Jumat, Juni 10, 2011

A lifetime is not too long to live as friends.

Saya yakin kita sudah pernah mendengar pepatah kuno yang mengatakan, “Musuh satu orang sepertinya seribu orang, tapi teman seribu orang sepertinya masih satu orang”.
Kalimat ini seolah-olah sedang menekankan dan mengingatkan kita bahwa ssebanyak-banyaknya teman akan tetap kurang. Sekaligus menunjukkan betapa kita membutuhkan semua manusia menjadi sahabat kita. Sebaliknya, memiliki hanya satu orang musuh saja bisa membuat kita susah tidur, bahkan kurang menikmati hari-hari kita. Bersahabat tidak dibatasi oleh waktu. Bersahabat tidak cukup hanya satu hari saja, seminggu, sebulan, setahun atau bahkan sepuluh tahun saja. 

Friends are forever. Sahabat adalah untuk selamanya. Seumur hidup tidaklah terlalu lama untuk dijalani sebagai teman.

Therefore,
Friends are forever…

_wanditambunan


Kamis, Juni 09, 2011

Bijaksana terhadap Teknologi

Kita bisa menjadikan Teknologi sebagai bawahan sekaligus sebagai pimpinan. Sebagai budak sekaligus sebagai Tuan. Sebagai penolong sekaligus sebagai penghancur. Semua tergantung bagaimana kita meposisikan teknologi dalam hidup kita.

Menjadikan teknologi sebagai bawahan berarti kita bisa memanfaatkan teknologi untuk melakukan setiap keperluan kita. contoh sederhananya misalnya mengedit foto hingga ke mencetaknya.

Menjadikan teknologi sebagai atasan atau penghancur berarti kita kecanduan terhadap teknologi hingga kita mengabaikan sekitar kita bahkan diri kita sendiri..

Selasa, Juni 07, 2011

Singapore VS Indonesia

Mengamati Singapur selama delapan hari, 
Menantang pikiranku untuk berpikir lebih jauh buat negeriku, 
Merangsang minatku untuk belajar lebih serius, 
Menggugah hatiku semakin geram melihat negeriku yang jauh tertinggal, 
Membulatkan tekadku untuk belajar banyak hal di negeri jauh, 
Berpikir ulang untuk ‘pensiun’ belajar, 
Menetapkan impianku untuk segera mempersiapkan diri belajar lebih luas. 
Semua demi negeriku.

_Wanditambunan



Kamis, Mei 12, 2011

Need One Another

“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus” 
(Galatia 6:2)
Tidak seorangpun di bumi ini dapat hidup tanpa bergantung pada orang lain. We need each other. Ketika kita bergantung pada orang lain bukan berarti kita orang yang paling lemah tapi memang kodrat kita diciptakan untuk saling bergantung satu sama lain. 

Ketika kita mengatakan bahwa kita tidak membutuhkan orang lain saat itu sebenarnya kita sedang menunjukkan kesombongan diri kita sendiri.

So guys, let’s help each other! Let’s admit that we need others. And let’s help others just the way we need others’ help.

Selasa, Mei 10, 2011

Melangkah dalam KETIDAKPASTIAN

Beberapa bulan sebelum tamat kuliah tahun 2001 yang lalu saya sudah bertekad akan pergi ke Jawa setamat kuliah. Saya sudah berencana untuk mencari pekerjaan di Jawa sekaligus menabung dana untuk kuliah lagi di Jawa.

Tapi apa yang terjadi kemudian? Dua minggu sebelum saya diwisuda bulan juli 2001, saya mendapat tawaran pekerjaan di Kisaran dengan gaji relatif ‘menggoda’. Mengingat saat itu adik saya sedang mengikuti bimbingan untuk test PTN maka saya memutuskan untuk berangkat ke Kisaran seminggu sebelum saya wisuda. Dan akhirnya saya bekerja di Kisaran selama 2 tahun terhitung sejak Juli 2001-Juli 2003.

Selama bekerja di Kisaran saya sering bergumul akan mimpi saya untuk bisa kuliah lagi di Jawa. Tetapi mengingat saya harus membiayai kuliah adik saya sehingga saya harus bertahan agar tetap bekerja di Kisaran.

Menabur dalam ‘moment ketidakpastian’

Walau setiap harinya selama di Kisaran hati saya masih tergoda untuk meninggalkan kota Kisaran, saya tetap belajar setiap harinya. Saya melahap banyak buku-buku bahasa Inggris tentang metode pengajaran, tata bahasa dan pembuatan materi belajar yang menarik. Saya juga banyak melahap buku-buku tentang kepemimpinan.

Setelah 2 tahun di Kisaran, abang saya mengajak saya untuk membantu dia cara membuka kursus bahasa Inggris di Sidikalang. Akhirnya dengan modal seadanya saya membuka kursus bahasa Inggris the ark school sejak Januari 2004. Tahun demi tahun, walau perlahan, kursus the ark school ini mengalami perkembangan.

Unfortunately, abang saya tidak serius membekali dirinya dalam hal cara mengelola dan mengembangkan usaha. Justru saya yang sangat banyak belajar dengan membaca banyak buku tentang pengembangan usaha. Saya juga rajin mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pengajaran dan pengelolaan usaha.
31 Desember 2006, tepatnya malam tahun baru, saya berdoa sendirian di rumah the ark school. Saat itu saya memohon petunjuk Tuhan akan rencana masa lalu saya untuk pergi ke Jawa. Saat itu saya menyapaikan rencana saya kepada Tuhan bahwa saya akan berangkat ke Jawa bulan Juli 2007. Saya menetapkan waktu selama satu semester untuk mengujinya. Saya sudah share ke kedua adik saya kalau saya ada rencana pergi ke Jawa. Saya berpesan ke mereka agar tetap melanjutkan mengelola the ark school.

Setelah satu semester berlalu, Tuhan tetap meyakinkan saya untuk tetap tinggal di Sidikalang. Kemudian saya berdoa kembali, “Tuhan, jika Engkau menghendaki aku tetap tinggal di Sidikalang, berkatilah the ark school ini, dan berikanlah petunjukMu agar saya menemukan teman hidup yang sepadan dengan saya dan agar saya bisa segera menikah”, demikian doa saya saat itu.

'pasca wedding' Helvetia Medan
Akhirnya, Juni 2008, saya menikah dengan mantan pacar saya ketika kami masih kuliah. Sebelum kami memutuskan menikah, saat itu pacar saya yang sekarang sudah menjadi istri saya  bertanya,”Setelah menikah kita tinggal di mana?” “Di Sidikalang lah”, jawab saya singkat. “Lho, jangan gitu donk, saya lahir dan bertumbuh di Medan. Saya belum pernah tinggal di luar kota Medan.. jadi kita harus tinggal di Medan donk…” demikian istri saya berargument. “T’rus… pesta pernikahan kita dimana?” dia bertanya lagi. “Di kampung orang tua saya lah. Biasanya pesta kan di rumah pihak laki-laki”, ucap saya menyatakan keinginan saya. “Ahh, gak mau. Pokoknya pesta harus di Medan”, dia ngotot dengan keinginannya. Akhirnya, kami buat pilihan. Jika pesta pernikahan di Medan, maka setelah pesta tinggal nya di Sidikalang. Dan sebaliknya.  Saya lebih memilih untuk tinggal di Sidikalang. Dan istri saya lebih memilih pesta pernikahan di Medan. Benang merahnya dapat. Pesta pernikahan di Medan dan kemudian kami tinggal di Sidikalang. Demikian proses ceritanya maka akhirnya hingga sekarang kami tinggal di Sidikalang.
I and my daughter Valerina Lois



Bill Purvis, gembala jemaat senior sebuah gereja besar di Columbus, Georgia berkata, “Jika Anda mengerjakan apa yang dapat Anda kerjakan, dengan apa yang Anda miliki, di mana pun Anda berada, Tuhan tidak akan meninggalkan Anda di mana pun Anda berada, dan Dia akan menambahkan apa yang Anda miliki.”

Therefore, walau sedang berada dalam ketidakpastian… marilah kita tetap melangkah, menabur, hingga suatu hari kelak kita akan menuai setiap hal yang pernah kita tabur.

_wanditambunan_

Minggu, Mei 08, 2011

Driven by V I S I O N

Tidak tidur sama sekali dalam 24 jam, Sanggupkah Anda? Jika sanggup, apa yang menggerakkan Anda sehingga sanggup melakukannnya. Saya yakin banyak orang sanggup tapi didorong oleh alasan yang berbeda-beda. Saya pribadi sering sanggup jika itu karena menunggu laga el classico Barcelona vs Real Madrid.


Semalam, saya berencana untuk tidak tidur selama 24 jam demi menemani teman-teman panitia retreat memasak berbagai jenis makanan dalam rangka aksi makanan  pengumpulan dana retreat yang akan ditayangkan bulan Agustus 2011 ini. Tapi pukul 03.00 dini hari akhirnya saya give up juga dan langsung tidur hingga pukul 06.00 pagi harinya. Hanya 5 dari 10 kami yang sanggup tetap terjaga hingga pagi hari semua masakan tuntas dikerjakan oleh top chef kita yang dikomandoi oleh Tuti br karo.


Ketika mengerjakan semua itu, satu pertanyaan penting terlintas di benak saya. Apa gerangan yang menggerakkan orang-orang luar biasa ini sehingga mereka rela begadang, letih, berpikir keras mengerjakan semua itu? Judul tulisan ini menjawab dengan amat dalam walau singkat. Driven by vision. Digerakkan oleh visi. Visi agar target 50 alumni yang bekerja di Sidikalang bisa mengikuti retreat pembinaan demi terbentuknya alumni-alumni yang takut akan Tuhan dan menjadi berkat di lingkungan pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Agar para alumni ini berkarya bagi bangsa dan Negara Indonesia tercinta khususnya kota Sidikalang.

Special thanks buat para crew yang telah berletih lelah mempersiapkan retreat pembinaan alumni Perkantas Sidikalang. Marilah kita tetap teguh bekerja sama, saling mendoakan dan saling mendukung dalam mengerjakan pelayanan besar ini.


Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”  1 Korintus 15:58



 _wanditambunan_

Rabu, April 27, 2011

Panggungnya Pep Guardiola VS Jose Morinho

Jelang El Clasico Jilid IV 2011

Jose Morinho terkenal sebagai pelatih dengan ciri khas sangat suka dengan psywar alias perang psikologi. Dia sanggup menjatuhkan mental lawan hanya dengan memainkan kata-kata.

Musim lalu, walau dia berhasil mempersembahkan treble winner bagi Inter Milan dan berhasil mengangkat kualitas dan nama baik sepak bola Italia Seri A dia tetap dianggap sebagai number one enemy di Seri A khususnya oleh para pelatih klub lain.

Jelang El clasico Jilid 3 musim ini kembali dia memainkan psywar terhadap Entrenador Barcelona, Pep Guardiola.

Musim lalu ketika Jose Morinho masih menukangi Inter Milan, dia harus berhadapan dengan juara bertahan Barcelona saat itu di semifinal. Jelang semifinal waktu itu, Morinho berkomentar: “…Inter Milan akan mengalahkan Barcelona di semifinal. Apa sebab? Menjadi juara liga champion adalah ambisi kami, sedangkan bagi Barcelona itu adalah obsesi. Kita tahu, Ambisi mampu mengalahkan obsesi..”.

Ternyata The Special one betul. Inter Milan tdak hanya mengalahkan Barcelona di semifinal bahkan mereka menjadi kampiun liga Champion musim lalu.

Tapi satu hal yang menarik di luar dugaan para penggemar sepak bola, Morinho’s squad mampu mengalahkan best starting elevennya Barcelona. Madrid berhasil meraih tropi Copa del Rey yang terakhir kalinya mereka peroleh 1993 yang lalu. In this case, two thumbs up for Morinho.

Apa rahasia Morinho mampu mengalahkan Pep’s squad di Copa Del Rey?

Jawaban dalam satu kata adalah: KEINGINAN. Morinho mampu membakar semangat juang skuad nya hingga detik terakhir permainan. Malah Morinho menggunakan teorinya pakar fisika Albert Einstein : “Ada sebuah dorongan yang lebih kuat daripada uap, listrik dan energi atom... keinginan.”


Barcelona sendiri tidak pernah berubah dengan filosofi sepakbolanya bahwa Victory comes from harmony. Kemenangan akan datang sendirinya jika sepakbola dimainkan secara harmonis yaitu permainan indah.

The next question is: Bagaimana dengan leg pertama semifinal liga champion dini hari nanti? Dan leg kedua semifinal liga champion minggu depan? Siapa yang akan tertawa belakangan? Let’s see! Akan sangat menarik untuk disaksikan.

Saya pribadi dukung Barcelona untuk menang!
 _wanditambunan_

Selasa, April 26, 2011

Teach the right P E R S O N ! or Teach the P E R S O N right !

Kompas, Senin, 25 April 2011 di kolom sisipan hal. 26 topik edukasi membahas tentang keberhasilan Roesmiati Soepandji dalam mendidik anak. Saya pribadi sangat salut dengan kedisiplinan dan kesungguhan mereka dalam mendidik anak sehingga semua anak mereka berhasil dan berkarakter. Bahkan beliau dilukiskan seperti pada ungkapan dalam sebuah buku yang tidak dituliskan siapa penulisnya. “When you educate one man, you educate one person, but when you educate one woman, you educate one generation. Ketika anda mendidik satu pria (di Kompas diterjemahkan sebagai satu orang), anda mendidik satu orang, tetapi ketika anda mendidik satu perempuan, anda mendidik satu generasi. 

Bukan karena saya seorang pria, tapi kesannya kalimat ini agak berlebihan. Tapi barangkali kalimat ini digunakan untuk menggambarkan seorang Roesmiati Soepandji karena barangkali dialah yang lebih dominan dalam membinan anak-naknya dibandingkan dengan peran dari suaminya.  Itu sih sah-sah saja.

Karena masih penasaran saya check langsung di google untuk mengetahui contextual meaning dari kaliamt diatas.

Berikut ini beberapa kalimat sebagai perbandingan:

Best Answer - Chosen by Asker

I wonder what else we could do to this quote:

"Copulate with a man, and you copulate with one person
copulate with a woman, and you copulate a whole nation?"

"Nag a man, and you nag one person
Nag a woman, and you nag a whole nation?"

"Cook for a man, and you cook for one person
cook for a woman, and you cook for a whole nation?"

"Excrete a man, and you excrete one person
Excrete a woman, and you excrete a whole nation?"

"Arm a man, and you arm one person
arm a woman, and you arm a whole nation?"

Setelah saya check lagi ternyata maksudnya adalah:

This is the name of a Unesco workshop in Africa. It refers to AIDS. In communities where female subjugation is combined with men's ignorance. The idea is to educate women about condoms. Men in these countries still believe in barbaric practices such as the idea that having sex with a female virgin will cure them of AIDS and the 'hyena' principle, which involves the 'breaking in' of women for sex, often involving many men having sex with a young girl. Men also visit prostitutes and then pass on the disease to their wives and children. Educating women about condoms will save them from AIDS and save them from giving birth to children with AIDS, hence the idea that it is their education of the disease that will save their communities. 

Berarti: 
Mendidik perempuan tentang kondom dalam konteks pengertian kalimat diatas adalah akan menyelamatkan manusia satu generasi karena jika wanita menggunakan kondom berarti dia akan menyelamatkan dia dari AIDS dan kemungkinan melahirkan anak dengan AIDS.

It was said by Mr. Gandhi. But that was in a time and place where women weren't given equal opportunities at education.

The idea is that the women was the sole carer for the kid, and hence the kids learned a lot more from her than they did from their father. Not exactly true in every situation in the West these days.

Beberapa orang berkomentar menyatakan bahwa kalimat tadi dikatakan oleh Mahatma Gandhi ketika pria dan wanita tidak diberikan kesempatan yang sama dalam pendidikan. Barangkali seperti halnya yang terjadi di Indonesia pada masanya R.A. Kartini.  

Sebagai kesimpulan kita bisa bandingkan dengan komentar berikut ini:

If you educate someone who actually uses the knowledge, 
then you will educate many people.

Maybe that is more accurate...

Tapi, tetap berdasarkan contextual meaning nya juga toh! He he he

_wanditambunan_

Judul Belum Ada

Dulu saat itu Engkau singgah di teras rumahku
‘Ku tidak peduli, kuabaikan saja, hebatnya angkuhku
Engkau ketuk pintu rumahku
Ku balas dengan sombongku

Hujan deras hancurkan kapalku
Kau tampar ke angkuhanku
Ku sadar ke hampaanku
Tanpa Mu semua hambar hidupku

Engkau robohkan keegoisanku
Ku tersadar kesia-sianku
Akhirnya, ku temukan tumpuan hidupku
Luar biasa terima kasihku…


_wanditambunan_

Senin, April 25, 2011

Lois' TRIP: What an exciting trip!

Actually, I can drive this car but I am not tall enough to see the road. Anybody can help? But I guess.. even my dad can't drive it. he's still learning. Hopefully, he can do it soon. ha ha ha ha.. 

Last Friday, my uncle drove us to Tao Silalahi. For me, it was such an exciting trip. Thanks for driving us uncle Cudung... he he he...

At the Tao Silalahi, We swam together with some other guys.. including my dad and my mom. It was great. My beloved dad helped me to swim. Actually, I could do it myself but my dad was afraid of me because I am still so young. Just kidding guys...!


Dear God, thanks for you amazing creation. Like This! Teach us to thank You for all your great blessings in our life. You're so wonderful. We love You God.


Having arrived at home at about 5 p.m. I played at home with my dad n mom. Love u full dad.. mom... I thank God because you are chosen to be my parents. 

That's all i can share today.. see u again...

Valerina Lois Tambunan
Written by:
_wanditambunan_

Minggu, April 24, 2011

Suasana Perayaan Paskah

Banyak orang merayakan paskah dengan cara yang berbeda. Ada yang pergi ke Gereja dengan memakai baju baru merasa sudah merayakan paskah. Ada juga dengan membuat fragmen di Gereja. Tradisi makan telur bersama-sama di Gereja juga belum hilang. Semuanya itu baik. Tapi satu hal yang utama adalah apakah kita sudah memahami makna sesungguhnya dari Paskah?

Hari Jumat yang lalu saya pergi ke gereja bersama istri dan putri kami. Mayoritas orang di gereja mengenakan baju berwarna hitam sebagai tanda berkabung Yesus di salibkan yang seterusnya dirayakan sebagai Jumat Agung yang dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah Good Friday.

Sepulang Gereja kami memotong ayam kampung di rumah kami. Setelah masak kami makan bersama dengan saudara yang lain di rumah. Ketika makan salah satu dari saudara tersebut tidak ikut makan daging ayam tersebut. Saya kaget, ternyata tradisi di Gereja Katolik dianjurkan tidak makan daging atau makanan enak lainnya selama Jumat Agung sebagai wujud menahan diri dari kenikmatan ‘daging’.

Hari Sabtu kemarin kami pergi ke Tao Silalahi. Sepulang dari sana saya melihat ada shooting acara fragmen Paskah di halaman Gereja HKBP perkembangan. Itu adalah salah satu cara mereka memeriahkan paskah. Itu sangat bagus.

Setiap orang harus mengalami peristiwa paskah sebab paskah adalah sebuah kemenangan yang  menghancurkan kuasa kematian yang menjadi musuh utama manusia. Iman Kristen adalah iman paskah, iman kepada Yesus yang hidup. Karena Iman paskah itulah, kekristenan mampu bertahan bahkan berkembang di tengah tekanan, penganiayaan, terus merambat sekalipun dihambat.

Sebagai wujud telah mengalami peristiwa paskah marilah kita menyatakan rasa syukur kita dengan mengasihi dan mentaati Allah dalam hidup kita. Marilah kita melayani sesama. Marilah kita mengunjungi orangtua kita, berbicaralah dengan tetangga. Jadilah teladan dalam perkataan dan perbuatan sebagai bukti kita telah mengalami peritiwa paskah.

Setidaknya, itulah yang saya yakini suasana paskah yang harus kita rayakan.
Selamat paskah!
GBU.
 _wanditambunan_


Sabtu, April 23, 2011

Agar lulus test PTN_Menapaki Masa Depan

“Bimbingan dimana yah..bingung.. ya udah dech.. ngikut teman-teman aja..” _ngikut karena bingung.
“Bisa gak yah saya kuliah.. saya kuatir orangtua saya tidak cukup uang..” _kuatir karena dana.
“Passing gradenya tinggi bangat.. gimana caranya mau lulus..” _ragu dengan kemampuan.
“Aku cocoknya ngambil jurusan apa ya… Tehnik, kedokteran, pertanian.. bingunggg….” _Bingung bakat.
“Ortu bilang ngambil A aku bilang B aja.. ortu bilang di Medan aja.. aku pengennya di Jawa..”­ _susah ngambil keputusan.

Barangkali demikian seabrek pertanyaan dalam benak siswa-siswa kelas XII saat ini. Tapi apapun ceritanya harus tetap melangkah.

15 januari 2011 yang lalu saya diberi kesempatan membawakan renungan di acara Pentas Seni SMA N 2 Sidikalang dalam rangka perpisahan dengan siswa kelas XII.

Saya memulai renungan dengan membaca bersama-sama Firman Tuhan yang tertulis di Kitab Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada_Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Jika ketika dalam menghadapi tantangan hidup kita masih ingat Tuhan, berarti masih ada harapan. Ketika dalam menapaki masa depan kita masih ingat Tuhan berarti masih ada harapan. Ketika dalam setiap kebingungan kita akan masa depan kita masih berserah kepada Tuhan, berarti masih ada harapan. Ketika dalam memilih jurusan, universitas, tempat bimbingan kita masih bergantung kepada Allah berarti masih ada harapan.

Firman Tuhan yang tertulis di Yeremia 17:7 sangat menguatkan hal ini.
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” Setiap orang yang mengandalkan Tuhan akhirnya akan berbahagia karena itu adalah janji Tuhan yang menciptakan alam semesta yang berotoritas atas segala hal dalam hidup.

Mari kita andalkan kekuatan Tuhan dalam segala hal. Ketika belajar mintalah pertolongan dari Tuhan. Sebuah kata bijak selalu terngiang dalam pikiran saya tatkala sedang berjuang dalam mencapai cita-cita. IF YOU WORK, YOU WORK but IF YOU PRAY, GOD WORKS. Jika kita belajar dan terus belajar tanpa meminta bimbingan Tuhan sesungguhnya kita hanya mengandalkan kekuatan kita. Hasilnya pun tentunya adalah hasil dari kekuatan kita sendiri. Tapi jika belajar kita terus mengandalkan Tuhan, maka hasilnya pun akan luar biasa.

Rahasia cerdas Daniel
Daniel 1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.

Daniel dan teman SMA nya (Sadrakh, Mesak dan Abednego) sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi.
Seseorang harus memiliki tingkat IQ 125 agar layak atau sanggup mengikuti studi hingga ke jenjang S2 dan S3. Tentunya seorang dikatakan berilmu di istana Babel pastilah memiliki tingkat IQ sedikitnya 125.
Berarti bisa dikatakan Daniel dan teman SMA nya memiliki tingkat IQ hingga 1250. Seandainya ada mereka bisa kuliah hingga ke jenjang S10 (professor nya professor).

Yang menjadi pertanyaan penting adalah bagaimana mereka mendapatkan kecerdasan itu?

Daniel 1:8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Mengapa dikatakan bahwa dengan memakan santapan raja maka dia akan najis? Sebab setiap makanan raja pasti sudah dipersembahkan kepada dewa-dewi.

Bagaimana Daniel menghadapi tantangan dalam hidupnya?

Para pejabat tinggi dan wakil raja di istana Babel sangat cemburu melihat kasih sayang dan kepercayaan yang diberikan raja kepada Daniel. Mereka berusaha mencari kesalahan Daniel namun mereka tidak mendapatinya. Kemudian mereka mengajukan kepada raja bahwa setiap orang di istana tersebut harus sujud menyembah raja dan tidak boleh menyembah yang lain kecuali raja. Mereka bermaksud dengan demikian mereka bisa mendakwa Daniel karena selalu setia menyembah Allah.

Dalam menghadapi masalah sebesar itu Daniel tetap setia kepada Allah.

Daniel 6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia kerumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Seorang Daniel tiga kali sehari berlutut berdoa memuji Tuhan. Demikianlah Daniel menghadapi masalah dalam hidupnya. “…seperti yang biasa dilakukannya..” menunjukkan kebiasaan seorang Daniel. Daniel berdoa tiga kali sehari bukan hanya ketika menghadapi tantangan tapi setiap harinya.

Bagaimana dengan kita?

Ketika memilih jurusan, tempat bimbingan, universitas, kecukupan dana dan berbagai masalah apapun, marilah kita tetap setia berserah kepada Tuhan seperti yang Daniel lakukan. Niscaya, Tuhan akan memberika yang terbaik buat kita.

Selamat berjuang! Belajarlah yang serius! Andalkan Tuhan! Kamu pasti bisa lulus PTN…

_wanditambunan_

Jumat, April 22, 2011

Pengalaman Mengumpulakan Botot


Asyik, mengharukan, menegangkan… 3 kata melukiskan pengalaman kami mengumpulkan botot dari beberapa rumah alumni, yang akan dijual untuk mendukung dana retreat pelayanan.

Saya dengan teman saya Edis Nababan keliling kota Sidikalang hingga ke Panji mengumpulkan botot dari rumah teman sepelayanan.

Ketika saya mengangkat botot dari rumah salah satu alumni seorang pria paroh baya yang sedang duduk di kedai berkata ke saya, “demi makan hujan pun tetap kerja ya…”. Saya hanya ngoment, “ he he he.. iya tulang..”


Sambil kami keliling saya nelpon teman alumni Bang M. Lbn toruan untuk menanyakan jikalau di rumahnya ada botot agar kami segera menjemputnya. Beliau hanya menjawab singkat, “dangadong, hepeng do adong… ro ma hamu mangalap” (baca: ‘gak ada botot.. uang nya ada.. datang aja mengambilnya..).

Setibanya di rumah bang M. Lumbantoruan seorang ibu yang kebetulan kenal dengan E.Nababan berkomentar, “Sude do dikarejoi abang ate?” yang maksudnya: Kamu mengerjakan segala hal demi mencari nafkah. Kami hanya bisa tersenyum dan terharu atas reaksi orang-orang atas apa yang sedang kami kerjakan.

Ketika ‘mo brangkat dari Panji menuju Sidikalang kota.. ternyata ban mobil angkutan kami kempes. Sehingga kami dibantu oleh bang M.L ke kota untuk menjemput ban serap dari rumah bang E.N. Selesai nyervis ban tersebut kami pulang ke kota. Belum sempat ‘martulak’ ke toke botot hujan deras di Sidikalang, sehingga kami singgah di rumah saya untuk menghindari botot jadi basah oleh hujan.

Detik ini juga saya dan bang E.Nababan lagi minum kopi di rumah kami. Bang E.N. baca majalah tempo sedangkan saya asyik O.L….. ha ha ha…

an hour later...

Saya dan Bang Edis brangkat menuju tempat 'martulak' botot.. setelah ditimbang total penjualan hanya Rp. 93.000,- ditambah dukungan cash dari bang Maju, sehingga total pemasukan hari ini Rp. 193.000,-. Thanks be to GOd...

Ketika mau pulang ke rumah, eee... mobil 'gak bisa starter... karena kami hanya berdua... jadinya.. saya sendiri yang dorong.. setelah maju sekitar 20 meter... akhirnya bisa juga.... konsekwensinya... makan malam saya jadi tambah porsinya....ha ha ha....

_wanditambunan_

Rabu, April 20, 2011

Mengatasi K E J E N U H A N

Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya ‘penyakit’ jenuh. Tetapi jika terus menerus mengalami kejenuhan hingga mengurangi kinerja seseorang secara drastis bukanlah hal yang bagus. ‘penyakit’ seperti ini harus segera diberantas.

Seseorang yang lagi jenuh potensial berbuat hal-hal yang memboroskan waktu seperti tidur satu harian, nonton TV sepanjang hari, menghayal tingkat tinggi dan hal-hal useless lainnya.

Kita harus kreatif mengatasi kejenuhan. Seoptimal mungkin kita harus menghindari efek samping dari sebuah penyakit klasik yang bernama kejenuhan.

Putus asa, target yang tidak tercapai, dimarahi pacar, ditolak wanita yang dikagumi, memiliki waktu luang terlalu banyak, melakukan hal yang sama setiap hari, tidak memiliki visi hidup yang jelas, bahkan memiliki prinsip hidup hanya sebatas untuk hari ini alias tidak memiliki cita-cita yang jelas dan spesifik adalah banyak hal yang kerap kali membuat seseorang frustrasi dan cenderung berbuat hal-hal yang tidak berfaedah.

Lantas apa yang bisa kita lakukan mengatasi being bored dan being frustrated ini?

Seseorang yang memiliki visi hidup yang kuat akan sangat susah terjangkit penyakit jenuh. Apa sebab? Karena dia akan mendapatkan energy baru setiap pagi demi tercapainya visi hidupnya. Jika kita memiliki cita-cita yang jelas dan spesifik akan sangat membantu kita memiliki kekebalan fisik dan mental sehingga terhindar dari ancaman kejenuhan.

Bagaimana jika kita harus melakukan hal yang sama setiap harinya?

So many things we can do to overcome it. Kita bisa mengoleksi lagu mp3 favorite kita dalam satu folder. Kita bisa burn ke CD jika media player kita adalah VCD/DVD player, atau meng-copy nya ke memory HP atau mp3 player lainnya. Dengan mendengar lagu penyemangat di spare time kita bisa membantu mengurangi kejenuhan.

Exciting weekend

Hari sabtu dan minggu sore adalah waktu yang sangat tepat untuk refresh. Misalnya dengan go touring by motorcycle bareng teman-teman kerja 3 atau 4 orang. Memasak makanan favorite bersama-sama. Nobar film berkualitas atau bahkan mengunjungi sahabat dekat.

Stress karena brantem sama teman atau saudara dekat?

Cobalah melupakan kesalahan mereka, ingat setiap kebaikan mereka. Bacalah buku-buku seputar kecerdasan spiritual dan emosional. Kita akan sangat terbantu memaafkan mereka dan bersahabat kembali dengan mereka.

My point of view..

Menurut analisis pribadi saya, cara terbaik mengatasi kejenuhan adalah dengan memiliki visi hidup yang jelas. Cita-cita yang sangat ingin kita raih bisa membantu kita untuk mendapatkan extra energy setiap harinya yang memampukan kita mengatasi berbagai tantangan hidup, persoalan pelik sekalipun akan bisa kita hadapi.

Above all…

Tetaplah berdoa kepada Tuhan.. ketika menghadapi berbagai kesulitan tetaplah bersandar pada kekuatan Allah. Ketika dilanda masalah, jangan pernah berkata, “Hi God, I have a great problem…” tapi katakanlah,”… Hi Problem, I have a great God..”.

_wanditambunan_

Selasa, April 19, 2011

Dilema UN

curhat kegelisahan hati...

Dilema Kepala sekolah:
Jika banyak siswa tidak lulus UN berarti dia akan dianggap sebagai kepala sekolah yang gagal. Untuk menghindarinya maka dia akan berjuang habis-habisan alias.. all outs dengan berbagai stragtegi agar semua siswanya lulus UN. Mulai dari mengganti kunci jawaban siswa, memberi kunci jawaban yang benar, menyuap pengawas and so on. Yang penting TIDAK HALAL.

Dilema Guru:
Jika ada siswa yang tidak lulus maka guru bidang studi yang akan disalahkan. Berarti mereka dianggap tidak serius mengajar. Mereka akan di’cap’ guru yang gagal mengajar. Konsekuensinya, semua guru akan ikut rapatkan barisan berjuang bersama-sama dengan kepala sekolah ‘mensukseskan’ UN.

Dilema Siswa:
Siswa diberikan kunci jawaban sebelum ujian berlangsung. Jam 7.30 pagi sudah tiba di sekolah padahal ujian baru berlangsung jam 08.00 pagi. Siswa wajib terima, jika tidak, selain dimarahi guru dan kepala sekolah maka dia akan dianggap bodoh sudah dibantu kok malah menolak. Resiko sendiri jika tidak lulus. Daripada-daripada… ya udah deh…

Finally…
Siswa lulus seratus persen. Sebelum ujian gak belajar juga gak apa-apa. Kalo awak dulu sebelum ujian mati-matian belajar. Kalo sekarang siswa yang akan ujian bisa nonton TV sepanjang malam. Aneh bin ajaib. Akibatnya.. para siswa akan cerita ke adik-adik dan teman-temannya. Dampaknya? Para siswa akan malas belajar. Toh ujian nanti juga akan dibantu.. demikian komentar mereka. Jadinya makin rajin maen games, nonton TV dan menyia-nyiakan waktu luang.

Jikalau dulu guru-guru mati-matian menasihati siswa agar tidak menyontek sepanjang ujian berlangsung… sekarang… guru mati-matian membantu siswa menyontek selama ujian berlangsung. Akhirnya muncullah generasi muda malas belajar. Maka bisa dibayangkan Negara kita 5-10 tahun ke depan. Para siswa tadi akan menjadi pemimpin yang doyan korupsi, menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan. 

Haccurrrr lah Negara kita ini… ahyamangtahe….!
_wanditambunan_

Rabu, April 13, 2011

Jagalah sopan santun!

Dunia saat ini seperti sudah tak terbatas alias borderless. Tanpa sekat, tanpa batas, tanpa terkecuali.  Dunia maya telah menjadi ‘mak comblang’ terbaik ‘tuk mengetahui tentang seseorang, menyampaikan pesan kepada seseorang secepat kilat. Jejaring sosial telah menjadi fasilitator terlengkap untuk menggambarkan jati diri kita. Mulai dari yang bukan rahasia hingga ke yang sangat rahasia sekalipun. Bahwa kita bisa mendapatkan informasi tentang seseorang dengan sangat mudah dan instant.

Satu pertanyaan penting yang kita masing-masing harus jawab adalah apakah semua kemudahan itu membuat kita berkomunikasi lebih baik, lebih sopan santun, beretika atau malah lebih tak bermoral, atau barangkali tidak peduli lagi pada komunikasi positif?

Gambar diatas diambil bulan Februari 2011 yang lalu di lokasi Menara Pandang Tele. Saya yakin tulisan itu dibuat oleh pengelola Menara Pandang oleh sebab banyaknya pengunjung yang kurang mempedulikan sopan santun atau tata krama dalam berkomunikasi khususnya di lokasi wisata tersebut.

Saya juga sering kecewa dengan banyaknya anak remaja saat ini yang sembarangan dalam meng-comment status FB seseorang. Terlalu sering menggunakan bahasa yang negatif, mengabaikan sopan santun akhirnya suatu saat tanpa disadari bisa menjadi sebuah budaya yang merusak perilaku masyarakat.

Etika sopan santun tetap harus di jaga!!!
Apalagi di Dunia Pendidikan yang seharusnya lebih berpendidikan. Kita harus tetap sopan kepada orangtua, guru, senior, junior, adik-adik di lingkungan manapun.

Dear friends..
Marilah berkomunikasi dan bersikap dengan sopan santun!

_wanditambunan_

Minggu, April 10, 2011

Jangan Menyerah Guru HONOR..!

Saya sangat sedih, marah, kecewa ketika mengetahui bahwa sangat banyak guru honor SD di Dairi yang sejak 1 januari 2011 belum pernah memperoleh gaji 1 rupiah pun.

Saya ingin menangis, bangkit berdiri dan berbuat sesuatu untuk mengatasi hal ini. Tapi saya belum bisa. Tapi setiap saya mengingat ‘penyiksaan’ ini, hati saya mendidih marah dan segera ingin bisa berbuat sesuatu membantu sahabat-sahabat ku ini.

Hati para guru honor ini semakin menangis ketika para guru PNS ‘pamer’ gaji yang baru saja mereka terima setiap awal bulannya. “Wuihh!... baru gajian nih… makan dimana yuk….” Barangkali demikian kalimat yang mereka ucapkan tuk sekedar pamer.

“Bu… kapan kami gajian?” dengan suara perlahan seraya memohon belaskasihan demikian mereka terus bertanya setiap awal bulan. “Yah… kita tunggulah… ntah kapan…. Belum cair dana BOS”, itulah sepenggal jawaban pimpinan sekolah. Hati siapa takkan pilu mengalami hal demikian.

Sekilas INFO : Guru honor akan gajian bulan Juni

Wah… gawat. Bayar cicilan sepeda motor tidak cukup lagi. Biaya makan bulanan gimana lagi? Kebutuhan sehari-hari mau dibayar pakai apa? (menangis lagi….)

Menghitung gaji…. Menghitung hari….

Gaji saya sebulan sebagai guru honorer hanya Rp. 250.000,- (tidak salah ketik… memang hanya Rp. 250.000/bulan) itupun tidak dibayar setiap awal bulannya… tahun ini saja belum ada gajian sama sekali. Padahal mengajar siswa SD itu sangat lelah sekali. Kapan ya… kami gajian? Saya akan terus menghitung hari, demikian isi hati seorang guru honorer.

“…Saya memang hanya tamat SMA. Makanya saat ini saya juga mengikuti kuliah di Universitas terbuka. Semoga kelak saya bisa menjadi seorang sarjana. Sambil berharap suatu saat saya juga bisa menjadi seorang guru PNS yang mendapat gaji setiap awal bulannya…” Barangkali itulah impian yang sudah terpatri di hati guru honorer ini yang membuat dia mampu bertahan, bersabar menghadapi segala tantangan yang mereka sedang alami.

Sahabat-sahabat ku guru honorer… saya sangat mendukungmu.. jangan pernah menyerah! Jerih payahmu tidak akan pernah sia-sia. Tetaplah berjuang! Mengabdilah dengan tulus. Tuhan ikut sedih melihatmu mengalami semuanya itu. Jika engkau bertahan dengan tetap bersyukur dan berdoa.. maka Tuhan yang maha pemurah akan membukakan jalan berkat buatmu. Amin

Dari:
Sahabat guru honorer
_wanditambunan_