Rabu, April 13, 2011

Jagalah sopan santun!

Dunia saat ini seperti sudah tak terbatas alias borderless. Tanpa sekat, tanpa batas, tanpa terkecuali.  Dunia maya telah menjadi ‘mak comblang’ terbaik ‘tuk mengetahui tentang seseorang, menyampaikan pesan kepada seseorang secepat kilat. Jejaring sosial telah menjadi fasilitator terlengkap untuk menggambarkan jati diri kita. Mulai dari yang bukan rahasia hingga ke yang sangat rahasia sekalipun. Bahwa kita bisa mendapatkan informasi tentang seseorang dengan sangat mudah dan instant.

Satu pertanyaan penting yang kita masing-masing harus jawab adalah apakah semua kemudahan itu membuat kita berkomunikasi lebih baik, lebih sopan santun, beretika atau malah lebih tak bermoral, atau barangkali tidak peduli lagi pada komunikasi positif?

Gambar diatas diambil bulan Februari 2011 yang lalu di lokasi Menara Pandang Tele. Saya yakin tulisan itu dibuat oleh pengelola Menara Pandang oleh sebab banyaknya pengunjung yang kurang mempedulikan sopan santun atau tata krama dalam berkomunikasi khususnya di lokasi wisata tersebut.

Saya juga sering kecewa dengan banyaknya anak remaja saat ini yang sembarangan dalam meng-comment status FB seseorang. Terlalu sering menggunakan bahasa yang negatif, mengabaikan sopan santun akhirnya suatu saat tanpa disadari bisa menjadi sebuah budaya yang merusak perilaku masyarakat.

Etika sopan santun tetap harus di jaga!!!
Apalagi di Dunia Pendidikan yang seharusnya lebih berpendidikan. Kita harus tetap sopan kepada orangtua, guru, senior, junior, adik-adik di lingkungan manapun.

Dear friends..
Marilah berkomunikasi dan bersikap dengan sopan santun!

_wanditambunan_

Minggu, April 10, 2011

Jangan Menyerah Guru HONOR..!

Saya sangat sedih, marah, kecewa ketika mengetahui bahwa sangat banyak guru honor SD di Dairi yang sejak 1 januari 2011 belum pernah memperoleh gaji 1 rupiah pun.

Saya ingin menangis, bangkit berdiri dan berbuat sesuatu untuk mengatasi hal ini. Tapi saya belum bisa. Tapi setiap saya mengingat ‘penyiksaan’ ini, hati saya mendidih marah dan segera ingin bisa berbuat sesuatu membantu sahabat-sahabat ku ini.

Hati para guru honor ini semakin menangis ketika para guru PNS ‘pamer’ gaji yang baru saja mereka terima setiap awal bulannya. “Wuihh!... baru gajian nih… makan dimana yuk….” Barangkali demikian kalimat yang mereka ucapkan tuk sekedar pamer.

“Bu… kapan kami gajian?” dengan suara perlahan seraya memohon belaskasihan demikian mereka terus bertanya setiap awal bulan. “Yah… kita tunggulah… ntah kapan…. Belum cair dana BOS”, itulah sepenggal jawaban pimpinan sekolah. Hati siapa takkan pilu mengalami hal demikian.

Sekilas INFO : Guru honor akan gajian bulan Juni

Wah… gawat. Bayar cicilan sepeda motor tidak cukup lagi. Biaya makan bulanan gimana lagi? Kebutuhan sehari-hari mau dibayar pakai apa? (menangis lagi….)

Menghitung gaji…. Menghitung hari….

Gaji saya sebulan sebagai guru honorer hanya Rp. 250.000,- (tidak salah ketik… memang hanya Rp. 250.000/bulan) itupun tidak dibayar setiap awal bulannya… tahun ini saja belum ada gajian sama sekali. Padahal mengajar siswa SD itu sangat lelah sekali. Kapan ya… kami gajian? Saya akan terus menghitung hari, demikian isi hati seorang guru honorer.

“…Saya memang hanya tamat SMA. Makanya saat ini saya juga mengikuti kuliah di Universitas terbuka. Semoga kelak saya bisa menjadi seorang sarjana. Sambil berharap suatu saat saya juga bisa menjadi seorang guru PNS yang mendapat gaji setiap awal bulannya…” Barangkali itulah impian yang sudah terpatri di hati guru honorer ini yang membuat dia mampu bertahan, bersabar menghadapi segala tantangan yang mereka sedang alami.

Sahabat-sahabat ku guru honorer… saya sangat mendukungmu.. jangan pernah menyerah! Jerih payahmu tidak akan pernah sia-sia. Tetaplah berjuang! Mengabdilah dengan tulus. Tuhan ikut sedih melihatmu mengalami semuanya itu. Jika engkau bertahan dengan tetap bersyukur dan berdoa.. maka Tuhan yang maha pemurah akan membukakan jalan berkat buatmu. Amin

Dari:
Sahabat guru honorer
_wanditambunan_

Senin, April 04, 2011

Kota ku yang STAGNANT

Apa reaksi seorang remaja yang berusia 15 tahun tiba-tiba stagnant selama 5 tahun? Sehingga pada umurnya yang ke_20 dia tetap memiliki tubuh sebesar, setinggi, sekurus, persis seperti ketika dia berusia 15 tahun. Atau barang kali malah merosot semakin pendek, semakin kurus,  semakin kecil. Si Remaja tersebut pasti frustrasi, heran dan bertanya-tanya bahkan marah mengapa bisa seperti itu…

Kerapkali saya memikirkan neg’ri ku tercinta ini yang masih stagnant sejak 5 atau 10 atau malah sejak 15 tahun yang lalu.

Pembangunan yang ALPA.
Birokrat yang BOLOS.
Kunker yang IZIN.
Pegawai yang SAKIT.
Karyawan yang NITIP ABSENT.
Para pemimpin yang RIBUT.
Para koruptor yang MALAS MENCATAT dosanya.

Pantesan aja Kota ku tercinta masih STAGNANT…

_wanditambunan_ 


stagnant means: berhenti bertumbuh

Kamis, Maret 31, 2011

Telling bad news

Semua orang pasti suka menyampaikan berita baik, kabar gembira atau kejutan sukacita. Bahkan betapa bahagianya orang-orang yang mendengarkan atau mendapat kabar baik. Misalnya: kabar tentang kelulusan test PTN, mendapat pekerjaan baru, kabar diterima menjadi seorang pacar dan berita sukacita lainnya.

Tentunya tidak ada orang yang berharap atau menginginkan berita buruk alias bad news. Berita buruk bisa membuat seseorang kecewa, sedih, putus asa, marah bahkan benci pada diri sendiri, orang lain dan bahkan kecewa kepada Tuhan.
Saya pribadi, jagankan mendapat berita buruk menyampaikan berita buruk sekalipun saya tidak suka. Dan bahkan mendengar berita buruk aja dari orang lain tentang orang lain bisa membuat saya berkabung, sedih.

Terlarut dalam kekecewaan, kemarahan, kesedihan, keputusasaan tidak akan pernah mengatasi masalah. Malah berpotensi mengacaukan suasana, memperkeruh masalah, menimbulkan masalah baru. 

Ketika mendapat berita buruk sebaiknya kita berserah kepada Tuhan yang Kuasa sambil memikirkan penyelesaian jika masalahnya masih dalam kendali kita. Tapi jika di luar kendali kita sebaiknya kita menyerahkannya pada caranya Tuhan. Karena bagi Tuhan selalu ada pelangi sehabis hujan.

Saat kita harus menyampaikan sebuah berita buruk pada orang lain sebaiknya kita mendoakan orang yang kepadanya kita akan menyampaikan berita tersebut agar dia mendapat kekuatan dan hikmat dalam menghadapi apapun yang terjadi.

Pukul 20.00 tadi malam saya sedang mengajar di kelas bahasa Inggris. Topik kami adalah menyampaikan berita buruk dalam bahasa Inggris. Saya berkata kepada siswa saya, “ it’s hard to tell a bad news”. Sangat susah menyampaikan sebuah berita buruk. Jika kita harus menyampaikan kepada seseorang bahwa salah satu dari keluarganya meninggal, itu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Ketika saya menjelaskan demikian tiba-tiba HP saya berdering. Bapak saya menelepon saya. Bapak saya menyuruh saya untuk menyampaikan kepada salah satu pekerja bangunan kami bahwa ayah nya meninggal. Saya kaget dan bingung bagaimana saya harus menyampaikannya. Setelah dia tau, saya hanya bisa berkata, sabar ya, tetap kuat. Sambil saya berdoa dalam hati. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi penghiburan. Amin.

Tulisan ini terinspirasi oleh kejadian tersebut.

_wanditambunan_

Rabu, Maret 30, 2011

1 menit > 1 jam & 1 jam > 1 tahun

Secara matematis mengatkan 1 menit > 1 jam adalah sebuah kesalahan besar. Tapi tidak ketika kita berbicara soal efektifitas. 

Sering sekali kita beranggapan bahwa dengan terus bekerja dan terus bekerja kita telah berbuat hal yang terbaik dalam hidup. Kita telah berpikiran bahwa kita adalah orang yang paling efektif dalam hidup. Orang paling rajin sedunia. Orang yang memiliki peluang berhasil terbesar sejagad.

Agar hidup lebih efektif kita harus menganut dalil 1 menit > 1 jam. Maksudnya adalah berpikir 1 menit sering sekali jauh lebih bermakna daripada bekerja 1 jam. Berpikir dengan benar adalah setengah dari pekerjaan. Setelah memikirkannya dengan benar kemudian melaksanakannya dengan serius maka akan memberi hasil yang jauh lebih baik. 

Kalau dengan berpikir 1 menit > dibandingkan dengan bekerja 1 jam bisa lebih bermakna bagaimana dengan berdoa? Saya yakin jika kita menikmati berdoa maka hasilnya akan jauh berlipat ganda. Jika kita berdoa barangkali hasilnya adalah 1 jam > 1 tahun. Tentu kita sudah pernah dengar pernyataan “IF YOU WORK, YOU WORK. IF YOU PRAY, GOD WORKS”. Maksudnya jika kita hanya bekerja saja tanpa pernah berdoa maka hanya kitalah yang bekerja maka hasilnya akan biasa-biasa saja. Tapi jika kita berdoa disertai dengan kerja keras maka Tuhan ikut serta menolong kita maka hasilnya juga akan jauh luar biasa baik.

Selamat mencoba dalil 
1 menit > 1 jam
Atau 
1 jam > 1 tahun

_wanditambunan_

Selasa, Maret 29, 2011

Hujan

Sejak kemarin pagi hujan terus di Sidikalang hingga pagi ini. Kadang tergoda untuk jengkel karena susah melakukan aktifitas di luar rumah. Tukang bangunan kami gak bisa kerja padahal target harus segera selesai. Kain jemuran gak bakalan kering. Paling malas naik motor pake mantel hujan. 

Pagi ini saya diingatkan untuk mensyukurinya saja. Biarlah hujan turun membasahi bumi. Memberi kesuburan bagi tanah. Mari membaca buku sambil minum kopi. Beristirahat sejenak. Hari ini saya mulai mengajar pukul 15.00 – 21.00. Itu pun di rumah. Jadi stay cool aja. 

Bagi teman-teman yang kerja outdoors, 
lanjutkan saja!  
Just enjoy the rhythm of the rain. 
Breathe the fresh air. 
Remember to wear your jacket. 
Bring your umbrella. Escape the ordinary! 
Ha ha ha.. kayak iklan aja!

Saya punya seorang siswa yang sangat suka hujan. Barangkali dia sangat menikmati mengamati hujan. Bahkan nama account facebooknya dia kasih Vanie ingin hujan turun. Ada-ada aja. Ya udah dech. Seperti halnya Vanie. Mari menikmati hujan.

Eta marudan-udan! 

by wandi tambunan

Senin, Maret 28, 2011

Amarah yang M E L E D A K

Visi adalah amarah yang meledak karena ketidaksetujuan kita terhadap fakta masa kini sehingga amarah tersebut memaksa kita untuk bertindak tegas didorong oleh keinginan yang kuat agar fakta masa kini tersebut tidak akan terjadi lagi dimasa yang akan datang. Demikian kesimpulan saya tentang arti visi setelah membaca beberapa pengertian tentang visi.

Di kabupaten Dairi kota tempat saya tinggal banyak sekali hal-hal yang bisa membuat kita marah. Mutasi guru yang ‘gila-gilaan’. Kepala sekolah tiba-tiba dimutasi menjadi guru biasa di desa terpencil dengan alasan mutasi yang tidak jelas. Kepala sekolah SMK N di Sidikalang tiba-tiba dimutasi menjadi kepala sekolah SMP N di desa. Guru biasa di daerah tiba-tiba diangkat menjadi kepala sekolah di kota tanpa kriteria yang tepat. Pengembangan kota yang stagnan. Birokrasi yang rumit. Gila, bukan?
Hati siapa takkan marah melihat situasi ini? Mari kita uji hati kita. Jika kita tidak marah berarti kita tidak memiliki visi terhadap Dairi tercinta ini. Barangkali kita harus belajar untuk marah melihat semua fakta ini. 

Lantas apa tindakan kita?  

I have a dream

Jalan Sidikalang – Medan akan diperbaiki tuntas sehingga jarak tempuh Sidikalang – Medan paling lama 3 jam seperti halnya ketika saya masih kuliah tahun 90an yl. Sekolah-sekolah Plus yang mengutamakan kualitas guru dan siswa dengan biaya relative murah akan berkembang di Sidikalang. Penataan kota seperti jalan dan bangunan yang rapi dan bersih. Pembangunan pusat hiburan yang edukatif. Birokrasi yang mudah. Mutasi atau penempatan guru berdasarkan the right person at the right place at the right time. Peningkatan perkapita daerah. Membuka lowongan kerja baru. Memberantas kenakalan remaja. Mengembangkan daerah-daerah terpencil. Sehingga suatu saat kabupaten Dairi akan menjadi kota teladan. Tempat yang nyaman untuk dihuni. Kota yang menghasilkan siswa-siswa yang cerdas, berprestasi serta berkarakter dan takut akan Tuhan.

Mari kita perjuangkan visi ini bersama-sama!

by wandi tambunan

Selasa, Maret 22, 2011

Watching Growth_mengamati pertumbuhan

Saya suka menanam bunga di pekarangan rumah kami. Saya menikmati keindahan. Tapi hal utama yang membuat saya suka menanam bunga adalah menikmati pertumbuhannya setiap hari. Menyiramnya, mencabut rumput disekitarnya, membersihkannya dan terus mengamati pertumbuhannya setiap hari. Ketika saya letih atau punya masalah saya suka duduk dekat bunga, berpikir, mencari solusi, menemukan gagasan bahkan mendapatkan pemikiran-pemikiran baru yang belum pernah terlintas di benak saya sebelumnya.
 
Saya mempunyai seorang putri yang masih berusia 20 bulan. Setiap hari saya suka bermain dengan dia. Di pagi hari ketika bangun, di sore hari seusai kerja dan malam hari sebelum tidur. Satu hal yang saya sangat nikmati adalah menikmati pertumbuhan dia setiap harinya. Dia sangat cepat meniru baik melalui perkataan maupun tindakan. Saya selalu mengamati perkembangan dia setiap harinya. Dia bertumbuh sangat cepat. Kemampuan berbicara, berjalan, memahami pembicaraan bahkan meniru hal-hal yang kita kerjakan.

Sebagai seorang yang sudah mengenal Tuhan sejak berusia 17 tahunan saya juga mau mengamati pertumbuhan iman dan karakter saya.  Saya sudah melewati ulang tahun saya yang ke-31 tahun. Bisa dibilang saya sudah adult (dewasa dari segi usia) tapi belum bisa dibilang mature (dewasa dari segi karakter dan pemikiran). Banyak hal yang masih harus saya ubahkan dari diri saya. Cara berpikir, berbicara, bertindak maupun dalam mengambil keputusan. Tapi terpujilah Tuhan yang cukup sabar mengampuni dan membimbing saya agar semakin diubahkan menjadi pribadi yang berkenan dihatiNya. Semoga setiap hari saya bisa mengamati pertumbuhan yang lebih baik dalam diri saya.
For me, being an observant is extremely exciting. Dengan mengamati pertumbuhan semakin memacu kita untuk terus mengupayakan pertumbuhan baik tentang diri kita, orang lain bahkan sekeliling kita.

Selamat mengamati pertumbuhan!

by wandi tambunan

Senin, Maret 21, 2011

'gak baca 'gak ada ide...

Lho! 
Kan udah saya bilang 
lg gak ada ide... 
wajar toh! 
udah 3 hari ini 
saya gak baca...
he he he he...

S'karang
saya lagi baca
kalo
udah
ada 
ide
n'tar
langsung 
saya 
posting...

SWEAR...! 
 

Jumat, Maret 18, 2011

Hobby becomes Talent

Hobby mu akan menjadi bakat mu

Sesungguhnya bakat adalah produk jadi dari hobby
Pelajari diri mu, amati dirimu
Setiap hobby mu berpotensi menjadi bakatmu

Anda menyukai sesuatu?
Anda ingin menggapai impian yang tinggi?
Tetaplah berbuat!
Tetaplah menabur!

Taburlah pengetahuan!
Taburlah ketrampilan!
Asahlah karakter!

Tetaplah konsisten mengerjakan semuanya itu.
FOKUS dalam PELAKSANAAN!

Jangan ‘selingkuh’ pada kegiatan yang tak berguna

Tetaplah disana…
Di tempat dan masa
Dimana dan disaat engkau mengasah diri mu 

Hingga  hobby mu menjadi bakatmu, menjadi keahlianmu

Hingga keahlianmu
Menjadi sayap-sayap yang kokoh
Membawamu terbang di awan keberhasilan…


by wandi tambunan