Jumat, April 22, 2011

Pengalaman Mengumpulakan Botot


Asyik, mengharukan, menegangkan… 3 kata melukiskan pengalaman kami mengumpulkan botot dari beberapa rumah alumni, yang akan dijual untuk mendukung dana retreat pelayanan.

Saya dengan teman saya Edis Nababan keliling kota Sidikalang hingga ke Panji mengumpulkan botot dari rumah teman sepelayanan.

Ketika saya mengangkat botot dari rumah salah satu alumni seorang pria paroh baya yang sedang duduk di kedai berkata ke saya, “demi makan hujan pun tetap kerja ya…”. Saya hanya ngoment, “ he he he.. iya tulang..”


Sambil kami keliling saya nelpon teman alumni Bang M. Lbn toruan untuk menanyakan jikalau di rumahnya ada botot agar kami segera menjemputnya. Beliau hanya menjawab singkat, “dangadong, hepeng do adong… ro ma hamu mangalap” (baca: ‘gak ada botot.. uang nya ada.. datang aja mengambilnya..).

Setibanya di rumah bang M. Lumbantoruan seorang ibu yang kebetulan kenal dengan E.Nababan berkomentar, “Sude do dikarejoi abang ate?” yang maksudnya: Kamu mengerjakan segala hal demi mencari nafkah. Kami hanya bisa tersenyum dan terharu atas reaksi orang-orang atas apa yang sedang kami kerjakan.

Ketika ‘mo brangkat dari Panji menuju Sidikalang kota.. ternyata ban mobil angkutan kami kempes. Sehingga kami dibantu oleh bang M.L ke kota untuk menjemput ban serap dari rumah bang E.N. Selesai nyervis ban tersebut kami pulang ke kota. Belum sempat ‘martulak’ ke toke botot hujan deras di Sidikalang, sehingga kami singgah di rumah saya untuk menghindari botot jadi basah oleh hujan.

Detik ini juga saya dan bang E.Nababan lagi minum kopi di rumah kami. Bang E.N. baca majalah tempo sedangkan saya asyik O.L….. ha ha ha…

an hour later...

Saya dan Bang Edis brangkat menuju tempat 'martulak' botot.. setelah ditimbang total penjualan hanya Rp. 93.000,- ditambah dukungan cash dari bang Maju, sehingga total pemasukan hari ini Rp. 193.000,-. Thanks be to GOd...

Ketika mau pulang ke rumah, eee... mobil 'gak bisa starter... karena kami hanya berdua... jadinya.. saya sendiri yang dorong.. setelah maju sekitar 20 meter... akhirnya bisa juga.... konsekwensinya... makan malam saya jadi tambah porsinya....ha ha ha....

_wanditambunan_

Rabu, April 20, 2011

Mengatasi K E J E N U H A N

Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya ‘penyakit’ jenuh. Tetapi jika terus menerus mengalami kejenuhan hingga mengurangi kinerja seseorang secara drastis bukanlah hal yang bagus. ‘penyakit’ seperti ini harus segera diberantas.

Seseorang yang lagi jenuh potensial berbuat hal-hal yang memboroskan waktu seperti tidur satu harian, nonton TV sepanjang hari, menghayal tingkat tinggi dan hal-hal useless lainnya.

Kita harus kreatif mengatasi kejenuhan. Seoptimal mungkin kita harus menghindari efek samping dari sebuah penyakit klasik yang bernama kejenuhan.

Putus asa, target yang tidak tercapai, dimarahi pacar, ditolak wanita yang dikagumi, memiliki waktu luang terlalu banyak, melakukan hal yang sama setiap hari, tidak memiliki visi hidup yang jelas, bahkan memiliki prinsip hidup hanya sebatas untuk hari ini alias tidak memiliki cita-cita yang jelas dan spesifik adalah banyak hal yang kerap kali membuat seseorang frustrasi dan cenderung berbuat hal-hal yang tidak berfaedah.

Lantas apa yang bisa kita lakukan mengatasi being bored dan being frustrated ini?

Seseorang yang memiliki visi hidup yang kuat akan sangat susah terjangkit penyakit jenuh. Apa sebab? Karena dia akan mendapatkan energy baru setiap pagi demi tercapainya visi hidupnya. Jika kita memiliki cita-cita yang jelas dan spesifik akan sangat membantu kita memiliki kekebalan fisik dan mental sehingga terhindar dari ancaman kejenuhan.

Bagaimana jika kita harus melakukan hal yang sama setiap harinya?

So many things we can do to overcome it. Kita bisa mengoleksi lagu mp3 favorite kita dalam satu folder. Kita bisa burn ke CD jika media player kita adalah VCD/DVD player, atau meng-copy nya ke memory HP atau mp3 player lainnya. Dengan mendengar lagu penyemangat di spare time kita bisa membantu mengurangi kejenuhan.

Exciting weekend

Hari sabtu dan minggu sore adalah waktu yang sangat tepat untuk refresh. Misalnya dengan go touring by motorcycle bareng teman-teman kerja 3 atau 4 orang. Memasak makanan favorite bersama-sama. Nobar film berkualitas atau bahkan mengunjungi sahabat dekat.

Stress karena brantem sama teman atau saudara dekat?

Cobalah melupakan kesalahan mereka, ingat setiap kebaikan mereka. Bacalah buku-buku seputar kecerdasan spiritual dan emosional. Kita akan sangat terbantu memaafkan mereka dan bersahabat kembali dengan mereka.

My point of view..

Menurut analisis pribadi saya, cara terbaik mengatasi kejenuhan adalah dengan memiliki visi hidup yang jelas. Cita-cita yang sangat ingin kita raih bisa membantu kita untuk mendapatkan extra energy setiap harinya yang memampukan kita mengatasi berbagai tantangan hidup, persoalan pelik sekalipun akan bisa kita hadapi.

Above all…

Tetaplah berdoa kepada Tuhan.. ketika menghadapi berbagai kesulitan tetaplah bersandar pada kekuatan Allah. Ketika dilanda masalah, jangan pernah berkata, “Hi God, I have a great problem…” tapi katakanlah,”… Hi Problem, I have a great God..”.

_wanditambunan_

Selasa, April 19, 2011

Dilema UN

curhat kegelisahan hati...

Dilema Kepala sekolah:
Jika banyak siswa tidak lulus UN berarti dia akan dianggap sebagai kepala sekolah yang gagal. Untuk menghindarinya maka dia akan berjuang habis-habisan alias.. all outs dengan berbagai stragtegi agar semua siswanya lulus UN. Mulai dari mengganti kunci jawaban siswa, memberi kunci jawaban yang benar, menyuap pengawas and so on. Yang penting TIDAK HALAL.

Dilema Guru:
Jika ada siswa yang tidak lulus maka guru bidang studi yang akan disalahkan. Berarti mereka dianggap tidak serius mengajar. Mereka akan di’cap’ guru yang gagal mengajar. Konsekuensinya, semua guru akan ikut rapatkan barisan berjuang bersama-sama dengan kepala sekolah ‘mensukseskan’ UN.

Dilema Siswa:
Siswa diberikan kunci jawaban sebelum ujian berlangsung. Jam 7.30 pagi sudah tiba di sekolah padahal ujian baru berlangsung jam 08.00 pagi. Siswa wajib terima, jika tidak, selain dimarahi guru dan kepala sekolah maka dia akan dianggap bodoh sudah dibantu kok malah menolak. Resiko sendiri jika tidak lulus. Daripada-daripada… ya udah deh…

Finally…
Siswa lulus seratus persen. Sebelum ujian gak belajar juga gak apa-apa. Kalo awak dulu sebelum ujian mati-matian belajar. Kalo sekarang siswa yang akan ujian bisa nonton TV sepanjang malam. Aneh bin ajaib. Akibatnya.. para siswa akan cerita ke adik-adik dan teman-temannya. Dampaknya? Para siswa akan malas belajar. Toh ujian nanti juga akan dibantu.. demikian komentar mereka. Jadinya makin rajin maen games, nonton TV dan menyia-nyiakan waktu luang.

Jikalau dulu guru-guru mati-matian menasihati siswa agar tidak menyontek sepanjang ujian berlangsung… sekarang… guru mati-matian membantu siswa menyontek selama ujian berlangsung. Akhirnya muncullah generasi muda malas belajar. Maka bisa dibayangkan Negara kita 5-10 tahun ke depan. Para siswa tadi akan menjadi pemimpin yang doyan korupsi, menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan. 

Haccurrrr lah Negara kita ini… ahyamangtahe….!
_wanditambunan_

Rabu, April 13, 2011

Jagalah sopan santun!

Dunia saat ini seperti sudah tak terbatas alias borderless. Tanpa sekat, tanpa batas, tanpa terkecuali.  Dunia maya telah menjadi ‘mak comblang’ terbaik ‘tuk mengetahui tentang seseorang, menyampaikan pesan kepada seseorang secepat kilat. Jejaring sosial telah menjadi fasilitator terlengkap untuk menggambarkan jati diri kita. Mulai dari yang bukan rahasia hingga ke yang sangat rahasia sekalipun. Bahwa kita bisa mendapatkan informasi tentang seseorang dengan sangat mudah dan instant.

Satu pertanyaan penting yang kita masing-masing harus jawab adalah apakah semua kemudahan itu membuat kita berkomunikasi lebih baik, lebih sopan santun, beretika atau malah lebih tak bermoral, atau barangkali tidak peduli lagi pada komunikasi positif?

Gambar diatas diambil bulan Februari 2011 yang lalu di lokasi Menara Pandang Tele. Saya yakin tulisan itu dibuat oleh pengelola Menara Pandang oleh sebab banyaknya pengunjung yang kurang mempedulikan sopan santun atau tata krama dalam berkomunikasi khususnya di lokasi wisata tersebut.

Saya juga sering kecewa dengan banyaknya anak remaja saat ini yang sembarangan dalam meng-comment status FB seseorang. Terlalu sering menggunakan bahasa yang negatif, mengabaikan sopan santun akhirnya suatu saat tanpa disadari bisa menjadi sebuah budaya yang merusak perilaku masyarakat.

Etika sopan santun tetap harus di jaga!!!
Apalagi di Dunia Pendidikan yang seharusnya lebih berpendidikan. Kita harus tetap sopan kepada orangtua, guru, senior, junior, adik-adik di lingkungan manapun.

Dear friends..
Marilah berkomunikasi dan bersikap dengan sopan santun!

_wanditambunan_

Minggu, April 10, 2011

Jangan Menyerah Guru HONOR..!

Saya sangat sedih, marah, kecewa ketika mengetahui bahwa sangat banyak guru honor SD di Dairi yang sejak 1 januari 2011 belum pernah memperoleh gaji 1 rupiah pun.

Saya ingin menangis, bangkit berdiri dan berbuat sesuatu untuk mengatasi hal ini. Tapi saya belum bisa. Tapi setiap saya mengingat ‘penyiksaan’ ini, hati saya mendidih marah dan segera ingin bisa berbuat sesuatu membantu sahabat-sahabat ku ini.

Hati para guru honor ini semakin menangis ketika para guru PNS ‘pamer’ gaji yang baru saja mereka terima setiap awal bulannya. “Wuihh!... baru gajian nih… makan dimana yuk….” Barangkali demikian kalimat yang mereka ucapkan tuk sekedar pamer.

“Bu… kapan kami gajian?” dengan suara perlahan seraya memohon belaskasihan demikian mereka terus bertanya setiap awal bulan. “Yah… kita tunggulah… ntah kapan…. Belum cair dana BOS”, itulah sepenggal jawaban pimpinan sekolah. Hati siapa takkan pilu mengalami hal demikian.

Sekilas INFO : Guru honor akan gajian bulan Juni

Wah… gawat. Bayar cicilan sepeda motor tidak cukup lagi. Biaya makan bulanan gimana lagi? Kebutuhan sehari-hari mau dibayar pakai apa? (menangis lagi….)

Menghitung gaji…. Menghitung hari….

Gaji saya sebulan sebagai guru honorer hanya Rp. 250.000,- (tidak salah ketik… memang hanya Rp. 250.000/bulan) itupun tidak dibayar setiap awal bulannya… tahun ini saja belum ada gajian sama sekali. Padahal mengajar siswa SD itu sangat lelah sekali. Kapan ya… kami gajian? Saya akan terus menghitung hari, demikian isi hati seorang guru honorer.

“…Saya memang hanya tamat SMA. Makanya saat ini saya juga mengikuti kuliah di Universitas terbuka. Semoga kelak saya bisa menjadi seorang sarjana. Sambil berharap suatu saat saya juga bisa menjadi seorang guru PNS yang mendapat gaji setiap awal bulannya…” Barangkali itulah impian yang sudah terpatri di hati guru honorer ini yang membuat dia mampu bertahan, bersabar menghadapi segala tantangan yang mereka sedang alami.

Sahabat-sahabat ku guru honorer… saya sangat mendukungmu.. jangan pernah menyerah! Jerih payahmu tidak akan pernah sia-sia. Tetaplah berjuang! Mengabdilah dengan tulus. Tuhan ikut sedih melihatmu mengalami semuanya itu. Jika engkau bertahan dengan tetap bersyukur dan berdoa.. maka Tuhan yang maha pemurah akan membukakan jalan berkat buatmu. Amin

Dari:
Sahabat guru honorer
_wanditambunan_

Senin, April 04, 2011

Kota ku yang STAGNANT

Apa reaksi seorang remaja yang berusia 15 tahun tiba-tiba stagnant selama 5 tahun? Sehingga pada umurnya yang ke_20 dia tetap memiliki tubuh sebesar, setinggi, sekurus, persis seperti ketika dia berusia 15 tahun. Atau barang kali malah merosot semakin pendek, semakin kurus,  semakin kecil. Si Remaja tersebut pasti frustrasi, heran dan bertanya-tanya bahkan marah mengapa bisa seperti itu…

Kerapkali saya memikirkan neg’ri ku tercinta ini yang masih stagnant sejak 5 atau 10 atau malah sejak 15 tahun yang lalu.

Pembangunan yang ALPA.
Birokrat yang BOLOS.
Kunker yang IZIN.
Pegawai yang SAKIT.
Karyawan yang NITIP ABSENT.
Para pemimpin yang RIBUT.
Para koruptor yang MALAS MENCATAT dosanya.

Pantesan aja Kota ku tercinta masih STAGNANT…

_wanditambunan_ 


stagnant means: berhenti bertumbuh

Kamis, Maret 31, 2011

Telling bad news

Semua orang pasti suka menyampaikan berita baik, kabar gembira atau kejutan sukacita. Bahkan betapa bahagianya orang-orang yang mendengarkan atau mendapat kabar baik. Misalnya: kabar tentang kelulusan test PTN, mendapat pekerjaan baru, kabar diterima menjadi seorang pacar dan berita sukacita lainnya.

Tentunya tidak ada orang yang berharap atau menginginkan berita buruk alias bad news. Berita buruk bisa membuat seseorang kecewa, sedih, putus asa, marah bahkan benci pada diri sendiri, orang lain dan bahkan kecewa kepada Tuhan.
Saya pribadi, jagankan mendapat berita buruk menyampaikan berita buruk sekalipun saya tidak suka. Dan bahkan mendengar berita buruk aja dari orang lain tentang orang lain bisa membuat saya berkabung, sedih.

Terlarut dalam kekecewaan, kemarahan, kesedihan, keputusasaan tidak akan pernah mengatasi masalah. Malah berpotensi mengacaukan suasana, memperkeruh masalah, menimbulkan masalah baru. 

Ketika mendapat berita buruk sebaiknya kita berserah kepada Tuhan yang Kuasa sambil memikirkan penyelesaian jika masalahnya masih dalam kendali kita. Tapi jika di luar kendali kita sebaiknya kita menyerahkannya pada caranya Tuhan. Karena bagi Tuhan selalu ada pelangi sehabis hujan.

Saat kita harus menyampaikan sebuah berita buruk pada orang lain sebaiknya kita mendoakan orang yang kepadanya kita akan menyampaikan berita tersebut agar dia mendapat kekuatan dan hikmat dalam menghadapi apapun yang terjadi.

Pukul 20.00 tadi malam saya sedang mengajar di kelas bahasa Inggris. Topik kami adalah menyampaikan berita buruk dalam bahasa Inggris. Saya berkata kepada siswa saya, “ it’s hard to tell a bad news”. Sangat susah menyampaikan sebuah berita buruk. Jika kita harus menyampaikan kepada seseorang bahwa salah satu dari keluarganya meninggal, itu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Ketika saya menjelaskan demikian tiba-tiba HP saya berdering. Bapak saya menelepon saya. Bapak saya menyuruh saya untuk menyampaikan kepada salah satu pekerja bangunan kami bahwa ayah nya meninggal. Saya kaget dan bingung bagaimana saya harus menyampaikannya. Setelah dia tau, saya hanya bisa berkata, sabar ya, tetap kuat. Sambil saya berdoa dalam hati. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi penghiburan. Amin.

Tulisan ini terinspirasi oleh kejadian tersebut.

_wanditambunan_

Rabu, Maret 30, 2011

1 menit > 1 jam & 1 jam > 1 tahun

Secara matematis mengatkan 1 menit > 1 jam adalah sebuah kesalahan besar. Tapi tidak ketika kita berbicara soal efektifitas. 

Sering sekali kita beranggapan bahwa dengan terus bekerja dan terus bekerja kita telah berbuat hal yang terbaik dalam hidup. Kita telah berpikiran bahwa kita adalah orang yang paling efektif dalam hidup. Orang paling rajin sedunia. Orang yang memiliki peluang berhasil terbesar sejagad.

Agar hidup lebih efektif kita harus menganut dalil 1 menit > 1 jam. Maksudnya adalah berpikir 1 menit sering sekali jauh lebih bermakna daripada bekerja 1 jam. Berpikir dengan benar adalah setengah dari pekerjaan. Setelah memikirkannya dengan benar kemudian melaksanakannya dengan serius maka akan memberi hasil yang jauh lebih baik. 

Kalau dengan berpikir 1 menit > dibandingkan dengan bekerja 1 jam bisa lebih bermakna bagaimana dengan berdoa? Saya yakin jika kita menikmati berdoa maka hasilnya akan jauh berlipat ganda. Jika kita berdoa barangkali hasilnya adalah 1 jam > 1 tahun. Tentu kita sudah pernah dengar pernyataan “IF YOU WORK, YOU WORK. IF YOU PRAY, GOD WORKS”. Maksudnya jika kita hanya bekerja saja tanpa pernah berdoa maka hanya kitalah yang bekerja maka hasilnya akan biasa-biasa saja. Tapi jika kita berdoa disertai dengan kerja keras maka Tuhan ikut serta menolong kita maka hasilnya juga akan jauh luar biasa baik.

Selamat mencoba dalil 
1 menit > 1 jam
Atau 
1 jam > 1 tahun

_wanditambunan_

Selasa, Maret 29, 2011

Hujan

Sejak kemarin pagi hujan terus di Sidikalang hingga pagi ini. Kadang tergoda untuk jengkel karena susah melakukan aktifitas di luar rumah. Tukang bangunan kami gak bisa kerja padahal target harus segera selesai. Kain jemuran gak bakalan kering. Paling malas naik motor pake mantel hujan. 

Pagi ini saya diingatkan untuk mensyukurinya saja. Biarlah hujan turun membasahi bumi. Memberi kesuburan bagi tanah. Mari membaca buku sambil minum kopi. Beristirahat sejenak. Hari ini saya mulai mengajar pukul 15.00 – 21.00. Itu pun di rumah. Jadi stay cool aja. 

Bagi teman-teman yang kerja outdoors, 
lanjutkan saja!  
Just enjoy the rhythm of the rain. 
Breathe the fresh air. 
Remember to wear your jacket. 
Bring your umbrella. Escape the ordinary! 
Ha ha ha.. kayak iklan aja!

Saya punya seorang siswa yang sangat suka hujan. Barangkali dia sangat menikmati mengamati hujan. Bahkan nama account facebooknya dia kasih Vanie ingin hujan turun. Ada-ada aja. Ya udah dech. Seperti halnya Vanie. Mari menikmati hujan.

Eta marudan-udan! 

by wandi tambunan

Senin, Maret 28, 2011

Amarah yang M E L E D A K

Visi adalah amarah yang meledak karena ketidaksetujuan kita terhadap fakta masa kini sehingga amarah tersebut memaksa kita untuk bertindak tegas didorong oleh keinginan yang kuat agar fakta masa kini tersebut tidak akan terjadi lagi dimasa yang akan datang. Demikian kesimpulan saya tentang arti visi setelah membaca beberapa pengertian tentang visi.

Di kabupaten Dairi kota tempat saya tinggal banyak sekali hal-hal yang bisa membuat kita marah. Mutasi guru yang ‘gila-gilaan’. Kepala sekolah tiba-tiba dimutasi menjadi guru biasa di desa terpencil dengan alasan mutasi yang tidak jelas. Kepala sekolah SMK N di Sidikalang tiba-tiba dimutasi menjadi kepala sekolah SMP N di desa. Guru biasa di daerah tiba-tiba diangkat menjadi kepala sekolah di kota tanpa kriteria yang tepat. Pengembangan kota yang stagnan. Birokrasi yang rumit. Gila, bukan?
Hati siapa takkan marah melihat situasi ini? Mari kita uji hati kita. Jika kita tidak marah berarti kita tidak memiliki visi terhadap Dairi tercinta ini. Barangkali kita harus belajar untuk marah melihat semua fakta ini. 

Lantas apa tindakan kita?  

I have a dream

Jalan Sidikalang – Medan akan diperbaiki tuntas sehingga jarak tempuh Sidikalang – Medan paling lama 3 jam seperti halnya ketika saya masih kuliah tahun 90an yl. Sekolah-sekolah Plus yang mengutamakan kualitas guru dan siswa dengan biaya relative murah akan berkembang di Sidikalang. Penataan kota seperti jalan dan bangunan yang rapi dan bersih. Pembangunan pusat hiburan yang edukatif. Birokrasi yang mudah. Mutasi atau penempatan guru berdasarkan the right person at the right place at the right time. Peningkatan perkapita daerah. Membuka lowongan kerja baru. Memberantas kenakalan remaja. Mengembangkan daerah-daerah terpencil. Sehingga suatu saat kabupaten Dairi akan menjadi kota teladan. Tempat yang nyaman untuk dihuni. Kota yang menghasilkan siswa-siswa yang cerdas, berprestasi serta berkarakter dan takut akan Tuhan.

Mari kita perjuangkan visi ini bersama-sama!

by wandi tambunan

Selasa, Maret 22, 2011

Watching Growth_mengamati pertumbuhan

Saya suka menanam bunga di pekarangan rumah kami. Saya menikmati keindahan. Tapi hal utama yang membuat saya suka menanam bunga adalah menikmati pertumbuhannya setiap hari. Menyiramnya, mencabut rumput disekitarnya, membersihkannya dan terus mengamati pertumbuhannya setiap hari. Ketika saya letih atau punya masalah saya suka duduk dekat bunga, berpikir, mencari solusi, menemukan gagasan bahkan mendapatkan pemikiran-pemikiran baru yang belum pernah terlintas di benak saya sebelumnya.
 
Saya mempunyai seorang putri yang masih berusia 20 bulan. Setiap hari saya suka bermain dengan dia. Di pagi hari ketika bangun, di sore hari seusai kerja dan malam hari sebelum tidur. Satu hal yang saya sangat nikmati adalah menikmati pertumbuhan dia setiap harinya. Dia sangat cepat meniru baik melalui perkataan maupun tindakan. Saya selalu mengamati perkembangan dia setiap harinya. Dia bertumbuh sangat cepat. Kemampuan berbicara, berjalan, memahami pembicaraan bahkan meniru hal-hal yang kita kerjakan.

Sebagai seorang yang sudah mengenal Tuhan sejak berusia 17 tahunan saya juga mau mengamati pertumbuhan iman dan karakter saya.  Saya sudah melewati ulang tahun saya yang ke-31 tahun. Bisa dibilang saya sudah adult (dewasa dari segi usia) tapi belum bisa dibilang mature (dewasa dari segi karakter dan pemikiran). Banyak hal yang masih harus saya ubahkan dari diri saya. Cara berpikir, berbicara, bertindak maupun dalam mengambil keputusan. Tapi terpujilah Tuhan yang cukup sabar mengampuni dan membimbing saya agar semakin diubahkan menjadi pribadi yang berkenan dihatiNya. Semoga setiap hari saya bisa mengamati pertumbuhan yang lebih baik dalam diri saya.
For me, being an observant is extremely exciting. Dengan mengamati pertumbuhan semakin memacu kita untuk terus mengupayakan pertumbuhan baik tentang diri kita, orang lain bahkan sekeliling kita.

Selamat mengamati pertumbuhan!

by wandi tambunan