanfaat bagi orang lain.

Selamat menenun!

by_ Wandi Tambunan

Senin, September 13, 2010

Binatang Terpanjang


Dalam perjalanan mengantarkan temannya dan teman-teman temannya, Edis Nababan yang tengah menyetir mobil tiba-tiba melihat sebuah panflet di pinggir jalan dengan tulisan



Dijual anak babi

200 meter

Edis Nababan pun langsung nge comment

“Wah, Hebat benner…. Anaknya aja udah 200 meter

Induknya gmn lagi….?#!@

Wkwkwkwkwkwk. Hahahahahah hehehehehh hihihihiihih

[para penumpangpun langsung tertawa terbahak-bahak]

As a matter of fact!

Maksud dari panflet tadi adalah: dijual anak babi, lokasi t4 menjual 200 meter dari panflet.

*Hebat Edis Nababan. Udah ngantarin gratis, disertai lagi dengan lawakan#

Minggu, September 12, 2010

Pertemuan pertama Arielz dengan Luna Mayah



Konon, seorang pemuda kampung bernama Arielz pergi merantau ke kota Medan. Kebetulan dekat tempat dia tinggal ada seorang gadis cantik bernama Luna Mayah yang juga seorang anak rantau dari kampung.

Dengan memberanikan diri, si pemuda memulai percakapan dengan berbahasa Indonesia tapi logat kental bahasa Batak.

Arielz : Ito boru apa?

Luna : Saya?

Arielz : Iya to.

Luna : Saya boru….

Arielz : o…. berapa oranglah ito sekeluarga?

Luna : 6 orang bang.

Arielz : Berapa orang laki-laki ito?

Luna : 3 orang bang.

Arielz : Berarti 3 oranglah perempuan ya…?

Luna : Ah… abang ini tau aja..

Arielz : Ah… yang kutebak-tebaknya itu dek…

[Readers: wkwkwkwkwk. Adong-adong aja!]


by_ Wandi Tambunan

Pray,Eat, Laugh



OppZ! Tulisan ini bukan tentang film Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh Julia Roberts yang akan beredar September 2010 ini. Juga bukan tentang buku larisnya Elizabeth Gilbert terbitan 2006. Tapi tentang sebuah kebiasaan yang terjadi di rumah saya. Sebuah kebersamaan yang telah terjadi sejak tahun 2005 yang lalu di the ark home.

Saat ini saya mempunyai anak kost siswa sebanyak 7 orang plus 4 karyawan plus saya, my wife and my daughter. Terdiri dari 8 laki-laki dan 6 perempuan. Total kami tinggal serumah 14 orang. Bisa membentuk tim ke11an.

Setiap malam kami ada kebiasaan yang sangat kami nikmati yakni Pray, Eat and Laugh [Berdoa, Makan dan Tertawa) kami makan sekitar pukul 19.00 setiap malamnya. Dimulai dengan doa yang dipimpin secara bergiliran. Kemudian menikmati makan bersama. Setiap makan bersama, makan malam kami selalu diselingi dengan canda tawa yang selalu membuat kami tertawa terbahak-bahak, terkekeh-kekeh yang sering membuat ‘sakit perut’ saking lucunya. Kadang, sekitar pukul 21.00 malam, jika kami lapar kami membeli martabak Bangka. Kami memakannya bersama-sama yang juga disertai tawa wkwkwkwkwk a la opera van java. Satu lagi yang paling kami selalu tunggu-tunggu adalah jika ada yang ulang tahun diantara kami. Kami pasti makan bersama. Kadang makann miesoup, bakso atau mie ayam. Dan pasti diselingi humor yang membuat suasana jadi meriah.

Tapi satu syarat yang harus ditaati: Tidak boleh tersinggung!

Ternyata makan malam bersama disertai dengan canda tawa bisa membuat suasana akrab bak Extravaganza nya Trans TV.

Dijamin SERU!

Sabtu, September 11, 2010

An Unbreakable Dream of Guntur


Nothing great was ever achieved without enthusiasm

(tak pernah ada suatu hal besar dicapai tanpa antusias yang tinggi)_Emerson

Keberhasilan seseorang tidak pernah datang secara kebetulan. Pepatah kuno Barat mengatakan di balik keberhasilan seorang pria pasti ada seorang pribadi dibalik layar yang setia mendukungnya, kalau bukan Ibunya, istrinya. Tapi beda dengan seorang Guntur, mengingat dia masih remaja yang masih sangat muda, baru berumur 12 tahun. Guntur bukan mendapat dukungan dari ibunya karena ibunya sudah meninggal tapi dari ayahnya yang bekerja sebagai pengumpul bulu unggas untuk dijual sebagai bahan membuat shuttlecock. Untunglah, Guntur memiliki dua orang sahabat Raden dan Michelle yang sangat mendukung dia untuk menjadi seorang pebulutangkis professional seperti idola ayahnya Liem Swi King.

Guntur meraih impiannya tidak dengan mudah. Kerapkali dia kecewa dan putus asa karena dia merasa tidak mendapat dukungan yang serius dari ayahnya. Beruntung Guntur mempunyai Raden yang sangat mendorong dia agar memiliki raket yang bagus dan berlatih dengan serius. Tapi Guntur kecewa karena Raden memiliki prinsip hidup purpose justifies the means alias menghalalkan segala cara. Tapi Guntur akhirnya berhasil meraih semua impiannya untuk menjadi pebulutangkis professional. Kenapa bisa? Mari kita telusuri elemen-elemen pendukung keberhasilannya.

1. Seorang Ayah yang Cinta Prestasi di Bidang Bulutangkis.

Keberhasilan seseorang tidak akan pernah tercapai dengan mudah jika tidak ada dukungan dari orang-orang yang dicintainya. Seperti halnya Guntur dalam film “King” yang mendapat pengaruh besar dari ayahnya. Walaupun sang ayah hanyalah seorang komentator pertandingan bulutangkis di desa. Namun karena kecintaannya terhadap bulutangkis, sang ayah pun berperan penuh untuk menggembleng Guntur agar seperti Liem Swie King yang sangat diidolakan nya. Ambisi sang ayah untuk menjadikan Guntur sebagai orang besar dalam dunia bulutangkis tidak sia-sia. Walaupun awalnya Guntur sangat membenci ayahnya karena obsesinya terhadap Liem Swie King yang seolah-olah Guntur dipaksa oleh ayahnya untuk sukses. Namun didikan yang tak pernah padam akhirnya membuat Guntur mengerti akan semangat ayahnya. Semangat Guntur menjadi tumbuh ketika dia mendengarkan kehebatan King dari ayahnya dan ia bertekad untuk menjadi juara sejati yang tadinya hanya diinginkan ayahnya dan sekarang telah menjadi miliknya juga. Semua keberhasilan Guntur tidak lain karena peran serta ayahnya yang kuat bagi dirinya.

2. Dukungan dua Orang Sahabat Setia

Dengan segala keterbatasan dan berbagai macam rintangan yang dihadapi Guntur, ia tetap bertekad untuk menggapai kesuksesan itu. Dibantu oleh sahabat setianya Raden, Guntur nampaknya tida pernah mundur. Walaupun kadang bantuan Raden sering menyusahkannya. Seperti halnya mencuri sesuatu yang bukan miliknya pun dilakukan untuk dapat membantu Guntur. Bantuan itu terasa nyata bagi Guntur ketika Michelle seorang yang kaya dan haus akan persahabatan pun hadir menjadi seorang sahabat bagi Guntur dan Raden. Walaupun sahabat barunya itu sering jahil namun karena kepolosan, kelucuan, dan kebaikan yang mereka miliki menjadikan Michelle betah berteman dengan mereka. Sampai-sampai Michelle rela menggantikan raket kayu yang jelek dan usang milik Guntur dengan raket mahalnya untuk dipakai Guntur dalam pertandingan bulutangkis melawan SD lain. Walaupun akhirnya tali senar raket Michelle yang menjadi korban demi berhasilnya Guntur menjadi pemenang dan mendapatkan piala dalam pertandingan bulutangkis antar sekolah. Akhirnya cita-cita yang di idam-idamkan menjadi seorang pemenang walaupun hanya pertandingan antar sekolah akhirnya menjadi kenyataan.

3. Dukungan Masyarakat Sekitar

Kehidupan Guntur yang dipenuhi dengan dunia bulutangkis menjadikan Guntur terkenal di masyarakatnya sebagai pemain bulutangkis cilik walaupun kemampuannya masih terbatas. Pengorbanan masyarakat sekitarnya sungguh sangat membantu Guntur menggapai kesuksesannya. Layaknya bantuan dari Sahabat Ayahnya yang rela memberikan raket miliknya saat pertandingan bulutangkis di desanya walaupun kemenangan tidak diperoleh Guntur. Demikian juga bantuan seorang supir yang rela mengantarkan dan mendampingi Guntur saat akan berjuang ke Kudus. Pengorbanan kecil seperti itupun sangat berarti bagi Guntur yang menjadikan Guntur lebih semangat lagi dalam meraih impiannya.

4. Motivasi diri sendiri

Selain untuk menjadi pemain bulutangkis professional, tujuan utama Guntur adalah mendapatkan uang agar bisa membeli raket baru untuknya. Seperti kata sahabatnya Raden, di dalam piala pertandingan bulutangkis antar sekolah itu terdapat uang. Semula Guntur tidak percaya namun karena dorongan dari Raden menjadikan Guntur lebih semangat untuk menjadi pemenang pertandingan bulutangkis antar sekolah dan tentunya mendapat piala yang berisi uang. Saat piala itu nyata ada di hadapannya, perasaan senang menghapiri hati Guntur dan Raden. Dengan segera mereka membuka piala itu dan ternyata piala itu kosong. Semua yang dikatakan Raden hanyalah omong kosong. Maka dengan rasa kecewa yang amat mendalam, Guntur membuang piala itu dan meninggalkan Raden. Kini persahabatan yang dulunya akrab akhirnya merenggang. Dan untuk beberapa saat mereka tidak saling berkomunikasi. Walaupun Raden merasa kecewa karena dimarahi sahabatnya Guntur, Raden tetap berjuang membantu Guntur agar bisa meningkatkan kemampuannya dalam bermain bulutangkis. Mimpi Guntur untuk menjadi pemain bulutangkis akan menjadi kenyataan. Hal itu berawal dari Raden yang menguntit ayah Guntur yang sedang mengantarkan bulu unggas ke pabrik pembuatan shuttlecock. Dan tanpa disangka, disamping pabrik itu ada sebuah klub tempat pelatihan para pemain bulutangkis. Dan dengan penasarannya Raden membaca sebuah mading yang berisi tentang penerimaan siswa baru untuk dilatih di klub itu. Namun sayangnya, tidak ada biaya untuk bisa mendaftar dan masuk ke klub itu. Raden tidak habis akal, Raden pun mengajak Michelle untuk mengumpulkan uang dengan ikut serta dalam hiburan desa seperti barongsai dan tarian. Saat biaya itu sudah terkumpul dengan segera Raden mendaftarkan dirinya sebagai Guntur ke klub itu dengan maksud saat mereka sudah berteman kembali maka akan lebih mudah menggantikan nama Raden menjadi Guntur. Latihan demi latihan dilakukan Raden di klub itu dan akhirnya Guntur mengetahui hal tersebut. Guntur pun mengerti saat dia sudah mendengar penjelasan dari Raden. Dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah dan pengorbanan yang berat harus dilakukan Guntur selama berlatih di klub itu. Namun di saat kesuksesan akan segera diterima Guntur, kekecewaan pun timbul antara Guntur dengan Raden dan Michelle. Raden dan Michelle merasa pengorbanan mereka selama ini terhadap Guntur sia-sia. Guntur akhirnya tersadar ketika dia mendapat surat untuk melanjutkan cita-citanya ke Kudus. Akhirnya keberhasilan itupun nyata. Mulai dari mendapatkan beasiswa bulutangkis kemudian dilanjutkan dengan kesempatan untuk meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan Indonesia dan kebanggan keluarga seperti Liem Swie King sang idola.

Nothing great was ever achieved without enthusiasm demikian kalimat terkenal dari seorang Emerson. Dalam hidup ini tidak ada hal besar bisa diraih tanpa ada impian besar dibaliknya. Kita harus memiliki semangat, antusiasyang tinggi ditambah dukungan dari keluarga, sahabat dan lingkungan niscaya kita akan meraih impian tersulit sekalipun. Ingat selalu impossible is nothing. Hal yang mustahil itu tidak ada jika upaya keras dibarengi dengan tekad, percaya dan mental baja.

Kita sebagai orang-orang percaya seharusnya lebih percaya diri karena kita memiliki Tuhan yang bisa diandalkan di masa tersukar sekalipun. Kita harus belajar keras, bekerja keras, senantiasa mengandalakan Tuhan, kita tidak boleh tergoda untuk mengandalakan kekuatan kita sendiri walau sehebat apapun otak dan keahlian kita, dengan pertolongan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi hasil yang akan kita capai akan jauh lebih baik. Kita harus senantiasa beriman karena memiliki masa depan yang penuh harapan itu adalah janji tuhan sendiri asal kita tetap berharap padaNya. Mari kita senantiasa ingat Firmannya seperti yang tertulis pada Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Teman-teman KSKers…. Selamat berjuang… we are here to support you all. To God be the glory.. Amen.

terinspirasi dari Film KING

by: KK Spirit (Wandi, Harley, Friska, Eunike, Sonia, Erni, Hai)

Jumat, September 10, 2010

SISWA yang SUKSES



Mahatma Gandhi pernah berkata:

‘Perbedaan antara apa yang kita lakukan dan apa yang sebenarnya mampu kita lakukan akan sanggup untuk memecahkan sebagian besar masalah dunia ini’.

Tulisan ini terinspirasi dari hidup seorang Gandhi. Dia menekankan betapa kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu. Tapi harus bekerja dan melayani sesama.

Sebagai seorang guru saya pribadi selalu mengamati hidup siswa-siswa saya. Mengamati apa yang mereka kerjakan sepulang sekolah, setelah makan malam bahkan disetiap waktu luang mereka karena saya yakin perbedaan antara seorang siswa yang berprestasi dengan yang tidak berprestasi terletak pada apa yang mereka kerjakan di waktu luang mereka.

Berdasarkan pengamatan saya ada 4 type siswa dalam belajar. Yaitu:

Type I: ‘Siswa yang malas belajar dan jarang berdoa’

Apa jadinya seorang siswa jika malas belajar dan jarang berdoa. Ga mungkinkan jadi direktur? Apalagi jadi Inspektur. Barangkali bisanya jadi kondektur. Hindarilah type siswa seperti ini.

Type II: ’Siswa yang rajin belajar tapi jarang berdoa’

Tentu kita sering dengar pernyataan ‘IF YOU WORK, YOU WORK. IF YOU PRAY GOD WORKS’. Absolutely right. Sangat tepat makana pernyataan ini. Jika kita bekerja saja maka hanya kitalah yang berupaya mencapai cita-cita kita. Tapi jika kita berdoa juga maka Tuhan ikut bekerja menolong kita. Semakin banyak kita berdoa itu berarti semakin besar keterlibatan Tuhan dalam studi dan cita-cita kita.

Type III: ‘Siswa yang malas belajar tapi rajin berdoa’

Rajin berdoa tapi ga ada usaha itu namanya kita membohongi Tuhan dan diri sendiri. Kita ingin berhasil tapi tidak ada upaya. Kita ingin keberhasilan yang ‘empang’ alias enteng dan gampang. Susah tuh bro...

Type IV: ‘Siswa yang rajin belajar dan rajin berdoa’

Komplit dah.. Ini dia type yang bagus. Udah rajin belajar rajin pula berdoa. Kita kerjakan bagian kita dan Tuhan mengerjakan bagianNya. Itu namanya TEAMWORK. Milikilah type IV ini, maka Anda akan berhasil dalam studi dan cita-cita anda. GBU.

Oleh: Wandi Tambunan

Inspirasi dari Lapangan Sepak Bola


Saya sangat tertarik dengan dunia SEPAKBOLA. Arsenal adalah klub favorit saya. Cesc Fabregas Adalah pemain sepakbola yang sangat saya kagumi. Dalam dunia sepak bola semua pemain bekerja keras. Seandainya Lapangan Sepakbola adalah sebuah Negara, Saya akan segera pindah ke Negara Sepakbola. Betapa tidak? Di Negara Sepakbola semua penduduk bekerja keras, tidak ada yang tiduran apalagi bermalas-malasan. Semua harus taat aturan. Jika melanggar aturan, akan diganjar dengan kartu kuning bahkan kartu merah sehingga harus keluar dari Negara Sepakbola.

Saya sangat mencintai KERJA KERAS dan BELAJAR KERAS, karena olehnya saya yakin saya akan BERHASIL. Sejak siswa sampai kuliah bahkan setelah kerja, Saya menghadapi banyak tantangan. Satu-satunya alasan bagi saya dapat bertahan karena saya adalah seorang pejuang. Saya selalu bekerja keras. Itulah etos kerja saya. Itulah saya. Itulah DNA saya.

Hal yang sama dalam belajar Bahasa Inggris. Sehebat apapun Guru anda mengajar jika anda tidak belajar KERAS, anda tidak akan berhasil.

Selamat bergabung dengan the ark school! SERIUSlah! BEKERJA KERASlah, BELAJAR KERASLAH! Dan tetap BERDOA! Maka anda akan berhasil, You’ll Speak English well.

By_ Wandi Tambunan

B e l a j a r




1 hari tidak belajar,
itu kesalahan
2 hari tidak belajar,
itu kemunduran
3 hari tidak belajar,
itu awal kegagalan
4,5,6,7,8,9 hari tidak belajar,
itu pasti gagal
SELALU belajar,
itu pasti SUKSES


Seorang visioner adalah seorang yang mengatasi masalah sembari mengubah perilaku sesuai dengan perspektif masa depan. Senantiasa introspeksi diri kemudian mengedit, re-edit bahkan delete sikap atau kebiasaan yang salah. Dia senantiasa mengupgrade kualitas dirinya dengan membaca buku, majalah atau situs-situs yang berkualitas agar dia bisa lebih efektif dalam melayani baik di tempat kerja, Gereja atau Persekutuan.
Denni Boy Saragih pernah memaparkan tentang bagaimana kita menata bahkan meningkatkan kualitas diri kita. Beliau mengatakan bahwa kita harus senantiasa memliki kebiasaan untuk memiliki kebiasaan baru (a habit to always have a new habit). Tentunya kebiasaan yang membuat diri kita semakin berkualitas dan lebih efektif dalam mengerjakan pelayanan.
Saya pribadi setiap harinya membaca banyak situs yang bisa menstimulasi otak saya untuk berpikir, menganalisa bahkan membuat sebuah kesimpulan baru tentang sebuah problem atau topik pembelajaran. Hal itu sangat bermanfaat bagi saya sebagai seorang guru dalam mengajar, sebagai seorang PKK dalam memimpin KK, bahkan sebagai seorang pimpinan dalam mengembangkan usaha.
Rasul Paulus juga mengingatkan adik rohaninya Timotius agar senantiasa belajar. Dalam suratnya yang kedua kepada Timotius Paulus berkata: ‘Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2 Tim 3:16-17)
Dear friends… jangan pernah berhenti belajar! Mari kita asah gergaji agar pohon yang hendak kita tebang lebih cepat tumbangnya.

Wandi Tambunan


Kamis, September 09, 2010

Bersediakah Saudara menjadi Pendoa Syafaat?

Bersediakah Saudara menjadi Pendoa Syafaat?

Saya masih ingat Agustus 2007 yang lalu Saya mengikuti KNPS (Konsultasi Nasional Pelayanan Siswa) di Sukabumi. Saya sangat menikmati acara KNPS selama 4 hari di Sukabumi. Sangat banyak berkat rohani yang saya dapatkan. Saya mendapat banyak teman baru. Tapi berkat yang paling saya nikmati dan tidak terlupakan adalah berkat rohani tentang menjadi seorang pendoa syafaat. Saya disadarkan dan diingatkan tentang posisi dan peran seorang pendoa syafaat. Pendoa syafaat adalah orang yang berdiri diantara Tuhan dan obyek yang harus menerima murka dan Keadilan Allah. Dalam doanya ia berkata, ‘Tuhan, Engkau memang sepenuhnya berhak menghajar bangsa ini. Engkau harus melakukan itu karena keadilalanMu. Tetapi, aku berdiri di antara Engkau dan bangsa ini; dan Tuhan, dengan segenap rasa hormat aku memberanikan diri untuk berkata bahwa jika Engkau menghajar mereka berarti Engkau harus menghajarku terlebih dahulu.’ Begitulah kedudukan seorang pendoa syafaat. Kata-kata tersebut diatas sangat membekas dan tidak pernah saya lupakan. Setiap saya mau mendoakan orangtua dan seluruh keluarga saya, saya selalu memposisikan diri saya sebagai seorang pendoa syafaat.

Memang jauh lebih mudah mendoakan kebutuhan pribadi kita, kita akan lebih lancar berkata-kata dalam doa tatkala yang kita doakan adalah kebutuhan pribadi kita. Beda halnya jika kita mendoakan kebutuhan atau masalah yang menyangkut orang lain. Tapi mari kita belajar menjadi seorang pendoa syafaat bagi orang lain.

Mari kita menghalangi Tuhan memurkai dunia ini. Dia akan membatalkan murkaNya jika kita berdiri diantara Tuhan dengan dunia yang akan Dia murkai ini.

Wandi Tambunan