Selasa, Oktober 19, 2010
Wanna be a Play Maker?
Kamis, Oktober 14, 2010
'...a nobody becomes the voice of everybody...'
Semoga Indonesia mendapatkan Pemimpin seperti harapan Bud diatas.. khususnya Dairi tercinta...
by Wandi Tambunan
Sidikalang - Medan VS Siantar - Medan
Rabu, Oktober 13, 2010
Nang Gumalunsang
nang rope halisunsung i
lao manghalomhon solukki
mandok hatana ikkon saut
sai saut doi
sai saut do i
mangalugahon solukki
ai Tuhanku donganhi
ai tung godang pe musuki
lao mangharomhon soluki
sai lao do i sai lao do i
sian lambunghi
hatop marlojong do solukku
tu raruan na so taraloau
naso adong be dapot hasusaan i
tudos tusi nang pardalananhi
lao mandapothon surgo
sohalugaan (sohalugaan)
tudia ma (tudia nama )
ikkon hutiop tontong Jesus hi
diparungkilon hasusaan
tung Jesus haporusanhi
nangpe di dalan lao tu surgo
diiring Jesus au disi
diiring Jesus au disi
Tetaplah menabur.... suatu saat nanti kita akan menuai...
Wandi Tambunan
Kamis, September 30, 2010
ayat-ayat kursi
Rabu, September 29, 2010
Pejuang Kanker : Alvita Dewi Siswoyo

Saya pernah membaca di sebuah majalah kesehatan tentang survei kesembuhan pasien di mayoritas rumah sakit di Amerika Serikat.
Dalam survei tesebut disimpulkan bahwa 80% dari pasien yang sembuh tersebut adalah orang yang memiliki tekad dan motivasi yang tinggi untuk sembuh. Sehebat apapun obat atau perawatan yang dilakukan jika si pasien tidak memiliki mental yang kuat untuk sembuh maka akan susah sembuh. Dan sama halnya dengan separah apapun penyakitnya jika si pasien memiliki tekad, keinginan yang kuat untuk sembuh maka kemungkinan besar dia akan sembuh.
Sekitar 2 bulan yang lalu saya menonton Andy Noya mewawancarai Alvita di acara kick Andy. Saya sangat kagum dengan karakter Vita yang mampu bangkit dari 2X mengalami penyakit kanker. Dan justru karena penyakit tersebut dia sangat berambisi menjadi seorang dokter seperti ayahnya. Sejak kecil dia sudah mengalami cacat yaitu hanya memiliki satu mata.
Selasa, September 28, 2010
Patience is Genius
Hidup Harus Berkarya
“Vision without action
is a dream.
Action without vision
is simply passing the time.
Action with Vision
is making a positive difference.”_Joel Barker
Kamis, September 23, 2010
2 most encouraging girls in my life
You ring the bell before they count me out
If I was drowning you would part the sea
And risk your own life to rescue me, yeah
Oh, you gave me wings
You parted my lips when I couldn't breathe
Thank you for loving me
Rabu, September 22, 2010
arkerZ at the ark school
Selasa, September 21, 2010
Tips menyiram bunga a la oppung. Wwkwkwkwwkwk!
(sabbil marpikkir) ba…. Naung jonok do haroa…..
Minggu, September 19, 2010
Mengandalkan Tuhan
Sabtu, September 18, 2010
arsenal, arsene wenger, arshavin, arkschool
![]() |
| Add caption |
Kamis, September 16, 2010
the son not like father
Rabu, September 15, 2010
1 X 7 beda dengan 7 X 1

Dalam Ilmu Matematika 1 X 7 sama hasilnya dengan 7 X 1 yaitu tetap 7. Tapi tidak dalam hal metode belajar. Belajar 1 jam tiap hari selama 7 hari akan memberikan hasil yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan hasil belajar selama 7 jam tapi hanya 1 hari.
Selasa, September 14, 2010
Menenun hidup agar lebih B E R A R T I

Kalau hidup hanya sebatas punya pekerjaan, punya duit, berkeluarga, punya anak itu belum lengkap kalau kita hanya hidup untuk diri sendiri. Kita harus menenun hidup agar lebih berarti buat orang lain. Apa yang harus kita lakukan agar hidup kita semakin diperlengkapi, semakin ditenun lebih indah. John Mason pernah berkata:
Talk with people smarter than you,
Ask questions of those more successful than you,
Listen to those more spiritual than you,
Lend a hand to those less fortunate than you…
Don’t stay where you are.
Know your limits, then ignore them.
Mari kita berbicara dengan orang-orang yang lebih cerdas dari kita, bertanya pada orang-orang yang lebih berhasil dari kita, mendengarkan orang-orang yang lebih rohani dari kita, menolong orang-orang yang kurang beruntung, jangan tinggal menetap dimana kita berada tapi kita harus mengetahui batas kemampuan kita kemudian mengabaikannya Karena kita mampu berbuat jauh lebih bagus.
Seorang guru yang terus menenun dirinya hingga betul-betul terlatih akan dapat mengajar murid-muridnya dengan cara yang lebih professional. Apapun bidang yang kita jalani mari kita terus menenun diri kita agar lebih bermanfaat bagi orang lain.
Selamat menenun!
by_ Wandi Tambunan
Senin, September 13, 2010
Binatang Terpanjang

Dalam perjalanan mengantarkan temannya dan teman-teman temannya, Edis Nababan yang tengah menyetir mobil tiba-tiba melihat sebuah panflet di pinggir jalan dengan tulisan
Dijual anak babi
200 meter
Edis Nababan pun langsung nge comment
“Wah, Hebat benner…. Anaknya aja udah 200 meter
Induknya gmn lagi….?#!@
Wkwkwkwkwkwk. Hahahahahah hehehehehh hihihihiihih
[para penumpangpun langsung tertawa terbahak-bahak]
As a matter of fact!
Maksud dari panflet tadi adalah: dijual anak babi, lokasi t4 menjual 200 meter dari panflet.
*Hebat Edis Nababan. Udah ngantarin gratis, disertai lagi dengan lawakan#
Minggu, September 12, 2010
Pertemuan pertama Arielz dengan Luna Mayah

Konon, seorang pemuda kampung bernama Arielz pergi merantau ke kota Medan. Kebetulan dekat tempat dia tinggal ada seorang gadis cantik bernama Luna Mayah yang juga seorang anak rantau dari kampung.
Dengan memberanikan diri, si pemuda memulai percakapan dengan berbahasa Indonesia tapi logat kental bahasa Batak.
Arielz : Ito boru apa?
Luna : Saya?
Arielz : Iya to.
Luna : Saya boru….
Arielz : o…. berapa oranglah ito sekeluarga?
Luna : 6 orang bang.
Arielz : Berapa orang laki-laki ito?
Luna : 3 orang bang.
Arielz : Berarti 3 oranglah perempuan ya…?
Luna : Ah… abang ini tau aja..
Arielz : Ah… yang kutebak-tebaknya itu dek…
[Readers: wkwkwkwkwk. Adong-adong aja!]
by_ Wandi Tambunan
Pray,Eat, Laugh

OppZ! Tulisan ini bukan tentang film Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh Julia Roberts yang akan beredar September 2010 ini. Juga bukan tentang buku larisnya Elizabeth Gilbert terbitan 2006. Tapi tentang sebuah kebiasaan yang terjadi di rumah saya. Sebuah kebersamaan yang telah terjadi sejak tahun 2005 yang lalu di the ark home.
Saat ini saya mempunyai anak kost siswa sebanyak 7 orang plus 4 karyawan plus saya, my wife and my daughter. Terdiri dari 8 laki-laki dan 6 perempuan. Total kami tinggal serumah 14 orang. Bisa membentuk tim ke11an.
Setiap malam kami ada kebiasaan yang sangat kami nikmati yakni Pray, Eat and Laugh [Berdoa, Makan dan Tertawa) kami makan sekitar pukul 19.00 setiap malamnya. Dimulai dengan doa yang dipimpin secara bergiliran. Kemudian menikmati makan bersama. Setiap makan bersama, makan malam kami selalu diselingi dengan canda tawa yang selalu membuat kami tertawa terbahak-bahak, terkekeh-kekeh yang sering membuat ‘sakit perut’ saking lucunya. Kadang, sekitar pukul 21.00 malam, jika kami lapar kami membeli martabak Bangka. Kami memakannya bersama-sama yang juga disertai tawa wkwkwkwkwk a la opera van java. Satu lagi yang paling kami selalu tunggu-tunggu adalah jika ada yang ulang tahun diantara kami. Kami pasti makan bersama. Kadang makann miesoup, bakso atau mie ayam. Dan pasti diselingi humor yang membuat suasana jadi meriah.
Tapi satu syarat yang harus ditaati: Tidak boleh tersinggung!
Ternyata makan malam bersama disertai dengan canda tawa bisa membuat suasana akrab bak Extravaganza nya Trans TV.
Dijamin SERU!
Sabtu, September 11, 2010
An Unbreakable Dream of Guntur
Nothing great was ever achieved without enthusiasm
(tak pernah ada suatu hal besar dicapai tanpa antusias yang tinggi)_Emerson
Keberhasilan seseorang tidak pernah datang secara kebetulan. Pepatah kuno Barat mengatakan di balik keberhasilan seorang pria pasti ada seorang pribadi dibalik layar yang setia mendukungnya, kalau bukan Ibunya, istrinya. Tapi beda dengan seorang Guntur, mengingat dia masih remaja yang masih sangat muda, baru berumur 12 tahun. Guntur bukan mendapat dukungan dari ibunya karena ibunya sudah meninggal tapi dari ayahnya yang bekerja sebagai pengumpul bulu unggas untuk dijual sebagai bahan membuat shuttlecock. Untunglah, Guntur memiliki dua orang sahabat Raden dan Michelle yang sangat mendukung dia untuk menjadi seorang pebulutangkis professional seperti idola ayahnya Liem Swi King.
Guntur meraih impiannya tidak dengan mudah. Kerapkali dia kecewa dan putus asa karena dia merasa tidak mendapat dukungan yang serius dari ayahnya. Beruntung Guntur mempunyai Raden yang sangat mendorong dia agar memiliki raket yang bagus dan berlatih dengan serius. Tapi Guntur kecewa karena Raden memiliki prinsip hidup purpose justifies the means alias menghalalkan segala cara. Tapi Guntur akhirnya berhasil meraih semua impiannya untuk menjadi pebulutangkis professional. Kenapa bisa? Mari kita telusuri elemen-elemen pendukung keberhasilannya.
1. Seorang Ayah yang Cinta Prestasi di Bidang Bulutangkis.
Keberhasilan seseorang tidak akan pernah tercapai dengan mudah jika tidak ada dukungan dari orang-orang yang dicintainya. Seperti halnya Guntur dalam film “King” yang mendapat pengaruh besar dari ayahnya. Walaupun sang ayah hanyalah seorang komentator pertandingan bulutangkis di desa. Namun karena kecintaannya terhadap bulutangkis, sang ayah pun berperan penuh untuk menggembleng Guntur agar seperti Liem Swie King yang sangat diidolakan nya. Ambisi sang ayah untuk menjadikan Guntur sebagai orang besar dalam dunia bulutangkis tidak sia-sia. Walaupun awalnya Guntur sangat membenci ayahnya karena obsesinya terhadap Liem Swie King yang seolah-olah Guntur dipaksa oleh ayahnya untuk sukses. Namun didikan yang tak pernah padam akhirnya membuat Guntur mengerti akan semangat ayahnya. Semangat Guntur menjadi tumbuh ketika dia mendengarkan kehebatan King dari ayahnya dan ia bertekad untuk menjadi juara sejati yang tadinya hanya diinginkan ayahnya dan sekarang telah menjadi miliknya juga. Semua keberhasilan Guntur tidak lain karena peran serta ayahnya yang kuat bagi dirinya.
2. Dukungan dua Orang Sahabat Setia
Dengan segala keterbatasan dan berbagai macam rintangan yang dihadapi Guntur, ia tetap bertekad untuk menggapai kesuksesan itu. Dibantu oleh sahabat setianya Raden, Guntur nampaknya tida pernah mundur. Walaupun kadang bantuan Raden sering menyusahkannya. Seperti halnya mencuri sesuatu yang bukan miliknya pun dilakukan untuk dapat membantu Guntur. Bantuan itu terasa nyata bagi Guntur ketika Michelle seorang yang kaya dan haus akan persahabatan pun hadir menjadi seorang sahabat bagi Guntur dan Raden. Walaupun sahabat barunya itu sering jahil namun karena kepolosan, kelucuan, dan kebaikan yang mereka miliki menjadikan Michelle betah berteman dengan mereka. Sampai-sampai Michelle rela menggantikan raket kayu yang jelek dan usang milik Guntur dengan raket mahalnya untuk dipakai Guntur dalam pertandingan bulutangkis melawan SD lain. Walaupun akhirnya tali senar raket Michelle yang menjadi korban demi berhasilnya Guntur menjadi pemenang dan mendapatkan piala dalam pertandingan bulutangkis antar sekolah. Akhirnya cita-cita yang di idam-idamkan menjadi seorang pemenang walaupun hanya pertandingan antar sekolah akhirnya menjadi kenyataan.
3. Dukungan Masyarakat Sekitar
Kehidupan Guntur yang dipenuhi dengan dunia bulutangkis menjadikan Guntur terkenal di masyarakatnya sebagai pemain bulutangkis cilik walaupun kemampuannya masih terbatas. Pengorbanan masyarakat sekitarnya sungguh sangat membantu Guntur menggapai kesuksesannya. Layaknya bantuan dari Sahabat Ayahnya yang rela memberikan raket miliknya saat pertandingan bulutangkis di desanya walaupun kemenangan tidak diperoleh Guntur. Demikian juga bantuan seorang supir yang rela mengantarkan dan mendampingi Guntur saat akan berjuang ke Kudus. Pengorbanan kecil seperti itupun sangat berarti bagi Guntur yang menjadikan Guntur lebih semangat lagi dalam meraih impiannya.
4. Motivasi diri sendiri
Selain untuk menjadi pemain bulutangkis professional, tujuan utama Guntur adalah mendapatkan uang agar bisa membeli raket baru untuknya. Seperti kata sahabatnya Raden, di dalam piala pertandingan bulutangkis antar sekolah itu terdapat uang. Semula Guntur tidak percaya namun karena dorongan dari Raden menjadikan Guntur lebih semangat untuk menjadi pemenang pertandingan bulutangkis antar sekolah dan tentunya mendapat piala yang berisi uang. Saat piala itu nyata ada di hadapannya, perasaan senang menghapiri hati Guntur dan Raden. Dengan segera mereka membuka piala itu dan ternyata piala itu kosong. Semua yang dikatakan Raden hanyalah omong kosong. Maka dengan rasa kecewa yang amat mendalam, Guntur membuang piala itu dan meninggalkan Raden. Kini persahabatan yang dulunya akrab akhirnya merenggang. Dan untuk beberapa saat mereka tidak saling berkomunikasi. Walaupun Raden merasa kecewa karena dimarahi sahabatnya Guntur, Raden tetap berjuang membantu Guntur agar bisa meningkatkan kemampuannya dalam bermain bulutangkis. Mimpi Guntur untuk menjadi pemain bulutangkis akan menjadi kenyataan. Hal itu berawal dari Raden yang menguntit ayah Guntur yang sedang mengantarkan bulu unggas ke pabrik pembuatan shuttlecock. Dan tanpa disangka, disamping pabrik itu ada sebuah klub tempat pelatihan para pemain bulutangkis. Dan dengan penasarannya Raden membaca sebuah mading yang berisi tentang penerimaan siswa baru untuk dilatih di klub itu. Namun sayangnya, tidak ada biaya untuk bisa mendaftar dan masuk ke klub itu. Raden tidak habis akal, Raden pun mengajak Michelle untuk mengumpulkan uang dengan ikut serta dalam hiburan desa seperti barongsai dan tarian. Saat biaya itu sudah terkumpul dengan segera Raden mendaftarkan dirinya sebagai Guntur ke klub itu dengan maksud saat mereka sudah berteman kembali maka akan lebih mudah menggantikan nama Raden menjadi Guntur. Latihan demi latihan dilakukan Raden di klub itu dan akhirnya Guntur mengetahui hal tersebut. Guntur pun mengerti saat dia sudah mendengar penjelasan dari Raden. Dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah dan pengorbanan yang berat harus dilakukan Guntur selama berlatih di klub itu. Namun di saat kesuksesan akan segera diterima Guntur, kekecewaan pun timbul antara Guntur dengan Raden dan Michelle. Raden dan Michelle merasa pengorbanan mereka selama ini terhadap Guntur sia-sia. Guntur akhirnya tersadar ketika dia mendapat surat untuk melanjutkan cita-citanya ke Kudus. Akhirnya keberhasilan itupun nyata. Mulai dari mendapatkan beasiswa bulutangkis kemudian dilanjutkan dengan kesempatan untuk meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan Indonesia dan kebanggan keluarga seperti Liem Swie King sang idola.
Nothing great was ever achieved without enthusiasm demikian kalimat terkenal dari seorang Emerson. Dalam hidup ini tidak ada hal besar bisa diraih tanpa ada impian besar dibaliknya. Kita harus memiliki semangat, antusiasyang tinggi ditambah dukungan dari keluarga, sahabat dan lingkungan niscaya kita akan meraih impian tersulit sekalipun. Ingat selalu impossible is nothing. Hal yang mustahil itu tidak ada jika upaya keras dibarengi dengan tekad, percaya dan mental baja.
Kita sebagai orang-orang percaya seharusnya lebih percaya diri karena kita memiliki Tuhan yang bisa diandalkan di masa tersukar sekalipun. Kita harus belajar keras, bekerja keras, senantiasa mengandalakan Tuhan, kita tidak boleh tergoda untuk mengandalakan kekuatan kita sendiri walau sehebat apapun otak dan keahlian kita, dengan pertolongan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi hasil yang akan kita capai akan jauh lebih baik. Kita harus senantiasa beriman karena memiliki masa depan yang penuh harapan itu adalah janji tuhan sendiri asal kita tetap berharap padaNya. Mari kita senantiasa ingat Firmannya seperti yang tertulis pada Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Teman-teman KSKers…. Selamat berjuang… we are here to support you all. To God be the glory.. Amen.
terinspirasi dari Film KING
by: KK Spirit (Wandi, Harley, Friska, Eunike, Sonia, Erni, Hai)


















